NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: tamat
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

TAK! TAK! TAK!

Paku demi paku menghujam kayu peti hingga penutupnya terkunci rapat.

BRAK! BRAK!

Josep masih menghantam bagian dalam peti dengan brutal.

Namun semuanya sia-sia.

Peti itu hanya berguncang pelan tanpa mampu terbuka.

“Sudah terkunci rapat, Nona,” lapor salah satu anak buah Wilbert sambil mundur.

Colly menatap dingin ke arah peti yang masih mengeluarkan suara benturan dan jeritan panik Amy dari dalam.

“Biarkan mereka menikmati hasil perbuatan mereka sendiri,” ucapnya datar.

DUK... DUK...

Benturan dari dalam mulai melemah sedikit demi sedikit.

Sementara Jason yang lumpuh total tetap terbaring di dasar peti, matanya membelalak penuh ketakutan, mendengar suara anak-anaknya yang mulai panik kehabisan napas.

Salah satu pembunuh bayaran tiba-tiba maju menghampiri peti itu dengan niat menyelamatkan mereka.

Namun—

DUK!

Colly langsung menendang tangan pria itu hingga mundur beberapa langkah.

“Sepertinya mereka memang ditakdirkan mati hari ini,” ucap Colly dingin. “Apa kau yakin ingin ikut terlibat?”

Pria itu menggertakkan giginya. “Jason Long adalah bosku. Aku harus menyelamatkan mereka.”

Micheal yang berdiri tidak jauh dari sana melangkah pelan ke depan.

“Apa kau benar-benar yakin?” tanyanya tenang. “Menyelamatkan mereka sama saja menjadi musuh kami.”

Pria itu mengernyit. “Apa maksudmu?”

Wilbert menyeringai tipis. “Maksudnya… kau sedang menyinggung tiga kubu sekaligus.”

Beberapa pembunuh bayaran langsung saling menatap.

Colly menunjuk ke arah Wilbert," Wilbert Lu, memiliki banyak anak buah untuk memburu keluarga kalian hanya dalam hitungan detik.”

Lalu pandangannya bergeser ke Micheal.

“Dan dia adalah Micheal Xie. Petarung yang sudah memenangkan banyak pertandingan dan membunuh banyak lawan di arena."

Wilbert melanjutkan dan melirik ke arah Colly yang berdiri dengan tatapan dingin.

“Sedangkan dia…” ucap Wilbert pelan. “Adalah Colly Shen, putri Holdes Shen.”

Mata beberapa pembunuh bayaran langsung membelalak.

Wilbert melanjutkan dengan nada lebih berat.

“Kalau kalian masih berani bergerak, maka yang akan kalian hadapi adalah kelompok Little Tiger yang dipimpin Shen Xiao Han.”

“Shen Xiao Han?” salah satu pembunuh bergumam kaget. “Dua bersaudara yang membunuh Sammo dan Tommy, serta beberapa juara petarung?”

“Benar,” jawab Wilbert santai.

Colly melangkah maju perlahan. “Dan salah satu orang yang membantu kami saat itu…” ucapnya sambil melirik Micheal. “Adalah Micheal Xie.”

“Jadi…” lanjut Colly dingin. “Apa kalian masih ingin menyinggung kami?”

Ruangan langsung hening.

Tak ada yang berani bergerak lebih dulu.

Micheal lalu membuka mulutnya dengan suara rendah.

“Kalau kalian masih ingin bertarung…” katanya tenang. “Aku akan melayani kalian sampai akhir.”

Ucapan itu langsung membuat beberapa pembunuh menelan ludah gugup.

Sementara itu… di dalam peti ... Josep yang mendengar semua ucapan tadi langsung berkeringat dingin.

“Apa?” suaranya bergetar. “Colly Shen… adalah putri Holdes Shen dan adik Shen Xiao Han?”

Amy yang masih terhimpit di atas tubuh Josep juga membelalak syok.

“Pantas saja…” gumamnya pelan. “Ternyata Micheal dan Colly sudah saling mengenal…”

“Bukankah kalian hanya butuh uang?” tanya Colly sambil menatap mereka satu per satu. “Bagaimana kalau kalian menjadi pelindungku saja?”

