NovelToon NovelToon
The Boss I Hate, The One I Can'T Lose

The Boss I Hate, The One I Can'T Lose

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

​"Gue benci banget sama lo. Tapi kalau lo pergi... gue bisa hancur."
Ini tentang ego yang sama-sama keras kepala, sampai akhirnya sadar kalau kehilangan itu ternyata jauh lebih nakutin daripada ngakuin perasaan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas

Sinar matahari pagi hari Sabtu menerobos masuk melalui celah gorden otomatis di kamar utama penthouse Arsen. Senja terbangun dengan rasa nyeri yang masih tersisa di punggung dan lututnya. Ketika dia duduk di tepi tempat tidur berukuran king size itu, dia baru menyadari keheningan apartemen mewah ini.

​Sabtu. Ini hari libur kantor.

​Senja mengembuskan napas lega. Pikiran pertamanya pagi ini hanyalah satu: pulang. Setelah kegilaan semalam, dia hanya ingin memeluk ibunya, tidur di kamarnya yang sempit namun aman, dan melupakan sejenak bahwa dia adalah target dari musuh-musuh bosnya.

​Menggunakan kaos hitam Arsen yang masih kebesaran, Senja melangkah keluar kamar dengan hati-hati. Di ruang tengah, dia melihat Arsen sudah rapi. Pria itu mengenakan kemeja kasual putih dengan lengan digulung dan celana jins hitam. Dia sedang berdiri menghadap meja konter dapur sambil menuang kopi hitam ke dalam cangkir. Wajahnya tampak segar seolah tidak baru saja menghajar orang di bawah guyuran hujan semalam.

​"Sudah bangun?" tanya Arsen tanpa menoleh, seolah dia punya radar sendiri untuk mendeteksi kehadiran Senja.

​"Pak Arsen..." Senja berjalan mendekat, meremas ujung kaos hitam yang dipakainya dengan canggung. "Karena sekarang hari Sabtu dan kantor libur... gue mau pulang sekarang, Pak. Gue perlu ganti baju juga, dan Ibu pasti nungguin gue."

​Arsen menurunkan cangkir kopinya perlahan. Dia berbalik, menyandarkan tubuh tegapnya pada pinggiran konter marmer, lalu menatap Senja datar.

​"Kamu tidak akan pulang ke rumah kamu, Senja," ucap Arsen, nadanya begitu tenang namun sarat akan titah yang tidak bisa dibantah.

​Senja mengernyitkan dahi, rasa panik mulai merayap kembali di dadanya. "Loh? Kenapa nggak bisa? Semalam kan Bapak bilang cuma buat menginap karena situasi darurat. Sekarang udah pagi, badai udah lewat. Gue nggak bisa terus-menerus di sini, Pak!"

​"Badai belum lewat, Senja Naura. Badai baru saja dimulai," potong Arsen, suaranya merendah, menatap lurus ke dalam sepasang mata gelisah Senja. "Orang-orang semalam yang menyerang kamu bukan penjahat amatir. Mereka dari klan Viper—kelompok yang sudah lama mengincar posisi saya di dunia bawah tanah. Mereka sudah tahu wajah kamu, alamat kamu, dan mereka tahu kamu adalah orang yang menyelamatkan saya."

​Senja menelan ludah dengan susah payah. "Tapi... tapi Ibu gue gimana? Kalau mereka tahu rumah gue, Ibu gue dalam bahaya, Pak! Gue harus pulang sekarang juga buat jemput Ibu!" Senja mulai panik, dia berbalik hendak mencari tasnya yang tersimpan di ruang tamu.

​"Senja, berhenti."

​Suara bariton Arsen yang berat menggema di ruangan, membuat langkah kaki Senja langsung terkunci di tempat. Arsen berjalan mendekat, memangkas jarak di antara mereka hingga dia berdiri tepat di depan Senja.

​"Kamu pikir saya sebodoh itu sampai membiarkan Ibu kamu menjadi umpan?" tanya Arsen, menunduk sedikit untuk menyejajarkan wajah mereka. "Pukul lima pagi tadi, asisten pribadi saya, Genta, sudah menjemput Ibu kamu dari rumah."

​Mata Senja membelalak sempurna. Jantungnya berdegup gila. "B-bapak culik Ibu gue?!"

​Arsen mengembuskan napas pendek, agak gemas dengan tuduhan asistennya itu. "Saya mengungsikannya, Senja. Bukan menculik. Genta membawa Ibu kamu ke salah satu vila peristirahatan pribadi keluarga saya di daerah Bogor. Tempat itu dijaga oleh tim keamanan terlatih dua puluh empat jam. Di sana ada fasilitas medis lengkap untuk memeriksa kondisi kesehatan Ibu kamu juga."

​"Tapi... tapi gimana cara Bapak jelasin ini ke Ibu gue? Ibu gue pasti curiga!" tuntut Senja, suaranya agak serak karena cemas.

​"Genta memberi tahu Ibu kamu kalau kamu mendapatkan reward paket liburan keluarga dari Malik Media karena kinerja kamu yang luar biasa. Ibu kamu sangat senang dan langsung bersedia ikut," jelas Arsen datar, tanpa ekspresi bersalah sedikit pun. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Ibu kamu aman di sana. Dan satu-satunya cara agar dia tetap aman adalah kamu tetap berada di sini, bersama saya."

Senja tertegun. Kepalanya mendadak pening menerima semua informasi ini. Di satu sisi, dia merasa sangat lega karena ibunya aman dari radar para mafia jahanam itu. Tapi di sisi lain, Senja sadar bahwa dia baru saja dijebak masuk ke dalam sangkar emas milik Arsen.

​"Jadi... gue harus tinggal di sini? Sampai kapan, Pak?" tanya Senja lirih, menatap kaos hitam Arsen yang melekat di tubuhnya, menyadari betapa dia sekarang sepenuhnya bergantung pada pria ini.

​Arsen maju satu langkah lagi, membuat Senja refleks mendongak. Arsen mengulurkan tangan kanan kekarnya, jemarinya bergerak sangat lembut menyelipkan anak rambut Senja ke belakang telinganya, menyentuh kulit pipi Senja yang perlahan merona merah akibat kedekatan mereka.

​"Sampai saya selesai membersihkan semua tikus-tikus itu dari kota ini," bisik Arsen tajam, matanya berkilat posesif yang amat pekat. "Selama kamu di sini, patuhi semua kata saya. Jangan mencoba kabur, jangan mencoba bertingkah bodoh. Paham?"

​Senja tidak bisa menjawab. Dia hanya bisa mengangguk pelan dalam kepasrahan. Di bawah tatapan elang Arsen yang mengunci seluruh kesadarannya, Senja tahu bahwa liburan hari Sabtunya kali ini tidak akan pernah sama lagi. Dia kini resmi menjadi milik sang tiran—baik untuk dilindungi, maupun untuk dicintai dengan cara yang berbahaya.

1
Arya Suluran
bagus banget jalan ceritanya
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!