NovelToon NovelToon
Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Selingkuh / Tante / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hany Honey

Niken menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan perempuan yang lebih dewasa, istri orang, dan tetangga dari suaminya. Bukan Niken saja yang melihat adegan panas Reyfan, sang suami bersama Zahra, selingkuhannya. Melainkan ada seseorang lagi yang melihat adegan panas mereka. Hans, suami dari Zahra ternyata menyaksikan semua itu di belakang Niken yang sedang memergoki Reyfan bercinta dengan Zahra di Bengkel milik suaminya.

Hans menangkap tubuh Niken yang lemas karena melihat pergulatan panas Reyfan dan Zahra.
"Jangan menangis, manusia laknat seperti mereka jangan ditangisi!"
"Om Hans?"
"Kita balas perbuatan mereka!"
"Caranya?"
"Kita selingkuh!"

Niken setuju dengan Hans, mereka membuat suatu perjanjian perselingkuhan. Bagaimana kisah Niken dan Hans? Apa mereka terjebak perasaan saat membalas perlakuan pasangan mereka? Apalagi Hans yang sudah lama jatuh hati pada Niken, sejak Hans melihat Niken pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Aku dijemput oleh orang suruhan Om Hans. Aku tidak peduli lagi dengan nasib rumah tanggku ke depannya. Toh Mas Reyfan selama ini juga semakin jarang menyentuhku, tapi aku yakin setiap hari Mas Reyfan selalu melakukannya dengan Zahra. Karena, Mas Reyfan pulang selalu malam terus sampai rumah, pasti di atas jam sepuluh malam. Sudah dua bulan Mas Reyfan berubah seperti ini. Menyentuh aku pun sudah jarang sekali, kalau aku memintanya, Mas Reyfan juga belum pasti memberinya. Malah kadang aku langsung ditolak mentah-mentah? Ditepisnya tanganku dengan kasar saat aku mencoba menyentuh tangannya. Kadang aku merasa sudah tidak dibutuhkan lagi oleh suamiku sendiri. Aku hanya dibutuhkan saat dia pengin saja, dan mungkin sebetulnya penginnya bukan dengan aku.

Aku sampai di depan rumah yang begitu megah, dan mewah. Entah rumah siapa, yang jelas rumah ini seperti sebuah mension mewah di film-film yang sering aku lihat, seperti milik Sang Mafia. Bukan rumah yang ditempati Om Hans dengan Zahra, yang terkesan biasa saja. Yang letaknya berdekatan dengan rumah mertuaku.

“Mari saya antar menemui Tuan, Kak,” ucap orang suruhan Om Hans.

Kak? Aku dipanggil kakak? Hah ... biasanya juga aku selalu dipanggil ibu? Dengan postur tubuhku yang seperti ini, pasti orang seringnya memanggilku ibu. Dikira aku ini masih muda?

“Niken sini duduk,” dengan style gagahnya Om Hans memintaku duduk di depan meja yang cukup besar, di ruang tengah.

Om Hans sibuk dengan beberapa map di depannya, mungkin Om Hans sedang mengurus pekerjaannya, dari tadi juga banyak sekali orang yang keluar masuk rumahnya seperti sedang sibuk.

“Ijah, tolong buatkan minuman untuk tamu saya,” perintah Om Hans pada asistennya.

“Baik, Tuan,” jawab Ijah.

“Gak usah tegang gitu wajahnya, Nik? Gak ada siapa-siapa, hanya aku dan orang-orangku di sini, enggak ada Zahra, karena dia gak pernah tahu kediamanku ini,” jelasnya.

“Loh kok gak tahu?” tanyaku.

“Ya karena memang gak aku beritahu, ini rumah pribadiku, hanya aku dan orang-orangku yang tahu, anak dan istriku tidak pernah tahu soal ini, hanya kamu orang luar yang tahu soal semua ini,” ucapnya.

Aku mengangguk saja, aku sedikit takut, takut diapa-apain oleh Om Hans. Orang-orangnya Om Hans juga seram-seram kelihatannya, dadanya bidang semua, seperti bodyguard yang keren-keren.

“Ini dibaca, Nik.” Om Hans menyodorkan sebuah map padaku.

“Apa ini, Om?” tanyaku.

“Baca saja,” jawabnya.

Aku menurutinya, aku membacanya dengan teliti, ternyata itu adalah sebuah perjanjian selama aku berhubungan dengannya menjadi selingkuhan Om Hans. Om Hans menuliskan semua apa yang aku dapatkan selama menjadi selingkuhannya. Tapi, dia sama sekali tidak memberiku syarat apa pun, tidak menuntutku lebih.

