Myro Aras hanyalah seorang yang hobi bermain game. Di suatu game online ia adalah pemain terbaik disana tetapi saat sedang melawan suatu bos di dalam game dan berhasil menang, Myro tiba-tiba merasa mengantuk dan tertidur.
Ia terbangun menjadi seorang bayi di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan unik dan sihir ini. Tempat dimana kekuatan seseorang yang menentukan segalanya. Myro memutuskan untuk berjalan di jalan seorang penyihir dan berjalan menuju puncak. Disertai bantuan sistem yang memberinya kecurangan dengan bisa membawa kekuatan Myro dari game sebelumnya.
Lihatlah Myro berjalan menuju puncak bersama orang-orang yang mempercayainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: TIBA DI AKADEMI TUMBUHAN SIHIR
Hanzo saat ini berlari sambil membawa Locke dengan sangat cepat di hutan. Saat ini, Hanzo sudah sangat jauh dari desa tempat mereka melihat Claire sebelumnya. Setelah sampai di sebuah kota, Hanzo pun berhenti bersama Locke dan mengetahui bahwa Claire seharusnya tidak bisa mengejar mereka lagi.
"Apa yang kau lakukan Hanzo? Mengapa kau begitu takut dengan Claire? Aku yakin Leonidas pasti bisa mengalahkannya dengan mudah", kata Locke.
Claire menggelengkan kepalanya dan berkata "Tuan, anda tidak tahu begitu juga dengan Leonidas. Tapi aku sudah pernah melihat kekuatan asli Claire. Sekuat apapun manusia tetap tidak akan bisa mengalahkan dewa. Jadi karena Leonidas belum mencapai tingkat dewa, maka ia tidak akan bisa mengalahkan Claire".
"Darimana kau mengetahu.....", saat Locke akan bertanya sebuah suara terdengar di pikirannya.
"Pemberitahuan kepada tuan rumah. Karakter anda Leonidas sudah mati dan tidak bisa dibangkitkan lagi".
"Apa?", Locke berteriak dengan sangat terkejut mendengar pemberitahuan itu.
..........
Saat ini, Myro sama sekali tidak bisa tidur. Ia menghawatirkan Claire yang sedang bertarung. Lagipula Myro belum pernah melihat kekuatan penuh Claire. Shar berdiri di samping Myro karena melihat Myro yang saat ini menunggu dengan khawatir, oleh karena itu Shar tidak menghilang seperti biasanya.
Karena tidak bisa tidur, Myro memutuskan untuk berkultivasi. Myro mulai duduk dan menyerap kristal mana tingkat rendah. Saat ini, Myro merupakan penyihir magang tingkat 3 dan memiliki 100 bola mana di tubuhnya. Ia bisa mengumpulkan bola mana yang begitu banyak adalah karena sebelumnya ia menyerap kristal mana tingkat menengah yang didapat dari penyihir junior yang mencoba membunuhnya.
Kristal mana tingkat menengah memiliki banyak helai mana yang membentuk 100 bola mana. Jadi jika kristal mana tingkat menengah diserap sepenuhnya maka orang yang menyerap tersebut akan mendapatkan tambahan 100 bola mana. Untuk menjadi penyihir magang tingkat 4 membutuhkan 1000 bola mana yang jumlahnya sangat banyak.
Saat hari mendekati pagi, sebuah suara terdengar di pikiran Myro.
"Pemberitahuan kepada tuan rumah. Karakter anda Claire telah membunuh karakter musuh Leonidas seorang Sparta. Karena hal tersebut, tuan rumah memiliki kesempatan membuat dan memanggil karakter baru dengan aturan karakter tersebut haruslah seorang Sparta. Lalu tuan rumah juga tidak bisa membuat karakter yang lebih kuat daripada orang yang telah dibunuh. Jadi karakter yang bisa tuan rumah buat untuk karakter Sparta ini, harus lebih lemah dari Leonidas".
