NovelToon NovelToon
Dosenku, Tamu Pertamaku

Dosenku, Tamu Pertamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dosen
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.dyy

Alysa seorang gadis muda, cantik serta penuh talenta yang kini tengah menempuh studynya di bangku kuliah. Namun, selama dua semester ia memutuskan untuk cuti, demi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tengah bangkrut.

Dalam perjalananya, Alysa harus mendapatkan uang sebanyak 300 juta dalam semalam untuk biaya operasi jantung orang tuanya. Dalam keadaan mendesak, Alysa memutuskan menjadi wanita panggilan. Mengikuti saran sahabatnya, Tika.

Sialnya, pelanggan pertamanya adalah dosen ia sendiri. Hal itu membuat Alysa malu, kesal sekaligus bingung bagaimana harus melayani sang Dosen. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? serta bagaimana hubungan Alysa dengan kekasihnya, Rian. Akankah setelah mengetahui fakta sebenarnya ia akan tetap bersama Alysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.dyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Ini jadilah Milikku Alysa.

Entah apa yang ada didalam isi kepala Alysa malam ini, ia bergandeng tangan secara sadar sepanjang perjalanan dengan Reyhan, tanpa adanya protes sedikitpun.

Anehnya, bayangan Rian sama sekali tidak muncul barang sebentar pun untuk mengingatkan Alysa kalau apa yang ia lakukan dengan Reyhan adalah salah. Sebaliknya, bayangan Rian yang membela Eca saat berada di kampus terus berputar di kepala Alysa.

Salah atau benar, seharusnya Rian berada dibelakang Alysa, harusnya Rian menjadi garda terdepan untuk menguatkan Alysa apapun permasalahannya, bukan sebaliknya. Di depan semua orang dengan sengaja Rian menjatuhkan harga dirinya, dengan Rian berlari ke arah Eca, untuk menayakan keadaan Eca.

"Hei... Kamu mikirin apa?" Reyhan memalingkan kepalanya pada Alysa. "Kenapa diem... Hm?" lanjut Reyhan.

Alysa mengulas senyum. "Bukan apa-apa."

"Everything gonna be oke, Sa." Reyhan memberitahu.

Oke, Reyhan bilang! Apanya yang oke? Setelah semua yang terjadi akhir-akhir ini, bagi Alysa tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya berubah, Rian, Reyhan, pekerjaannya, bahkan tujuan hidupnya. Kepala Alysa bukan lagi hanya memikirkan masalah ekonomi, tapi juga keluar dari lingkaran hidup Reyhan.

Tujuan awal Alysa, malam ini adalah membuat Reyhan marah pada dirinya, karna sikap Alysa yang berani mempermalukan Reyhan didepan keluarga besarnya, kemudian Reyhan membuat keputusan, menyerah, dan memilih meninggalkan Alysa, itu yang harusnya terjadi. bukan sebaliknya, Alysa yang jatuh berkali-kali lipat kepada pesona dosen mudanya.

"Ayo turun." Ajak Reyhan menyadarkan Alysa dari lamunannya.

Reyhan turun dari kursi kemudi, berlari setengah lingkar mobil, kemudian membukakan pintu untuk Alysa.

"Silahkan."

Keduanya cepat berjalan bersisian menuju pintu lift. Reyhan memeluk posesif pinggang Alysa kala menyadari Aysa bersisian berdekatan dengan seorang laki-laki, memunculkan desir aneh dalam dada Alysa.

"Rey, lepasin tangan kamu!" perintah Alysa berbisik ditelinga Reyhan.

"Diamlah, semua ini karnamu juga," ungkap Reyhan.

Alysa mengernyit tidak mengerti. Kenapa Reyhan menyalahkan dirinya. Sejak keduanya masuk lift, justru Reyhan yang terlalu berlebihan dalam bersikap pada dirinya.

Lihat saja sekarang, dengan tidak tahu malunya. Reyhan terus melingkarkan tangan dipinggang Alysa posesif. Padahal, tiga laki-laki asing yang berdiri dibelakangnya sejak keduanya masuk terus memperhatikan Alysa dan Reyhan.

Tidak nyaman pada kencanganya tangan Reyhan merengkuh pinggangnya, Alysa kembali protes. "Astaga... Reyhan."

"Diamlah." Sahut Reyhan ketus.

Alysa menghembuskan nafas lega, kala keduanya lebih dulu turun dilantai Aparteman milik Reyhan. Jari tangan Reyhan menekan beberapa angka, setelah itu pintu terbuka cepat.

"Reyhan." panggil Alysa.

"Ya..."

"Maksud kamu apa, saat kita di lift tadi?" tanya Alysa.

Tangan Reyhan yang tengah membuka jas, terhenti karna pertanyaan Alysa. Tubuh Reyhan berbalik menghadap Alysa.

Alih-alih menjawab pertanyaan Alysa. Sebuah permintaan Reyhan ajukan untuk Alysa. "Bisa tolong bantu aku melepaskan pakaian?" tanya Reyhan.

Alysa mengenduskan nafas kecil, melangkah mendekati Reyhan. Ya ampun, malam ini Reyhan benar-benar tengah mencoba meruntuhkan tembok pembatas Alysa terhadap dirinya.

“Saya tidak suka orang yang ada lift tadi melihat kamu." kata Reyhan.

