Ini novel pertama ku,smoga suka
"tuan tolong hentikan,ssshhh sakit...."
Pria bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Delia, dia membawa delia masuk kedalam kamar nya dan menghempaskan tubuh delia ke atas ranjang yang berujuran king size
"tolong bantu aku hhmmmm,aku akan membayar untuk pelayanan mu malam ini "
Silahkan mampir dicerita ku ini, smoga pada suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aspriyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Gilang mendorong troli nya ke arah yang dari tadi dilihat oleh Delia,dengan wajah yang sudah memerah Delia menarik troli dari tangan gilang . Membuat Gilang melihat wajah Delia, dia tersenyum dan mendekatkan tubuh nya pada Delia.
"beli lah ,jika kau ingin beli. Aku akan menemani mu ,aku juga ingin beli sesuatu . Kau bisa pilihkan ?" ucap Gilang seperti berbisik pada Delia.
"Aku rasa ibu juga perlu kita belikan,aku kesana dulu. Kau pilih untuk mu dan ibu,aku mau lihat milikku disana " ucap Gilang tanpa melihat wajah Delia yang sudah memerah.
Melihat gilang berjalan jauh ke arah lain,Delia pun dengan cepat memilih beberapa brra dan underware. Dia juga memilih beberapa untuk nyonya Lena, dia tau ukuran milik nyonya Lena karena sudah sebulan lebih dia membantu nyonya Lena mandi dan berpakaian.
Gilang mengintip dari salah satu rak pakaian dalam milik pria ,dia tersenyum melihat Delia yang sudah mengambil beberapa pakaian dalam . Tanpa menyadari kalau ada penjaga toko yang ikut memperhatikan nya sedari tadi,seorang penjaga wanita itu pun mendekati gilang dan menepuk pundak gilang agar gilang sadar.
"Maaf tuan,dari tadi saya perhatian anda mengintip wanita itu . Apa beliau kekasih anda ? atau calon istri?" tanya penjaga itu saat mata nya bertatapan dengan gilang.
"Hhmmm....ya,kira kira seperti itu . Kenapa ?" ucap Gilang dengan nada kesal.
"Maaf kan saya, tapi jika wanita cantik itu adalah kekasih atau calon istri atau bahkan istri tuan. Kami memiliki baju tidur couple untuk pasangan, ada yang seksi ada juga yang biasa . Anda mau lihat ? Anda bisa memberikan nya sebagai hadiah pada wanita cantik itu " jelas penjaga toko itu dengan sopan dan ramah .
Gilang mengernyit kan dahi nya sebentar,kemudian dia tersenyum dan menganggukan kepala nya. Dia suka akan hal itu,dia pun menyuruh penjaga toko itu membungkus yang seksi dan yang biasa. Di pisah untuk pria dan wanita, dia memilih cukup banyak.
Penjaga toko itu tersenyum senang ,karena dia berhasil membuat gilang membeli pakaian yang dia tawarkan. Setelah membungkus semua nya, gilang mendekati Delia yang sedang memilih brra yang terlihat seksi . Dia seperti enggan untuk mengambil nya, niat nya ingin memberikan nya pada maya sebagai ucapan terima kasih.
"ambillah apa yang kamu mau " bisik Gilang membuat Delia terkejut,dia melepaskan brra yang dia pegang .
"kenapa ? ambillah, aku yang bayar. Lain kali kamu tunjukkan pada ku hhmmm" ucap Gilang lagi dengan pelan, dia membuat Delia terkejut.
"ngghhh....tadi aku berniat membelikan untuk Maya karena sudah membantu ku mendapatkan pekerjaan di rumah tuan muda " jelas Delia dengan wajah memerah nya kembali.
"Ya sudah,beli beberapa. Untuk mu dan untuk Maya, aku yang bayar hhmmm" ucap Gilang sambil menghirup aroma tubuh Delia dari leher nya .
Delia yang merasa sedikit risih memilih untuk mengambil beberapa saja ,dia ngak mau berlama-lama di samping gilang hingga akhirnya mereka membawa semua belanjaan ke kasir.