"Pemberitahuan : Tuan rumah dapat membuat karakter baru yang bukan berasal dari The World Online dengan cara membunuh karakter yang dipanggil oleh pemain dari The World Online atau membunuh pemain yang berasal dari The World Online maka tuan rumah dapat membuat karakter baru".
"Karakter baru yang dibuat akan lebih lemah dari orang yang telah dibunuh. Tapi mereka bisa berkultivasi untuk memperkuat diri mereka. Jika yang membunuhnya adalah karakter yang dipanggil tuan rumah maka tuan rumah lah yang mendapatkan kesempatan untuk membuat karakter baru".
Mendengar beberapa informasi baru itu, Myro cukup terkejut. Lagipula, dunia ini bukanlah The World Online sehingga Myro mengira sebelumnya bahwa tidak ada cara untuk membuat karakter baru. Seorang summoner hanya bisa memanggil karakter yang dimiliki di The World Online sebelumnya.
Tapi ternyata di dunia ini, seorang summoner juga bisa membuat karakter baru lagi dengan cara membunuh musuh dari The World Online.
Myro merasa sedikit khawatir juga karena karakter yang dipanggil di dunia ini bisa mati juga. Di The World Online sebelumnya, karakter yang mati hanya perlu beristirahat selama beberapa jam setelah itu mereka bisa dipanggil lagi. Tapi di dunia ini, jika mereka mati maka mereka tidak akan bisa dipanggil lagi.
"Nampaknya aku harus berhati-hati sekarang", kata Myro sambil menghela nafas.
Myro tidak bisa bertindak sembarangan. Lagipula Myro tidak mengetahui seberapa kuat orang-orang yang ada di dunia ini. Lebih baik untuk tidak bertindak sembarangan sekarang seperti mencuri buku sihir terlarang yang dapat memancing musuh. Tapi, karena buku sihir terlarang dari Akademi Kegelapan sudah diambil oleh Shar maka tidak perlu lagi untuk dikembalikan.
Suara ketukan pintu terdengar di kamar Myro. Myro segera berdiri dari kasurnya dan berjalan membuka pintu. Di luar, Myro bisa melihat Vine yang tersenyum dan berkata "Pagi, Myro. Bagaimana kalau kita sarapan. Jika kita terlambat maka kita tidak akan bisa sarapan. Karena sebentar lagi kita akan sampai di akademi".
Mendengar perkataan Vine, Myro mengangguk dan berkata "Baiklah, kalau begitu ayo pergi".
Myro menutup pintu kamarnya dan pergi bersama Vine. Saat sedang berjalan, Vine berkata "Maaf Myro untuk kejadian kemarin. Aku tidak mengetahui bahwa mereka akan menatapmu seperti itu".
Myro segera teringat kejadian kemarin, saat orang-orang yang makan bersama Vine menatapnya dengan buruk. Myro hanya tersenyum dan berkata "Tidak masalah. Lagipula bukankah itu memang sudah biasa dilakukan oleh bangsawan".
Mendengar perkataan Myro, Vine tersenyum pahit dan berkata "Ya, bangsawan memang seperti itu. Tapi pada akhirnya baik itu bangsawan ataupun orang biasa sama saja".
Setelah itu mereka sampai di tempat makan. Saat ini, masih belum terlalu banyak murid yang duduk untuk makan. Myro dan Vine segera mengambil makanan yang disediakan oleh Akademi Tumbuhan Sihir. Seperti sebelumnya, akademi hanya menyediakan makanan biasa yang tidak perlu mengeluarkan banyak uang.
Setelah mengambil makanan, Myro dan Vine segera mendengar suara yang memanggil mereka.
"Kalian, duduk disini", kata Brigitte yang sudah duduk sambil menunggu mereka.
Nampaknya Brigitte memang bertujuan menunggu mereka dari awal, karena tidak ada orang lain yang duduk disana. Myro dan Vine segera berjalan dan duduk di kursi tersebut lalu mulai untuk makan.