Alysa yang tengah membuka kancing tangan kemeja Reyhan mengernyit bingung. "Kenapa? Semua orang berhak melihat, dia punya mata Reyhan." tegur Alysa.

"Semua orang punya mata, tapi tidak semua orang bisa menjaga mata Alysa."

"Jadi, menurut kamu, ketiga orang tadi, tidak bisa menjaga matanya? Begitu?" tanya Alysa.

"Tepat sekali."

"Memangnya mereka kenapa?" tanya Alysa.

"Ah... Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi, yang pasti, kamu jangan berpakaian seperti ini lagi." tegur Reyhan.

Alysa mengulum senyum, hatinya berdesir hangat, kupu-kupu diperutnya seolah berterbangan kala Reyhan menyampaikan alasan kesalahan tiga laki-laki asing saat di lift tadi.

"Memangnya kenapa kalau aku pakai, baju seperti ini?" tanya Alysa penasaran.

Alysa bertemu tatapan Reyhan, laki-laki didepan Alysa sekarang ini tampak tenang, namun aura dominasinya sangat kuat terasa oleh Alysa.

"Tidak baik," kata Reyhan cepat, kemudian berjalan menuju kamar untuk menyimpan jam tangannya di meja rias.

"Tidak baik kenapa?" tanya Alysa.

"Ya, tidak baik. Masa kamu tidak mengerti."

Ya ampun Reyhan kenapa terlihat sangat lucu kalau sedang posesif. Alysa tidak mengira kalau Reyhan memiliki gengsi yang tinggi ketika sedang cemburu.

Sebentar, cemburu kata Alysa. Benarkah Reyhan sedang cemburu? Semoga saja dugaan Alysa benar, karna ia sangat senang kalau sampai benar Reyhan terbakar cemburu.

"Enggak. Aku gak ngerti."

Reyhan membalikkan badan cepat, kemudian melempar kemejanya sembarangan. Sehingga membuat tubuh bagian atas Reyhan tidak berbalut kain sama sekali.

Reyhan melangkahkan kaki mencoba mendekat pada Alysa. Semakin dekat Reyhan, maka semakin cepat Alysa mundur teratur dari Reyhan. Tubuhnya, sudah menujukkan alarm berbahaya pada Reyhan.

"Ka..mu mau apa?“ tanya Alysa terbata-bata.

Reyhan tersenyum menyeringai. “Mendekat, biar aku jelaskan, agar kamu ngerti." kata Reyhan.

Bodoh Alysa, kamu sudah sengaja membangunkan singa yang sedang tertidur. Sekarang, lihat akibat dari tindakanmu, kamu yang ketakutan sendiri.

"Aaa..." Alysa yang terus berjalan mundur sampai ia tidak sadar, kalau dirinya sudah menubruk kasur besar dibelakangnya, hingga tubuhnya sempurna jatuh diatasnya.

Alysa menutup mata lega, tubuhnya terselamatkan. Sekarang, tinggal menyelematkan diri dari laki-laki tampan didepannya ini.

"Reyhan... Kamu jangan macam-macam!" peringat Alysa.

Tangan Reyhan terulur mengangkat satu kaki Alysa. Membuat mata Alysa melotot. "Reyhan." sentak Reyhan.

"Aku hanya mau membantu membukakan sepatu." Tidak bohong, Reyhan memang membantu Alysa membuka sepatu, hanya saja, Alysa cara Reyhan mengangkat kaki tepat diatas dadanya, sangat membuat Alysa tidak nyaman.

"Rey... Aku bisa buka sendiri." kata Alysa serak.

"Memangnya kenapa kalau aku yang buka? Sama saja."

Jelas beda, kalau Alysa yang membuka, tinggal berjongkok saja sudah selesai. Bukan seperti sekarang, kedua kaki Alysa diangkat Reyhan kedepan dada Reyhan yang tengah shirtless.

Adegan buka sepatu saja, jika bersama Reyhan terasa sangat lamban. Alysa sudah ingin buru-buru menurunkan kedua kakinya, tapi Reyhan menahannya. Secara sengaja, Reyhan dengan perlahan menurunkan kaki Alysa lamban dari dada menurun hingga perutnya menggunakan, kedua tangannya sendiri.

Cara Reyhan menurunkan kaki Alysa, membuat Alysa mengigit bibirnya, ada perasaan campur aduk yang tidak Alysa jelaskan.

"Sudah." kata Reyhan.

Alysa mengangguk malu. Laki-laki itu berdiri memandang Alysa dari atas. Sedangkan Alysa, ia membuang wajah malu, tubuh Reyhan terlihat sangat panas. Tangan Alysa gatal ingin menyentuh dada sampai roti sobek milik Reyhan yang terpahat bagus diatas perutnya.

"Tunggu sebentar," kata Reyhan. Laki-laki itu berjalan menutup pintu kemudian menguncinya.

Alysa sudah ingin protes. Tapi, lebih dulu Reyhan menyela. "Malam ini, jadilah milikku Alysa." kata Reyhan.

1
Umi Arofah
top
Muhamad Ezar raditya
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
By.dyy: siappp, stayyy yaaa
total 1 replies
Maira_ThePuppetWolf
ceritanya jagat banget thor, author harus lanjutin!
By.dyy: Ditunggu yaa. Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Blue Persona
Thor, saya ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya!
By.dyy: Hai ka, saya sudah up ya. Selamat membaca:)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!