" Eh em wek . "Seorang pria tua sedang batuk di pembaringan Ranjang rumah sakit VVIP
Seorang pria tua yang sebatang kara tanpa ada penerus dan hanya para bodyguard yang senantiasa menemani dihari tuanya.
Pria kaya raya. Orang terkaya di nomer dua di dunia. Melewati masa tuanya yang hanya kesendirian. Pribadi pria itu. Tak pernah dipublikasikan kepada publik. Karena ada Sesuatu masa lalu yang menyakitkan. Dimana dia yang masih menjadi pria miskin yang penuh dengan kekerasan kepada istri kecilnya hingga sang istri meninggal dunia di tangan sendiri. Karena tak sengaja dia membunuh dua nyawa yang ternya sang istri sedang mengandung bayinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDATANGAN
Meskipun mereka orang kaya sekaligus. Winda tidak akan pernah diam saja. Dia adalah wanita yang di didik dengan banyak kasih sayang dan materi oleh ayahnya.
Sampai di kamar dia membuka bungkusan makanan itu.Disana ada makanan cepat saji dan beberapa kentang goreng tak lupa soda kaleng .
Winda yang tidak pernah memakan makanan tidak sehat itu merasa dunianya runtuh.Dengan terpaksa dia memakannya.Karena bagaimanapun dia sangatlah lapar.
Tak memerlukan waktu lama semua makanannya dia habiskan tanpa tersiksa.Lalu dia membuangnya di tempat sampah kamar tamunya.
Karena waktu sudah larut malam.Dia mandi dan memakai baju tidur dengan setelan celana panjang dan juga baju lengan panjang berbahan satin miliknya.Dengan merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menyelimuti dirinya dia langsung menuju alam mimpi tanpa merasa khawatir karena pintu kamar dan balkon kamarnya sudah dia kunci dari dalam semua.
Sedangkan di negara lain.
Bella sedang bersiap siap memasukan satu persatu kopernya.Hingga dia merasa terlalu capek.Membuat William menjadi serba salah dan gugup karena tiba tiba Bella tidak sadarkan diri.
Membuat mereka akan mengabari keluarga sana.Bahwa keberangkatan mereka akan di undur sehari dari jadwal yang mereka tentukan.Karena keadaan Bella yang begitu lemah.
Sedangkan saat ini.Bella sedang istirahat dikamar dan sungguh merasa bersalah karena dia mereka harus tinggal sehari lagi.
Di negara lain
Tepatnya ayam sudah kembali berkokok karena di pagi hari.Entah ada angin apa.Tiba tiba seseorang mengetuk pintunya.Karena ini di negara dan kediaman orang lain.Winda pasrah dan membuka pintunya.
Didepannya ada Rayan yang sedang berdiri tegap dengan hanya bertelanjang dada saja.Tanpa pikir dua kali dan ucapan atau ngobrol.Dia menarik Winda dengan kasar dan cepat ke bagian dimana di sana ada kamar pria itu.
" Kita harus lanjutkan sandiwara kita."Kata rayan karena wanita gila itu pagi sekali baru pukul 05:30 sudah berdiri di luar gerbang kediaman utama Castello saat ini.Dengan terpaksa Winda mengikuti kemauan pria yang ada di hadapannya sendiri .
Pukul 07:30 pagi.
Majikan yang tinggal di mansion utama sudah bangun dan bersiap siap.
Barulah nona Wijaya dipersilahkan masuk.Disini dia harus mengikuti peraturan saat bertamu.Karena kalau dia sampai mengganggu kenyamanan istirahat pemilik mansion ini.Dia akan dituntut ke pengadilan karena di sini banyak kamera pengawasan setiap sudutnya.
Saat nona Wijaya sudah masuk ke pekarangan mansion dia merasa takjub dan suka dengan suasana dan juga rumah megah itu.
Siapa yang tidak bangga tinggal di sini.Apalagi menjadi salah satu pemilik kediaman tersebut.Saat pembantu mengajaknya masuk ke ruang tamu yang begitu besar dan megah.Tak lupa diLantai dua berjajar jajar kamar pemilik tempat ini.Langsung menghadap ke ruang tamu yang luas.Di pojokan sana ada ruang makan yang di atas meja sudah ada berbagai masakan untuk sarapan.Saat dia melihat orang yang duduk di kursi itu tak lain mantan calon mertuanya membuat dia mengerutkan dahinya.Satu persatu penghuni mansion tersebut keluar dari kamar masing masing dilantai dua.
