Tidak pernah terpikirkan oleh seorang Dareen Atmaja jika ia akan merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada seorang anak SMA. Seorang gadis yang tidak sengaja menabraknya dengan seragam SMA nyatanya mampu membuat jantungnya berdebar hebat.
Livia Afni Gautama juga tidak menyangka karena hanya tidak sengaja menabrak seorang pria dewasa membuatnya dikejar-kejar oleh pria itu yang dianggap sebagai om-om.
***
" Maaf Om, aku gak sengaja " ucap gadis yang menggunakan seragam putih abu-abu.
Deg, deg, deg.
" Jantungku kenapa? " batin Dareen saat melihat wajah cantik gadis itu.
***
Mau tahu kisahnya Dareen? Pantengin terus karyaku yang satu ini ya 😉
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Permintaan Papa Agra
Setelah acara pernikahan yang sangat-sangat sederhana itu selesai, keluarga Dareen dan juga Risky pun segera pamit untuk pulang. Sedangkan Dareen akan tinggal di sana untuk malam ini karena ia tidak mungkin ikut pulang bersama mereka dan meninggalkan istrinya.
" Livia Sayang, kami semua pulang dulu. Kami menunggu kedatangan kamu ke rumah kami karena itu rumah kamu juga sekarang " ucap Mama Dena mengusap puncak kepala menantunya.
" Iya Ma " jawab Yana tersenyum.
Kemudian mereka semua pun langsung masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi meninggalkan rumah keluarga Gautama. Hanya tersisa Risky di sana karena Dareen ingin mengajaknya bicara sebentar.
" Masuk dan istirahatlah, aku akan bicara pada Risky sebentar " ucap Dareen pada Livia.
Tanpa menjawab dan mengatakan apapun, Livia segera masuk ke dalam rumah. Ia masih sangat marah pada pria yang menikahinya dengan cara berbohong itu. Sedangkan Dareen hanya menghela napasnya panjang karena ia memahami sikap Livia padanya.
" Apa lo sudah bisa menghubungi Aska? " tanya Dareen setelah memastikan istrinya benar-benar pergi.
" Belum. Yana pun tidak bisa dihubungi, entah kemana mereka " jawab Risky.
Mereka berdua sudah berusaha menghubungi Aska sejak tadi siang setelah melihat sebuah artikel dari keluarga Alexander jika Aska bukan anaknya lagi. Pantas saja sejak satu minggu terakhir sahabat mereka itu tidak ada kabar sama sekali. Dareen maupun Risky juga tidak menghubunginya karena sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
" Kalaupun kita tanya sama keluarganya kemungkinan mereka tidak menjawabnya, apalagi Om Lionel sendiri yang mengatakan pernyataan itu. Gue benar-benar tidak menyangka dengan adanya artikel itu " ucap Dareen khawatir pada sahabatnya yang ia tahu pasti terluka.
" Lebih baik kita tanya saja sama kedua orang tua Yana. Mungkin saja mereka tahu karena Aska pasti meminta izin untuk membawa putrinya " ucap Risky merasa akan mengetahui keberadaan Aska dari kedua orang tua Yana.
Dareen menganggukkan kepalanya setuju. Untuk sekarang kemungkinan paling besar yang mengetahui keberadaan Aska adalah mereka.
Setelah itu, Risky pun segera pulang karena istrinya sudah terus menelepon dirinya dari tadi. Ia memang hanya mengatakan jika pergi sebentar saja, bukan ingin berbohong tapi Dareen yang memintanya agar tidak memberitahu siapapun tentang pernikahannya.
Dareen segera masuk ke dalam rumah setelah Risky pergi. Ia ingin menyusul Livia tapi ia tidak tahu dimana istrinya itu berada.
" Dareen, ikut Papa ke ruang kerja. Ada yang ingin Papa bicarakan padamu " ucap Papa Agra pada Dareen.
" Iya Pa " jawab Dareen.
Dareen pun segera mengikuti Papa Agra menuju ke ruang kerja ayah mertuanya itu.
" Apa lagi yang ingin Papa bicarakan? " batin Dareen dengan terus berjalan.
Papa Agra meminta Dareen untuk duduk di sofa yang ada di sana dan Papa Agra duduk tepat di hadapannya.
" Ada apa, Pa? " tanya Dareen ingin tahu apa yang ingin dibicarakan oleh ayah mertuanya itu.
" Papa punya beberapa permintaan padamu " ucap Papa Agra menatap pria yang menggantikan tugasnya bertanggung jawab atas putrinya.
" Permintaan? Apa itu, Pa? " tanya Dareen pada Papa Dareen.
Jujur saja ia semakin penasaran dan tidak sabar ingin mendengar permintaan dari Papa Agra. Apakah mahar yang ia berikan pada Livia masih kurang dan Papa Agra meminta lagi? Ataukah Papa Agra meminta hal yang lain? Dareen benar-benar penasaran dibuatnya.
