NovelToon NovelToon
GLOW UP PADA WAKTUNYA

GLOW UP PADA WAKTUNYA

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Savana Alifa

"Gak tahu malu! Lo gak ngaca? Lo itu jelek, gendut, item lagi! Bisa-bisanya mimpi mau jadi pacar Alder."

Suara sumbang itu terus terlontar dari banyaknya murid yang mengelilinginya, melemparnya dengan kertas bahkan dengan botol air mineral kosong.

Dimana letak kesalahannya? Gadis bernama Jasmine itu hanya mencoba menyatakan perasaannya pada pemuda bernama Alder, tapi ternyata di situ lah awal kehancurannya.

Mendapat perlakuan buruk dan bullying dari teman-teman sekolahnya, tak lantas membuat Jasmine menyerah. Meski nyaris tak waras, ia berhasil merubah dirinya. Dari seekor itik, menjadi angsa cantik!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI TINGGAL

"Kamu cape gak?" Tanya Alder, mereka tengah berada di parkiran apartemen. Alder dan Jasmine tak kembali ke perusahaan, mereka memutuskan untuk pulang.

Dan jahatnya, mereka meninggalkan Oryza yang entah dimana rimbanya. Kata Alder, tinggalkan saja Oryza, nanti juga pulang sendiri.

"Emangnya kenapa?" Jasmine balik bertanya.

"Aku lapar sayang," Alder merengek, sebelah tangannya mengusap perut. "Aku gak makan siang gara-gara panik nyariin kamu."

"Astaga, Al. Kenapa gak bilang? Ya udah turun dulu, aku masakin." Padahal ia sendiri pun melewatkan makan siangnya karena galau, rasa lapar kalah dengan rasa sakit hati yang tadi menggebu-gebu.

"Beneran? Kamu gak cape kan?"

Jasmine menggeleng, melepas set belt yang masih melingkar di tubuhnya, "Badan gak cape, cuma hati aja yang cape."

"Maaf," Alder yang tahu diri sudah membuat Jasmine kabur tak hentinya meminta maaf.

"Belum lebaran," ledek Jasmine menirukan kata-kata yang selalu Alder ucapkan saat ia minta maaf.

Alder tertawa, mencubit pipi Jasmine dengan gemas. Ia lalu buru-buru turun karena Jasmine pun sudah turun. Gadis itu tampak menggerutu karena pipinya di cubit.

Alder tak ingin jauh dari Jasmine, ia terus menggenggam tangan gadis itu. Sesekali ia melotot ke arah pria yang kedapatan menatap Jasmine. Ia tak suka Jasmine di tatap sedemikian rupa oleh pria lain.

"Kenapa sih kamu cantik banget?" Kata Alder tiba-tiba.

Jasmine menoleh, "Karena kalau aku jelek kamu juga gak akan mau."

"Bahas itu lagi, kalau di suruh milih, mending kamu kaya dulu aja. Aku gak rela ada laki-laki lain yang melihat kamu dengan tatapan kagum."

"Dih, begitu. Kalau aku kaya dulu, pas aku jalan sama kamu semua orang pasti ngira aku pembantu kamu, bukan pacar kamu."

"Gak akan ada yang ngira kaya gitu, kalau perlu aku umumin ke semua orang, biar mereka tahu kamu itu pacar aku. Di hadapan dunia aku mendeklarasikan cinta aku ke kamu. Atau aku bawa poster, kalau Jasmine itu miliknya Alder!"

Jasmine menahan senyum, meski masih kesal, tapi sayangnya dia cinta.

"Aku berubah kaya gini juga awalnya karena kamu. Karena rasa sakit hati aku dan rasa kecewa aku ke semua orang, aku sempat gak mau keluar rumah. Aku mau sembunyi aja dari dunia, tapi dari rasa sakit itu aku berhasil bangkit dan berubah seperti sekarang ini. Ini juga berkat produk dari perusahaan kamu, karena itu aku jadi marketing terbaik. Karena selain memasarkan produknya, aku juga memakainya sendiri."

