Sekar ayu terpaksa harus jadi pengantin menggantikan kakaknya Rara Sita yang tak bertanggung jawab.Memilih kabur karena takut hidup miskin karena menikahi lelaki bernama Bara Hadi yang hanya buruh pabrik garmen biasa.
Namun semua kenyataan merubah segalanya setelah pernikahan terjadi?!
Tahap revisi:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shania Nurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB TIGA PULUH
Pasangan suami istri itu telah sampai diruangan opa, terlihat sang asisten yang tengah sibuk memasukan barang -barang bekas opa kedalam paper bag, segera Sekar dengan sigap menggantikan tugasnya.
"Loh kalian balik lagi? bukannya sedang menikmati waktu berdua malah kesini,'' tanya opa sambil memperhatikan cucu mantunya yang begitu cekatan dalam mengerjakan pekerjaannya.
Opa jadi penasaran tentang kehidupan Sekar sebenarnya, yang dia tau hanya pernah menjadi TKW di Jepang tampa ada informasi yang lainnya. Juga punya ibu dan ayah serta adik yang menjadi selebgram abal abal, karena saking tak terkenalnya.
Bara yang melihat opa terus melihat ke arah Sekar lantas menegurnya,"opa ngapain liatin Sekar segitunya?"
"Memang kenapa, gak boleh? Lagian ini mata opa. Bukan punya kamu,"
''Opa inget umur, masa punya cucu diembat juga,'
Opa mendelik mendengar ucapan cucunya,''dari pada kamu, tuduh opa yang gak enggak. Mending bantu opa bawain kursi roda, sana,'' titahnya.
Bara langsung menuruti perintah opa, membawa kursi roda untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Karena beliau belum sepenuhnya sehat namun memaksa ingin segera pulang cepat.
Opa langsung menoleh ke arah Sekar,"Sekar, pendidikan terakhirmu, sampai mana?"
Sekar yang ditanyai opa sempat berhenti sejenak,"Mm..memang kenapa, opa?"
"Bukan, opa ingin merendahkanmu. Hanya penasaran, apalagi melihat sikap kamu, kayaknya bukan orang yang ber-IQ rendahan," ucap opa melirik cucunya, yang dibalas delikan mata oleh Bara.
Bara yang tadi diam, langsung menyahut," opa kalu punya masalah sama Bara, bilang. Jangan bisanya sindir menyindir kayak cewek aja."
"Ya, kamu. Harus contoh istrimu yang ulet dalam bekerja. Bukan cuma poya-poya, memang uang cuman datang gitu aja. Tetap harus ada usaha biar jadi kaya," ujar opa, panjang lebar.
"Sekarang, kan. Aku udah berubah, jadi opa tenang aja, kekayaan biar aku yang urus. Opa tinggal duduk manis sambil baca koran," rayu Bara, mengusap bahu opa yang langsung ditepis.
"Heh, anak nakal. Sekalipun kamu nantinya, jadi pemimpin perusahaan gantiin opa, tetap opa yang pantau. Apalagi, opa berencana memberikan lima puluh persen saham untuk istrimu, biar kalau kamu selingkuh nanti dia tetap ada tunjangan janda," ungkapan opa, membuat Sekar syok sampai memecahkan gelas yang ia pegang untuk minum.
Pyarr
Bara yang mendengar suara pecahan, langsung lekas menghampiri istrinya yang ceroboh itu.
Segera membantu membersihkan beling, takut mengenai tangan istrinya."Kamu lagi ngapain, sih? sampai bisa pecah gini," tanyanya dengan nada khawatir, namun tangan yang sibuk mengambil serpihan gelas dilantai.
Semua tingkah Bara, terekam oleh mata opa. Membuat haru dihatinya menyeruak tiba-tiba.
"Semoga ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir untukmu, cucuku," harapnya dalam hati.
Sekar yang tau Bara marah, segera berucap," aku kaget, waktu opa bilang mau bagi warisan buat aku. Tapi nunggu aku janda, kapan mas, jadiin aku janda?" tanyanya dengan cengiran, Bara langsung menggetok kepala istrinya gemas.
"Siapa yang mau jadiin kamu janda, jangan harap," tegas Bara,"sekalipun kamu, gak punya warisan. Tapi, anak kita nanti yang dapat banyak." tambahnya.
"Hmm...mas, ada yang berubah tapi bukan batman. Tapi sekarang lo-gue nya udah ganti, ya?" tanya Sekar selidik.
Bara gelagapan," ya, gak mungkin, suami-istri ngomongnya kayak manggil teman, apalagi kita udah hm-hm..."
Sekar meletakan telunjuknya didepan mulut Bara," gak perlu dilanjut bahaya, kalau kamu pengen gimana? apalagi kamu sekarang jadi makhluk baperan gampang kegoda, soalnya aku udah jadi korban keganasan Bara."
Opa yang mendengar tingkah absurb keduanya, segera menegur, karena dia sudah tak betah ingin segera pulang ke rumah.
"Bara, Sekar, ayo kita pulang," ajak opa.
Arga yang mendengar, lantas mengulum senyum,"kayak nyuruh anak tk , pulang?"
"Kamu lihat keponakanmu, banyak tingkahnya. Bikin opa kayak ngasuh bocil," ucap opa, melirik pasangan suami istri yang kini sudah berdiri rapih didepannya.
"Opa lagi ngapain sih, bisik-bisik pake suara pelan gitu," protes Bara.
"Kamu kayak balita lagi main berdua, ribut terus,"
"Siapa yang ribut? kita itu adem ayem, opa aja yang sensian kayak pms,"
paksa hancurkan pernikahan anaknya..