NovelToon NovelToon
Bencana Sihir

Bencana Sihir

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Tentang Ulama, di benak Tumang ialah seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan. Tanpa sayu, parau dan Lelah memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya. Seperti perkataan Malaikat Jibril, “Ulama adalah Pelita dunia dan akhirat.”
Selain berkelana mencari dambaan hati, Tumang juga selalu berusaha memperbaiki diri dan berusaha sabar, Ridha dengan apa yang di dapat dari karunia Allah serta selalu berbuat Kebajikan. InsyaAllah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tasbih pemberian Tumang

Butet merasakan desakan mencekik di lehernya, seolah-olah kehadiran makhluk itu melenyapkannya dari dunia ini. Dia berjuang keras, mencoba membebaskan diri, tapi kekuatannya semakin melemah. Bayang-bayang gelap menyerbu pikirannya, mengisinya dengan ketakutan dan keputusasaan.

Seketika, cahaya putih bersinar dari balik bayang-bayang. Sebuah tasbih putih bersinar terang, memancarkan aura yang memukau. Butet memegangnya dengan erat, merasakan ketenangan dan kekuatan dari dalam. Dengan teriakan terakhirnya, dia meneriakkan doa dalam hati.

Makhluk itu mundur, terbakar oleh cahaya suci yang dipancarkan oleh tasbih. Butet merasakan dirinya terlempar keluar dari kapal, mendarat di pantai dengan kelelahan yang menghantamnya seperti gelombang yang memecah batu.

Dia merangkak menjauh dari pantai, menjauhi kapal yang menyimpan misteri dan bahaya. Meskipun dia berhasil selamat dari ancaman mengerikan itu, tetapi rasa takut dan trauma akan terus menghantuinya, mengingatkannya pada malam yang tak terlupakan di laut yang gelap.

Butet terduduk di pantai, menatap kegelapan laut yang gelap gulita. Hatinya berdebar kencang, pikirannya terus memutar ingatan akan pengalaman mengerikan di kapal tersebut. Dia merasakan getaran dingin merambat di tulang belakangnya, mengingatkannya pada bahaya yang baru saja dihadapinya.

Dengan perlahan, dia bangkit berdiri, mencoba menenangkan diri. Kaki gemetar saat dia berusaha untuk bergerak, tapi tekadnya tak tergoyahkan. Dia tahu dia harus meninggalkan pantai itu segera sebelum kegelapan benar-benar melahapnya.

Menggunakan sisa-sisa kekuatannya, Butet mulai menjauhi pantai, memasuki hutan belantara yang gelap. Cahaya remang-remang bulan yang tersembunyi di balik awan memberikan sedikit pencerahan di sekitarnya, tapi tetap saja, suasana itu membawa ketakutan yang menghantui.

Langkahnya terhenti saat dia mendengar suara desiran di semak-semak. Jantungnya berdegup lebih kencang, matanya berusaha memperhatikan setiap gerakan di sekitarnya. Namun, tak ada yang terlihat kecuali bayangan yang menyeramkan.

"D-d-didengar s-siapa di-sana?" desis Butet, suaranya bergema di antara pepohonan. Namun, tak ada jawaban kecuali suara angin yang bertiup pelan.

Dia melanjutkan langkahnya dengan hati-hati, tetapi rasa ketidakpastian terus menghantuinya. Setiap suara kecil membuatnya melompat ketakutan, setiap bayangan membuatnya merasa seperti sedang dikejar oleh sesuatu yang tak terlihat.

Tiba-tiba, dia terjatuh ke dalam lubang yang tersembunyi di bawah semak-semak. Tubuhnya terbanting ke tanah dengan keras, membuatnya terengah-engah kesakitan. Saat dia mencoba bangkit, dia merasakan sesuatu yang aneh di bawah kakinya.

Butet menatap ke bawah dan mengerang ketakutan saat dia menyadari bahwa dia tidak sendirian di dalam lubang itu. Mata yang bersinar di kegelapan menatapnya dengan ganas, gigi-gigi tajam terlihat di bibir yang melengkung ke arahnya.