"Hebat banget pacar aku, makin cinta deh," Alder menarik Jasmine, melingkarkan tangannya dengan posesif di pinggang ramping gadis itu.

"Modus," celetuk Jasmine.

***

"Lah, mana mobilnya? Kok hilang? Astaga, apa jangan-jangan mobilnya di curi orang?" Oryza yang baru saja kembali dari warung celingukan, mencari mobil mewah milik Alder yang tak ada di tempat parkir semula.

Panik, tentu saja ia panik. Sepuluh tahun gaji pun ia tak akan mampu mengganti mobil itu. Alder pasti marah besar, bagaimana kalau dia meminta ganti rugi atas kelalaiannya meninggalkan mobil?

Harusnya ia tak meninggalkan mobil itu, menjaga mobil itu dengan segenap jiwa raganya. Tapi karena haus, ia pergi ke warung. Di warung, ibu-ibu mengajaknya mengobrol ngalor ngidul, niatnya hanya lima menit, akhirnya jadi Enam puluh menit.

Dengan langkah kaki tergesa, Oryza menuju tempat dimana ia menemukan Jasmine. Mereka pasti masih mengobrol di sana, begitu pikirnya.

Padahal hari mulai gelap, sial mobil itu malah hilang.

"Al, Nara ..." Panggilnya saat tak mendapati siapapun di sana. Ia bahkan sampai mengelilingi kursi yang tadi di duduki Jasmine, melihat ke kolong kursi lalu mengelilinginya lagi, "Jasmine dan Alder juga ikut hilang? Astaga..." Pekiknya.

Panik karena mengira mobil mewah itu hilang, otaknya jadi buntu. Ia tak bisa berpikir dengan benar.

Dengan tubuh lemas, Oryza duduk pasrah. Bibirnya bergerak-gerak menahan tangis. "Bagaimana ini? Mobil hilang, Alder dan Jasmine juga hilang? Kalau keluarga Alder dan Jasmine minta ganti, aku harus cari duplikat mereka dimana?"

Mata sipitnya mengerjap, sepertinya ia menyadari sesuatu, "Mobil hilang? Alder dan Jasmine juga hilang? Tunggu tunggu tunggu, ini aku yang bodoh atau gimana? Bisa aja mereka ninggalin aku kan? Sial!"

Pria berkaca mata itu lalu merogoh ponselnya, ingin menghubungi Alder atau Jasmine untuk memastikan sesuatu.

***

"Oryza nelpon aku, Al," kata Jasmine seraya memperlihatkan layar ponselnya pada Alder. "Dia pasti panik nyariin kita. Ish, ini gara-gara kamu. Kalau dia marah kamu ya Al yang harus tanggung jawab."

"Kenapa jadi aku sih sayang? Dia itu udah gede loh, gak usah terlalu di pikirin. Kalau dia mau pulang pasti pulang sendiri. Kalau jatuh juga pasti bangun sendiri," jawab Alder dengan entengnya. Pria itu bahkan membuka pintu apartemen dengan begitu santai.

Jasmine berdecak, ia lalu menggeser tombol berwarna hijau di layar ponselnya.

"Halo, Za," sapa Jasmine lebih dulu.

"Jasmiiiiiiiiiiiine, kamu dimana? Jangan bilang kalian ninggalin aku di sini?"

Suara pekikan itu membuat Jasmine sontak menjauhkan ponsel dari telinganya.

"Oryza! Aku gak tuli," kata Jasmine. Ingin kesal tapi ia juga yang salah meninggalkan pria itu tanpa kabar apapun.

"Kamu gak tuli, tapi gila. Tega-teganya ninggalin aku di sini?" Oryza kesal, dari suara Jasmine yang terdengar baik-baik saja, ia tahu Alder dan Jasmine sengaja meninggalkannya. Itu artinya mobil itu juga tak hilang, melainkan di bawa Alder.

"Maaf, jangan salahin aku. Salahin Alder tuh, aku udah bilang buat cari kamu dulu tapi kata dia kamu udah gede, kamu bisa pulang sendiri," jelas Jasmine. Ia melirik Alder yang tampak tertawa, benar-benar terlihat menyebalkan. Ternyata Alder punya sisi kejahilan.

