Aurelia Putri Mahardika adalah seorang anak CEO Perusahaan terkenal se-Indonesia , Aurelia anak tunggal dari pasangan suami istri yang tak lain Andri Putra Mahardika dan Anggi Putrii.
Aurelia mempunyai sifat lembut, perhatian, pengertian, setia, jujur dan baik hatii. Panggil saja Aurel atau Rel ketika bersama sahabatnya.
Aurelia bertemu seorang cowok yang sangat ia kagumi dan ia sukai, yang tak lain adalah Aryana Kevin Mahendra anak CEO Perusahaan yang terkenal ke-2 setelah Perusahaan ayahnya Aurelia.
Berbeda dengan sifat Aurel, Kevin justru sebaliknya dia yang begitu mempunyai sifat Dingin, datar, dan kasar. Aryana Kevin Mahendra ini selalu dipanggil Kevin karena baginya hanya itu yang pantas, Kevin juga terkenal oleh ketampanan nya di dalam Kampus Universitas tersebut.
Brukk. "Maafin aku ngga sengaja" ujar Aurel.
"Loe, kalo jalan pake mata dong!!" bentak Kevin.
"Iyaa maafin akuu arya" penuh permohonan.
Kevin menatap tajam Aurelia karena baru pertama kali ada yg menyebutnya dengan sebutan Arya.
Bagaimana Kisah Selanjutnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode P.C.A Ke - 30
Mereka pun kini telah pulang ke rumah masing masing berbeda dengan Nita dan Cindy mereka bersama pacarnya. Aurel menjalankan mobilnya, dalam mobil Aurel tidak sendiri ada Dina yang menemani karena Dina mobilnya dibengkel.
Dina melihat mata Aurel tersirat kesedihan namun juga kebahagiaan, Dina bisa merasakan perasaanya.
Selama perjalanan Aurel hanya fokus menjalankan mobil untuk mengantar Dina ke bengkel, setelah nya Aurel pulang dari bengkel tersebut karena merasa lelah.
"Din, aku pulang duluan ngga papa kan?". Tanya Aurel
"Ngga papa koo din, pulang aja kasian kamu kecapean". Ujar Dina dan Aurel pun mengangguk.
"Yaudah aku duluan yaah, bye Sayangku". Ujar Aurel melambaikan tangannya
"Iyaa hati hati syaangku". Balas Dina
Kita sama sama belum punya pasangan, tapi aku lebih kasian sama kamu Aurel. Kamu memendam perasaan begitu dalam kepada Kevin, tapi Kevin pacaran dengan yang lain. Jika aku jadi kamu, aku rasanya ingin menyerah saja, aku ngga sanggup. Kamu kuat Rel. Batin Dina
Montir melihat Dina dengan bingung karena tiba tiba saja melamun saat temannya pergi, Montir tersebut menghampiri Dina.
"Mbaa". Ujar nya sambil melambaikan tangannya ke muka
"Ahh ehh iyaa Kak?". Tanya Dina
"Mba kenapa ngelamun gitu?". Tanya montir tersebut.
"Ahh engga ko cuman lagi mikirin sesuatu aja kak". Ujar Dina tersenyum
Si kakak manis banget, ganteng pula uhh andai aja aku bisa pacaran sama si kakak ini. Batin Dina
Ahh manisnya kamuu, andai saja aku setara sama kamu. Aku ingin kamu menjadi milikku. Batin Montir tersebut
Dina merasakan keanehan dari wajah Montir tersebut seperti pernah melihatnya tapi entah dimana.
"Kak, apa kita pernah bertemu sebelumnya?". Tanya Dina
"Ahhn saya rasa tidak mba". Ujar montir tersebut.
"Ahh kita belum kenalan kak, nama saya Dina Putri Sanjaya, panggil saja Dina kak jangan Mba hehe". Ujar Dina sambil tersenyum
"Dina Putri Sanjaya?". Ulang montir tersebut.
"Iyaa kak, kalo nama kakak siapa?". Tanya Dina
"Nama saya Ferdinan Al Farizi panggil saja Dinan". Ujar Dinan membuat Dina sontak kaget.
"Kak Dinan alumni SMP aku kan?". Tanya Dina gugup
"Iyaa bener banget, aku alumni SMP kamu". Ujar Dinan
"Kakak aku kangen banget sama kakak, pantas saja aku merasa pernah liat ternyata emang benarr". Ujar Dina memeluk Dinan saking senangnya .
"Iyaa kakak juga sama Din, tapi jangan peluk kaya gini kakak bau oli loh". Ujar nya belum membalas pelukan Dina
Sebenarnya Aurel belum pulang hanya saja dia ingin memastikan keadaan Dina,karena dia tau Dina pernah menyukai kakak kelasnya yang bernama Ferdinan Al Farizi itu, tapi melihat nya Bahagia melihat Dinan alumni SMP membuat Aurel bahagia dan memutuskan untuk pulang.
Aku doakan kalian bahagia, walau banyak luka yang aku dapatkan. Batin Aurel
Aurel menjalankan mobilnya, ia menangis meratapi penderitaan nya karena kisah cinta nya kandas sebelum mengungkap kan.
Namun Aurel juga bahagia melihat sahabatnya bahagia, walau banyak luka yang Aurel hadapi ia tetap bahagia jika bersama dengan sahabatnya.
Kembali ke Dina dan Dinan, saking bahagianya Dina tidak mau melepaskan pelukan itu.
"Dina kamu ngga malu meluk kakak kaya gini?" Tanya Dinan
"Aku ngga peduli, akuu kangen kakak, kakak kemana aja selama ini? kenapa kakak nggaa pernah ngontak aku lagi kak? apa kakak benci sama aku?" Tanya Dina.
"Kakak ngga benci kamu kok, kakak ngga ngabarin karena sibuk menjadi tulang punggung keluarga. Perusahaan papah bangkrut makanya kakak sambil kerja aja dibengkel sekaligus ngebantu papah dikantor". Ujar Dinan sendu
"Maaf yaa kak ,aku ngga tahu kalo kakak mengalami semua ini maaff kak ". Ujar Dina menunduk
"Udah ngga usah minta maaf lagian bukan salah kamu ko". Ujar Dinan sambil mengacak rambut Dina.
"Iyaa deh kak, ehh kak minta nomornya boleh". Ujar Dina
"Bolehh nihh". Ujar Dinan mengasih kartu nomor.
"Makasih kaak, udah bereskan mobilnya. Ntar aku kirim pesan yaa kak, dahh kakak". Ujar Dina gembira.
"Hati hati yaa Dina". Ujar Dinan tersenyum
Ahh ternyata adik kelas aku ternyata, Dina Putri Sanjaya temannya papah. Aku harus kasih tau papah. Batin Dinan
Kini Aurel telah sampai dirumahnya dan bergegas masuk kamarnya karena lelah, Aurel rebahan sambil menangis kembali tentang perjuangan Aurel terhadap Kevin. Sedih rasanya cintanya kandas sebelum bertindak.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa :))
👆Gausa dianggep serius😄