Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hangout?
Kini hari yang ditunggu Salwa dua hari lalu sudah tiba, dengan senyuman ceria menatap dirinya di depan cermin. Ia benar benar tak sabar ingin bertemu teman temanya hari ini
Wanita itu terlihat sangat cantik saat memakai sweater oversize berwarna putih serasi dengan sneakers nya, tak lupa pashimina hitam yang menutupi rambut indahnya
Setelah merasa pegal berdiri lama di depan cermin besar itu, akhirnya ia mendudukan diri di sofa besar dekat tempat tidurnya, meraih smartphone yang tadi tergeletak di depannya memainkan satu satunya game yang ada di handphone milik suaminya tersebut, game yang bertugas mengurus hewan peliharaan secara virtual.
Sambil menunggu suaminya yang masih bersiap siap di ruang ganti pakaian. Arsa bilang hari ini ada acara penting di perusahaan jadi lelaki itu hanya bisa mengantar Salwa
•Ruang ganti pakaian milik Arsa
Sepertinya game hewan peliharaan itu jarang dimainkan, terlihat dari wajah si kokiee nama hewan yang tertera jelas di layar hp tersebut yang pucat akibat jarang diurusi oleh pemiliknya
Salwa masih sibuk mengurus si kokiee sampai tak menyadari lelaki itu tengah berjalan menuju dirinnya, menujukan senyuman miring pertanda ia akan mengganggu seseorang di depannya
Dan benar saja dalam hitungan beberapa detik handphone mewah itu telah berpindah tangan kepada Arsa yang kini tengah duduk santai di santai disebelah Salwa sambil berpose layaknya model iklan handphone.
Kalau gini aura presdir nya tuh dapet banget ga sih? Apa cuma aku yang iri sama Salwa huhu:(
"Ikh bal... " Belum sempat melanjutkan kalimatnya Salwa benar benar di buat terpana oleh keindahan di depannya, ia sendiri kadang ragu kalau dia adalah istri dari seorang Arsa.
Masih setia menatap lelaki itu, membuat Arsa mengeryitkan kening melambai lambaikan tangannya tepat di wajah Salwa
Membuyarkan lamunan wanita itu "Segitu tampannya yah aku? sampai ga bisa mengalihkan pandangan" Terkekeh menampilkan deretan gigi putihnya
"Ko kamu rapih banget by?" Kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan Arsa, ia berusaha menyembunyikan wajah malu nya karna tertangkap basah menatap lelaki itu dengan waktu yang lumayan lama
Arsa berjalan ke arah cermin besar tempat yang sama saat salwa bercermin tadi "Aku emang setiap hari rapih sayang" Tersenyum lalu kembali fokus dengan pantulan dirinya di cermin dengan tangan sibuk merapihkan jas dan dasinya kembali
"Iyah deh terserah kamu" Berlari kecil menubruk lelaki itu dari belakang mengeratkan lengannya di pinggang milik Arsa
"Mau gendong byyy" Memasang wajah memohon tak lupa suarannya diimutkan
"Sini" Melambaikan tangan memberikan kode agar Salwa naik kepunggungnnya
"Gak apa apa nih kalau aku naik? nanti baju kamu lecek lho" Emang dasar Salwa sudah jelas tadi dia yang minta digendong, sekarang malah nanyain yang aneh aneh.
"It's okey honey" Ujarnya tanpa keberatan sama sekali
"Ah terima kasih suamiku" Jawab Salwa lalu dengan cepat naik kepunggung lelaki itu mengeratkan lengannya di pinggannya dangan tangan terulur di leher nya
"Let's go kapten!" Mengecup leher Arsa sambil terkikik saat melihat wajah lelaki yang kini tengah salah tingkah
......................
Kini mobil mewah itu terhenti saat Salwa tiba tiba menyuruh lelaki itu menghentikan mobilnya saat melihat ada mobil Sandra terpakir di dekat sana.
Mobil mewah berwarna pink soft itu terpikir tepat di depan mobil Arsa. Mobil yang memiliki sejarah panjang tentang kebersamaan bersama ketiga temannya, Mobil hasil rengekan Sandra kepada orang tuanya, dan mobil yang menjadi langganan dipakai saat weekend dan holiday dibanding mobil mereka masing masing.
"Aku turun disini ajah By, di depan itu mobilnya Cassandra" Menunjuk mobil tersebut kemudian mencari sling bag yang tadi ia simpan di kursi belakang
"Ini tas yang dilemari beneran buat aku kan honey?" Bertanya kembali meyakinkan bahwa tas tas yang disimpan di lemari kamar itu untuknya. Wanita itu bahkan baru tahu baju, tas, sepatu itu ternyata barang branded.
"Iyah sayang, kamu kalau ga dibeliin ga mau beli juga kan? makannya aku suruh Rey buat ganti semua barang dilemari, aku ga suka kalau ada yang hina kamu karna istri presdir ga pake barang branded Sya" Menjawab dengan santai
"Hmm iya sih, aku juga kadang heran sama mereka berani menilai seseorang tanpa mencari tahu dulu, tanpa kenal lebih dalam dulu"
"Yaudah kalau gitu aku pamit yah By, hati hati dijalan semoga lancar acaranya dan jangan lupa sholat yah" Dijawab anggukan dan senyuman oleh Arsa
"Kamu juga sayang, nanti aku jemput kalau udah selesai okeh"
"Siap komandan"
Setelah itu Salwa turun dari mobil menuju teman temannya berada.
