NovelToon NovelToon
KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:186.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ismasama

Setelah terpeleset kulit pisang, Nadia pindah memasuki dunia sebuah novel. Ia menempati tubuh kakak tiri dari pemeran utama wanita.

Kakak tiri ini tokoh jahat yang tergila-gila pada Pemeran utama pria. Memaksa pemeran utama pria menjadi tunangannya, Mengatur kegiatan, membuntuti, mempermalukan, dan melabrak semua teman wanita yang mendekati tunangannya. Perilakunya membuat semua orang termasuk keluarganya membencinya.

Pemeran utama pria muak padanya dan diam-diam jatuh hati pada pemeran utama wanita yang lembut. Mengetahui hubungan mereka, Kakak jahat merencanakan kecelakaan untuk membunuh pemeran utama wanita.

Tapi rencananya terbongkar. Tak hanya diusir dari keluarga, wanita jahat itu dijebloskan ke penjara selama 10 tahun, lalu mati dan mayatnya dimakan anjing.

Nadia bertekad untuk merubah nasibnya. Memutuskan pertunangan lebih awal dan ingin membalas dendam pada mereka yang menyakitinya.

Tapi paman pemeran utama pria mulai mengganggunya.

"Gadis, ayo kita menikah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismasama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MARAH

Liam sedang mengenakan jasnya.

"Kau bilang dia membuat perusahaan game?" pandangannya tak percaya.

Dika mengangguk. "Ya bos. Perusahaannya sudah didaftarkan. Itu dua hari lalu. Ini laporannya." Dika menyimpan laporannya di atas meja. Liam datang dan dengan penuh minat memeriksanya.

Menarik. Ia fikir gadis itu hanya berinvestasi pada beberapa orang teman kampusnya. Rupanya ia berniat serius sampai membuat perusahaan sendiri. Sebelumnya Nadia bahkan berinvestasi pada sutradara tak dikenal yang selalu gagal. Liam merasa gadis itu sedang bermain-main dan belajar berbisnis. Tidak apa-apa kalaupun itu gagal. Setidaknya gadis itu mendapat hikmah dan pelajaran penting agar lebih berhati-hati di masa depan. Liam dapat terus menyokongnya sampai gadis itu berhasil berbisnis.

Liam mulai berfikir untuk memberikan gadis itu 10 miliar lagi untuk belajar.

"Bagaimana dengan kontrak 10 miliarnya?"

"Sudah dibuat tuan. Nona Nadia akan ke perusahaan hari ini untuk menandatangani kontrak."

Liam mendongak. "Oh ya? Jam berapa?"

Dika terdiam. Ia lupa memberi tahu gadis itu detail waktunya "Itu seharusnya sore nanti."

Liam meliriknya dan kembali mematut diri di cermin. Siang itu dia ada meeting dengan clien dan akan kembali sore nanti. Masih ada waktu sampai gadis itu datang ke perusahaan.

"Ayo pergi."

"Ya bos."

Keduanya berjalan keluar dari ruang presiden. Karyawan yang melihatnya segera menyapa hormat dan memberikan jalan. Sekilas para karyawan wanita mengintip pada wajah Liam yang luar biasa dan pipi mereka langsung memerah. Presiden mereka sangat tampan!

Sejak mereka bekerja di perusahaan ini, mereka tak peduli dengan gajinya. Selama dapat melihat wajah tampan atasannya sekali saja sudah dapat membuat mereka kenyang, sehat dan bahagia sepanjang hari. Mereka otomatis tak memerlukan gaji.

Liam tak tau fikiran aneh para karyawannya. Lelaki itu sampai di lobi ketika sebuah mobil muncul dan menepi.

Seorang gadis keluar dari mobil diikuti sesosok pemuda. Liam mengenali gadis itu. Itu Nadia. Tapi siapa pemuda busuk di sampingnya?

Keduanya tampak akrab. Mereka tersenyum dan bersikap seperti tak bisa dipisahkan. Pemuda itu masuk kembali ke mobil dengan berat hati. Lalu mobil itu pergi.

Liam mengingat plat mobilnya dan akan memeriksa identitasnya nanti.

"Tuan Liam." Nadia merasa terkejut melihat lelaki itu di lobi dan menghampirinya. Mengapa ia merasa aura lelaki itu lebih dingin?

Liam tak menjawabnya. Berpaling pada Dika. "Tunda pertemuan."

Dika: "Tapi bos.." hendak memprotes tapi Liam melemparkan pandangan dingin padanya.

"Baiklah."

Liam kembali ke Nadia. "Ayo ke ruanganku." lalu berbalik dan mulai berjalan.

Nadia:???

