NovelToon NovelToon
Psychopath Obsession

Psychopath Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: haniyahhputri

ADULT STORY!

Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.

Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.

"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"

"Keparat. Kau memang tak punya hati,"

Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.

Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psychopath Obsession - 30

"ALLFERD!" pekik Stella ketika melihat Allferd terpejam, Stella takut Allferd tidak sadarkan diri.

"Allferd, buka matamu! Bertahanlah! Kau ini keras kepala sekali, sudah ku bilang kau harus ke rumah sakit!" Stella menepuk pipi Allferd pelan secara berulang kali, matanya mulai berkaca-kaca, Stella sangat takut kehilangan Allferd.

"Sorry, sir! Bisakah kau mengantarkan aku ke rumah sakit? Seseorang butuh pertolongan medis di sini!" Teriak Stella panik, bahkan ia sampai lupa jika ini adalah bus yang memiliki jalur tujuan sendiri.

"Nona, seharusnya sejak tadi kau menggunakan taksi. Bus ini tidak melewati rumah sakit," ucap seorang remaja lelaki memberitahu Stella.

"Diamlah, kau berisik sekali, aku tidak apa-apa." gumam Allferd, menarik kembali perhatian Stella sepenuhnya.

"Allferd, kau masih sadar? Syukurlah. Kau bilang kau akan membawaku kemanapun yang aku ingin. Sekarang aku ingin kita pergi ke rumah sakit!" Paksa Stella, Allferd hanya terdiam di bahu Stella tanpa menjawab sepatah kata pun.

"Nona, lebih baik kau berhenti di persimpangan depan. Biasanya di sana selalu ada taksi," remaja itu memberitahu Stella lagi.

Stella tersenyum sopan, "terima kasih, maaf aku belum pernah kemari sebelumnya." Lalu Stella memencet tombol kecil di kaca jendela, memberitahu sang supir bus jika Stella ingin berhenti di depan.

Buspun berhenti dengan sempurna, remaja itu benar ternyata ada beberapa taksi yang sedang berhenti di persimpangan jalan.

"Thank you boy," Stella berterima kasih sekali lagi, lalu menuntun Allferd berjalan untuk keluar bus.

Untung saja Allferd mengenakan kemeja hitam jadi darahnya tak terlalu kelihatan, tapi tak bisa menutupi orang untuk mengetahui jika kemeja bagian belakang Allferd basah.

"Sepertinya kakak itu sangat membutuhkan tenaga medis, dan bukankah wanita tadi mirip sekali dengan Stella Daddario?" Gumam remaja lelaki itu sambil memperhatikan Stella dan Allferd hingga mereka berdua menghilang dari pandangan matanya.

"Astaga, ternyata aku benar. Wanita tadi adalah Stella Daddario! Pasti teman-temanku akan tercengang jika aku menceritakan hal ini!"

***

Setelah mengucapkan terima kasih kepada sopir bus dan meminta maaf karena sudah meminta sang sopir untuk berhenti secara tiba-tiba, Stella segera membawa Allferd ke dalam taksi untuk menuju rumah sakit. Allferd sendiri hanya pasrah mengikuti segala keinginan Stella.

Selama di perjalanan, Stella tak bisa berhenti mencemaskan Allferd, padahal pria itu hanya diam tanpa ada ringisan karena rasa sakit sejak tadi.

"Allferd, kenapa kau sejak tadi hanya diam?"

Allferd mendelikkan matanya mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Stella, "lalu aku harus bagaimana? Menangis sambil berguling-guling? Atau menuntut presiden agar aku di berikan pengobatan terbaik karena aku di sini sebagai korban?" Balasnya sarkastik.

Stella berdecih sinis mendengar ucapan Allferd, tapi melihat Allferd yang masih sinis seperti ini membuat Stella sedikit tenang karena Allferd masih baik-baik saja.

Setelah perjalanan menuju rumah sakit menempuh waktu 20 menit, Stella membopong Allferd menuju Unit Gawat Darurat. Stella hanya bisa menunggu saat salah seorang suster menyuruhnya untuk menunggu di luar ruangan, tidak di perkenankan untuk masuk ke dalam.

Meskipun Stella tak bisa membohongi dirinya yang sedang cemas dengan keadaan Allferd, sebisa mungkin ia memenangkan dirinya sendiri dan meyakini dirinya sendiri jika Allferd baik-baik saja.

Bukan waktu yang sebentar Stella menunggu Allferd, mungkin Allferd membutuhkan beberapa jahitan setelah peluru-peluru sialan itu di keluarkan dari tubuhnya.

