NovelToon NovelToon
Start A New Life In Another World

Start A New Life In Another World

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Action / Time Travel / Reinkarnasi / Dunia Lain / Fantasi Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Raraey

Seorang murid SMA yang tertabrak train-kun dan di reinkarnasi ke dunia lain bersama seorang dewi, namun bukan kebahagiaan ataupun kemampuan cheat yang diperoleh olehnya melainkan tubuh tanpa tambahan kekuatan.

Mungkinkah bagi Rein untuk dapat bertahan hidup di dunia penuh sihir yang dipenuhi oleh makhluk mengerikan?

Saksikanlah petualangan yang menguras emosi. Hidup baru yang dimulai dari nol, dengan kerja keras, dan semangat bersama seorang dewi yang tidak berguna!

Cover by: Narachii1 (IG)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raraey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29: Transaksi

Rosaline menghembuskan nafas dengan pelan, dia mengeluarkan sejumlah uang dengan memerintahkan pelayan sebelumnya. Kini dia kembali dengan membawa 20 keping emas yang telah dia janjikan sebelumnya, digunakan sebagai bukti untuk menunjukkan kesungguhannya dan kemampuan dirinya untuk membayar kesepakatan yang akan terjadi.

Namun bukan itu yang Rein inginkan. Dia tahu jika Rosaline adalah orang yang kaya dengan bukti matanya sebagai penglihat. Yang dia butuhkan adalah alasan untuk menjualnya kepada Rosaline.

Rosaline menyadari raut wajah tak menyenangkan Rein tentang tatapannya yang terpaku pada keping emas tersebut. Pada akhirnya dia sadar jika Rein hanya menginginkan jawaban atas pertanyannya itu.

“Pertama-tama, kau tidak memiliki alat dan bahan yang dapat digunakan. Juga kau tidak dapat menggunakan sihir untuk melakukan metode-metode yang telah kita praktekan. Kedua adalah karena bahan-bahan seperti gula dan margarine adalah barang yang sulit untuk didapatkan dan mahal harganya. Seperti yang pernah aku bilang, aku harus memesannya langsung dari desa sebelah untuk memenuhi semua kekurangan ini.”

Rein tidak menyangka jika harga gula dan margarine yang dia gunakan memiliki harga mahal. Tetapi apakah memang itu kebenarannya? Rein tidak berusaha untuk mencurigai Rosaline, hanya saja dia sulit untuk menerima jika barang-barang tersebut memiliki harga mahal. Apalagi gadis ini tidak mengatakan apa pun padanya sebelumnya.

Namun penjelasan Rosaline tidak terhenti di situ saja setelah jeda beberapa detik.

“Selain itu, kalian pasti memerlukan tempat tinggal, bukan? Dengan menggunakan ini, kalian dapat menyewa sebuah kamar di penginapan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, sesuai dengan harga masing-masing dari apa tempat yang kalian inginkan. Setelah itu, kau juga dapat menggunakannya untuk membeli peralatan berburu dan menyelesaikan misi, tentu tidak ada orang yang ingin tubuhnya berlubang dan kehilangan anggota tubuh, bukan?”

Faktanya Rein sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rosaline meskipun tatapan matanya tertanam di wajah gadis tersebut.

Dia mulai berpikir seberapa berharga 20 keping koin emas yang sebenarnya Rosaline berikan. Sebagai antisipasi, Rein tidak ingin menjadi incaran orang banyak karena uang yang dia miliki saat ini. Tentu Rein mempercayai Rosaline bukan karena dia berasal bekerja untuk Guild Petualang, tetapi karena apa yang gadis ini lakukan.

Dia bisa saja membawa resep yang diberikan oleh Rein begitu saja tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu dan mengambil semua keuntungan yang dia dapatkan. Namun Rosaline berusaha untuk membayarnya dan membuka kesepakatan.

“Rein, kau harus menjualnya! Harus! Kita memerlukan tempat tidur yang nyaman, bukan? Kau seharusnya tahu itu!”

Pasitheia mendesak Rein yang tenggelam dalam pikirannya. Dia bersikap begitu menyebalkan hingga sesekali menampar wajah Rein. Kemudian dengan bodoh, Pasitheia tersenyum kepadanya.

Rein tidak memberikan perhatian lebih pada apa yang Pasitheia lakukan. Dia memegangi pipinya yang kini memerah karena hantaman keras barusan.

Tangan Pasitheia terlalu lembut, dan itu tidak memberikan luka serius padanya. Dapat diartikan bahwa Pasitheia pada dasarnya memang seorang dewi yang tidak pernah melakukan sebuah pekerjaan berat.

“Jadi bagaimana, Rein?” tambah Rosaline dengan senyuman.