" Papa ingin Livia tetap tinggal di sini nanti, walaupun kalian sudah menikah. Livia ada putri kami satu-satunya dan Papa tidak ingin dia jauh dari kami. Papa juga ingin kamu tidak melarang dan mengizinkan Livia melanjutkan pendidikannya. Walaupun kalian sudah menikah, tapi Papa tidak ingin pendidikan Livia terhenti. Apa kamu bisa memenuhi itu? " ucap Papa Agra yang tidak ingin jauh dari putrinya.
" Sanggup, Pa. Kami akan tinggal di sini jika Papa memintanya dan aku juga tidak akan melarang Livia untuk melanjutkan pendidikannya " jawab Dareen dengan yakin.
Sebenarnya Dareen sempat berpikir untuk membeli sebuah apartemen atau rumah untuk tempat tinggalnya dan Livia, tetapi sepertinya harus ia urungkan. Untuk sekarang lebih baik ia menuruti semua yang diminta oleh Papa Agra.
" Papa memiliki satu permintaan lagi, tapi sebelum itu tolong jawab pertanyaan Papa dengan jujur " ucap Papa Agra pada Dareen.
" Apa kamu sudah menyentuh Livia? " tanya Papa Agra dengan tatapan super tajam.
Dareen mencoba meneguk salivanya yang tiba-tiba terasa pahit dan jujur saja ia takut.
" Ini tidak akan langsung disuruh bercerai kan kalau aku jujur? " ucap Dareen dalam hati merasa takut.
" Dareen, jangan pertanyaan Papa " bentak Papa Agra karena Dareen diam saja.
" Be-belum, Pa " jawab Dareen terbata-bata.
Papa Agra merasa sangat lega karena ternyata putrinya belum disentuh oleh Dareen.
" Papa tidak akan meminta aku menceraikan Livia, kan? " tanya Dareen memberanikan diri untuk bertanya.
" Tentu saja tidak. Papa tidak akan membuat Livia menjadi janda setelah menikah beberapa jam " jawab Papa Agra.
Kini gantian Dareen yang bernapas lega setelah mendengar itu dan ketakutannya sedikit menghilang.
" Kalau begitu, Papa minta jangan sentuh Livia setidaknya sampai dia lulus sekolah tiga bulan lagi. Papa juga minta jangan membuat Livia hamil sebelum dia menyelesaikan kuliahnya. Selain karena usianya yang masih muda, Papa juga tidak ingin kuliahnya terganggu nanti. Papa harap kamu bisa menahan itu, jika tidak maka juniormu itu akan Papa potong hingga habis " ucap Papa Agra disertai sebuah ancaman.
Reflek Dareen langsung menutupi bagian intinya dan membayangkannya saja ia sudah bergidik ngeri.
" Tapi Pa, aku... " ingin sekali Dareen protes tetapi tidak berani saat melihat tatapan tajam Papa Agra yang seolah ingin menguliti tubuhnya.
" Baik, Pa. Aku akan berusaha untuk menahannya " jawab Dareen dengan terpaksa.
Saat ini lebih baik ia mengiyakan saja permintaan Papa Agra yang sangat berat itu. Untuk kedepannya lihat saja nanti, jika tahan ya ditahan tapi jika tidak ya tidak salah juga, toh Livia adalah istrinya.
" Jika seperti ini maka aku akan lebih lama menjadi perjaka dan mungkin lima tahun lagi baru memiliki anak. Ini tidak boleh terjadi, aku harus mencari cara " gumam Dareen sangat pelan setelah keluar dari ruang kerja Papa Agra.
Dareen berhenti di depan tangga karena ia bingung harus kemana, apalagi ia tidak mengetahui dimana letak kamar Livia.
" Loh, Dareen kenapa masih di sini? " tanya Mama Maya yang tidak sengaja melihat Dareen.
" Anu Ma, aku tidak tahu harus tidur dimana " jawab Dareen tersenyum canggung.
" Kamu tidur di kamar Livia dong, kalian kan suami istri sekarang " ucap Mama Maya merasa lucu pada menantunya itu.
" Cepat sana pergilah dan susul istrimu. Kamar Livia ada di lantai dua dan kamar paling ujung, ada namanya juga " lanjut Mama Maya.
" Iya Ma " jawab Dareen.
Setelah itu Dareen segera menaiki tangga dan menuju kamar Livia yang mungkin akan menjadi kamarnya juga mulai sekarang.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘
happy ending
happy family
sukses selalu untuk karya²nya Thor .
haduhhh. aya² wae Thor
bikin traveling aja nih
bikin pikiranku berkelana ini
Livia udah bahagia dg kehidupannya
ga akan kemakan omongan yg menurutnya ga penting