Perasaannya saja atau lelaki itu memang sedang marah??

Nadia mengikutinya dengan bingung. Dika membuntuti di belakangnya.

Di dalam lift tak ada dari ketiganya yang berbicara. Begitupun saat berjalan menuju ruangan. Karyawan sebelumnya terkejut melihat atasan mereka kembali. Kali ini membawa seorang gadis cantik.

Siapa itu?

Dia tak mengenakan baju formal. Jadi bukan clien atau rekan kerja. Lalu siapa itu? Mereka semua menatap penuh penasaran sampai Dika melemparkan tatapan menegur. Mereka meminta maaf dan kembali bekerja.

"Bawakan teh dan cemilan ke ruang presiden." Sebelum memasuki ruangan Dika berhenti di meja sekretaris.

"Ya Pak." ucap ketiga sekretaris itu. Dika memasuki ruangan presiden. Dia melihat Liam duduk dan Nadia yang masih berdiri canggung.

"Nona, silahkan duduk." Dika segera menyelamatkan gadis tak bersalah itu. Melirik bosnya dengan sedikit mengkritik. Lihat laki-laki itu, hanya karena nona Nadia diantar seorang pemuda ia langsung murka seperti memergoki istrinya berselingkuh. Dika ingin mengingatkan Liam bahwa ia tak berhak cemburu karena mereka tak menjalin hubungan apapun. Tapi Dika memiliki firasat bila ia mengatakannya atasan kejamnya akan memecatnya saat itu juga.

"Ah, terima kasih." Nadia kemudian duduk dengan sopan.

Liam memperhatikan gadis itu yang duduk di ujung. Sepertinya dia membuatnya takut. Liam mengingatkan dirinya untuk tidak menakuti gadis kecilnya itu. Ia lalu menghembuskan nafas untuk menyingkirkan emosi negatifnya.

"Apa kau sudah makan?" tanyanya.

Nadia mengingat pertemuannya di cafetaria. "Sudah. Baru saja aku makan."

Liam mengingat pemuda yang mengantarnya. Wajahnya berubah muram. Bagus. Jadi mereka baru saja makan bersama. Rasa dingin yang susah payah disingkirkannya muncul lagi. Kali ini lebih membeku.

Nadia ingin menangis. Apa ia baru saja membuat lelaki itu kesal lagi?

Nadia bingung. Ia belum pernah menghadapi sosok Liam yang seperti ini. Biasanya lelaki itu hanya tersenyum dan bercanda dengannya. Mengapa sekarang ia tampak begitu jauh? Nadia merasa tertekan. Selama ia bergaul dengannya Nadia sering lupa bahwa lelaki itu adalah presiden perusahaan raksasa. Sekarang dengan auranya Nadia bisa mengerti.

"Bawa kemari surat kontraknya." Suara Liam.

"Ya bos." Dika memberikan mereka kontrak. Masing-masing satu salinan.

Nadia menyingkirkan kebingungannya dan mulai membaca isi kontrak. Tunggu...

Pihak Kedua menerima pinjaman 10 miliar dalam tempo tidak terbatas...

Pihak Kedua bersedia untuk memasakan makan siang dan makan malam untuk Pihak Pertama setiap hari selama satu tahun....

Pihak Kedua dilarang memasak untuk siapapun selain untuk Pihak Pertama selama satu tahun.. Apabila Pihak Kedua melanggarnya maka Pihak Kedua akan dikenakan sanksi berupa tambahan waktu memasak selama satu tahun....

Tunggu!

Apa-apaan???

Nadia menatap Liam dengan ngeri. Apakah lelaki di depannya, yang mengenakan jas rapi itu, gila???

"Ada apa?" menyadari pandangan tak wajar Nadia Liam mengangkat wajahnya.

Nadia: "Tuan, apa ini kontrak yang benar?"

"Ya. Apa kau keberatan?" wajah Liam serius. Tapi kontrak didepannya seperti candaan anak tk.

"Tuan... Ada beberapa hal yang harus diperbaiki." Meski wajah Liam tak bersahabat Nadia berusaha mengatakannya. Ia tak ingin bermain-main dengan kontrak ini.

"Katakan."

"Untuk masa pinjaman ubah menjadi 2 bulan. Aku akan mengembalikannya dalam waktu dua bulan. Kemudian aku akan memberikan bunga 10 persen sesuai yang aku janjikan di awal. Tulis poin itu juga."

"Baik."

Nadia merasa senang ternyata Liam masih kooperatif. "Kemudian tentang memasak...ubah satu tahun itu menjadi dua bulan saja. Lalu hilangkan poin larangan aku memasak untuk orang lain serta sanksinya. Itu tak masuk akal."

