NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

The Lost Mafia Boy Bagian 26

Oleh Sept

Semua menunduk, kemarahan bos mereka adalah bahaya bagi semua.

"Tinggalkan ruangan ini!"

Suara itu membuat semua yang ada di sana seketika pergi satu persatu. Saat ini tinggal Taqi dan pria asing yang tiba-tiba mengaku memiliki hubungan darah dengan Taqi.

"Putuskan baik-baik!" ucap pria bercerutu tersebut.

"Berapa kali harus aku bilang. Aku tidak mengenalmu! Aku juga tidak tertarik!"

"Cih! Terserah kau terima apa tidak! Yang jelas dalam tubuhmu ... sudah mengalir darahku!" Pria itu terlihat marah. Karena Taqi tidak mau mengakui dirinya sebagai ayah.

"Dan lagi ... aku tidak bisa melepasmu saat ini!" tambah pria bercerutu.

"Biarkan aku pergi! Dan aku akan melupakan semua ini!"

"Cih .... Kau keras kepala. Sama seperti wanita itu! Hemm ... Kau tidak ingin melihat makam ibumu untuk pertama kali?"

Taqi mendongak. Mana tahu Taqi makam ibunya. Sejenak ia merasa penasaran.

***

Di sebuah makam terbengkalai, Taqi berjalan bersama seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Di belakang keduanya, beberapa orang mengikuti. Mereka mengamati sekeliling. Sengaja menjaga keamanan bos besar mereka.

"Di sini ... di sini wanita itu dikubur!" ucap pria yang mengaku sebagai ayah Taqi.

"Kamu pikir aku percaya?"

Mata Taqi menatap penuh selidik. Ia juga melirik sekitar. Mencari cela untuk kabur.

"Bagus! Jangan percaya pada siapapun. Meski itu adalah kekuargamu!"

Taqi terdiam. Ketika pria itu menyebut kata keluarga, ia kemudian teringat dengan keluarganya yang penuh kehangatan. Bukan pria di depannya. Muncul tiba-tiba dengan membawa segudang masalah.

"Lalu kenapa kau meninggalkan aku dulu?" tiba-tiba pertanyaan itu muncul dalam benak Taqi.

Pria itu hanya terdiam. Tidak bisa mengatar apapun.

"Kau memang bukan ayahku!" cetus Taqi marah. Karena pria itu tidak bisa menjawab pertanyaan darinya.

"Aku sedang melindungimu," jawab pria itu sambil menyesap cerutu.

Taqi tidak tersentuh sama sekali. Melindungi versi pria itu berbeda dengan versinya. Bagaimana selama ini ia harus menderita, mendapat luka fisik, bullyan, semua rasa sakit dan terhina saat ia kecil, rasanya alasan pria yang mengaku ayahnya itu semakin meyakitkan.

"Jangan bicara omong kosong dan mengarang cerita."

"Terserah, kau percaya apa tidak. Perlu kau tahu ... ini semua demi keselamatanmu."

"Selamat? Di mana kau saat aku harus berdarah-darah di jalan? Itu ... kau bilang selamat? melindungi? Sepertinya ada yang salah dengan anda!" ujar Taqi marah.

Taqi menatap pria di sampingnya, di depan mereka terdapat makam yang tidak terawat. Dan Taqi tidak percaya, itu makam ibunya. Ia juga tidak yakin kalau pria itu adalah ayahnya.

"Aku tahu kau pasti sulit menerima ini. Tapi yakinlah ... aku sedang melindungimu!"

Taqi menepis tangan pria yang mau menyentuh lengannya.

"Singkirkan lengan anda!"

Pria itu hanya bisa mendesis.

"Kau semakin mirip dengan wanita ini!" ucap pria bercerutu sambil melirik ke arah makan di depannya.

Taqi terdiam, disusul dengan pria itu yang kemudian berjongkok dan mecabut rumput di atas makam wanita yang ia akui sebagai ibu kandung Taqi.

Beberapa saat kemudian

Taqi pura-pura ingin buang air, di sana tidak ada toilet. Karena makam itu sudah terbengkalai.

"Tunggu di sini!" pinta Taqi lalu berjalan ke semak di antara pohon tua yang akarnya sudah keluar di atas permukaan tanah.

Padahal Taqi sama sekali tidak ingin buang air. Rupanya ia hanya mengelabuhi orang-orang itu.

