>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 30 . Dimana Davina
Adrian memasuki pekarangan mansion , tentunya dengan beberapa mobil yang senantiasa mengikutinya dari belakang , suasana mansion terasa begitu berbeda saat itu, walaupun seperti biasa para pelayan yang menyambutnya , dengan menunduk seolah enggan untuk menatap wajah dingin Adrian
Adrian mengerutkan keningnya , tak ada penyambutan dari istrinya saat itu , Adrian mengerutkan keningnya , hari itu tak ada senyum menawan sang istri yang selalu menyambutnya disaat dia penat seharian kerja , Perasaannya serasa tidak enak saat itu ketika Davina tak terlihat , Adrian segera berjalan cepat menuju kamarnya
"Davina...!"
Adrian memanggil nama sang istri , hening seolah tak ada kehidupan disana
"Davina , sayang...!" tetap tak ada sahutan , bahkan di semua sudut kamar pun tak ada , Adrian kembali keluar dari kamar dia menuruni tangga dengan tergesa
"Davina...!"
Nihil...di dapur pun Adrian tak menemukan keberadaan sang istri
"Den Adrian...!"
"Bik , dimana Davina...?"
Bik Yati mengerutkan keningnya tanda tak mengerti
"loh...bibik kira non Davina seharian ini bersama den Adrian "
"Maksud bibik..?!"
"Bukankah tadi pagi Aden nyuruh pak Jajang untuk mengantar non Davina kerumah sakit !"
Deg..
Adrian seolah dihantam sesuatu yang berat , dia lupa kalau dia juga seharusnya menyusul Davina tadi pagi
"Aku lupa bik..!"
"Astagfirullah , aden...terus non Davina kemana , kata pak Jajang , non Davina datang kekantor Aden sepulangnya dari rumah sakit !"
"Kekantor...tapi...Sh*t...!"
Adrian baru menyadari sesuatu , dia segera merogoh kantongnya , dan mendapati ponselnya , dia segera menelepon seseorang dan mulai berbicara dengan seseorang disana
" kirimkan rekaman cctv di perusahaan hari ini , sekarang...!"
Dengan rasa panik sekaligus rasa bersalah , Adrian berjalan memasuki ruang kerjanya
"Bos...!"
"Masuklah Frans...!"
"Apa yang terjadi bos , kenapa muka bos tampak suram begitu , ngak dapat jatah dari istri ya ?!"
"Davina menghilang Frans..!"
"menghilang bagaimana , mungkin dia pergi kerumah orang tuanya atau mungkin juga dia pergi shoping dengan teman temannya !"
"Tidak mungkin Frans , aku tahu betul Davina , dia akan selalu memberitahuku biarpun kadang membangkang "
Frans terdiam mendengar apa yang dikatakan Adrian , masuk diakal juga menurutnya
"Lalu kamu tidak mencari tahunya ?"
"Ting...!"
sebuah notifikasi masuk ke ponsel Adrian , dengan tanpa menunggu lama Adrian segera menghubungkan ponselnya dengan laptopnya
keduanya begitu fokus menatap layar laptop tersebut , hingga Dia melihat bagaimana Davina yang cuma berdiri didepan ruangannya , hingga bagaimana Davina yang berlari sambil menangis meninggalkan ruangannya
"Bos..sepertinya seseorang dengan sengaja menghapus rekaman cctv yang berada dilobi perusahaan , kita kehilangan jejak Davina..!"
"sebaiknya kamu suruh anak buahmu untuk mencari keberadaan istriku , sekarang juga...!"
"Baik...!"
Adrian meremas rambutnya , dia begitu frustasi apalagi ponsel Davina yang tidak aktif , bermacam spekulasi bertengger dibenaknya saat ini
"Apakah kejadian ini ada hubungannya dengan mafia black devil ?!"
Adrian menoleh , dia mengepalkan tangannya , dengan penuh emosi dia meninju sesuatu didepannya
"Brakk...!"
meja dihadapan Adrian hancur tak berbentuk , melihat bagaimana kekuatan bosnya Frans bergidik ngeri
"Kalau ini ada campur tangan mereka , maka mereka harus menerima akibatnya !"
"Robert...yah pasti dia tahu sesuatu !"
Adrian dan frans berjalan tergesa menuju keluar mansion , mereka segera menaiki mobil hitam yang sudah terparkir dihalaman
"Kita kemana bos ?"
"ke apartemen dokter robert !"