"Kau bilang kita akan terlambat untuk sarapan. Tapi lihat disini masih sangat sepi", kata Myro ke Vine yang menipu nya sebelumnya.
Vine tersenyum dan berkata "Itu memang benar, sebentar lagi kita akan sampai di akademi sihir. Saat kita sudah sampai maka sulit untuk sarapan. Karena banyak hal yang harus dilakukan seperti mendaftar di akademi untuk mendapatkan tempat tinggal, kelas, lalu pakaian akademi untuk para murid. Kau pikir kita hanya akan memakai jubah putih saja sebagai lambang Akademi Tumbuhan Sihir? Tentu saja tidak, akademi juga memiliki pakaian akademi sihir masing-masing. Jadi kita akan sangat sibuk setelah sampai di akademi sihir".
Mendengar itu, Myro tidak bertanya lagi dan mulai makan. Tapi, nampaknya Vine ini tahu banyak hal mengenai akademi sihir. Saat merek sedang makan, Myro melihat Boldes dan yang lainnya yang sudah mengambil makanan sehingga Myro berkata ke mereka "Boldes, disini. Meja ini masih cukup luas untuk kalian".
Boldes segera melihat ke arah Myro dan berjalan lalu duduk di meja Myro. Boldes segera berkata "Kau sangat pagi untuk sarapan".
"Tentu saja, sebagai murid akademi sihir kita harus rajin. Jadi, kita harus bangun sangat pagi untuk berlatih lalu sarapan", kata Myro.
"Itu pasti tidak benar", kata Kiel lalu berkata lagi "Aku tidak melihat mu sama sekali di lapangan pelatihan pagi ini".
Myro segera berkata sambil tersenyum pahit "Tidak semua orang berlatih sepertimu. Kita ini penyihir jadi lebih baik melatih mana kita".
Melihat Myro yang tersenyum pahit, mereka mulai tertawa juga. Karena cara latihan Kiel memang sedikit aneh dan tidak seperti penyihir. Kiel lebih sering melatih otot-otot nya yang cukup jarang untuk seorang penyihir yang seharusnya lebih sering melatih kemampuan mereka dalam memakai mana.
"Baiklah, berhenti tertawa. Aku akan memperkenalkan kalian dulu. Walaupun mereka bangsawan tapi mereka tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk. Pria itu adalah Vine Conti lalu untuk wanita tersebut adalah Brigitte Hern Krust".
Vine dan Brigitte menganggukkan kepala mereka dan memperkenalkan diri mereka.
"Vine.....Conti? Kenapa sepertinya aku pernah mendengar nama ini", kata Boldes.
Tirse yang memakan makanannya sambil membaca buku berkata "Apa yang kau bilang Boldes. Vine itu bangsawan jadi wajar saja kau pernah mendengar nama itu, lagipula nama bangsawan sering disebutkan di kota-kota, jadi wajar saja kau mungkin pernah mendengarnya".
"Benar juga", kata Boldes menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Boldes dan yang lainnya mulai memperkenalkan diri mereka juga ke Vine dan Brigitte. Setelah saling mengenal, mereka mulai membicarakan beberapa hal seperti mengenai tes sebelumnya atau mengenai sihir level 0.
Saat mereka menghabiskan makanan mereka. Tempat itu mulai ramai didatangi murid-murid yang lain untuk sarapan. Seorang pria yang memakai jubah putih dengan lambang pohon segera datang.
"Kalian semua, waktu makannya sudah cukup. Kita sudah sampai di Akademi Tumbuhan Sihir. Kalian bisa mulai bersiap", kata penyihir tersebut lalu segera pergi.
Mendengar itu, para murid yang baru saja akan makan segera terkejut. Mereka bahkan belum makan, apa yang harus berhenti?.
Melihat murid-murid yang belum makan sama sekali. Beberapa orang tertawa melihat mereka yang saat ini sangat terkejut karena belum makan sama sekali.