Hidup dalam kemiskinan memang membuat kita sering kali terjebak dan tak bisa berkutik. setiap kali ingin bangkit, ada saja badai yang menghalangi.
ini adalah seorang anak yang berjuang membantu perekonomian keluarga nya menjadi lebih baik. tak henti henti nya Ali bangkit dari badai yang menerpa nya.
bagaimana kisah nya, apakah Ali akan berhasil membawa keluarga nya terbebas dari kemiskinan tersebut..... ikuti kisah Ali disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.30
Pagi pagi sekali, dewa sudah berada di kebun belakang rumah nya. Dia sudah mencabut beberapa pohon singkong di sana. karena hari ini hari libur, Ali dan Dinda tidak sekolah dan membantu ayah nya mencabut singkong.
"Alhamdulillah, besar besar sekali yah. Singkong nya sudah siap di panen." pekik Ali yang sudah menyiapkan keranjang untuk hasil panen nya hari ini.
"Iya nak, jangan lupa, batang nya dibiarkan saja. Nanti ayah akan menanam nya lagi. Seperti nya Tanah ini membuat singkong nya tumbuh subur."
"Ayah liat, Dinda dapat yang besar!" pekik gadis kecil itu yang kegirangan saat mendapati singkong yang lumayan besar.
Tadi dewa sudah menarik batang nya, dan Dinda pun langsung sigap mencari dibagian tanah yang dalam. Biasanya masih ada singkong yang bersembunyi dan terlepas dari akar nya.
"wah, hebat sekali putri ayah."
"Dek, masukan di keranjang sini dek. Biar kakak bawa ke dalam rumah."
"Baik kak." dengan bergegas, Dinda langsung membawa hasil panen singkong hari ini, ke keranjang bambu buatan ayah nya itu.
Sedangkan di dapur, Ratna sudah berkutat dengan irisan singkong yang sudah di iris tipis tipis. Dia juga dibantu oleh kakek jun yang begitu antusias memotong singkong menjadi bagian yang tipis.
"Makasih ya pak, sudah mau membantu Ratna di dapur." ucap Ratna yang selalu berterima kasih kepada kakek jun. Keberadaan kakek jun di rumah ini, benar benar membantu meringankan pekerjaan rumah. Padahal Ratna sudah melarang kakek jun bekerja di dapur. Tapi kakek jun merasa tak enak, dan tetap bersikeras membantu nya.
ratna pun hanya bisa pasrah, dan tak lupa mengatakan bahwa saat tubuh nya sudah lelah, kakek jun segera beristirahat.
"Sama sama nduk, bapak senang punya kerjaan begini."
"Bu....lihat, hasil panen singkong nya benar benar sangat banyak."
"Alhamdulillah, letakan di sana nak. Biar ibu yang akan mencuci nya nanti hingga bersih."
"Biar Ali aja Bu, ibu fokus saja membuat keripik nya. Ini bagian Ali." mendengar ucapan ali, Ratna tersenyum tipis mendengar nya. Dia pun langsung melanjutkan pekerjaan nya agar keripik keripik itu siap diantar ke warung kopi tersebut.
Setelah keluarga nya Ali saling membantu dan bergotong royong mengerjakan nya, akhirnya selesai juga. Keripik 500 pcs sudah siap diantar. 100 pcs, diantar ke warung kopi, dan 400 psc, akan diantar ke warung warung terdekat
"Bu, besok kan Ali masih libur, biar Ali saja yang berkeliling ke desa menawarkan keripik buatan ibu."
"Kakek ikut ya nak." ucap kakek jun yang ingin mengikuti Ali berjalan di pasar tradisional.
"Pak, nanti bapak kelelahan. Sebaik nya dirumah saja." ucap Ratna yang melarang kakek jun pergi jauh. sebab kaki pria tua itu, sudah tak sanggup untuk berjalan jauh.
"Gpp nduk, biarkan bapak ikut ya. Bapak ga akan jauh jauh dari ali. bapak merasa jenuh saat di rumah. Ingin melihat orang orang ramai di pasar." ucap kakek jun dengan wajah antusias nya.
"Yaudah, nanti dewa juga ikut berjualan bersama Ali pak, kalau Ali sendiri, dewa khawatir nanti." ucap dewa yang ikut nimbrung percakapan mereka.
Wajah kakek jun langsung antusias saat dibolehkan untuk mengikuti Ali berjualan. Dia berjanji tak akan jauh jauh dari mereka.
****
"Hati hati ya nak, kalau cape istirahat ya. kasihan kakek udah tua, jangan terlalu jauh juga ya. Sekitar pasar aja." ucap Ratna yang sudah mengingatkan beberapa kali kepada Ali.
"Iya Buk, Ali akan hati hati. ayok ayah, kakek kita berangkat. sebelum matahari terbit, pasti keadaannya di pasar sudah ramai."
"Okey nak. Bu, ayah, dan pak jun berangkat dulu ya. Ibu di rumah aja, jangan kemana mana. dan jaga Dinda dengan baik." ucap dewa berpamitan sebelum berangkat ke pasar
"Iya pak, hati hati ya. Semoga dagangan kita laris manis."
"Amin!"