Tanpa bertanya kembali Frans segera melesatkan mobilnya , membelah lalu lalangnya kendaraan saat itu
Tak memakan banyak waktu mereka sudah sampai di basement apartemen mewah dokter Robert
"Ting..tong...Ting..tong...
Adrian memencet bel dengan tidak sabar , dan ketika pintu terbuka mereka langsung menerobos masuk tanpa si pemilik mempersilahkan terlebih dahulu
"Hei...apa yang kalian lakukan kalian...!"
Dokter Robert menggantung ucapannya , ketika mengetahui siapa yang saat ini berada dihadapannya
"Adrian , kalian...?!"
"Hai dokter robert apa kabar , aku kesini cuma ingin bertanya dan aku harap anda menjawabnya dengan jujur !"
"Katakan..!"
"Dimana istriku...!"
"maksud anda...?!"
karena tidak mendapatkan jawaban , Adrian menodongkan p***ol nya tepat dikepala dokter Robert
"Wait...apa yang anda lakukan Adrian , aku tidak tahu dimana Davina sekarang , karena setelah pemeriksaan pagi tadi , dia pulang tanpa mau diantar oleh Devan yang kebetulan ada bersamaku !"
Adrian mengerutkan keningnya ketika mendengar nama Devan disebut , rahangnya mengeras seketika , karena dia tahu bagaimana sikap Devan kepadanya
"Devan...!"
Adrian berbalik hendak meninggalkan dokter Robert tapi langkahnya terhenti ketika mendengar ponsel dokter Robert berdering , dengan memberi isyarat kepada anak buahnya , ponsel tersebut sudah berada digenggaman Adrian
"Devan...kebetulan sekali !"
Gumam Adrian pelan
"Dasar tamu tidak sopan , kembalikan ponselku Adrian...!"
pekikan dokter Robert tidak dihiraukan Adrian , dengan sengaja dia mengklik tombol hijau dan terdengarlah suara diseberang sana yang sengaja Adrian loud speaker
"Hallo , Robert sekali lagi aku mohon sama kamu , jangan beritahu Adrian si es balok itu kalau Davina saat ini mengandung anaknya , oke...Robert "
Adrian mematikan sambungan telepon tersebut , dia menatap dokter dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya
Dokter Robert menghela nafasnya , tak ada pilihan buatnya saat ini , jujur.. toh bukan dirinya yang membocorkan rahasia ini
"Yes , your wife.. she a pregnant now !"
mendengar itu Adrian terasa sangat bahagia , tapi rasa bahagia itu hilang ketika dia menyadari kalau Davina menghilang dan tidak tahu keberadaannya saat ini
"Percayalah saat mendengar dia mengandung cebong mu , Davina begitu bahagia..!
"Cebong...anak kodok , kamu menyamakan benihku dengan anak kodok !"
Dokter Robert menepuk keningnya , merutuki mulutnya yang asal bicara
"Iya iya maaf , tensi amat jadi orang pantesan saja istrimu kabur !"
"Berarti Davina mendengar sesuatu , lebih tepatnya didepan ruangan mu bos , karena kita melihat dia menangis disana , emang kita membicarakan apa waktu itu ?"
"Sh\*t...sepertinya ini salah paham , Davina mengira kalau aku ada hubungan dengan Alena !"
"makannya bos jadi orang tuh yang romantis dikit , jangan kayak kulkas satu pintu kaku , perempuan itu butuh kepastian , di gantung begitu , emang enak ditinggalin...nyesel kan ?!"
"Frans...!"
Frans menutup mulutnya yang keceplosan , melihat Frans yang tak beda jauh darinya , dokter robert terkikik geli
\*\*
Sementara itu dibelahan bumi sana , lebih tepatnya di sebuah bandara negara S , tampak seorang wanita cantik dan pria lanjut usia yang masih tampak gagah , mereka sedang berbincang serius
"Sweety...opa hanya bisa mengantarmu disini , nanti akan ada seseorang yang menjemputmu "
"Mr , chan maksud opa ?"
"benar sekali , jaga dirimu dan cicit baik baik sweety !"
"pastinya opa , dan opa harus janji untuk merahasiakan keberadaan ku saat ini terhadap siapapun , biarpun itu mama dan papa "
Davina menundukkan wajahnya , rasanya sakit yang dia rasa saat ini , ketika harus menjauh dari semua orang yang dicintainya , tapi inilah pilihannya dan dia harus bisa menghadapinya
#Bersambung...
#Happy reading🙏🥰
"
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