Rein sedikit ragu untuk menjawab. Dia ingin memastikannya terlebih dahulu dan membuka mulut secara perlahan, lidahnya bergerak.

“Seberapa berharga 20 keping emas itu? Seperti yang kau ....”

“Hm, ini cukup membingungkan. Kau seperti bukan berasal dari dunia ini daripada dikatakan bahwa kau adalah seseorang anak dari desa terpencil, tetapi sudahlah. Itu bukan urusanku dan aku akan menjelaskannya secara singkat.”

Rein sempat terkejut ketika dia mendengar bahwa Rosaline sempat berpikir dia bukan berasal dari dunia ini. Jantungnya berdegup kencang dan matanya hampir terbuka lebar, namun semua pudar ketika Rein memalingkan wajahnya.

Rosaline mengambil buah apel dari keranjang buah yang dimiliki oleh Rein. Dia meletakkan buah tersebut bersama dengan 1 keping koin perak.

“Satu buah apel milik tuan Green dihargai dengan 1 keping koin perak ....”

“Rein! Kenapa kau malah membuang-buang waktu untuk mendengarkan penjelasannya? Kita hanya perlu menjualnya dan menikmati uang tersebut!”

Pasitheia berdiri, dia kembali menghantam meja, dan membuat semau yang terletak di atasnya jatuh. Di saat itu juga, pelayan sebelumnya kembali mengarahkan pedangnya pada Pasitheia.

“Jika Anda kembali melakukan hal yang sama, saya pastikan untuk menendang Anda keluar dari sini. Semua hal yang akan membahayakan akan segera dibersihkan,” ancam pelayan tersebut.

Rein menghembuskan nafas dengan pelan. Hal pertama yang dia pikirkan adalah kerugian yang dialami oleh pihak penginapan.

Mereka baru saja menjatuhkan piring yang terlihat begitu mewah dan mahal di mata Rein, dan kini dia pusing memikirkannya.

“Usir dia keluar!” titah Rosaline.

“Dimengerti.”

Rein memegangi kepalanya dengan pusing dan menatap ke arah Rosaline yang tersenyum lembut. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan gadis di hadapannya, namun teriakan Pasitheia benar-benar mengganggu.

“Aku akan mengulangnya dari awal, apa kau bersedia untuk mendengarkannya?” Rosaline memungut kembali apel dan koin yang sebelumnya dia jatuhkan, di saat yang sama pula pelayan lainnya membersihkan lantai dari pecahan piring.

Dia memulai seperti sebelumnya, dengan santai, dan tanpa ekspresi. Wajahnya yang cantik dengan kacamata yang memantulkan cahaya terkadang terlihat sebagai pemborosan.

“Mungkin ini akan berbeda dari sebelumnya, tetapi aku akan menjelaskan secara sederhana dan singkat. Pada umumnya, penghasilan petualang adalah 4 koin emas setiap bulannya dan pengeluaran 2-3 koin emas untuk berbagai keperluan dan perawatan. Sedangkan untuk apel, ini dihargai 1 keping perak dan gaji yang kau dapatkan dari Tuan Green adalah 1 koin emas.”

Rein sama sekali tidak mengetahui jika dia akan mendapatkan uang sebesar 1 koin emas hanya dengan menyelesaikan misi dari tuan Green. Dalam arti lain, dia baru saja mendapatkan satu per empat dari gaji para petualang selama satu bulan.

Rein kini mengasumsikan jika 4 koin emas itu dengan pendapatan UMR di negara tempat dia tinggal dulu. Satu buah keping emas seharga 1 juta dan memerlukan 100 koin perak untuk mencapainya dan mengubahnya menjadi koin emas. Jika memang benar demikian, maka dia secara perlahan mulai mengerti.

“Kau sungguh beruntung untuk mendapatkannya karena hadiah sebesar itu akan menjadi incaran banyak petualang. Pada umumnya, mereka yang memiliki level peringkat tinggi—berlaku seperti yang di bawahnya—tidak dapat menerima misi dua tingkat di bawah peringkat mereka saat ini. Dan sangat kebetulan karena Tuan Green baru saja melaporkan misi sebelum kau menerimanya. Terkadang petualang-petualang lain akan rela berkelahi satu sama lain untuk mendapatkan hadiah setinggi itu.”

Rein mulai memahaminya dan mulai mengerti cara untuk mengelola uang setelah mendengarkan penjelasan singkat dari Rosaline.

Apa yang dikatakan oleh Pasitheia sebelumnya memang ada benarnya, namun dengan harga 20 keping koin emas tidak akan cukup. Rein tahu jika Rosaline mungkin akan mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak dari apa yang dikeluarkannya saat ini.