"J-j-jangan... jangan dekat-i-i-i!" teriak Butet, mencoba merangkak mundur dari makhluk itu. Namun, langkahnya terhenti saat dia merasakan tangan kasar meraih kakinya, menariknya ke dalam kegelapan yang mencekam.

Dengan teriakan terakhirnya, Butet mencoba bertahan, mencoba melawan kekuatan yang lebih besar dari dirinya. Tetapi, kegelapan itu menelannya dengan rakus, menyimpannya di dalam rahasia yang gelap dan misterius.

Butet terjebak dalam kegelapan yang mencekam, terpisah dari dunia luar yang penuh dengan ketakutan dan penderitaan. Dia merasakan dirinya terhanyut dalam kekosongan gelap, tak tahu lagi apa yang akan terjadi padanya.

Dalam kegelapan yang menyelimuti pikirannya, dia mencoba memanggil pertolongan dari mana pun yang mungkin. Doanya terdengar seperti seruan terputus-putus di lautan kegelapan, namun dia tidak kehilangan harapan. Dia tahu bahwa di tengah kegelapan itu, masih ada cahaya yang menuntunnya.

Tiba-tiba, cahaya kecil mulai muncul di kejauhan. Butet merasakan harapan membara di dalam dirinya saat cahaya itu semakin mendekat, memancarkan sinarnya yang hangat dan menenangkan. Dia mengikuti cahaya itu dengan setiap tetes keberanian yang tersisa dalam dirinya, berharap dapat mencapai titik terang di ujung kegelapan.

Setelah berlari-larian melalui labirin gelap yang mengancam, Butet akhirnya mencapai titik terang. Dia keluar dari kegelapan, menyambut sinar matahari yang menyinari wajahnya dengan hangat. Namun, kegembiraannya segera berubah menjadi ketakutan saat dia menyadari di mana dia berada.

Dia berada di tengah-tengah sebuah desa yang tampaknya terlantar. Bangunan-bangunan retak dan tertutup debu berdiri di sekitarnya, memberikan kesan bahwa tempat ini telah lama ditinggalkan oleh penghuninya. Butet merasa seperti dia telah masuk ke dalam mimpi buruk, di mana waktu telah berhenti dan kehidupan telah mati.

Namun, ketakutan Butet semakin bertambah saat dia menyadari bahwa dia tidak sendirian di desa itu. Bayangan-bayangan gelap mulai muncul di antara bangunan-bangunan, mengintai dengan niat yang tidak jelas. Dia merasa dirinya seperti mangsa yang terjebak di dalam permainan makhluk-makhluk yang tidak kasat mata.

Dengan langkah-langkah gemetar, Butet mencoba meninggalkan desa itu, tetapi setiap kali dia berusaha bergerak, dia merasa seolah-olah kekuatannya terkuras habis. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin yang tak berujung, di mana setiap jalan keluar tampaknya ditutup oleh kekuatan yang lebih besar dari dirinya.

Dalam keputusasaan yang melanda, Butet memejamkan mata dan mencoba memanggil Tumang, berharap bahwa temannya itu akan mendengar seruannya dan datang menyelamatkannya dari malapetaka ini. Namun, hanya hening yang menyambutnya, kecuali suara gemuruh angin yang bertiup di antara bangunan-bangunan yang terbengkalai.

Butet merasa dirinya semakin terperangkap dalam kegelapan dan penderitaan yang menyelimuti desa itu. Dia tahu bahwa untuk selamat, dia harus menemukan jalan keluar dari labirin yang mencekam ini, namun di tengah ketakutan dan keputusasaan, harapan semakin memudar.

Dengan tekad yang masih tersisa, Butet memutuskan untuk menjelajahi desa itu lebih lanjut, meskipun ketakutan masih merajalela di dalam hatinya. Dia berjalan melalui jalan-jalan yang sunyi, melihat-lihat bangunan yang terabaikan dengan hati-hati.

Di sepanjang perjalanan, dia merasa seperti ada sesuatu yang mengawasinya dari kegelapan. Bayangan-bayangan gelap terus mengintai di antara reruntuhan, membuatnya merasa seolah-olah tak pernah sendirian. Butet terus bergerak maju, mencari tahu rahasia yang tersembunyi di balik desa terlantar ini.