Beberapa pembunuh bayaran langsung saling menatap.

Colly melanjutkan dengan tenang, “Aku punya uang. Berapa pun bayaran yang diberikan keluarga Long kepada kalian… aku akan membayar dua kali lipat.”

Suasana langsung hening.

Para pembunuh bayaran itu mulai ragu.

Tatapan mereka perlahan berubah. Tak lagi seagresif sebelumnya.

Salah satu dari mereka akhirnya maju perlahan lalu menundukkan kepala.

“Nona Shen… Tuan Xie… Tuan Lu…” ucapnya hati-hati. “Maafkan kami karena tidak mengetahui latar belakang kalian.”

Yang lain ikut menurunkan senjata mereka.

“Kami tidak berniat mencari masalah dengan dunia mafia,” lanjut pria itu. “Mulai hari ini kami akan menghilang dan tidak akan ikut campur lagi.”

Wilbert menyipitkan matanya. “Kalian yakin bisa semudah itu meninggalkan pekerjaan kalian?"

Pria itu tersenyum pahit. “Kami hanya orang bayaran. Tidak memiliki latar belakang istimewa."

Micheal yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.

“Lalu apa rencana kalian?”

Pria itu terdiam sejenak sebelum menjawab pelan, “Kami akan kembali ke kampung halaman.”

“Kampung halaman?” ulang Wilbert.

Pria itu mengangguk. “Bertani… atau membuka usaha kecil. Hidup tenang jauh lebih baik daripada mati mengenaskan di dunia seperti ini.”

Beberapa rekannya ikut mengangguk setuju.

Colly menatap mereka beberapa saat. Lalu berkata dingin, “Kalau begitu pergilah. Tapi ingat satu hal…”

Tatapannya berubah tajam.

“Kalau suatu hari nanti kalian kembali menerima bayaran untuk membunuhku…”

Aura tekanan Colly langsung memenuhi ruangan.

“Aku tidak akan memberi kesempatan kedua.”

Beberapa pembunuh bayaran langsung menundukkan kepala.

“Kami mengerti, Nona Shen.”

Setelah itu, mereka segera mundur perlahan dan meninggalkan rumah duka tanpa berani menoleh lagi.

Yang tersisa hanyalah suara pelan dari dalam peti—

DUK… DUK…

Benturan lemah Josep yang mulai kehabisan tenaga.

“Lalu bagaimana dengan mereka?” tanya Wilbert sambil melirik ke arah peti yang kini hanya berguncang pelan.

DUK... DUK...

Suara dari dalam mulai melemah.

Micheal menatap peti itu tanpa ekspresi. “Serahkan pada aku,” jawabnya tenang.

Wilbert mengernyit samar. Namun sebelum ia berbicara—

Colly lebih dulu menatap Micheal tajam.

“Micheal Xie…” ucapnya pelan. “Tunanganmu ada di dalam sana. Apa kau berencana mengeluarkannya dari peti?”

“Niatku sama sepertimu,” jawab Micheal dingin. “Aku ingin mereka mati.”

Ucapan itu langsung membuat suasana semakin menekan.

“Hanya saja…” lanjut Micheal sambil melangkah mendekati peti. “Sebelum mereka mati, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan mereka.”

Colly menatap Micheal beberapa detik.

Lalu perlahan mengangguk.

“Baiklah,” ucapnya datar. “Kalau begitu aku percaya padamu.”

Tatapannya sempat bergeser ke arah peti sebelum kembali ke Micheal.

“Dan… terima kasih karena sudah membantuku hari ini.”

Micheal tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam dengan tatapan dingin.

Colly pun berbalik pergi.

Wilbert ikut melangkah di belakangnya sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mundur.

Tak lama kemudian— rumah duka itu menjadi jauh lebih sunyi.

Yang tersisa hanyalah Micheal… dan sebuah peti tertutup rapat.

DUK... DUK...

Benturan dari dalam kini terdengar semakin lemah.

Micheal berjalan perlahan mendekat.

Lalu berhenti tepat di depan peti.

Tatapannya dingin menusuk kayu penutup itu.

“Amy…” panggilnya pelan.

Dari dalam langsung terdengar suara panik.