“Ini kok begini? Lalu apa yang aku berikan untuk Om? Kenapa Om menuliskan di sini tidak ada tuntutan sama sekali padaku? Sedangkan Om memberikan semua fasilitas ini padaku?” tanyaku.

“Aku tidak menuntutmu, karena aku mencintaimu, Niken. Entah kenapa perasaan ini bisa muncul, sejak Om melihatmu pertama kali,” ungkap Om Hans.

Aku melongo mendengar apa yang Om Hans katakan. Dia memberikan semua ini tapi tidak ada tuntutan apa pun padaku? Bahkan aku tidak disentuh pun dia tidak masalah, yang terpenting saat siang sampai sore aku di sini, di rumah ini? Untuk apa? Yang aku butuhkan ingin sekali membalas perbuatan suamiku, aku ingin ikuti apa yang sudah diajarkan suamiku. Secara tidak langsung Mas Reyfan sudah mengajariku untuk selingkuh, karena dirinya mulai selingkuh lebih dulu.

“Om ini aneh, ya? Aku Cuma ingin membalas perbuatan suamiku, dengan aku merasakan bagaimana rasanya selingkuh!” ucapku.

“Iya, kita selingkuh, tapi aku tidak menuntut kamu untuk berhubungan badan denganmu. Cukup kamu di sini menemaniku bekerja, karena aku ingin melihatmu setiap hari. Kamu tidak tahu setiap hari aku seperti orang gila yang selalu mengintaimu? Mungkin kamu menganggap aku ini seperti psikopat, tujuh tahun aku seperti ini, setelah pertama kali aku melihatmu, Niken. Aku selalu curi-curi waktu hanya untuk melihatmu saja, entah kenapa aku bisa segila ini padamu,” ucapnya.

Sepertinya dia jujur padaku bicara seperti itu, tapi mana mungkin seorang Om Hans yang begitu tampan paripurna, badan seksi, dan tidak ada jelek-jeleknya sampai jatuh cinta padaku seperti ini? Udah gendut, wajah juga gak seglowing wajah istrinya Om Hans?

“Apa Om sedang ngelindur? Om lebih baik cuci muka dulu, biar Om lihat aku aslinya seperti apa. Dibandingkan istrinya Om aku tidak ada apa-apanya, Om,” ucapku menunduk.

Memang kenyataannya begitu, dari segi penampilan dan body saja aku kalah dengan Zahra, dari kulit yang mulus, wajah cantiknya, tubuh seksinya, semuanya kalah, suamiku saja sampai tergil-gila dengan dia? Sedangkan aku? Aku ini apa sih? Aku ini tidak ada apa-apanya. Dia perawatan di klinik kencantikan ternama. Baju semuanya serba mahal, tasnya pun branded semua? Aku ini seperti ini, tubuh jelek, gendut, wajah apalagi? Ini benar-benar buta Om Hans!

“Ngelindur bagaimana, Niken? Memang kenyataannya begini, aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Melihat kamu di rumah mertua kamu, kamu sedang di depan jemur baju, baru selesai mandi, terlihat fresh sekali. Kamu dulu dua tahun satu rumah dengan mertuamu sebelum kamu punya rumah sendiri, aku salut dengan kamu, aku tahu keluarga kamu seperti apa, tapi kamu malah mau dibawa suamimu, tinggal bersama mertuamu dan adik-adik iparmu. Kamu tahu, aku jatuh hati denganmu sejak itu. Kamu yang ramah, murah senyum, tutur katamu lembut, sopan, dan masih banyak lagi yang membuatku jatuh cinta padamu,” jelas Om Hans.

Aku hanya diam mendengarkan penuturannya. Iya dulu sebelum aku memiliki rumah sendiri dengan Mas Rey, aku tinggal dengan mertuaku, berdesakkan dengan adik-adik suamiku juga. Rumah Om Hans dan Mbak Zahra memang dekat dengan rumah mertuaku. Saat aku di sana, aku sering melihat mereka. Pantas saja, Om Hans selalu keluar rumah saat aku sedang melakukan aktifitas di luar rumah, entah sedang jemur pakaian, atau sedang dudukan dengan mertua, atau tetangga. Yang tidak aku sangka, kenapa ada orang yang seperti ini. Sampai rela memberikan semuanya asal bisa melihatku setiap hari.

“Aku hanya minta kamu di sini, menemaniku bekerja, menemani hariku, hanya itu yang aku minta, aku gak nuntut apa-apa darimu, Niken. Aku mencintaimu, tak peduli kamu mencintaimu atau tidak,” ucap Om Hans.

