NovelToon NovelToon
Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Kisah yang menceritakan perjalanan hidup seorang gadis yang tinggal di panti asuhan, Qinan namanya. Qinan adalah putri yang terbuang dan dibesarkan di panti asuhan. Kemudian Qinan diasuh oleh janda yang mempunyai satu anak.

Dipanti asuhan Qinan mempunyai sahabat lelaki dan perempuan yang bernama Tiara dan Zio. Qinan harus berpisah dengan sahabatnya karena mereka diasuh oleh orang tua angkatnya masing masing. Namun nasib Qinan berbeda dari sahabatnya, Qinan harus menghadapi konflik batin yang bertubi tubi dan Qinan harus merelakan kebahagiannya untuk menggapai impiannya. Hingga harus merelakan cita citanya demi membalas budi orang tua asuhnya. Meski berat, Qinan tetap mengabulkan permintaan ibu asuhnya untuk menikah dengan lelaki tampan dan kejam yang bernama Angga Wilyam. Meski Angga banyak dikagumi oleh wanita wanita cantik namun Angga tidak meresponnya. Angga tetap pada pendiriannya wanita hanya mencintai harta dan tahta bukan kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Sakit

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Angga maupun Qinan sama sama diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun didalam mobil. keduanya terhanyut dalam perasaannya masing masing, untuk bicara saja masih terasa canggung untuk membuka obrolannya.

Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi kini sudah memasuki area rumah sakit, Pak Mamat segera memapah Tuan muda nya menuju kursi roda. Qinan dengan sangat hati hati memegangi kursi roda nya, setelah semua beres lalu Qinan segera mendorong kursi roda menuju tempat yang akan dituju. Telah sampai lah di tempat pemeriksaan, semua mengantri dengan sabar, Qinan berusaha tenang agar Suaminya tidak merasa panik.

"Apakah kamu haus?" tanya Qinan membuka suara.

"Tidak, " aku hanya tidak sabar menunggu, ini terlalu lama bagiku," jawab Angga.

"Sabar dong.. sebentar lagi kita akan segera masuk keruangan." Ucap Qinan menenangkan.

Tunggu sebentar apa salahnya sih.. ciiih mentang mentang anak pengusaha sukses dinegeri ini. Rasa sabar pun lenyap. Gumam Qinan.

Akhirnya waktu yang telah ditunggu tunggu kini nomor urut Angga telah dipanggil, dan dipersilahkan untuk memasuki ruangan.

Syukur deh, aku jadi tidak mendapatkan pelampiasan amarah nya. Gumam Qinan lesu.

Saat ini perasaan Qinan dan Angga terasa lega karena tahap satu telah dilewati, dan tinggal menunggu hasilnya dan melanjutkan misi yang kedua yaitu penyembuhan, Qinan selalu berusaha menyemangati Angga agar tidak putus asa untuk kesembuhannya.Begitu juga dengan Angga sudah tidak sabar dengan kesembuhannya, dan ingin segera sembuh dan dapat melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.

Qinan sembari mendorong kursi roda, Qinan mencoba mengajak Suaminya untuk pergi ke suatu tempat untuk berbelanja.

"Oh iya, stok dapur sudah hampir habis nih, bagaimana kalau kita berbelanja dulu, mau kan? " ucap Qinan sambil bertanya.

"Boleh , karena aku pun sudah sangst lapar," jawabnya.

"Baik lah," ucapnya.

"Pak Mamat, antar saya belanja di supermarket yang ada didekat sekitar sini, bisa kan, Pak?" titah Qinan.

"Baik Nona.." jawab Pak Mamat sambil mengangguk.

Setelah sampai di Mall handphone Qinan berbunyi, menandakan ada seseorang yang menelfonnya, Qinan pun langsung menjawab telfon tersebut tanpa melihat siapa yang telah menelfon dirinya.

"Halo.. ini siapa?" tanya Qinan penasaran.

"Aku Kak Ferdi, memangnya tidak ditulis namanya hah?" jawab Ferdi.

"Ooh Kak Ferdi. Maaf Kak, Qinan tidak tahu,ada perlu apa Kak?" tanya Qinan kembali.

"Angga ada?" ucap Ferdi.

"Ada kak, bentar ya.." jawab Qinan sembari ngasih tahu ada telfon dari Kak Ferdi, "

"Halo fer, ada apa?" tanya Angga.

"Kamu kemana saja ditelfon tidak bisa dihubungi, katanya mau kumpul di Restauran bareng Vino." Jawab Ferdi dan balik bertanya .

"Maaf ya fer, aku sekarang

berada di Panti Asuhan Mandiri Jaya sedang terapi pengobatan kaki dan tanganku. Nanti jika aku sudah kembali pulang aku hubungi kamu lagi," jawab Angga menjelaskan.