"Hey, seenggaknya jangan bikin aku kaya orang stress nyariin mobil sama nyariin kalian. Aku sampai panik banget takut di suruh ganti mobil yang hilang, belum lagi kalian yang ikut hilang."

"Iya iya, maaf. Besok aku traktir buat nebus rasa panik kamu. Gimana?" Jasmine mencoba bernegosiasi, lagi pula, Oryza tak pernah bisa marah terlalu lama padanya.

"Beneran yah? Awas aja kalau mangkir! Untung aja bawa uang cash, kalau enggak aku gak bisa pulang."

"Kan bisa numpang naik truk yang lewat, Za. Gak usah manja," celetuk Alder yang menguping pembicaraan Jasmine dan Oryza.

Di seberang sana Oryza mengomel, namun Alder mengambil ponsel Jasmine lalu mematikan sambungan telponnya.

"Al, dia bisa tambah ngamuk nanti," kata Jasmine.

"Biarin aja, nanti aku sogok pake bonus. Mandi sana, terus masakin aku makanan enak," Alder mendorong pelan Jasmine, menggiring gadis itu menuju tangga agar segera membersihkan diri di kamarnya.

1
Cut Dini
boncap donk Thor 😢,tentang oryza seenggaknya sedikit kelanjutan dr Al dan Jasmine setelah nikah
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
lemah banget MC cewenya Thor aturan pas dion bertekuk lutut dia juga ikutan klo mmng gak mau dari pada blm move on
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ya salah jasmine juga aturan pemasaran aja sama² ada gaji yg di surabaya aja masih bisa hidup kok....
jadi ya gini dech
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
harusnya PD lagi karna dah langsung kan tandanya PD juga
Intan Marliah
Luar biasa
Elina Vilania
kasih MC cowoknya yang lain ya thor jangan sampe mc cowoknya alder
Sari Utami
Ceritanya terbilng seru, tapii aku masih di episod 1 next lnjut besok deh bacanya. Semangat thor
winda aulia
sumpah..baru kali ini baca novel berasa jadi pemeran utamanya..🤣
Cut Dini: iya sist 🤣
total 1 replies
Siti Chusnulhotimah
kurang greget karena ,TDK ada kisah Oriza terkait ayah biologis raga
Siti Chusnulhotimah
kurangajar jg Oriza kalo memang tulus cinta sama yasmin dan berniat menceraikan nya harusnya jangan di unboxing,, itu namanya habis manis sepah di buang
Citraleka Dhami
ketahuan o' oww🤣
Helen Nirawan
pusing baca ny , isi.dr cerita ini tuh pagi siang malam., tiap.detik menit , cuma sakit hati , kecewa , gk.jauh2 itu doank , bs gk seh kasi bahagia gt
Helen Nirawan
benci liat alder , bs ngancam doank trus bs apalagi nyakitin jasmine , merasa hebat lu , brani ny ama cewe , banci
Helen Nirawan
kan di blg jg apa , apain blk ke surabaya , ketauan kan , itu temen ny jg ember apain ngadu2 ke alder biarin aj dia frustasi , bodo amat , sukurin , bos tp mulut gk di sekolah in , malu2 in aj
Helen Nirawan
hrs ny jgn blk.ke surabaya , cari kota laen.lah ,
Helen Nirawan
amit2 dasar siluman curut ( lili ) kampret , lu jgn merasa cantik , klo ngaca tuh di jurang sono , najis ,gw sumpah in , lu yg jd burik , item , dekil,bau, gembrot , jerawatan , kaki gede sebelah 😈😈
슈가
Luar biasa
Abinaya Albab
pdhl Lily merasa dirinya cantik & Jasmine jelek ngapain juga takut bersaing mpe segitu mulut jahatnya...toh si cowo' juga gk nanggepi Jasmine juga kn,heran sama si lily
Dwi Nuryani
Luar biasa
Halimatussa'diyah 04
sebenernya muak bngt bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!