Aku mengernyitkan keningku, bingung dengan yang Om Hans minta. Padahal aku ingin sekali membalas perbuatan suamiku itu. Ya aku ingin selingkuh ingin merasakan bercinta dengan laki-laki lain yang bukan suamiku. Sama halnya dengan suamiku yang enak-enakan bercinta dengan istri orang. Aku kira Om Hans akan mengajak aku seperti apa yang dilakukan Mbak Zahra dengan Mas Reyfan. Ternyata dia hanya memintaku di sini saja, menemaninya bekerja, karena dia ingin melihatku setiap hari. Aneh, tapi nyatanya memang ada orang yang seperti ini.

1
Marina Tarigan
gitu dong kedepannya hati2 dong cinta dan rindu bolh tapi jgn seperti banteng normal 2 saja
Marina Tarigan
pak bos balas dendam karena 2 tjm puasa ya kedepannya tata hasrat bapak ada batas kemampuan istrinya dia bukan mesin bisa dipacu terus
Marina Tarigan
lavi pula pak bos gempur Niken seperti kuda terus perdarahanlah
Anonim
kesimpulan singkat...curi curian suami🤣
Marina Tarigan
kan betul kata Hans kalau wsnita jd janda lebih 1 x nilainya berkurang pasti laki2 ada yg menganggu tapi kalau laki2 yg seperti Hans 10 wanita simpanan diluar sana dumia tutp mats mkmya harus jsga martabat supaya jgn xilecehkan orang lain dan terima kasih Niken kamu sdh berusaha menata rmh tgga mu kembali utk anakmu ber 5 yg sangat menyayanhi kamu
Marina Tarigan
gitu dong iken tekan sedikit egomu Hans kena sakit jantung 2 thn tdk terurus gara2 mencari kamu soang menangis stres bertahun mkn tidur tdk teratur saling maafan saling belajar menekan emosi
Marina Tarigan
sm kek kucing grasak grusuk
Marina Tarigan
kalau menurut aku lebih baik tinggalkan dulu Niken sm anak2nya lebih baik Hans pergi jauh dan mengelola perusahaan diluar negeri rmh dan perusahaan yg telah kalian bangun bersama serahkan sm angkasa dan mega juga Niken perjuangan pak Hans sdh kewat batas terus minta ampun sampai berlutut didepan niken ber kali 2 manuzia tak ada sempurna nikennya terlampau hati batu kamu punya segala Hans jgn terlampau merendahkan diro dihsdapan niken pergilah jauh tinggalkan semua kamu dibuat seperti sampah dibuat Niken kamu sdh beftanghung jawab sm anak istrimu tinggalkan semua
Marina Tarigan
lanjut semoga Niken dpt pertolongan orang baik
Marina Tarigan
semoga pak bos hancur dgn sendirinya dan akan dimarahi anak2mu mampus lo
Marina Tarigan
kesalahanmu fatal Dewa masak nyimpan foto ibu sambungmu di laci mu keluargamu akan berantakan nantinya
Marina Tarigan
Hans adalah pria yg luar biasa yg mengurus anak2nya tanpa zahra menghidupi dan merawat anak2 nya walaupun istri terus berselingkuh rmh tgga tetap dijaga demi anak2nya
Marina Tarigan
sdhlah pak Reyhan takdirmu memang utk jalang keparat kau sakiti bukan tanggung2 Niken menghina dia gendut tdk ada manis2nya tapi Niken wanita pintar tangguh mengjormati pernikahan tapi kamu kecantol tante girang yg fokus maksiat terus
Marina Tarigan
kamu dekati setan Rey akhirnya kamu kesetanan
Marina Tarigan
biadap juga kamu Niken kamu pancing Hans berbuat zina pdmu kamu juga sama gatalnya dgn zahra jgn sok baik kamu juga bayangan pelacur
Marina Tarigan
sebagai wanita baik jgn dibalas sepeperti kelakuan mereka kalau kamu selingkuh dgn Hans berarti kamu juga bejat dan brengsel dan hina bivara baik2 dan minta cera
i saja dgn baik2 kalau tdk bisa berubah cerai saja
Marina Tarigan
manusia memang tdk ada puasnya .pd yg dia miliki sendiri efan
fsf
lama lama Niken bikin emosi aja sikapnya terlalu kekanak-kanakan egois dan keras kepala bikin sebel
fsf
waduh bisa salah faham tuh
fsf
lah kalau ngak disentuh Hans kok bisa anak sampai 3 apa itu anak hasil perselingkuhan 🤔
Zahra memang gendut BB 90 itu dah over banget mungkin kalau BB 70an gitu bisa dibilang montok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!