Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Kebangkitan Dua Monster dan Tawa di Balik Segel
Malam di wilayah tengah Kekaisaran Tianhuang tidak pernah memancarkan kedamaian. Di sebuah lembah terlarang yang terletak di belakang Istana Sembilan Naga, bau anyir darah yang teramat pekat menguar ke udara, bercampur dengan hawa kematian yang pekat dari formasi sihir hitam berskala raksasa.
Di sekeliling lembah, ribuan tawanan perang dan budak fana dirantai dengan leher terikat pasak besi. Mereka adalah tumbal yang dikumpulkan oleh persekutuan rahasia antara Kekaisaran Tianhuang dan Sekte Tengkorak. Di pusat formasi, dua peti mati kuno yang terbuat dari batuan meteorit hitam berdiri tegak, diselimuti oleh rantai spiritual bersimbol kutukan kuno.
Kaisar Xuanyuan Lie berdiri di atas podium batu dengan jubah naga hitamnya yang berkibar, sepasang matanya memancarkan keserakahan yang tidak berdasar. Di sampingnya, Pangeran Utama Xuanyuan Cheng melepaskan tawa licik yang menggema ke seluruh lembah.
"Hahaha! Lihat ini, Ayahanda! Seribu nyawa fana mengalir menuju satu titik mutlak! Hari ini, sejarah baru akan ditulis di bawah kaki kekaisaran kita!" seru Xuanyuan Cheng dengan tatapan gila.
Di sisi lain podium, Putri Xuanyuan Qing berdiri dengan tubuh yang gemetar menahan amarah batin yang teramat sangat. Sepasang tangannya mengepal begitu rapat di balik jubah perak hingga kuku-kukunya memutih. Menyaksikan ribuan nyawa tak berdosa dihabisi dalam sekejap demi membangkitkan monster masa lalu adalah hal yang paling mengoyak nurani lembutnya. Namun, di bawah tatapan dingin sang ayah, dia dipaksa untuk tetap bungkam dan berwibawa sebagai putri kekaisaran.
SLASH! SLASH! SLASH!
Penyihir Agung Sekte Tengkorak menghentakkan tongkat tulang manusianya ke tanah. Dalam satu kedipan mata, gelombang energi kematian menggorok leher ribuan tumbal secara simultan, mengalirkan sungai darah murni menuju ke dalam dua peti batu meteorit tersebut.
BOOM!
Sebuah ledakan spiritual yang teramat dahsyat membelah keheningan malam, menciptakan kepulan debu vulkanik hitam yang sangat tebal hingga menutupi seluruh pandangan mata batin. Sang Penyihir Agung seketika melompat mundur menjauh dengan kecepatan penuh untuk menghindari efek pantulan energi batin.
CRACK! BANG!
Dua peti batu hancur berkeping-keping. Dari balik kabut debu yang pekat, dua sosok raksasa dengan zirah besi berkarat melangkah keluar secara perlahan. Dua Jenderal Legendaris masa lalu Kekaisaran Tianhuang telah terbangun dari tidur panjang seribu tahun mereka dengan kekuatan penuh yang setara dengan Ranah Master Tingkat 7.
BZZZZT—
Seketika mereka membuka mata, sepasang lensa mata mereka memancarkan cahaya merah terang yang sangat mengerikan dengan tubuh saat mereka masih prima. Aura tekanan master tingkat 7 yang luar biasa tinggi meledak keluar, berwarna merah darah yang terkorupsi sepenuhnya oleh energi kematian mayat hidup. Tekanan itu begitu masif hingga membuat tanah di radius beberapa kilometer retak runtuh.
"Siapa... siapa yang berani membangkitkan kami dari istirahat keabadian?" suara mereka bergema secara simultan, membawa vibrasi batin yang membuat para prajurit biasa di sekitar lembah langsung muntah darah dan pingsan.
