Tidak ada konflik berat hanya untuk hiburan Thor dan yang mau baca 😅 tidak ada juga tokoh utama wanita tertindas disini, 😂
_______
Persahabatan sudah tidak lagi murni menjadi kisah seorang sahabat ketika rasa cinta mulai menyusup di hati salah satunya.
Mereka adalah Reno Hermanto pria muda, tampan, kaya raya tapi playboy dan suka main wanita semua ia lakukan hanya untuk menyembunyikan rasa cintanya pada Arania Audita Budiman sahabat kecilnya.
Sampai suatu malam di Singapura merubah segalanya. persahabatan yang jadi pernikahan dengan landasan cinta bertepuk sebelah tangan.
Mampukah Reno menjaga Ara tetap di sisinya dan mampukah Ara mencintai Reno?
Selamat membaca, Cheer me upppp untuk yang punya sahabat baik!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 30
Di salah satu restoran terlihat Reno, Hermanto dan Budiman duduk bertiga. wajah Reno terlihat tegas, ia baru saja menceritakan kondisi Ara pada papi dan papa mertuanya. semua terdiam tidak tahu harus berkata apa.
"Jadi saya mohon pada papa dan papi untuk tidak bertikai masalah perusahaan. saya tidak mau Ara ikut stress karena kepikiran konflik kita ini. jadi sejak saat ini saya putuskan mundur dan melepaskan tender besar yang sudah Hermanto Group dapatkan setelahnya papa Budiman mau ambil atau tidak itu terserah" Reno tidak main-main ia sudah cukup mengalah mencoba menengahi kedua orang tua itu. kesehatan mental Ara lebih penting baginya.
"Papi setuju Ren" Hermanto menepuk bahu anaknya seolah memberi dukungan.
"Papa juga setuju, papa tidak akan ambil tender itu. tapi apa Ara sudah tahu semua ini?"
Reno menggeleng, ia mengendurkan dasinya lalu duduk bersandar untuk menopang punggungnya yang tiba-tiba terasa begitu berat.
"Saya akan bicara dengan Ara nanti" kata Reno.
"Lalu sampai kapan kau akan menyimpan sendiri semua ini? Ara harus tahu Ren" kata Budiman.
"Budiman benar sebaiknya cepat atau lambat kau harus memberi tahu Ara agar ada solusi. bayi tabung misalnya" kata Hermanto.
"Dokter bilang cukup sulit Pi, tapi masih memungkinkan hanya saja peluangnya tidak begitu besar"
"Ara....." Budiman terlihat sedih memikirkan nasib putrinya.
"Ren kalau Ara tidak bisa memberimu keturunan apa kau akan meninggalkannya?" tanya Budiman.
"Tidak akan pernah! papa jangan bicara begitu" Reno berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi.
"Sudahlah biarkan dia berpikir dulu, jangan bertanya aneh-aneh padanya kita tahu Reno menyukai Ara sejak kecil jadi kau jangan cemas, aku tahu putraku" kata Hermanto.
***
Reno melangkah cepat menuju kamar, Ara sudah menunggunya sejak tadi.
"Ara maaf aku terlambat" kata Reno sembari membuka pintu kamar.
Ara duduk di tepi ranjang, ia terlihat pucat dan gemetar membaca hasil tes yang ia lakukan dengan dokter Nia. Disana bahkan tertera rinci penyebab Ara sulit hamil serta peluang untuk memiliki keturunan.
Reno melangkah perlahan, dunianya seakan runtuh melihat Ara tidak berdaya di hadapannya banjir air mata.
Reno lupa menyimpan hasil tes itu ia meletakkan nya di atas meja kerjanya pasti Ara mengambilnya tadi. karena di map tertulis mana rumah sakit tempat dokter Nia praktek.
"Maafkan aku Ren" kata Ara lirih.
Reno mengusap wajahnya menahan tangisnya. ia berjalan menghampiri Ara lalu memeluknya erat.
"Maaf aku tidak bisa menjadi wanita sempurna untuk mu" bisik Ara dengan suara parau dan berat.
Reno mengusap punggung Ara dengan lembut. saat ini ia bahkan bisa merasakan detak jantung Ara yang tidak teratur karena emosinya.
"Sayang jangan bicara seperti itu, aku mohon" kata Reno.
"Tapi..."
"Ssttt! semua akan baik-baik saja Ara selama ada aku disisimu kau tidak perlu cemas tentang apapun. dokter hanya manusia ia juga menebak dan memberi prediksi saja tapi ia tidak bisa menentukan apapun!"
Ara menangis di pelukan Reno. sejak dulu Reno selalu menenangkan Ara jika ada masalah. Reno selalu ada untuknya, Ara tidak sanggup membayangkan dirinya akan meminta Reno menikah kembali agar memiliki keturunan.
"Aku bahagia bersama mu Ara, anak adalah bonus untuk kita...hmmm"
Ara menatap Reno, ia melihat ketulusan di mata pria itu. tapi hati Ara tetap tidak tenang dan merasa bersalah. tentunya sebagai pria yang berkeluarga Reno pasti mendambakan keturunan. ia sangat senang saat Ara hamil calon anak pertama mereka. Reno suka dengan anak-anak dan sekarang mungkin Ara tidak bisa memberikannya.
kalau boleh jujur sangat menunggu bonchap dari kakak author.. :)
dan sampai jumpa di karya kak author..ditunggu...