Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Sisi Lain Sang Monster
...Sofa kulit hitam di dalam ruang VVIP nomor satu terasa begitu empuk, tetapi bagi Milky, mendudukinya terasa seperti duduk di atas hamparan paku yang siap menembus gaun pelayannya. ...
...Ia menjaga jarak sekitar tiga puluh sentimeter dari Arkan, melipat kedua tangannya di atas pangkuan dengan anggun....
... Jantungnya masih menyisakan debaran kencang sisa senam jantung akibat mantra Moe Moe Kyun tadi....
...Di kantor siang hari, jarak sedekat ini dengan Arkananta Narendra hanya berarti satu hal, Rania sedang berada di dalam zona bahaya untuk menerima amukan maut....
... Namun di sini, di bawah temaramnya lampu dinding ruang VVIP, suasana yang tercipta sungguh berbeda....
... Wangi parfum maskulin Arkan terasa begitu tajam, mengurung kesadaran Milky dalam rasa yang asing....
...Arkan mengambil potongan kue mousse kedua, menyuapkannya ke dalam mulut dengan gerakan yang teratur dan berkelas....
... Setelah menelannya, ia meletakkan sendok kecil itu kembali ke piring porselennya....
... Keheningan sempat kembali merayap, sebelum akhirnya sang CEO mengeluarkan satu helaan napas yang sangat panjang dan berat....
...Bukan helaan napas kemarahan yang biasa Rania dengar saat laporan magangnya ditolak. ...
...Ini adalah helaan napas yang penuh kelelahan yang teramat sangat, sebuah bunyi yang terdengar begitu... rapuh....
..."Dunia bisnis terkadang terasa seperti lingkaran neraka tanpa akhir," gumam Arkan tiba-tiba....
... Suara baritonnya tidak lagi tajam dan mengintimidasi seperti di ruang rapat, melainkan terdengar rendah, serak, dan penuh pasrah yang tersembunyi....
...Milky mengerjapkan mata abu-abunya, sedikit terkejut....
... "T-Tuan Besar...?"...
...Arkan tidak menoleh ke arahnya....
... Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, menatap lurus ke langit-langit ruangan yang remang-remang....
... Sepasang mata elangnya yang biasanya memancarkan kilat kekuasaan, kini tampak redup, menyimpan beban berat tak terlihat yang selama ini ia pikul sendirian di puncak menara yang di bangunnya....
..."Setiap hari, semua orang menuntut saya untuk menjadi sempurna," lanjut Arkan, seolah-olah sedang berbicara pada dirinya sendiri, melupakan bahwa sosok di sebelahnya hanyalah seorang pelayan kafe....
... "Keluarga, dewan direksi, para investor... mereka tidak melihat saya sebagai manusia. Saya hanyalah mesin pencetak uang yang tidak boleh membuat satu pun kesalahan. Sekali saja saya melangkah mundur, seribu orang di luar sana siap mengoyak dan menjatuhkan saya ke jurang."...
...Rania, di balik topeng Milky-nya, membeku. ...
...Kalimat demi kalimat yang meluncur dari bibir tipis Arkan menghantam kesadarannya....
...Selama ini, bagi Rania, Arkananta Narendra adalah monster tanpa empati. ...
...Seorang bos kejam yang hobi menyiksa bawahan dan tidak punya belas kasihan. ...
...Namun mendengar keluh kesah pria itu malam ini, Rania mendadak menyadari sesuatu....
... Arkan yang berusia dua puluh delapan tahun ini hanyalah seorang pria muda yang kesepian. ...
...Di balik kekayaan ratusan miliar dan kekuasaannya, ia dikelilingi oleh topeng-topeng kemunafikan dunia bisnis....
... Tidak ada satu pun orang di dunia nyata Arkan yang bisa ia percayai untuk mendengarkan keluh kesahnya tanpa takut dianggap lemah....
..."Tuan Besar..." Milky memajukan posisi duduknya sedikit, nada suaranya melembut, kali ini bukan karena tuntutan peran imut, melainkan karena ada rasa simpati yang tulus mengalir di dadanya. ...
..."Pasti... sangat melelahkan ya, menjadi orang hebat seperti Tuan?"...
...Arkan perlahan menolehkan kepalanya. ...
...Untuk pertama kalinya, mata elang itu menatap Milky tanpa ada tatapan permusuhan. ...
...Dan di situlah Rania melihat pemandangan yang membuatnya nyaris tidak percaya, daun telinga Arkan tampak merona merah muda dengan sangat jelas. ...
...Sang CEO yang biasanya angkuh itu mendadak terlihat salah tingkah, canggung, dan bingung harus meletakkan tangannya di mana....