Kresek .... Kresekkk ....

Terdengar dedaunan kering yang terinjak. Ternyata Taqi langsung kabur saat mendapat cela.

"Kejar dia!" seru pria yang kapan hari pernah dihajar Taqi.

"Kau tidak pecus!" cibir temannya yang lain.

"Kau pikir aku pria cbul. Mengapa aku memperhatikan pria buang air!" cetusnya marah. Ia terlihat sangat kesal. Entah mengapa, ia tidak suka dengan putra bosnya tersebut.

"Cepat kejar! Kalau tidak ... bos akan marah!"

Dua orang itu pun bergegas mengejar, sembari menghubungi para rekan-rekannya.

Sementara itu, di dalam mobil. Pria itu hanya tersenyum kecut saat mendengar Taqi kabur.

"Lepaskan dia ... jalankan mobil. Pastikan dia aman saat kembali ke mana ke tempat dia tuju."

"Baik, Tuan."

Mungkin pria bercerutu memberikan waktu berpikir bagi Taqi. Sebab sebulan mengurung anak itu, Taqi sama sekali tidak bisa menerimanya. Bahwa dalam darah Taqi, mengalir darahnya. Ia kemudian tersenyum getir.

Halte di dekat makam.

Taqi berhasil lolos, ia terus berlari. Hingga sebuah bus berhenti di sebuah halte. Taqi mendekati sopir, mengatakan bahwa ia sedang dikejar penjahat.

Pertama sopir tidak percaya, tapi ketika melihat dua orang berbadan sangar berlari ke arah bus. Sopir langsung menekan pedal gas.

WUSHHHH ...

Bus melaju kencang. Dua orang yang semula mengejar, sama-sama berhenti. Ketika mendapat seruan bahwa misi usai.

"Sialll!" desis salah satu di antara mereka.

***

Kedutaan besar Indonesia di negara tersebut.

Taqi sudah duduk di suatu ruangan. Ia tidak bisa ke mana-mana karena tidak punya passport, semua dokumen hilang bersama kopernya. Kini, ia berada di kedutaan untuk menunggu jemputan dari keluarganya yang sudah dihubungi lewat telpon yang ia pinjam dari pihak kedutaan.

"Mereka akan tiba beberapa jam lagi," ucap wanita sembari mengulurkan minuman di meja Taqi.

Taqi meraihnya, ia memang merasa kehausan. Lari-larian dengan anak buah pria yang mengaku ayahnya, membuatnya merasa lelah.

"Bila membutuhkan sesuatu, bapak bisa mengatakan pada saya."

Taqi hanya mengangguk pelan, dan pria itu pun keluar. Meninggalkan Taqi seorang diri.

....

Sudah beberapa waktu ia menunggu, tapi belum ada yang datang menjemputnya.

Taqi pun berjalan mendekati jendela, di sana ia dapat melihat mobil anak buah ayahnya. Ia mendesis kesal, tapi tiba-tiba sebuah mobil berhenti tidak jauh dari sana. Abah Yusuf, ummi dan Nada ...

Taqi berguman, "Kalian datang ..."

***

Taqi langsung keluar dari ruangan, mendekati meja wanita yang semula memberinya makanan dan minuman.

"Mereka sudah tiba!" ucap Taqi sambil menatap lift.

Beberapa saat kemudian

Lift di depannya benar-benar terbuka, abah Yusuf muncul pertama kali, diikuti ummi, dan paling terakhir, istrinya. Istri yang bahkan belum sempat ia sentuh setelah menikah.

"Taqi!"

"Ya Allah Taqi!"

Abah dan ummi langsung memeluk anak angkat mereka. Puas berpelukan, mereka pun melepaskan pelukan itu.

Sedangkan Nada, ia berdiri mematung di belakang ummi.

"Nad ..." panggil Taqi.

Nada menundukkan wajah. Mungkin reflect gak ketemu lama, Taqi langsung saja memeluk istrinya itu. Sebuah pelukan pertama setelah mereka menikah.

Nada seketika tersentak dengan sikap Taqi yang tidak pernah seperti ini.

"Aku pikir aku tidak bisa melihat kalian lagi!" ucap Taqi, masih sambil memeluk Nada. Mungkin terlalu nyaman, hingga pria itu mendekap Nada cukup lama. BERSAMBUNG

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!