"Oooh terapi, aku kira kamu kemana. Semangat ya, brother.. semoga segera lekas sembuh dan cepat memberiku Qinan junior, ledek Ferdi tersenyum diseberang telfon.

"Bisa aja kamu fer, kalau begitu sudah dulu sampai jumpa," ucap Angga lalu mematikan ponselnya.

Angga maupun Qinan langsung berbelanja kebutuhan dapur maupun yang lainnya. Dengan Fokus Qinan mencari barang barang yang dicarinya.

"Qinan.." tiba tiba ada suara memanggilnya.

Qinan segera mencari sumber suara tersebut, seketika itu juga kedua bola mata Qinan melihat sosok sahabatnya, yang sudah lama tidak pernah bertemu.

"Bela... !" ucap Qinan kaget, keduanya langsung berpelukan. Qinan dan Bela kemudian melepaskan pelukannya.

"Hei apa kabarmu, Qinan?" sapa Bela.

"Baik Bel, kamu sendiri?" jawab Qinan dan bertanya balik.

"Sama, kabarku juga baik Qin," kamu sekarang kerja dimana?" jawab Bela, lalu balik tanya.

Sedangkan Qinan sendiri hanya bengong, tidak tahu harus berbohong atau jujur.Disaat fikiran entah kemana sosok pria tampan menghampirinya dengan gaya barunya. Angga sendiri sudah berada di samping Qinan, namun Qinan tidak merasa jika keberadaan suaminya kini sudah ada disampingnya.

"Sudah ngobrolnya," ucap Angga tiba tiba membangunkan lamunan nya.

"Suamiku," jawab Qinan reflek. Sedangkan Bela kaget dibuatnya, yang dimana Qinan telah menyebut Angga adalah Suamiku.

"Benarkah suami kamu, Qin?" tanya Bela penasaran.

"Iya Bel, perkenalkan ini Suamiku," jawab Qinan singkat tanpa panjang kali lebar.

"Bela," ucap Bela.

"Angga," balas Angga

Bukankah Pria ini yang terkaya di negeri ini yang Tanpa sengaja Qinan menumpahkan minuman ke Jas pria ini,

Tapi kenapa jadi miris sekali kondisinya, dan ada dengan Qinan. Aku tidak percaya jika lelaki ini adalah suami Qinan. Gumam Bela penasaran.

"Oh iya Bel, sepertinya aku harus melanjutkan belanja dulu deh, Bel.. kalau begitu sampai ketemu kembali." Ucap Qinan berpamitan.

Qinan dan Bela akhirnya memutuskan untuk berpisah arah, dan kini Qinan melanjutkan berbelanja dan ditemani oleh Suaminya.

Bruuuk.... !! Dengan tidak sengaja, Qinan menabrak seseorang yang tidak dikenalnya.

"Maaf Mbak, saya tidak sengaja." ucap Qinan tidak enak hati.

"Kalau jalan tuh lihat lihat dong, sakit nih!" jawab wanita asing itu.

"Maaf Mbak, Aku kan tidak sengaja, ya udah deh aku antar untuk berobat bagaimana?" ucap Qinan merasa bersalah. Sedangkan wanita itu terkejut melihat yang ada disamping Qinan.

"Angga...?" ucap wanita itu tidak percaya.

Kedua mata Angga menatap sangat tajam,otak nya kini mendidih tatkala melihat sosok wanita yang berada di depannya serasa ingin memangsanya hidup hidup. Qinan bingung dibuatnya ketika melihat wajah suaminya seperti sedang murka.

"Menyedihkan!" sudah jatuh tertimpa tangga pula." Ucap wanita itu tanpa melanjutkan ucapannya langsung bergegas pergi. Begitu juga Angga rasanya sangat geram dan ingin berbalik menyerang namun apa daya Angga masih lemah dan langsung mengajak Qinan untuk pulang meski belanjaan nya masih kurang.

Didalam mobil hanya keheningan yang ada dalam perjalanan, Qinan memilih untuk diam tidak berani menanyai persoalan pribadi Angga. Karena wajah Angga masih terlihat sangat kesal sejak bertemu dengan wanita itu.

Qinan dan Angga telah sampai dan keduanya masuk kamar,Setelah semuanya beres Qinan mencoba untuk menanyakan perihal suasana hati Suaminya.

"Siapa wanita tadi?" tanya Qinan penasaran.

"Apakah penting aku menjelaskannya."

"Jika menurutmu itu tidak penting, simpanlah dan jangan beri tahu aku. " Ucap Qinan sedikit kesal, dan merebahkan tubuhnya disamping Angga dengan pembatas guling.

"Istirahatlah karena besok butuh energi yang cukup banyak untuk terapi." Ucap Qinan kembali mengingatkan dan langsung memejamkan kedua matanya.