“Tetapi dengan uang seperti itu, aku berpikir untuk menolaknya. Kau tahu, jika aku memiliki modal untuk memulai sebuah usaha dengan menjadi seorang petualang selama beberapa bulan ke depan, aku dapat membuka sebuah kedai dan mendapatkan penghasilan yang lebih dengan resep yang aku miliki. Jadi maaf, aku akan ....”

“Baiklah, apa ini cukup?” Dengan tiba-tiba Rosaline melemparkan 40 koin emas lagi ke atas meja.

Rein bukan orang yang serakah, tetapi uang itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Dia ingin membeli rumah daripada menyewa penginapan, dan setidaknya itu membutuhkan 100 koin emas lebih.

“Aku belum ....”

Belum sempat Rein menyelesaikan perkataannya, Rosaline sudah terlebih dahulu melemparkan 140 keping emas ke atas meja. Kini, semua total 200 keping emas yang Rein dapatkan dari hasil penjualan resep pai apel.

“Baiklah, kita deal.”

Segera setelah Rein setuju, Rosaline menyingkirkan kepingan-kepingan koin emas itu kepada Rein dan memasukannya ke dalam kotak. Setelah itu, dia meminta pelayan sebelumnya kembali dan menaruh pecahan-pecahan dari alat makan yang mereka gunakan ke atas meja.

Rein sempat bingung tentang apa yang Rosaline hendak lakukan dan terjawab ketika gadis tersebut berbicara.

“Rien, kita seharusnya membicarakan tentang kerugian yang penginapan alami, bukan? Aku tidak ingin menanggungnya, kau tahu?”

Dan begitulah semuanya berakhir. Rein kehilangan 180 koin emas dan dia melepaskan resep pai apel dengan harga yang sama seperti yang telah Rosaline tawarkan.

Rein sempat merasa kesal, namun dia berusaha untuk tetap sabar. Setidaknya, dia masih mendapatkan uang daripada tidak sama sekali.

1
Gatot Suharyono
ini yang bego' MC atau Author nya !?
bocah kemarin sore: aku yang bego
total 1 replies
Gatot Suharyono
MC nya payah banget, udah kere, letoy. . . . blo'on lagi !?
Gatot Suharyono
ini cerita tentang ke pendekar an atau tentang chef sih !?
Gatot Suharyono
betul2 MC yang mengecewakan, sangat gak bermutu !
Gatot Suharyono
entah karena cara penarasian author atau apa, terkesan MC nya seperti banci/kurang jantan !?
Gatot Suharyono
lhah. . . . ternyata MC nya letoy. . . . !? pantas aja beberapa hari kumpul kebo gak tergerak sama sekali !?
payah. . . . !
Raysonic Lans™
start
Stella Nia
kok aku nggak suka ya sama si dewi jadian itu. seenaknya aja, makhluk yang tdk memperhatikan kondisi, tidak berguna lagi. 🤢🤮
johan pratama windra
wanita itu memang keras kepala ,🗿
Jjlynn Tudin
coba tampar sekali Aja dewi gila itu geram pula aku,
Jjlynn Tudin
punya dalam korek spi 10meter 🤭
De'Ran7
si Rein ini bego apa gimana..padahal udah di sekolahin😑..tau tuh orang hanya manfaatin diri nya masih aja layanin tuh beban
De'Ran7
pantesan di buang...orang sifatnya angkuh gitu..kaga ada yg mencerminkan seorang dewi..yg ada dewi abal² kali ya
De'Ran7
cih..sendiri yg buat tuh orang jadi kaga berguna jga malah ngatain orang...gengsian tinggi ntar di jatuhin baru malu🤮
De'Ran7
katanya dewi tapi kok malah jadi beban besar🥱
De'Ran7
nih dewi songong amat sih
De'Ran7
sendiri yg ngelempar diri sendiri knapa malah nyalahin orang😂..siapa suruh tidur disitu saat orang lain kaga tau
De'Ran7
ternyata nih orang sama saja 11 12 sama si dewi
biawakman
binahong kalo diolesin ke luka rasanya kayak kebakar
bocah kemarin sore: hahaha, astaga iya ya. harusnya cuma ditempel ga ditumbuk lagi, maaf😭😭😭
total 1 replies
FaXaR
mampirke novelku saya adalah penulis pemula ayo yuk dukung karya pertama saya

(RYUJI THE GOD OF ELEMENTS)

mungkin ini novel bercerita kayak kehidupan sehari-hari tapi anda akan seperti menonton anime seperti gintama, Naruto, fairy tail dan lainnya jangan bilang "males ah" ayo mampir dulu wokeh di sana sudah ada 1 prolog 5 Episode Episode 6 akan rilis sekitar 1 atau 2 hari saya tunggu kedatangan kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!