..."M-maaf," ucap Arkan, berdeham pelan untuk menutupi kecanggungannya....
... "Saya tidak seharusnya membicarakan hal-hal berat seperti ini di depanmu. Ini... bukan tempatnya."...
...Milky tersenyum, sebuah senyuman yang kali ini terasa jauh lebih hangat. ...
..."Tidak apa-apa, Tuan Besar! Kastel Dark Moon ini ada memang untuk menjadi tempat peristirahatan bagi para pejuang yang lelah seperti Tuan. Di sini, Tuan Besar tidak perlu menjadi mesin yang sempurna. Tuan boleh menjadi diri Tuan sendiri, tanpa perlu takut dinilai oleh siapa pun."...
...Arkan tertegun mendengar ucapan Milky....
... Ia menatap pelayan imut itu dengan pandangan yang dalam, seolah-olah kata-kata sederhana dari Milky baru saja menyembuhkan luka tak terlihat di hatinya....
... Pria itu kemudian menggeser piring kue mousse-nya ke arah Milky....
..."Makanlah," kata Arkan dengan nada yang ketus, namun gerakannya sangat sopan dan hati-hati. ...
..."Saya tahu kamu belum makan malam. Jangan menolak, ini perintah."...
...Eh? Bagaimana dia bisa tahu? Rania batin dalam hati, perutnya memang sempat berbunyi lirih beberapa saat lalu....
..."T-tapi Tuan Besar, Milky adalah pelayan di sini, tidak sopan jika Milky memakan makanan milik Tuan—"...
..."Saya yang membayarmu malam ini, jadi saya yang berhak menentukan aturan di ruangan ini," potong Arkan, meskipun nadanya menuntut, tidak ada sedikit pun kekejaman di dalamnya. ...
...Ia justru memalingkan wajahnya ke arah jendela, mencoba menyembunyikan rona merah yang kini mulai menjalar ke pipinya karena malu. ...
..."Saya tidak suka melihat pelayan saya... maksud saya, melihatmu bekerja dengan perut kosong. Makan!."...
...Milky menahan tawa gelinya di dalam hati. ...
..."Astaga, sifat malu-malunya keluar!" Batin Rania tertawa geli....
...Perasaan di dalam diri Rania mendadak menjadi sangat membingungkan. ...
...Di satu sisi, ia merasa konyol karena harus bermain kucing-kucingan dengan bosnya sendiri. ...
...Namun di sisi lain, ada rasa iba dan kehangatan yang asing yang mulai merayap di hatinya. ...
...Pria yang memperlakukannya seperti sampah di siang hari, ternyata bisa memperlakukannya dengan sangat sopan dan penuh perhatian tersembunyi di malam hari. ...
...Arkan bahkan tidak mencoba menyentuh fisiknya dengan kurang ajar seperti pelanggan nakal lainnya, pria ini memperlakukannya bagai sebuah barang pecah belah yang berharga....
...Milky akhirnya meraih sendok kecil tersebut, mengambil sepotong kecil kue, lalu menyuapkannya ke dalam mulut dengan gaya yang imut....
... "Wah... lezat sekali! Kue ini jadi seribu kali lebih manis karena diberikan oleh Tuan Besar yang baik hati~ Terima kasih banyak, Tuan! Unyu~ 💖"...
...Mendengar pujian imut dan melihat ekspresi bahagia Milky, dinding dingin Arkan runtuh sepenuhnya. ...
...Bahunya yang semula tegang kini tampak rileks. ...
...Ia menyandarkan tubuhnya kembali, mengamati Milky yang sedang menikmati kue dengan binar mata yang melembut....
... Senyuman tipis yang sangat tulus akhirnya terukir di bibir tipis sang CEO, sebuah senyuman menawan yang belum pernah Rania lihat seumur hidupnya selama bekerja di Arkananta Group....
..."Dasar gadis kecil yang aneh," gumam Arkan pelan, suaranya terdengar begitu hangat di keheningan malam itu....
...Rania membalas tatapan itu dengan mata abu-abunya, merasakan detak jantungnya tiba-tiba berdegup dengan ritme yang berbeda. ...
...Di dalam ruangan remang beraroma kayu cendana ini, untuk pertama kalinya, Rania melihat celah kemanusiaan yang nyata di dalam diri sang monster di kantornya....
... Namun, sebuah alarm peringatan besar langsung berbunyi di dalam otaknya....
... Jangan terlena, Rania! ...
...Besok pagi, monster ini akan kembali berubah menjadi iblis di kantor!...