Pertama nenek aster dan juga anak serta menantu angkatnya turun.Di ikuti cucu dari anaknya itu.Baru putrinya nyonya aster dan tuan castello.Tak berselang lama keluar dari satu pintu dari kamar yang cukup mencolok yaitu Rayan dengan setelan kantornya tapi berbeda dengan Winda yang masih memakai baju tidurnya.Tapi dia juga sudah mandi karena rambutnya yang sedikit basah karena memang disuruh orang gila itu.
Membuat nona Wijaya menjadi marah dan cemburu dengan wanita yang baru turun dengan Rayan saat ini.Semua penghuni mansion melihat kedatangan nona Wijaya tapi tidak satupun ada yang menyapanya.
Rayan dan Winda turun bersama dan langsung duduk di kursi ruang makan.Saat semua mau sarapan.Tibalah nona Wijaya ikut duduk manis disalah satu kursi yang kosong.Lalu nyonya aster berbicara dengan ketus.
" Seekor tikus mengganggu pandanganku." Ucapnya dengan nada kerasnya.Hingga beberapa pelayan masuk kedalam dan melihat nona Wijaya yang sedang duduk lalu menarik pergelangan tangan nona Wijaya hingga dia jatuh tersungkur di lantai.
" Maaf,anda bukan bagian dari Castello.Anda dilarang keras makan bersama keluarga besar." Ucap salah satu pelayan itu.
" Karena apa tidak boleh.Sedangkan empat oran itu boleh."Ucap nona Wijaya dan menunjuk keluarga mantan calon mertuanya.Empat orang yang ditunjuk hanya diam saja.Melanjutkan sarapan mereka.
Saat melihat orang yang ditunjuk nona wijaya.Salah satu pelayan itu melihat lalu menunduk dengan takut karena kata nyonya aster mereka adalah keluarga besan atau mertua tuan mudanya.
Lalu salah satu pelayan mengatakan alasannya,kenapa keempat orang itu boleh sarapan dengan mereka.
"Karena mereka mertua tuan aster."Jawab salah satu pelayan yang lebih muda.Mendengar jawaban dari pelayan itu mereka memandang wanita yang masih memakai piyama tidurnya itu.Dan melihat dengan jelas siapa wanita yang dikenalkan aster sebagai istrinya.Dan ternyata dia adalah putri satu satunya keluarga Lesmana yang berada di negara lain.
Saat dia mengingat nama wanita itu.Dia langsung berkata.
"Winda," Gumamnya yang masih didengar oleh orang yang dipanggil.
Mendengar namanya dipanggil dia langsung menoleh dan meletakan alat makannya .Lalu mengatakan sesuatu yang membuat nona Wijaya menjadi salah tingkah.
" Aku masih ingat dan menyimpan bukti perselingkuhan mu dengan orang yang seumuran denganmu.Dan masih disimpan kakak dengan rapi.Jangan membuat kami merasa tersinggung." Ucap Winda dengan tegas lalu menyeka mulutnya dengan tisu.Bertanda dia sudah selesai sarapan.Tidak berlangsung lama Rayan juga sudah selesai makan.Lalu mengatakan sesuatu yang membuat Winda menyemburkan rona merah di pipi karena malu.Ini sandiwara tapi kenapa harus didepan semua orang apalagi dia tidak tahu soal kedatangan keluarganya saat ini.Membuat dia sangat malu,Apalagi saat Rayan mencium keningnya membuat Winda menatap mata Rayan dengan tajam.Melihat respon Winda membuat dia merasa lucu dan sangat gemas hingga mencubit pipi Winda saat itu.Semua orang tertawa dan ada yang senyum.Apalagi kakaknya saat ini ikut tersenyum.
Saat Rayan melangkah ke ruang tamu,Winda ikut melangkah dibelakangnya dan mengantarkan sampai ke bagasi mobil.Membuat dia memegang kepalanya karena pusing.Jujur dia merasa pusing pagi ini.Entah kenapa tapi dia merasakan saja.Semua interaksi itu disaksikan oleh nona Wijaya yang ikut mengejar sampai ruang tamu.Saat melihat Winda yang tiba tiba pusing membuat nyonya aster siap siaga.Dan menghampiri Winda di pintu masuk mansion.Saat sampai di depan Winda,Nyonya aster berkata yang membuat semua merasa heran,Karena perkataannya.
"Sayang,apa si kembar sedang berkembang." Tanya nyonya aster yang membuat Winda heran .Si Kembar maksudnya apa coba,Dasar Mak sosialita ini