NovelToon NovelToon
Kita Dan Masa Lalu

Kita Dan Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Vera Herawati

Ini adalah kisah tentang dua insan yang sangat jauh berbeda, tetapi jatuh cinta.

Takdir menyedihkan menimpa keduanya selama hidup sampai Mahapatih Candrakumara Dewananda dan Putri Balqis Humaira Azhari meninggal dalam pesakitan memperjuangkan cinta untuk melampaui sekat-sekat agama dan sosial.

Tapi...

Kisah Candrakumara dan Balqis kembali terjalin dengan inkarnasi modern mereka. Candrakumara terlahir kembali sebagai Garalt Zayn Mahesa, seorang bintang film yang sangat menawan. Dan Balqis terlahir kembali sebagai Aneska Zoya Raveena, seorang gadis cantik nan lugu yang bermimpi menjadi seorang aktris besar. Semesta mempertemukan mereka kembali.

Dapatkah mereka mencegah tragedi yang sama terjadi pada diri mereka? Atau justru takdir pahit itu akan terulang lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

Hari mereka terasa begitu singkat sehingga sekarang malam telah menyapa. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Zayn dan Zoya memilih untuk mampir ke sebuah Cafe yang baru saja buka sekaligus mencoba kopi yang ada di sana.

Cafe ini masih sepi, mungkin karena baru buka jadi belum banyak yang tahu. Kedatangan Zayn dan Zoya membawa berkah yang sangat besar bagi pemilik dan pegawai Cafe karena mereka bisa meminta Zayn dan Zoya untuk mempromosikan Cafe mereka.

"Kamu tahu--" Belum selesai Zayn bicara, Zoya sudah memotong ucapannya dengan jawaban yang sangat membuat Zayn geram.

"Nggak."

"Ya kan aku belum ngomong."

"Oh iya maaf," ucap Zoya seraya nyengir yang membuat Zayn ingin sekali menaboknya.

"Kamu tahu--"

"Nggak."

"Ngomong sekali lagi gue tabok beneran juga lu," ucap Zayn dengan tangan terkepal.

Zoya hanya tertawa ngakak melihat kelakuan Zayn yang menggemaskan itu. Dia tidak takut sama sekali karena dia tahu bahwa Zayn tidak akan pernah menyakitinya.

"Yaudah, apa?" tanya Zoya dengan masih ada sisa ketawa.

"Aku cuma pengen bilang ini aja ... jadi jangan terlalu dipikirin dan jawab aja langsung."

"Iya."

"Di film yang kita tonton tadi, si laki-laki nyelametin ceweknya dan meninggal."

Zoya mengangguk dengan wajah sedih karena masih teringat film yang baru saja mereka tonton di bioskop. "Iya bener."

"Maksud aku, hal itu mungkin aja terjadi. Tapi kalo aku meninggal kayak gitu, apa yang bakal kamu lakuin?" tanya Zayn.

"Aku bakal nyusul kamu."

"Heh! Maksud kamu apa mau nyusul aku?! Kamu udah gila?! Dan kamu harus mikir dulu sebelum jawab," ucap Zayn.

"Tadi kamu bilang langsung jawab aja dan nggak usah dipikirin."

"Tapi tetep aja, siapa orang yang ngejawab kayak gitu seakan-akan dia disuruh pergi ke warung?" ucap Zayn sedikit kesal karena Zoya bisa mengatakan itu.

"Kalo kamu hidup, aku harus hidup sama kamu. Dan kalo kamu mati, aku harus mati sama kamu," ucap Zoya dengan santai seraya menyeruput kopinya yang mulai dingin.

"Kamu itu beneran bodoh atau gimana, sih? Kamu tahu kan cowok itu meninggalnya kenapa? Cowok itu meninggal karena nyelametin cewek itu. Cowok itu pesen buat terakhir kalinya, 'Please listen to my request. Promise that you will live and you will not give up. Live, and find someone who can make you happy until you age,'" ucap Zayn seraya sedikit mengutip dialog dari film yang mereka tonton.

"Apa kamu juga mampu kayak gitu? Kalo aku nggak ada di dunia ini lagi, apa kamu mau ketemu orang lain dan hidup menua bahagia sama dia?" Bukannya menjawab, Zoya malah menyerang balik.

Zayn terdiam. Berusaha memutar otaknya untuk menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan berbahaya Zoya.

"Iya. Pasti aku bakal ngelakuin itu," jawabnya pada akhirnya. Jawaban itu hanyalah alibi agar Zoya mau mengatakan hal yang sama dengannya.

"Kamu bakal ngelakuin itu?" tanya Zoya tak percaya dengan apa yang dikatakan Zayn.

"Kamu juga harus kayak gitu." Zayn lalu terdiam sebentar dan kembali menyambung ucapannya. "Kalo memang sesuatu terjadi sama aku ... kamu harus hidup. Jangan menyerah. Semua hal yang baik, yang indah, milikilah semua itu."