Gilang membayar semua nya dengan kartu milik nya ,dia mempergunakan wajah Delia yang kembali memerah karena malu harus membeli dalaman . Gilang hanya tersenyum tipis,dia mengambil beberapa bungkusan yang sudah di letakan oleh kasir di atas meja .
"Ayo.....kita ke lantai tiga " ucap Gilang,dia masih bisa menggenggam tangan Delia walaupun banyak bungkusan yang dia pegang .
Delia hanya mengikuti nya, dia mengambil beberapa bungkusan dari tangan gilang setelah nya mereka berjalan bersama hingga sampai didepan toko bakery yang bertuliskan "ratna".
Gilang masuk lebih dulu,terlihat seorang wanita paruh baya dengan wanita muda sedang berbicara dan menatap ke arah Gilang saat pintu terbuka.
"Gilang? hhmmm.....ada apa kesini ?" tanya wanita paruh baya ,mata nya melirik ke arah Delia sebentar dan kembali menatap wajah gilang .
"Ibu pengen kue buatan tante,biasa tante " jawab gilang dengan santai,dia melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Delia membuat Delia senang tapi hanya sebentar saja karena tiba-tiba gilang merangkul pinggang Delia dengan lembut .
Delia menatap ke arah Gilang, dia tak percaya jika gilang semakin menyentuh nya disana sini. Jantung nya kembali berdebar dengan cukup keras membuat Delia semakin terasa sesak,wajah nya semakin memerah.
"Kamu mau yang mana sayang ? Kue milik tante ratna sangat enak,makanya ibu suka sekali " ucap Gilang dengan pelan,tapi masih didengar oleh ratna dan anak nya.
"Aku....aku ngak tau ,hhmm menurut mu yang mana ?" ucap Delia dengan pelan,dia merasa bingung harus memanggil apa pada gilang saat ini.
"Hhmmm....ini,ini dan ini . Semua nya enak kok " jawab gilang sambil memeluk Delia dari belakang
Tubuh Delia tersentak,tapi dia tetap berusaha untuk tenang. Dia merasa kalau gilang sedang memainkan sandiwara ,karena sedari tadi baik ratna maupun anak nya memperhatikan apa yang mereka lakukan.
"Ini lang,sudah tante siapkan . Kamu mau yang mana lagi hhmmm?" ucap ratna dengan tatapan masih memperhatikan wajah Delia,Delia terlihat tersenyum saat mata mereka saling beradu
"kami mau yang ini ,ini dan ini tan"jawab gilang sambil menunjuk yang dia katakan pada Delia tadi, ratna pun memanggil staff nya agar membungkus apa yang diminta oleh Gilang.
"Lang,apa kabar ibu mu ? sudah sembuh ?" tanya ratna dengan pelan
"Sudah tan, ibu sudah sehat semenjak di rawat oleh Delia. Delia seperti obat untuk ibu " jelas Gilang dengan senyuman lebar di bibir nya membuat ratna dan anak nya terdiam,mereka ngak pernah melihat gilang senyum selebar ini.
"Syukur lah,maaf kalau tante ngak sempat menjenguk ibu mu lagi . Jadi wanita ini perawat ?" ucap ratna ,dia penasaran dengan Delia karena perkataan dan sikap Gilang berbeda
"Ini Delia,perawat sekaligus calon istri aku tan" jawab gilang yang masih memeluk pinggang Delia
"Oh....benarkah? selamat kalau begitu,jangan lupa undang undang tante kalau menikah nanti ya " ucap ratna dengan senyuman ramah dibibir nya.
"Siap tan,doain aja kami segera menikah. Karena Delia masih belum mau menerima lamaran ku" ucap Gilang ,mata nya menatap ke arah mata Delia yang sudah melotot.
"Oh ya? masih ada wanita yang menolak mu ternyata ya ,padahal selama ini para wanita ingin menjadi istri mu sampai mereka melakukan hal bodoh agar bisa menjadi wanita mu" ucap ratna sambil terkekeh, dia mengingat ucapan nyonya Lena saat menceritakan mengenai wanita yang mencari perhatian dan menjebak gilang dengan cara mereka yang terbilang ekstrim
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