Kaisar Xuanyuan Lie melangkah maju dengan berani, mengangkat kedua tangannya ke udara. "Wahai dua pilar tertinggi Tianhuang! Akulah, Kaisar Xuanyuan Lie, garis darah keturunan murni penguasa Tianhuang saat ini! Aku membangkitkan kalian karena aku membutuhkan pedang dan kekuatan absolut kalian untuk meratakan utara dan menguasai seluruh dunia fana ini!"
Kedua jenderal mayat hidup itu saling melirik, menatap lensa merah menyala satu sama lain sebelum mengedarkan pandangan batin mereka ke sekeliling lapangan terbuka kekaisaran. Begitu merasakan keaslian denyut nadi garis darah naga Tianhuang di dalam tubuh Xuanyuan Lie, kedua raksasa itu secara serentak menjatuhkan diri dengan satu lutut bertumpu di atas tanah, menghantam lantai batu hingga hancur.
"Kami... bersumpah setia sampai akhir zaman kepada pemilik garis darah murni Tianhuang! Perintah Baginda adalah takdir kami!" seru mereka, suara parau mereka menggetarkan awan malam.
Tidak jauh dari podium kaisar, barisan master dari Sekte Teratai Putih ikut menyaksikan prosesi kebangkitan tersebut. Beberapa penasihat sekte tidak bisa menyembunyikan rasa ngeri dan jijik mereka melihat dua monster mayat hidup tersebut. Namun, di barisan paling depan, Lin Xueru berdiri dengan jubah tempur hitamnya tanpa bergeming satu inci pun.
Wajah cantiknya sedingin es mati, sepasang matanya yang putih tanpa emosi menatap lurus ke arah dua jenderal tingkat 7 tersebut. Di bawah pengaruh Pil Pembeku Emosi Jiwa, tidak ada lagi rasa ngeri di dalam jiwanya. Sebaliknya, sebuah pemikiran mekanis muncul di dalam benaknya yang hampa.
“Kekuatan Tingkat 7... Bagus. Dengan adanya mereka berdua, pertahanan Kerajaan Tianwu pasti akan hancur dalam sekejap... dan kau, Yu Fan, pasti akan segera mati di bawah reruntuhan itu. Tugasku untuk menghapus keberadaan mu akan menjadi lebih mudah,” batin Xueru, benar-benar tanpa perasaan, hanya terobsesi pada satu misi tunggal.
...****************...
Kabar mengenai bangkitnya dua jenderal tingkat 7 dan keterlibatan sekte sesat segera menyebar melintasi batas wilayah bagai badai elang, hingga akhirnya mendarat di atas meja bundar Aula Persidangan Agung Kerajaan Tianwu hanya dalam waktu dua hari.
BRAKK!
"Sialan! Kekaisaran Tianhuang benar-benar telah kehilangan akal sehat mereka!" bentak salah satu jenderal aliansi barat, wajahnya memerah karena perpaduan amarah dan ketakutan yang luar biasa.
Namun, kejutan terbesar malam itu bukan hanya tentang kebangkitan dua jenderal mayat hidup, melainkan sebuah dokumen intelijen bayangan yang baru saja dibuka oleh Leluhur Jin Taixu.
"Ada informasi tambahan yang jauh lebih buruk," ucap Jin Taixu, suaranya yang tua terdengar sangat berat dan dalam. "Sekte Teratai Putih... sekte yang selama ini dikenal sebagai lambang kesucian di dataran selatan, telah resmi mengumumkan aliansi rahasia mereka dengan Kekaisaran Tianhuang. Dan yang memimpin pasukan garda depan sekte mereka untuk menyerang wilayah utara kita adalah... Lin Xueru."
DEG—
Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya, pertahanan batin Yu Fan yang teramat kokoh seolah mengalami retakan kecil. Sepasang matanya melebar tipis, tangannya yang menggenggam gagang Pedang Yin bergetar samar. Yu Fan benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang gadis yang memiliki kelembutan batin tersembunyi seperti Lin Xueru, kini justru bertindak sebagai ujung tombak pembantaian dari sebuah aliansi tiran?