Saat dia mendekati pusat desa, dia melihat sebuah bangunan yang tampaknya masih utuh di tengah-tengah kekacauan. Sebuah bangunan tua dengan pintu kayu besar dan jendela-jendela kusam menatap ke arahnya dengan kesan yang misterius.

Butet memutuskan untuk mendekati bangunan itu dengan hati-hati, berharap bisa menemukan petunjuk atau jawaban atas misteri yang menyelimuti desa ini. Saat dia mendekat, dia merasakan ketegangan yang semakin meningkat di udara, seolah-olah sesuatu yang ganas sedang menunggu di balik pintu tersebut.

Dengan hati-hati, Butet membuka pintu kayu yang berat, mengungkapkan kegelapan yang menyelimuti ruangan di dalamnya. Dia masuk dengan langkah ragu-ragu, menatap sekeliling dengan waspada.

Di dalam ruangan itu, dia melihat sesuatu yang membuatnya terperangah. Di tengah-tengah ruangan yang gelap, sebuah sosok berdiri dengan tegak, menatapnya dengan mata yang bersinar dalam kegelapan. Wajahnya tertutup oleh bayangan, tapi aura kejahatan yang menyelimuti tubuhnya begitu terasa.

"Siapa... siapa kamu?" desis Butet dengan suara gemetar, berusaha menahan ketakutannya.

"Ssst... jangan takut, Butet. Aku adalah penunggu desa ini. Aku telah menantimu," suara itu menggema, membuat bulu kuduk Butet merinding.

Butet mencoba untuk mundur, tetapi kakinya terasa terpaku di tempat. Dia merasa seperti terperangkap dalam jalinan kekuatan yang tidak bisa dia lawan.

"Sialan! Kamu tidak bisa melarikan diri dari sini," bentak sosok itu tiba-tiba, membuat Butet merasa semakin terjebak dalam cengkeraman kegelapan.

Dalam keputusasaan yang melanda, Butet mencoba memanggil keberanian terakhirnya. Dia menggenggam tasbih putih yang masih terang di tangannya, berharap bahwa cahaya suci yang dipancarkannya bisa mengusir kegelapan yang menyelimutinya.

"Dengan kekuatan yang ada padaku, aku mengusirmu!" teriak Butet, memancarkan cahaya suci dari tasbih itu.

Sosok itu menjerit kesakitan, terbakar oleh cahaya yang dipancarkan oleh tasbih Butet. Dengan keberanian yang masih tersisa, Butet melarikan diri dari ruangan itu, berlari secepat mungkin keluar dari desa terkutuk itu.

"Argghh!!!"

