Lilis Suryani Gadis tangguh, pekerja Keras. gadis manis asal Cinajur. harus menikah dengan laki-laki bernama Bramantyo karena ia kadung sayang dan Cinta dengan anaknya. dan Bramantyo harus menjadikan Lilis sebagai istri dan Ibu sambung untuk Reyhan putra nya. Kesal Bramantyo melihat kedekatan Reyhan dengan Lilis. ia takut Reyhan semakin ketergantungan dengan gadis itu.
Reyhan Adi Permana harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. ibunya terlalu abai dengannya. ibunya merasa kelahiran Reyhan adalah kesalahan.
Seminggu Bramantyo setelah menikahi Lilis, ia menyambangi kediaman Orang tua Desi mantan istrinya dan juga Ibu kandung Reyhan. ia berniat menyampaikan maaf dan menjelaskan kalau Desi sudah ia ceraikan dan juga akan mengambil hak asuh Reyhan. sialnya hari itu ia mendapatkan sebuah Fakta kalau Reyhan bukan darah dagingnya.
Bramantyo mengetahui hal ini langsung pergi dan menghilang dari kehidupan Lilis dan Reyhan.
simak terus kisahnya.
ada apa ini semua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Babahnya Hasnulya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
"Duduk dulu kak" Aldo menawarkan Customer nya Reyhan untuk duduk. namun sang Customer menggeleng, sedangkan temannya yang lain sudah duduk bergabung bersama Amira dan Melani.
"udah lama Kak jualan kopi? " tanya gadis itu sambil memandangi Aldo.
"Baru" jawab Aldo. ia menyerah kan kopi pesanan gadis itu. gadis itu menerima nya sambil tersenyum genit. dan Aldo menyerahkan kopi pesanan dua teman nya yang lain.
"Silahkan kak Mel" Reyhan menyerahkan seblak kepada Melani dan Amira. kedua gadis itu menerimanya.
"Makasih Rey"
"Bang saya mau juga dong " ucap seorang gadis seumuran Amira yang duduk didekat mereka. Reyhan menoleh.
"Boleh kak, mau seblak apa, Seblak ceker, seblak mentai atau seblak baso? " Reyhan menawarkan seblak buatan temannya itu.
"Yang mentai 1, ceker pedes 1, baksonya 1" ujarnya lagi. Reyhan mengambil hpnya dan menelpon Nada. ia malas kembali kesana. karena ada pembeli Nada yang menggoda Reyhan.
"Loh emang bukan abang yang jual" tanya gadis yang selalu memandangi Aldo.
"Bukan saya mah jualan kopi teh"
"Loh. Om itu? "
"Oh biawak rawa itu? itu om saya Teh" Reyhan terkekeh. "Teteh demen ya sama Om saya?, sayangnya Om saya itu jenis biawak rawa langka. dia senengnya sama perempuan berhijab teh"
"Rey Om balik ya. tuh temen om udah jemput" ujar Aldo, ia merasa risih karena di lapak Reyhan banyak para gadis. apalagi disana ada gadis yang menatapnya seperti menelanjangi nya. Reyhan pun paham. ia mengambil bungkusan seblak milik ibunya.
"Titip om, ini punya bunda. gara-gara om godain bunda. dia udah pesen seblak sama Nada malah lupa"
"Yaudah sini gua bawa. ingat itu masakan emak lo dimakan"
"Siap" Dan Aldo pun naik kemotor milik temannya itu. lalu pulang.
setelah Aldo meningalkan lapaknya datang pengamen seorang pria berpakaian wanita. ia menyanyikan lagu jenaka. ke lima gadis yang sedang menikmati seblak dan es kopi tertawa terpingkal-pingkal. begitupun dengan Reyhan. ia membuat kopi sambil tertawa.
"Kopi bang" Reyhan meletakan kopi dan sebungkus rokok miliknya. ia Duduk bersama warwerwor itu. ia sedang menghitung uang hasil ngamen. Sulis nama pengamen itu. ia mengambil sebatang rokok milik Reyhan lalu membakarnya. Reyhan pun melakukan hal yang sama. Kemudian Sulis meraih gelas plastik berisi kopi dan menyeruputnya.
"Makasih Rey" ucap Sulis.
"Sama-sama bang. dapet banyak hari ini bang? " tanyanya. pasti kalian bertanya kenapa Reyhan bisa kenal si Warwerwor bernama Sulis itu. keduanya berteman sudah lama. Karena sering bertemu dijalan jadi mereka kenal. karena sebelumnya Sulis ngamen tidak memakai pakaian warwerwor. pendapatannya kecil saat mengamen, Sulis mencoba ngamen memakai pakaian perempuan. dan di hari pertama ia mendapatkan banyak saweran. Reyhan kaget dengan penampilan Sulis waktu itu. awalnya takut saat wig Sulis dilepas barulah Reyhan . tertawa terpingkal-pingkal melihat nya.