Zoya merasa sedikit takut dan ngeri mendengar apa yang Zayn ucapkan.

Zayn tu lagi membuang perangai kah napa? Mananakutnya, batin Zoya dengan bahasa Banjar yang artinya 'Zayn itu lagi buang perangai atau gimana? Bikin takut aja'.

"Kamu kenapa, Zayn? Kamu bilang kamu cuma pengen ngomong ini aja, tapi kenapa kamu serius gitu? Apa ada sesuatu yang terjadi sama kamu?" tanya Zoya.

"Aku bilang kan 'kalo' itu terjadi. Tolong janji. Kalo terjadi sesuatu sama aku, kamu jangan mikir yang nggak-nggak. Sampai akhirnya ... kamu bakal hidup dengan baik."

Zoya terdiam sebentar. "Aku nggak bisa."

"Kenapa?"

"Kalo aku janji, rasanya ada hal berbahaya yang akan terjadi."

"Karena itu aku bilang 'kalo'."

"Gimana 'kalo' atau apapun itu, aku nggak suka itu!" ucap Zoya sedikit meninggikan nada bicaranya.

Zayn menghela napasnya. "Jadi? Kamu nggak mau janji sama aku?" tanyanya.

"Nggak."

"Beneran kamu nggak mau?"

"Aku nggak mau!"

Zayn terdiam. Mereka kemudian pulang tanpa saling bicara satu sama lain. Lebih tepatnya, Zayn tidak mau bicara dengan Zoya.

"Kamu nggak mau megang tangan aku sekarang?" tanya Zoya pada Zayn fokus dengan setir mobil.

Zayn hanya diam tanpa ada niat sedikit pun menjawab ucapan Zoya.

"Kamu nggak mau bicara sama aku lagi?"

"Berjanjilah."

"Apa? Kamu bahas itu lagi? Aku bilang, aku nggak mau. Kenapa aku harus janji kayak gitu?" tanya Zoya.

"Semuanya bakal terulang, Zoya."

"Hah? Terulang? Apa yang bakal terulang?"

Zayn lagi-lagi tidak menjawab pertanyaannya dan itu membuat Zoya sangat bete.

"Jangan ngomong sama aku. Aku juga nggak mau ngomong sama kamu," ucap Zoya yang putus asa.

Zayn mengantar Zoya ke apartmennya dan langsung melajukan mobilnya untuk pulang setelah Zoya keluar dari mobilnya.

***

Di kamarnya, Zoya berusaha untuk memejamkan matanya tetapi dia sama sekali tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan tentang ucapan Zayn dan Zayn yang tidak mau bicara dengannya.

Karena lelah memejamkan mata dan tidak tetap tidak bisa tertidur, akhirnya Zoya bangun dan duduk di tempat tidurnya dengan mata berkaca-kaca. Dia menghela napasnya lalu menangis meratapi nasibnya yang seakan-akan lebih menyakitkan dari seorang anak tiri.

Setelah puas menangis, Zoya pergi ke dapur dan mengambil sebotol anggur dari kulkasnya. Ibunya yang baru saja turun dari kamarnya terkejut melihat kelakuan anak gadisnya itu.

"Ada apa ini?" tanya Devi-ibu Zoya saat melihat putrinya menengguk segelas anggur.

"Mama mau minum? Eh aku lupa, Mama nggak bisa, kan? Mamaku udah tua, kan?" tanya Zoya yang sudah mabuk.

"Enak aja Mama dibilang udah tua. Anakku yang cantik, silahkan minum semampu kamu. Mama tau kamu itu bahkan nggak kuat minum, tapi kamu masih suka minum," ucap Devi seraya menuang segelas air putih ke dalam cangkir lalu kembali ke kamarnya.

Meskipun sudah sangat mabuk, Zoya tetap menuangkan anggur itu ke dalam cangkir lalu meminumnya. Hingga tanpa dia sadari, dia menghabiskan satu botol anggur itu sendirian. Ini adalah rekor minum terbanyak baginya, karena biasanya dia hanya minum paling banyak 3 gelas.

Saat pagi menyapa dan matahari masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, Zoya terbangun dari tidurnya dengan kepala yang sudah tidak pada tempatnya. Zoya terbangun dengan kaki yang berada di atas bantal.

Dia bangun dengan rambut yang sangat acak-acakan dan mascaranya yang sudah luntur kemana-mana akibat menangis.

Dengan setengah sadar, gadis itu pergi ke dapur lalu menuangkan segelas air hangat dan meminumnya.

"Mama mau ke mana?" tanya Zoya saat melihat Devi telah berpakaian rapi.

"Mama mau ke supermarket buat belanja bulanan," ucap Devi.

Zoya hanya mengangguk mendengar itu seraya menengguk air hangatnya.

"Mama heran sama kamu, ya. Padahal kamu itu sekolah sampe SMA tapi kenapa bisa sampe kayak gitu? Mama aja yang cuma sampe SD kelas 6 nggak segitunya tuh. Setelah ngeliat kamu tadi malam, rasanya kamu itu harus kuliah. Belajar itu penting," ucap Devi lalu segera pergi.