1
Sipah
👍
Cika
pendukung setia Tumang
Orchid
menyala boss Que 🔥🔥🔥🔥/Angry//Angry//Angry//Angry/
Gofar
orang ganteng nggak takut hantuuu
Titian 🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
Zero
terseret dalam aliran yang gelap dan mencekam, dihadapkan pada misteri dan ketegangan yang tak terduga. detail-detail yang menggigit, dan saya merasakan adrenalin memuncak saat mengikuti petualangan karakter-karakter yang menghadapi ancaman supranatural. Tidak hanya itu, tetapi juga terpesona oleh pengembangan karakter yang mendalam, yang membuat saya merasa terhubung dengan perjuangan dan ketakutan yang mereka alami. Bahkan setelah cerita berakhir, bayangan-bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang terus memikirkan apa yang benar-benar terjadi di balik setiap kejadian. Ini adalah pengalaman membaca yang lengkap dan memuaskan bagi penggemar cerita horor, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang penulis akan ciptakan selanjutnya.
Senam santai klub 🍸👯🎶
Sungguh, tak ada kata-kata yang bisa cukup untuk menggambarkan betapa dramatis dan memikatnya cerita ini! Setiap halaman dipenuhi dengan emosi yang menggebu-gebu, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang penuh dengan intrik dan konflik yang mendalam. Ketegangan antara karakter-karakter utama begitu kuat, dan konfrontasi-konfrontasi yang mereka hadapi memompa adrenalin saya hingga mencapai puncaknya. Saya merasa seperti sedang menonton drama epik yang dipenuhi dengan kegembiraan, kesedihan, kebencian, dan cinta yang begitu kuat sehingga membuat saya terhanyut dalam lautan emosi yang tak terduga. Tidak hanya itu, tetapi penulis juga berhasil menghadirkan latar belakang yang begitu kaya dan mendalam, memperkuat konflik internal dan eksternal yang dihadapi oleh setiap karakter. Saya bisa merasakan intensitas dari setiap keputusan yang mereka buat dan konsekuensi yang harus mereka hadapi sebagai akibatnya. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus terpikat oleh cerita ini, memikirkan tentang nasib para karakter dan pertempuran-pertempuran yang mereka lalui. Ini adalah salah satu karya yang akan saya simpan dalam ingatan saya untuk waktu yang sangat lama, sebagai pengingat akan kekuatan cerita yang bisa merangkul dan memukul jiwa manusia. next up
crafmay💠
Saya tidak bisa menahan napas saat membaca cerita ini! Dari awal hingga akhir, ketegangan dan rasa takut terus menggigit saya, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang gelap dan mencekam. Setiap adegan diisi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Penulis berhasil menciptakan atmosfer yang begitu tebal sehingga saya bisa merasakan kehadiran kegelapan di sekeliling saya bahkan ketika saya hanya membaca kata-kata di atas kertas. Saya juga sangat terkesan dengan karakter-karakter yang begitu kompleks dan mendalam. Mereka tidak hanya menjadi korban dari cerita horor ini, tetapi juga memiliki lapisan-lapisan emosi dan kehidupan yang membuat saya merasa terhubung dengan mereka. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus memikirkan tentang dunia yang telah diciptakan oleh penulis, mencoba mencerna semua twist dan plot twist yang mengguncang ekspektasi saya. Ini adalah salah satu pengalaman membaca yang paling intens dan memuaskan bagi saya, dan saya tidak sabar untuk membaca karya-karya lain.
Pak popon
Setiap adegan dipenuhi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam alur cerita yang gelap dan tak terduga. Saya tidak bisa melepaskan diri dari teka-teki yang dihadirkan oleh penulis, dan setiap kali saya pikir saya sudah tahu apa yang akan terjadi, twist dan plot twist baru mengguncang ekspektasi saya. Hal ini membuat saya terus ingin membalik halaman dan menelanjangi rahasia yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Bahkan ketika cerita sudah berakhir, saya masih terus memikirkan karakter-karakter dan latar belakang mereka, mencoba menyusun potongan-potongan puzzle untuk memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Keseluruhan, pengalaman membaca ini tidak hanya menegangkan dan mencekam, tetapi juga sangat memuaskan dan membuat saya ingin kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Penulisnya benar-benar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pembaca dan menjaga mereka terlibat dalam cerita hingga halaman terakhir.
Vensa 🍇grape
terus dihantui oleh ketegangan yang memikat dan atmosfer yang begitu gelap. Setiap adegan dipenuhi dengan ketegangan yang membuat bulu kuduk saya merinding, dan saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang mencekam dan menakutkan. Deskripsi tentang kejadian-kejadian supranatural dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketakutan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah menutup buku, bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, dan saya merasa sulit untuk tidur dengan tenang malam ini. Penulisnya benar-benar memiliki bakat dalam menciptakan kisah-kisah yang menggugah imajinasi dan merangkai detail-detail yang begitu mengerikan. Saya bisa merasakan getaran horor yang menggelora bahkan setelah cerita berakhir. Sungguh pengalaman membaca yang memuaskan, meskipun juga mencekam dan menegangkan!
Area zona
bulu kuduk saya merinding dari awal hingga akhir. Narasinya begitu menghantui dan atmosfernya begitu gelap, sehingga saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang gelap dan menakutkan. Setiap deskripsi tentang kejadian misterius dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah selesai membaca, bayang-bayang cerita ini masih menghantui pikiran saya, membuat saya sulit untuk tidur dengan tenang malam ini.
Hanum Anindya
Tumang!
Balung seharusnya suruh dzikir saja biar nggak ketasukan setan atau apa gitu. jangan biarkan jiwa kita kosong apalagi saat kondisi kita dalam ketakutan seperti itu. Tukang dan teman teman seharusnya kalian baca surat pendek saja biar para setan nggak bisa mendekati kalian.
Hanum Anindya
Baca komentar semuanya maaf saya simpulakn sendiri, seharusnya Tumang dan teman teman yang masih hidup minta bantuan pak ustad supaya bencana sihir yang dilakukan oleh setan setan bisa dimusnahkan.
Hanum Anindya
Aku heran banget sama tulisan kakak😊🙏, kalau baca tulisan kakak hatiku meleleh banget, sempurna banget secara tulisan yang kakak buat. pantes lah kalau tulisan kakak bagus 👍, semangat terus ya kak. maaf jarang komen dan nonggol sibuk di dunia nyata dulu, sampai pekerjaaan di dunia maya terbengkelai. tapi jujur banget kadang kangen baca tulisan tulisan kakak yang penuh semangat.