Setelah menunggu sekian lama bagi Stella, seorang dokter paruh baya keluar dari ruangan, Stella tersenyum sopan menyambut kehadiran sang dokter.

"Bagaimana keadaan tuan Maverick?" Tanya Stella langsung, tanpa basa-basi terlebih dahulu.

Sang dokter tersenyum ramah, "sebenarnya dia membutuhkan perawatan insentif, tapi dia bersikeras tidak ingin di rawat karena tidak bisa meninggalkanmu seorang diri. Sepertinya luka tembak untuk tuan Maverick adalah bukan pertama kalinya, ada bekas luka lainnya juga di punggungnya."

Stella mengernyit dahinya dalam, berusaha mengingat bekas luka Allferd lainnya. "Oh I see," gumamnya. Bekas luka tembak lainnya di sebabkan oleh peluru beracun beberapa waktu yang lalu.

"Bolehkah aku masuk ke dalam?" Pinta Stella, dokter paruh baya itu menjawabnya dengan anggukan.

"Terima kasih dokter."

Stella tak pernah habis pikir tentang Allferd, seakan tadi tidak terjadi apa-apa kini Allferd sudah duduk bersandar seraya memainkan ponsel.

"Apa kau mulai mengoleksi luka tembak di punggungmu?" Stella melipat kedua tangannya di depan dada, memicingkan matanya menatap Allferd.

Allferd berdecak tak suka, "diamlah." Ucapnya tak suka, perhatiannya tak teralihkan sedikitpun dari layar benda pipih berwarna hitam.

Satu buah pesan masuk ke dalam ponsel Allferd, sebuah foto Allferd dan Stella di kamar rumah sakit, dengan Allferd yang sedang duduk di ranjang rumah sakit dan Stella sedang bersandar di tembok sambil melipat kedua tangannya.

Jari jempol dan telunjuk Allferd mengusap layar ponsel untuk mendekatkan foto yang tiba-tiba di kirim kepadanya. Bahkan pakaian yang Allferd dan Stella gunakan di foto itu sangat mirip ralat pakaian mereka yang ada di dalam foto itu memang sedang mereka gunakan saat ini.

Mata tajam Allferd bergerak mengamati setiap sudut kamar ruang inapnya. Sudut mata Allferd menangkap sebuah cctv yang berada di atap sudut ruangan namun dengan cepat ia mengalihkan pandangannya  "Stella, kemarilah." Pinta Allferd dengan nada rendah sambil menepuk bagian kosong ranjang, memberi perintah agar Stella duduk di sana.

Allferd menyembunyikan tangannya di balik tubuh Stella agar pergerakannya tak tertangkap oleh kamera cctv. Sontak Stella membulatkan matanya melihat Allferd mencabut selang infus dari tangannya.

"Berikan aku pistol," bisik Allferd, tentu saja Stella mendengarnya dengan sangat jelas di setiap kata.

"Allferd, what the hell are you—"

"Diam dan ikuti saja aku, kita dalam bahaya." Bisik Allferd lebih tajam, memperjelas bahwa keadaan sedang genting.

Stella mengikuti perkataan Allferd seperti biasanya, memberikan sebuah pistol kepada si pemilik. Kemudian tangan Allferd bergerak menarik Stella ke dalam pelukannya, "tutup telingamu," detik berikutnya terdengar suara tembakan.

DOR!

Detik selanjutnya cctv sudah hancur berkeping-keping, Allferd menarik tangan Stella dan membawanya pergi dari rumah sakit.

Beberapa bulan lalu, Stella masih merasa kesulitan untuk menyamakan langkah kakinya dengan Allferd setiap mereka menjauh dari bahaya. Namun sekarang dengan mudahnya Stella menyamakan langkah kaki mereka.

Setelah melewati beberapa lorong, Allferd menemukan pintu menuju tangga darurat. Satu-satunya tempat yang jarang di kunjungi orang dan satu-satunya tempat tanpa cctv di rumah sakit ini.

"Apa yang terjadi?" Tanya Stella di sela-sela waktu lari mereka. Untung saja rumah sakit ini bukanlah rumah sakit besar dan ruang rawat Allferd hanya terletak di lantai dua.

Jika waktu itu mereka melarikan diri lewat tangga darurat menuju atap kali ini mereka menuju keluar rumah sakit.

"Aku tak menyangka, kita sudah pergi sejauh ini dan kita semakin terjebak ke dalam bahaya," jawab Allferd tanpa menghentikan langkahnya.

Sesampai mereka berhasil keluar dari gedung rumah sakit, Stella menarik tangan Allferd sekuat tenaga agar Allferd berhenti melangkah.