"Aku mau menjelaskannya rupanya kamu hampir tertidur, jadi bukan salahku." Jawab Angga sambil melirik kearah Qinan.

"Benarkah yang kamu katakan,baik lah sekarang aku sudah siap untuk mendengarkannya." ucap Qinan langsung duduk bersandar.

"Kamu bilang aku suruh istirahat, baik lah kalau begitu ceritanya besok lagi." Jawab Angga langsung menarik selimut sambil senyum senyum tidak jelas.

"Menyebalkan," ucap Qinan ketus langsung memejamkan matanya.

Pagi hari nya Qinan bangun sangat pagi karena jadwal untuk mengambil hasil tes dan kembali ke klinik pengobatan.

"Pagi pagi sekali kamu sudah bangun Nak," ucap Ibu Reni mengagetkan Qinan yang sedang sibuk didapur.

" Eeee Ibu... hari ini Qinan jadwalnya sangat padat Bu," jawab Qinan.

"Ibu mengerti pasti kamu sudah tidak sabar ingin Suamimu cepat sembuh, iya kan?" goda Ibu Reni.

Qinan senyum senyum malu.

"Tapi....?" tiba tiba ucapan Qinan terhenti.

"Tapi kenapa Nak?" tanya Ibu Reni penasaran.

"Aaah tidak apa apa kok Bu, lain kali saja Qinan bercerita sama ibu, sekarang Qinan mau menyelesaikan masaknya lalu bersiap siap." Jawab Qinan.

"Baik lah Nak, Cerita lah sama Ibu jika kamu ada masalah. Jangan kamu pendam sendiri masalahmu, Ibu siap menjadi sandaranmu Nak.. ucap Ibu Reni sambil mengelus punggung Qinan.

" Terimakasih ya Bu.." jawab Qinan langsung memeluk Ibu Reni.

1
rina banjarmasin
Luar biasa
Arwondo Arni
kalau dilihat kasihan Vika hidupnya kl dpt ganan bs memperbaikin kehidupannya,tp Maura juga kasihan KL ngak jd nikah sama ganan bingung jdnya,tp semoga kedua wanita itu bs hidup bahagia
Arwondo Arni
semoga Maura dicintai ganan jgn sampai ganan melukai hati Maura kasihan Maura kl hrs menderita Krn perjodohan
Arwondo Arni
iya kasihan Kel kecil qinan baru bahagia udah musibah tolong jgn dimatikan
Anjana: Tenang kak, ceritanya happy ending 😁
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Author nya kyak ada dendam sama yg nmanya Angga...apes bnget hidupnya.....lumpuh 5 thun ini mlah acr dtunami...jdi amnesia..Thor 😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏🙄🙄🙄🙄😡
Arwondo Arni: jadi ketawa dengan komennya,iya kasihan hidup Angga baru bahagia udah celaka lagi
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Sini Thor..blm pernah di timpuk sandal emak" kah...😡😡😡
Anjana: 🤣🤣🤣🤣 tahan.. kakak.. tahan.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Qinan Hamidun to....bikin mereka kalang kabut qinan dgn ngidammu..pasti seru 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Andrenalin siapin kawan.....boleh jdi detektif bantuin Angga dnnFerdi Thor.🤣🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Semoga tak ada dendam di hati Zio..
Sunarmi Narmi
Swettt Angga Qinnan ❤️..Semoga..teman masa lalumu sdh dijodohkan dgn yg lain sama Authornya 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Lagian kamu Qinan..ngapain ngak kbur keluar dri rumah itu...emosi jg lama" lihat kelakuanmu..baik sih baik tpi sayang diri sendiri ngak kmu lindungi..kabur dri rmh ...cri kos" san
Sunarmi Narmi
uangnya jgan ksih ke ibuk semua Qinan...pesangonmu disimpen buat tabunganmu...cukup gajimu saja....plis thor jgan bikin emosi ya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Anjana: Gak kak.. palingan bikin greget 🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Kisah nyata sperti Qinan bnyak lo thor didunia Nyata..kdang lihat nyesek jg...tpi gimana lgi kita beda rumah dn si anak kdang ngak mau dibantu dgn alasan bls budi krn sdh mau adopsi/ jdi ortu asuh....🥴🥴🥴🥴🤕🤕
Anjana: ya kak, di dunia nyata juga banyak kak.. ada juga yang mana posisi anak asuh tidak disukai oleh keluarga orang tua asuh dan selalu dipojokan😭
total 1 replies
Eka Kurnia Sari
childish bgt qin
Eka Kurnia Sari
papa apa ayah
Wirda Wati
pamannya Angga tu
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
masih penasaran siapa musuh yg sebenarnya.
Galuh apa vino....
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!