"Apa?! Lin Xueru?!" Putri Jin Yuexin mendadak berdiri dari kursinya, wajah cantiknya dipenuhi oleh rasa tidak percaya yang bercampur dengan amarah yang meledak-ledak. "Ini tidak masuk akal! Saat kami berada di Akademi Langit Biru, meskipun dia adalah wanita yang sangat kaku, dingin, dan jarang suka berinteraksi dengan orang lain karena hanya kekuatan yang ada di pikirannya... tapi aku tahu pasti bahwa dia adalah wanita yang sangat baik! Dia tidak mungkin sudi menjadi anjing penakluk bagi kaisar tiran seperti Xuanyuan Lie!"
"Manusia bisa berubah ketika dihadapkan pada pilihan kekuasaan absolut, Putri," timpal salah satu menteri dengan nada putus asa.
Yu Fan kembali menarik napas dalam, memaksa sirkulasi energi emas alaminya untuk menenangkan gejolak batinnya. Dia tahu pasti, dari sisa-sisa informasi yang disembunyikannya, bahwa Xueru pasti telah dipaksa atau melalui ritual kejam yang menghancurkan jati dirinya. Pikiran Yu Fan berputar dengan sangat cepat, mencari segala kemungkinan taktis untuk bisa menyelamatkan jiwa gadis itu tanpa harus mengorbankan pertahanan utara.
Raja Jin Wu berdiri, tatapannya menyapu seluruh raja dari lima kerajaan yang kini kembali dilanda kepanikan masif. "Para sahabat sekalian! Kita tidak memiliki waktu lagi untuk meratapi pengkhianatan ini! Ancaman di depan mata kita adalah kehancuran total Benua Timur akibat keserakahan manusia yang tidak berujung! Siapkan seluruh pasukan! Kita akan menyambut badai ini di Ngarai Serigala Merah dengan seluruh taruhan nyawa kita!"
Malam itu, di dalam kamar meditasinya yang sunyi di Paviliun Anggrek Istana, Yu Fan duduk bersimpuh dengan posisi lotus. Sekujur tubuhnya diselimuti oleh pancaran aura emas alami murni hasil penyelarasan kutub Yin dan Yang yang mengalir sangat deras di sepanjang meridian nya.
Namun, di dalam ruang kesadaran jiwanya yang terdalam, sebuah pertempuran batin yang teramat sangat berat dan depresif sedang berlangsung.
Yu Fan berada di dalam dilema yang luar biasa besar. Kekuatan Asura merah pekat miliknya telah dia segel dengan sangat rapat di bawah sembilan lapis kunci jiwa agar dirinya tidak kembali menggila dan kehilangan kendali atas kemanusiaannya seperti di masa lalu. Namun... melihat kekuatan dua jenderal musuh yang berada di Tingkat 7, ditambah dengan pasukan es Sekte Teratai Putih yang dipimpin oleh Xueru, Yu Fan tahu bahwa hanya mengandalkan energi alami murni aura emasnya tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan tanpa ada korban jiwa yang besar. Jika dia tidak membuka segel tersebut, dia tidak akan memiliki kekuatan absolut untuk melumpuhkan Xueru secara aman dan menyelamatkannya dari doktrin tanpa hati tersebut.
“Hahaha... Hahahahaha!”
Sebuah suara tawa yang teramat sangat sinis, liar, dan memekakkan telinga mendadak menggema hebat dari balik dasar jurang jiwa terdalam Yu Fan.
Kabut merah darah yang sarat akan niat membunuh yang murni mendadak bergejolak di balik sembilan lapis segel, bermanifestasi menjadi sosok bayangan hitam dengan sepasang mata merah menyala—Sang Asura, sisi kegelapan absolut dari masa lalu Yu Fan sendiri.