Liam memandangnya dingin. "Ditolak."

Nadia mulai marah. "Kenapa?"

Liam: "Tidak ada alasan. Ini persyaratanku sebagai orang yang memberikan pinjaman."

Nadia menggelang. "Tapi anda tak mengatakan apapun di awal saat anda meminjamkannya pada saya."

Liam menatapnya. Nadia tak bergeming. Memangnya hanya kamu yang marah, Ia juga bisa marah, oke?!

"Lalu mari batalkan kesepakatan. Kembalikan uangku sekarang juga."

Apa?

Nadia kalah.... Dia jelas kalah!!!!!

Wajah gadis itu berubah buruk.

Di belakangnya Dika terus menerus mengingatkan Liam agar tak kelewatan memperlakukan Nadia. Bagaimana mungkin lelaki itu berdebat dengan wanita. Apa dia mencari mati? Apa ia ingin diusir dari rumah dan tidur di luar?Ukhm. Oke. Ia lupa mereka belum menikah.

"Presiden... Nona.. Bagaimana dengan ini. Kita ubah waktunya menjadi dua bulan saja sedangkan untuk persyaratan lain yaitu larangan memasak dan sanksi akan tetap berlaku. Masa sanksi bisa kita ubah menjadi satu bulan. Bagaimana?"

Liam merasa tersinggung dengan kemunculan asistennya yang tiba-tiba menyerukan opininya. Ia ingin menegurnya tapi malah dipelototi olehnya. Menyuruhnya diam.

Liam mengeryit. Apa laki-laki lancang ini lupa siapa bosnya?

"Nona, bagaimana menurutmu?" Karena Liam tak menghentikannya Dika kembali bersuara.

"Jadi kalau aku melanggar kontrak masa memasakku bertambah 1 bulan?"

"Ya. Nona."

"Baiklah. Buat ulang kontrak itu lagi." ucap Nadia.

"Baik nona mohon ditunggu." Dika berbalik cepat. Meninggalkan keduanya.

Nadia masih marah jadi ia hanya diam tak mempedulikan lelaki itu. Liam kian muram. Atmosfir di ruangan itu semakin mencekik.

Dika kembali muncul dengan dua kontrak baru di lengannya. Setelah mencermati isi kontrak dan merasa tak ada yang salah Nadia segera menandatanganinya. Liam juga melakukan hal yang sama. Mereka bertukar kontrak sampai semua tanda tangan terisi.

Nadia berdiri. "Kalau begitu tuan. Saya akan memasak mulai besok. Saya akan mengirimkannya ke kantor ini setiap jam 12 siang dan 5 sore. Saya permisi." Nadia mengambil salinan kontrak dan bergegas keluar. Sejak awal tak menatap Liam.

BRAKK

Pintu tertutup.

"Bos..." Dika menatap pintu yang terbanting lalu pada bosnya.

Wajah kaku Liam mengendur. Ia membungkuk dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dia marah padaku." bisiknya.

1
Handa Yani
cerita selanjutnya mana kaaa
Handa Yani
oh so sweet...
🌿×ìąօണҽì հąղҽҽղ🦋🕊🤍🐬
ka mn cerita slanjutnya... /Sob//Sob//Sob/
Mutia Sari
knp cman segitu critanya,pdhal lgi seru"nya
Lanjut dong kk🙏🙏
Madi Abizar: lanjutnya mana KK,padahal lagi seru"nya🙏
total 1 replies
Bella Tuhumury
next kak semangat🥰
Handaru Rayyi
bagus nunggu up nya
ita aini
bagus ceritanya aku suka
Virginia Bakita
ka lanjut dong cerita nya 🙏
Nadilla Dilla
di tunggu ya kak ke lanjutan ceritanya
Loli
Ternyata oh ternyata nenek lampir
dalangnxa...🙄🙄
Loli
Nadia blm engeuh klo Liam ada udang dibalik bakwan.,.😁😁
Loli
Y minta kompensasi yg bnyk
lumyn buat nmbh model usaha..😁😁
Adek Ritonga
lanjutan nya mana nii cerita nya seru bikin jantung dag Dig dug Uda lamaa nungguin nya 🙏
rhoja bio
lnjuut thor
vivin riharyani
kapan up thor
Anik Yustiawan
kok lm g update kak... padahal ditggu cerita selanjutnya
VaNiLaLuLaBo
mana sambungannya.. aku suka cerita ini.
❥Bbi
/Scowl/
vivin riharyani
lanjut Thor
Anggrek ungu (D.A)
lanjut thoor, ceritanya bikin deg2 kan, semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!