“Micheal?! Micheal cepat keluarkan kami dari sini!” teriak Amy sambil menangis. “Aku sesak! Tolong aku!”

“Amy Long…” suara Micheal terdengar dingin di depan peti. “Hari ini kau hanya mendapatkan karmamu sendiri.”

Dari dalam peti terdengar suara napas Amy yang mulai tidak teratur.

“Micheal… tolong… cepat keluarkan aku dari sini…” pintanya lemah sambil menangis. “Aku tidak tahan lagi…”

Namun wajah Micheal tetap tanpa ekspresi.

“Selama hidupmu…” lanjutnya dingin, “kau suka menindas orang lain tanpa pernah merasa bersalah.”

“Micheal!” teriak Amy histeris. “Aku mohon!”

Namun belum sempat Micheal menjawab—

“Pengkhianat!” bentak Josep dari dalam peti. “Kau malah membantu mereka!”

Suaranya terdengar berat dan lemah.

Darah dari pergelangan tangannya terus menetes tanpa henti ke dasar peti.

“Apakah kalian masih ingat…” suara Micheal rendah penuh tekanan. “dengan Shanny?”

Mendadak suasana di dalam peti menjadi hening.

Amy membelalak. Sementara Josep langsung menegang.

Micheal mengepalkan tangannya perlahan.

“Gadis yang kalian aniayai hingga tewas,” lanjutnya dingin.

“A…” suara Amy mulai gemetar. “Kenapa… kenapa kau menyebut dia?”

Josep menggertakkan giginya. “Itu sudah lama berlalu.”

“Lama berlalu?” Micheal tertawa pelan. Namun tawa itu terdengar menyeramkan.

“Bagi kalian mungkin iya,” ucapnya dingin. “Tapi bagi seseorang yang melihat tubuhnya penuh luka dan darah…”

Tangannya perlahan mengepal lebih kuat.“Itu tidak akan pernah berlalu.”

Amy mulai bernapas panik.

“Micheal…” suaranya bergetar. “Jangan bilang… dia adalah pacarmu?"

1
Kusii Yaati
ternyata pemenang hati seseorang Colly shen adalah micheal xie 🤧... sayang harus tamat padahal aq ingin lihat mereka menikah dan hidup bahagia 🥺
Rosdiana Rosdiana
yah tamat,,,,, lanjut donk thorrr kisah cinta little tiger
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Xiao Han, tinggal dirimu yg hrs menemukan kebahagiaan juga ❤️🤗😘
Kinara Widya
penasaran...lanjut kak
Inez Putri
apakah micheal msh hidup?😍😍😍
Kusii Yaati
beritahu apa Thor, jangan bikin penasaran dong nggak enak tahu😭😭😭
Kusii Yaati
di part ini aq benar" nangis Thor 😭😭😭... semoga ada keajaiban Michelle selamat tapi jangan ada drama hilang ingatan ya🤧
Pikachu: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Pikachu: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Maria Mariati
michael xi masih hidup dia selamat, seperti waktu kejadian di perkemahan 😁😁😁
Maria Mariati
akhir dari seorang Robert chin di tangan xio han
MataPanda?_
akhirnya kalah jg semangat trus ka...
🍰🍰🍩🍩☕☕☕ d kasih kopi sama kue dlu biar tambah semangat 😅
Maria Mariati
itulah Robert Robert kau tidak sadar juga siapa yang kau ganggu
Bonny Liberty
bisa kau bayangkan kalau emaknya turun gunung.. bisa dikirim ke jepang kau kakek gantiin kakek sugiono😒🤣🤣🤣🤭
Kinara Widya
lanjut kak
Maria Mariati
jangan kan anak nya kamu belum berhadapan sama emak nya, bisa2 di bikin malu kamu Sugimoto😁😁😁
Kinara Widya
lanjut kak
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Aduh, jd tmbh love² ama Xiao Han 😎😍🤩
Maria Mariati
sepintar pintar nya orang pasti ada waktu dia jadi bodoh, contohnya Robert chin masuk jebakan colly 😁😁
Kinara Widya
lanjut kak...Colly ...Shen Xiao Han pasti menemukanmu
Maria Mariati
Robert chin apa ga tahu siapa colly atau mang ga mau tahu yakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!