“Dilema yang sangat konyol, Yu Fan!” seru si Asura dengan nada mengejek yang sangat pekat, tawanya terbahak-bahak memicu getaran di dalam dantian jiwa Yu Fan. “Kautahu di dalam hatimu yang paling dalam bahwa kau tidak akan bisa lama-lama menyegel diriku di bawah sini! Menghadapi dua monster Tingkat 7 dan pasukan tiran itu... kau pasti akan membutuhkan kekuatan yang gila! Kekuatan yang hanya dimiliki olehku!”
Bayangan merah Asura itu memajukan wajahnya yang mengerikan di balik jeruji segel kesadaran. “Serahkan saja tubuh ini kepadaku sekarang juga! Biarkan aku yang memegang kendali atas meridian mu di medan perang nanti! Aku berjanji akan merobek-robek dua jenderal mayat hidup itu menjadi serpihan daging, dan membakar seluruh Kekaisaran Tianhuang menjadi abu dalam satu malam! Kemenangan kita akan menjadi mutlak!”
Asura itu berhenti sejenak, lalu mendengus meremehkan. “Lagipula... untuk apa kau memikirkan cara menyelamatkan wanita bernama Lin Xueru itu? Dia hanyalah seorang wanita fana semata, sebutir debu di tengah perjalanan keabadian kita! Jika dia ingin memimpin pasukan untuk membunuhmu, maka pilihan terbaik adalah biarkan aku mencabik-cabik tubuh indahnya hingga hancur berkeping-keping! Kenapa kau harus menyiksa batinmu hanya untuk sebongkah daging tanpa hati seperti dia?!”
"Diam," ucap Yu Fan secara batin. Suaranya terdengar sangat tenang, datar, namun memiliki bobot absolut yang seketika menekan gejolak kabut merah si Asura.
“Hah?! Kau menyuruhku diam saat aku memberikanmu jalan pintas terbaik menuju kemenangan?! Dasar manusia fana bodoh yang lemah karena perasaan!” raung si Asura, sangat kesal dan murka karena gerakannya selalu diatur dan dikunci rapat oleh ketenangan mutlak Yu Fan.
"Aku adalah pemilik mutlak dari tubuh dan takdir ini," lanjut Yu Fan dengan nada suara yang teramat dingin menembus ruang jiwanya. "Aku menyegel mu karena kau adalah manifestasi dari kehancuran tanpa akal sehat. Di medan perang nanti, aku akan menggunakan caraku sendiri untuk menghancurkan ambisi Tianhuang, dan aku sendiri yang akan memutus belenggu takdir yang mengikat Xueru tanpa perlu mengotori tanganku dengan kegilaanmu. Jadi... kembali bersembunyi lah di dalam kegelapanmu, Asura."
WUZHUUUUU!
Dengan satu sentakan batin dari sirkulasi energi emas alaminya, Yu Fan memperketat kembali sembilan lapis segel jiwanya, memaksa bayangan merah si Asura yang terus mengumpat kesal untuk kembali tenggelam ke dasar jurang kesadaran terdalam yang sunyi.
Yu Fan membuka sepasang matanya di dunia nyata. Napasnya teratur, namun sepasang mata hitamnya kini memancarkan tekad yang teramat sangat kokoh bagai tebing karang yang dihantam badai laut. Dia berdiri dari posisi meditasinya, berjalan perlahan menuju ke arah jendela kamar yang menghadap langsung ke arah bentangan pegunungan perbatasan utara.
Badai perang terbesar dalam sejarah benua fana kini tinggal menghitung hari untuk meledak sepenuhnya. Di bawah saksi langit malam Kerajaan Tianwu yang dingin, Sang Perisai Agung telah menetapkan keputusannya: dia akan melangkah menuju medan pembantaian Ngarai Serigala Merah, menghadapi dua monster tingkat 7, dan bertaruh nyawa demi merebut kembali jiwa gadis yang dicintainya dari cengkeraman kegelapan absolut dunia fana. Fajar peperangan telah tiba, dan dunia akan menyaksikan sejauh mana aura emas sejati mampu menantang takdir berdarah kekaisaran.