"Salwa sini" Panggil Aisyah melambai lambaikan tangannya
"Mau kemana?" Tanya Salwa kepada teman temannya saat sudah masuk ke dalam mobil
"Ngemall ajah skuy" Saran Nesa yang berada di belakang kemudi
"Gasslah" Ujar mereka serentak
......................
- POV Salwa
Kini kami telah sampai di sebuah mall mewah tempat kami sering menghabiskan waktu berlibur, Mall yang lagi lagi milik perusahaan suami tampan ku itu, entahlah sepertinya dugaan ku memang benar ia bahkan memiliki banyak aset aset yang tersebar bukan hanya di negara ini melainkan seluruh penjuru Asia.
"Gila Sal suami lu sekaya apasih? sampe mall ajah punya dia" Ujar wanita yang memakai jacket jeans itu
"I don't know Nes, gua ajah ga tau pasti berapa besar kekayaannya dia" Jawabku, memang benar aku tak tahu seberapa craizy rich nya suamiku
"Beruntung banget lo San, udah suami lo cakep kaya lagi" Timpal Sandra
"Yee makannya San cari cowo tuh kaya tuan Arsa, bukan si bule itu" Sindir Nesa
"Udah deh gausah bawa bawa si Devano lagi, gua lagi marahan sama dia kemarin malem gua telepon dia dan kalian tau ga? yang ngangkat itu cewe! emang gk tahu diri tuh orang."
"Dih lagian lu nya sih San ngadi ngadi udah tau dia selingkuh masih ajah dipertahanin aneh!" Ujarku, lagi pula ini bukan kali pertamannya si Sandra di selingkuhin, udah berkali kali tapi dianya ajah yang kelewat bucin
"Gak bisa Sal, gua udah terlanjur sayang sama si Deev"
"Udah udah, mending kita duduk ajah malu ribut ribut dilihatin banyak orang noh" Akhirnya Aisyah bersuara menunjuk sebuah resto dekat kami berdiri, ia kadang lebih dewasa dari umurnya. Beda hal nya dengan si Nesa yang umurnya paling tua tapi tingkah nya udah kaya fake maknae.
"Ini baru temen aku" Ujarku terkekeh, mengiyakan saran Aisyah dan duduk disampingnya
"Hari ini gua yang pesen deh" Tumben si Sandra menawarkan dirinya untuk memesan makanan biasanya dia paling megeran kalau soal kaya ginian.
"Eh gua ikutlah ada yang gua beli soalnya" Kata Nesa kemudian menyusul Cassandra meninggalkan kita berdua
"Apa kabar Syah?" Tanyaku memulai percakapan terlebih dahulu
Wanita yang memakai pakaian serba pink itu terlihat tersenyum dibalik maskernya "Baik Alhamdulillah Sal, kamu apa kabar? Gimana hubunganya sama tuan Arsa baik baik ajahkan?" Tanya nya balik
"Alhamdulillah Aisyah semuanya baik baik ajah" Jawabku sambil tersenyum ramah ke arahnya
Setelah berbincang bincang cukup lama dengan Aisyah, membahas tentang tugas tugas menjadi ibu rumah tangga akhirnya kedua wanita yang memiliki kepribadian bertolak belakang itu datang membawa makanan di tangan mereka
"Ekhem ada pengantin baru nih, Gimana rasanya Syah?" Goda Sandra di sela sela makan siang kami, membuat yang ditanyain kini menahan malu akibat pertanyaan Sandra
"Gak gimana gimana San" Ucapnya sambil tersenyum
"Kalau mau tau rasanya yah cobain dong San" Candaku
"Gua juga sebenernya mah mau mau ajah Sal, masalahnya masih memperjuangkan restu" Dari awal hubungan Sandra dengan deev memang ditentang oleh keluarganya, hanya saja karna Sandra adalah anak kesayangan mereka dan anak satu satunya jadi mau tak mau diperbolehkan berpacaran. tapi sepertinya beda hal kalau urusan menikah
"Eh Syah, udah bikin calon ponakan buat kita belum?" Nah kan emang si Nesa tuh savage nya kebangetan, nanyain hal kaya gitu aneh.
Pletak
Jitakan itu tepat mendarat di kening Vanessa "Ngadi ngadi lo itu privasi orang Nes" Ujarku yang geram karna tingkahnya
"Tau kepo banget lo Nes makanya jangan betah ngejomblo!" Timpal Sandra
Sedangkan Aisyah hanya tersenyum oleh tingkah ketiga sahabatnya, ia bersyukur karna tak harus menjawab pertanyaan aneh tersebut
...♡♡♡...
Aku minta maaf banget, karna buat kalian nunggu selama ini, ga kebayang hampir tiga mingguan aku ga update novel ini tanpa pemberitauan apapun itu sebelumnya, jujur dari awal aku gk tau bakalan ga up selama itu, berawal dari banyak nya tugas yang kadang aku sendiri juga kewalahan.
Dilanjut prepare ulangan tengah semester yang gak bisa juga aku sepelekan, Dan puncaknya ada banyak pelajaran yang harus diselesaikan satu buku full dalam waktu tertentu yang udah ditentuin sama guru.
Aku juga sempet berfikir udahan sampai sini, Tapi aku tahu mungkin seengaknya ada satu atau dua orang yang bener bener setia nungguin kelanjutan novel ini.
Maka dari itu aku akhirnya melanjutkan novel ini, mohon maaf sekali lagi karna aku membuat kalian bosen nunggu selama itu:( Dan aku harap hal ini gak terulang lagi kedepannya
Salam hangat dariku
Ilma Fitria_
ceritanya bagus kok😊