Emangnya aku ngapain tadi malam?, batin Zoya.

Tiba-tiba kilasan tentang apa yang dia lakukan tadi malam muncul begitu saja di kepala Zoya. Dia berjalan menuju ruang tamu dan melihat dirinya di sana dengan kelakuan seperti orang gila. Bernyanyi tidak jelas, naik ke atas meja sambil tertawa, hingga menangis dan memanggil-manggil nama Zayn.

Zoya hampir terjatuh melihat itu, apa yang dilihatnya itu adalah ingatannya tentang apa yang dia lakukan tadi malam. Dengan sesegera mungkin dia berpegangan pada tiang yang ada di sebelahnya.

Gadis itu menggeleng lemah seraya meyakinkan dirinya bahwa dia tidak pernah melakukan itu. Karena sudah tidak kuat lagi, Zoya berlari ke kamarnya dan segera mengambil handphonenya yang tergeletak di atas kasur lalu mengecek riwayat panggilan.

Dia semakin terkejut saat melihat 30 riwayat panggilannya yang tidak di jawab. Setelah itu, dia menoleh ke atas kasur dan melihat dirinya yang sedang marah-marah karena Zayn tidak menjawab teleponnya hingga membuat gadis itu harus meneleponnya berkali-kali tetapi teleponnya tetap tak kunjung dijawab.

Zoya terjatuh di lantai setelah melihat itu di bayangannya. Dia kemudian membuka aplikasi whatsapp dan melihat pesannya pada Zayn yang sama sekali tidak dibaca laki-laki itu. Zoya menutup mulutnya tidak percaya bahwa dia sudah memaki-maki Zayn dalam pesan itu.

Zoya menarik rambutnya karena frustasi atas apa yang telah dia lakukan tadi malam saat mabuk berat.

Setelah itu dia pergi ke kamar mandi dan menyikat giginya. Tetapi bayangan itu kembali menghampiri dirinya saat dia melihat ke arah cermin. Gadis itu berteriak karena terkejut.

Ini adalah yang paling parah, saat dia keluar dan terus menekan bel apartmen Agam yang membuat laki-laki itu terpaksa terbangun dari tidurnya. Kemudian dia mengeluarkan semua keluh kesahnya dengan Zayn pada Agam yang sama sekali tidak tahu-menahu.

Sekarang, Zoya sudah tidak dapat menahan rasa malunya lagi. Gadis itu membenturkan kepalanya ke dinding beberapa kali sebagai bentuk protes terhadap apa yang telah dilakukannya.

***

**Bersambung...

Buang perangai\= ciri-ciri orang mau meninggal**

1
Ade Manis

Next up. 😉
Semangat untukmu. 😊

Salam manis dari STILL IN LOVE. 💖
Ade Manis
4 like tertinggal mendarat. 😊
Ditunggu kelanjutannya. 😉

Salam manis dari Still In Love. 😊
AngghyShifah_chy
lanjut dong thor ngegantung nih😍😍😍😍😍
veraaa: Udh di up yaa tapi masih review😊
total 1 replies
AngghyShifah_chy
modusnya itulohhhhhhh😜😜😜😒😒😒😒😒
AngghyShifah_chy
kok cerita Zoya yg laper itu kek adegan di film legend of the blue sea sih???
veraaa: Ide cerita aku emng terinspirasi dari sana dan aku bikin dengan alur versi aku sendiri. Jadi mohon dimaklumi kalo ada kemiripan di beberapa part ya hehe
total 1 replies
AngghyShifah_chy
gila,gila,gila bwanget udah bisu,buta tuli pula,dibayar berapa itu artis ngetopnya hahahah😅😅😅😅😂😂😂😂
Rindu Pelangi
mampir kak
Auriell Zeta
Bagus kak❤

maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya...
An Hayme
Hi thor aku mampir kesini bawa like vote dan rate untukmu.
Semangat menulisnya
Salam dari LOVATY
Reni
kok bisa mimpi kerajaan?
veraaa: Baca terus part selanjutnya yaa
total 1 replies
Dhea Amelia S S
Bagus dan seru banget kak ceritanya.. Ceritanya juga hampir mirip sama legend of the blue sea.. Tapi lebih seru dan lokal semangat kak
cucu kakek
masih enjoy bacanya
cucu kakek
mulai mmampir
cucu kakek
sabar
Little Peony
Semangat ya thor ❤️
Little Peony
Halooo thor
veraaa: Hallo juga
total 1 replies
mamah wangda
terinspirasi dari hom Santi hom Yach 🙏🙏🙏😁😁😁
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sekapuk Berduri
hallo kak jika berkenan mampir kecerita pertamaku juga.. terimakasih💕
reni
Kok Zayn bisa mimpi keajaan Majapahit ...?
hmmm...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!