"Lumayan 350 ribu. Nih" Sulis memberikan uang 50 ribu kepada Reyhan. hutang nya.
"Apaan nih bang? "
"Bayar hutang gua waktu itu"
"Kalau belom ada jangan dipaksain sih bang" Reyhan mendorong kembali tangan Sulis.
"Ada. ini gua dapet lumayan. biasanya kan gua dapet 200an" Sulis memaksa akhirnya ia menerimanya.
"Gua terima ya bang" dikantongi uang itu.
Lilis saat ini sedang menikmati seblak bersama Bu Delima dan bu Sasi karena tadi Lilis membeli 3 bungkus. seblak yang dibawa Aldo sudah dingin dan bu Delima memanaskan dengan microwave. Lilis menceritakan jika sahabat Bu Delima nenek dari Keyla. anak kecil yang di bawa Reyhan.
"Ga nyangka ya Lis neneknya Keyla temen bu Delima" Ujar Bu Sasi mereka menikmati seblak sambil menyaksikan acara televisi. kompetisi dangdut. mereka kompak mendukung wakil dari Tangerang kota tinggal mereka. bahkan bu Delima rela memberika Gift kepada Tasya.
"Iya dunia ternyata tak selebar daun kelor" sahut Bu Delima. "Oh ya Lis, sahabat ibu besok mau main kesini. kamu ga usah ngojek ya? " pinta Bu Delima
"rencana begitu bu, Lis udah janji sama Keyla mau ke PIK 2 sama Keyla"
"Kamu bawa saja mobil ibu. jangan bawa motor. kasihan Keyla kalau kepanasan"
"Boleh bu" tanya Lilis
"Boleh atuh. kamu kaya ama siapa aja" Bu Sasi menimpali. bu Delima menawarkan mobil Honda Brio RS miliknya dibawa Lilis. Lilis memang bisa membawa mobil karena Aldo mengajarinya. bahkan Reyhan pun sudah mahir dan sesekali membawa mobil milik Aldo jika Aldo kekurangan supir.
Bu Delima dan bu Asih bersahabat di SMKK yang sama di Bogor. karena bu Delima aslinya orang bogor. dan Bu Asih mondok dipesantren diSalah satu kiayi disana dan paginya Bu Asih bersekolah di SMKK yang sama dengan Bu Delima. bu Delima tidak tahu jika sahabat nya itu asal Tangerang. ia Tahunya Bu Asih mondok di Bogor. dan baru bertemu lagi disalah satu group Facebook alumni, Bu Asih koment di salah satu post tentang reuni yang akan diselenggarakan di Puncak Bogor.
"Reyhan belom pulang Lis? " tanya bu Delima
"Belum bu, terakhir Lis telepon katanya masih di Puspem. lagi rame ada acara disana, dan besok juga katanya libur dia bu. guru-guru nya ada rapat"
"Oh" bu Delima hanya beroh ria. mereka mengobrol sambi menyaksikan acara televisi tersebut.
pak Bambang sedang kedatangan tamu. sahabatnya yang mempunyai bisnis material datang bersama istrinya.
"Lis ini kawan bapak yang sedang mencari tanah. apa tanahnya sudah ada? " tanya pak Bambang saat melihat Lilis melintas.
Lilis berkenalan dengan teman pak Bambang bernama Haji Masduki dan istrinya.
"Bu Del saya pulang dulu. bapaknya anak - anak udah pulang " pamit bu Sasi, Bu Delima mengangguk. setelah kepergian bu Sasi Bu Delima ikut bergabung bersama sang suami dengan membawakan minum dan kudapan.
"Ada pak, saya sudah telepon juga yang mengurusi tanah tersebut. besok bapak kalau mau lihat dan cek bisa kelokasi, sudah saya share lok lokasinya ke Bapak" ujar Lilis menunjuk pak Bambang. pak Bambang mengangguk.
"Ok Neng besok kita cek kesana. Kalau boleh tahu mau dilepas berapa? "
"Tadi ditanya kalau di sewa setahun 95 juta tapi dia minta 5 tahun. dan kalau dilepas 9,5 juta permeter LT 575 M" ujar Lilis
"Mahal juga ya kalau beli" Pak Haji nampak berfikir
"posisinya bagus pak haji dekat TOL bandara dan pinggir jalan juga. kalau menurut saya lebih bijak sewa dengan Opsi Beli pas akhir sewa nanti. Pak Haji bisa buka harga 100 untuk jaminan nanti" Ujar Lilis
"Bener apa yang dibilang Lilis Bang. mending sewa. kita bisa lihat dulu perkembangan nya nanti" Pak Bambang menimpali
...****************...
...Bersambung ...
...----------------...