Maaf ya kak🙏😊💕
Area zona
terbawa suasana dengan narasi yang mendalam tentang kegelapan yang mengancam seluruh desa. mau jerit tapi udah kolot. ntar liat orang q jadi terkesan lebay. tapi memang edisi horor versi level 3.
Kalender Merah
aliran gelap dan keputusasaan yang menghantui desa terpencil itu. Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan mencampur adukkan darah kebusukan si Kliwon dan Boncel!
namun juga menegaskan bahwa kegelapan itu tidak terkalahkan. Selain itu, interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dengan pembaca dibawa pada perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan keberanian yang tersembunyi. Kesimpulannya, komentar tersebut berhasil menarik perhatian pembaca dan membangun suasana yang mencekam.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
penggambaran yang kuat tentang kegelapan yang mengancam dan perjuangan Butet untuk menemukan cahaya di tengah-tengahnya, pembaca dihadapkan pada konflik yang mendalam antara keberanian dan ketakutan. Interaksi antara Butet dan nek Sirih juga menambahkan dimensi baru pada cerita, mengundang spekulasi tentang rahasia yang tersembunyi di dalam rumah tua itu.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
gambaran yang horor tentang desa terpencil yang terkutuk, di mana kegelapan dan misteri menguasai setiap sudutnya. Dengan Butet menjadi korban terbaru dari kegelapan yang menghantui, suasana ketakutan semakin menyelimuti pembaca, membangkitkan rasa ingin tahu dan ketegangan yang mendalam.

Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan memberikan dorongan pada narasi, namun nasibnya yang tragis menegaskan bahwa kekuatan jahat itu tidak terbendung. Suara-suara mengerikan yang menggema dari rumah tua yang terkutuk menambah lapisan ketegangan yang mencekam, sementara ketidakberdayaan warga desa yang terperangkap dalam cengkeraman kegelapan menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin.

Interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah kompleksitas pada cerita, dengan kehadiran tokoh tua tersebut memberikan nuansa yang lebih dalam terhadap rahasia yang tersembunyi di balik kegelapan itu. Ketegangan mencapai puncaknya ketika suara gemuruh yang menakutkan kembali menggema, memotong keheningan malam dengan kekerasan yang menakutkan, meningkatkan ketidakpastian dan kecemasan pembaca.

Dengan setiap langkah yang diambil Butet dalam usahanya untuk melawan kegelapan, pembaca merasakan ketegangan yang semakin memuncak, sementara suara tawa jahat Kliwon dan pengikutnya menggema di antara bayangan-bayangan gelap, menambah ketakutan yang menyelimuti pikiran.❤️
keke kenya
menggambarkan suasana misteri dan ketakutan yang menghantui desa terpencil. Cerita itu membangun ketegangan dengan baik dan menunjukkan perjuangan Butet dalam menghadapi kegelapan yang mengancam. Tersirat juga konflik internal Butet dalam memutuskan langkah selanjutnya, terutama ketika dia berinteraksi dengan nek Sirih.
keke kenya
Sungguh menegangkan! Saya merasa seperti ikut terseret ke dalam kegelapan yang menakutkan bersama Sirih. Bayangkan betapa mencekamnya situasi Sirih, dikejar oleh kegelapan dan ketidakpastian di setiap langkahnya.
Sirih harus benar-benar kuat untuk bertahan menghadapi semua ancaman yang muncul dari kegelapan. Di bab ini si Butet liat si nenek menapak di atas tanah nggak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!