"What the—"

"Berhentilah melarikan diri! Itu alasan mengapa kita sudah pergi jauh dari rumah dan kita masih terjebak ke dalam bahaya. Kau selalu seperti ini, melarikan diri dari masalah!" Bahkan Stella tak memberikan kesempatan untuk Allferd membalas perkataannya

"What are—"

"Kau selalu melarikan diri dari masalah, aku kira sudah tidak tersisa jiwa lemahmu di balik sifat iblismu itu, ternyata aku salah. Tidak sadarkah kau selama ini selalu melarikan diri dari masa lalu? Hadapi musuhmu, bertanggung jawablah atas dosa yang pernah kau lakukan di masa lalu." Ucap Stella setengah teriak, napasnya memburu, menatap Allferd jengah.

"Kau tidak bisa merelakan kepergian Julia, dan sekarang kau lari dari musuhmu seperti yang kau bilang kau telah membunuh istrinya!"

Allferd tak bisa berkata-kata, semua perkataan yang Stella lontarkan kepadanya sangat tepat bahkan Allferd tak bisa menyangkalnya sedikitpun.

Melihat Allferd terdiam tanpa membantah, Stella maju satu langkah mendekati Allferd dan memeluk pria itu.

Stella mengusap punggung Allferd dengan sentuhan lembut. "Pertanggung jawabkan dosamu, hadapi musuhmu, selesaikan semua masalahmu, aku akan selalu berada di sisimu, semuanya akan baik-baik saja."

Allferd masih diam mematung, tak membalas pelukan Stella. Ia masih memahami setiap kata yang di lontarkan oleh Stella.

"Allferd? Say something," ucap Stella seraya mencari posisi terbaik bersandar pada dada bidang Allferd.

Kedua tangan Allferd memegang lengan atas Stella, melepaskan pelukan mereka. Stella mengedipkan matanya berulang kali, sedikit kebingungan dengan perlakuan Allferd.

Namun semua asumsi yang berada di kepala Stella pergi dalam sekejap saat bibir Allferd telah menyapu bibir Stella dengan lembut, seolah tidak ingin melukai wanita yang ada di hadapannya saat ini. Stella ikut memejamkan matanya, mengikuti ritme Allferd.

Setelah cukup lama bibir mereka bertemu, Allferd melepaskan pangutan mereka. Menghapus jejak-jejak saliva yang tertinggal di bibir Stella menggunakan jempolnya dengan gerakan sensual.

"Stella, marry me please?"

1
namia khira
Ok bagus ceritanya /Good/
s
jarum yang menancap
s
tangannya ia lipat di depan dadanya
Hiatus
lah baru ketemu main sosor ya gimana gak emosi ceweknya.
Elin Damayanti
gatau knp tapi gw suka bgt baca novel tentang pyschopat obsessi gtu 😭❤️😊
haniyahhputri
excited banget sekarang udah bisa ketemu Victoria Aiden di My Bad Boy Bodyguard
yaty
tahniahhhh author
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Susila Wati
Samuel Anderson Lucifer sprtiny iblis atw vampir ya!🤔
Ajib Azam
lanjut up tor
Eva
mulai otw ...
....
stella punya mslah apa ama rodrigues
^⁠__⁠daena__⁠^
Kak haniyah aku kangen Maverick 😭😭😭
Setyawati Sukmara
aku suka cerita nya seru
raraprnc
saran aja ni buat author nya, klo nge sensor kata2 jgn di sensor semua misalnya:
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏
haniyahhputri: maaf yaa, untuk bagian sensor kata udah otomatis diubah waktu dipublikasikan 😁 aku engga seteliti itu buat ubah smua kata umpatan yg banyak bgt, alias dari aku pribadi gak pernah sensor, itu udah otomatis keganti sama servernya:")
total 1 replies
Sanni Abdillah
ini ngegantung thor mana lanjutannya aku tunggu2 lho udah lama sekaliiiii ...
abel
kapan up thorr, udah lama nunggu nii
Hesti Sagita
kayaknya seru klu ada cerita Aiden Victoria🤣🤣
haniyahhputri: emang ada ko ceritanya 😃 masuknya ke Maverick Series #2 yang ketiga versi Samuel
total 1 replies
Hesti Sagita
abis ngebunuh kakaknya besok tinggal emaknya Stella deh
Hesti Sagita
secara nggak langsung Stella pingin di lihat nyata bukan hny angan" oleh Allferd
Hesti Sagita
Caryn ada2 aja masa iya ada manusia kayak Samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!