"Dasar gadis nakal"
~Adriano Zergio Alviano Gerald~
.
.
.
.
.
"Enak aja, saya itu bukan gadis nakal yha Pak"
~Alana Dirgantara~
***
Cerita tentang perjodohan antara putra tunggal keluarga Gerald dan putri tunggal keluarga Dirgantara yang telah lama direncanakan oleh kedua keluarga tersebut.
Adriano yang ditugaskan Daddynya menjadi seorang dosen di universitas ternama untuk mengawasi calon menantunya. Sayangnya di hari pertamanya menjadi seorang dosen Adriano harus mengalami kesialan. Pertemuannya dengan Alana, gadis cantik pilihan orang tuanya. Alana yang ingin memukul temannya malah salah sasaran dan malah memukul wajah Adriano. Bagaimanakah akhir dari kisah cinta mereka, yang diawali dengan pertemuan yang terduga. Apakah akan berakhir bahagia ataukah berakhir dengan perceraian? Tetap stay tune di novel ini guys
Happy reading guys🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hoshinomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
...Happy Reading Guys🖤...
.......
.......
.......
.......
.......
Sepertinya rencana kemarin, hari ini keempat teman Alana akan pergi bermain ke rumahnya yang sekarang.
...Remaja Anti Miskin...
^^^Alana^^^
^^^Oi, lo semua jadi kesini kan hari ini?^^^
^^^//Read^^^
Arka ODGJ🤗
Jadi dong, tapi gue rada telat dikit karena gue harus jadi babunya Kak Arkan dulu😒
Bellutnya Ian😶
Sherlock Al, gue mau otw sekarang
^^^Alana^^^
^^^📍location^^^
^^^//Read^^^
Zean Arrows🎯
Gue sama Kak Zeon juga kayaknya bakal telat dikit, soalnya mau mampir beli bensin ditambah jalanan juga macet parah waktu gue liat google Maps😪
^^^Alana^^^
^^^Yayaya terserah, mau kalian dateng malempun juga kagak peduli gue. Yang penting kalian tetep dateng^^^
^^^//Read^^^
Bellutnya Ian😶
_membalas pesan Alana_
Okeyyy, gue otw sekarang💃🏻
^^^Alana^^^
^^^_membalas pesan Bellutnya Ian😶_^^^
^^^Gue tunggu secepatnya^^^
^^^//Read^^^
Sembari menunggu keempat temannya datang, Alana pergi ke halaman belakang dan duduk di ayunan favoritnya dengan ditemani jus avocado juga cemilan favoritnya. Jika kalian bertanya kemana keberadaan Pak Adrian sekarang, maka jawabannya adalah di kamar. Pak Adrian masih bergulat dengan mimpinya, hal itu kemungkinan ia baru saja tidur di pagi hari sehingga Alana enggan membangunkannya.
"Tenangnya dunia gue jika nggak ada Pak Adrian" ujarnya sembari menghirup udara segar pepohonan yang ada di halaman belakang rumahnya
Entah ada angin dari mana Alana tiba-tiba ingin memanjat sebuah pohon mangga yang sedang berbuah rindang. Dengan perlahan Alana memanjat pohon mangga tersebut dan mengambil salah satu buah mangga yang sudah matang untuk langsung ia makan.
"Wih cocok nih kayaknya kalo dimakan pas siang-siang sambil manjat pohon kayak gini" gumam Alana sembari memakan buah mangganya yang berhasil ia petik
Ditengah-tengah kenikmatan buah mangga yang sedang Alana makan, ada seorang pelayan yang terus-terusan memanggilnya.
"Nona ada te- lho nona kemana, perasaan tadi di sini"gumam pelayan tersebut
"Non, nona" panggil Pelayan tersebut
Mendengar panggilan dari pelayan tersebut, Alana kemudian memberitahunya jika ia berada di atas pohon mangga, pelayan tersebut lantas terkejut melihat keberadaan nona mudanya yang saat ini sudah bertengger di atas pohon mangga yang terbilang cukup tinggi.
"Saya di sini Bi, kenapa?" tanya Alana
Pelayan tersebut celingukan kesana-kemari mencari keberadaan nona mudanya yang hanya terdengar suaranya namun tidak dengan keberadaannya "Anda ada di mana non, kok saya cuman mendengar suaranya non saja" tanya pelayan tersebut
"Saya di sini Bi, di atas bibi sih lebih tepatnya" Ujar Alana dengan santai
Pelayan tersebut kemudian menengok ke atas dan betapa terkejutnya pelayan itu ketika melihat keberadaan nona mudanya yang ada di pohon itu "Astagaaa non, nona ngapain di atas sana non aduuuh, nanti tuan bisa marah besar kalo tahu" tanya Pelayan
Alana kemudian menunjukkan buah mangga yang ada di tangannya "Hehehe, lagi ngambil mangga Bi" ujar Alana diselingi dengan kekehan kecil
"Astaga non, kalo anda mau mangga bilang sama Bibi aja biar nanti disiapin. Anda nggak perlu sampe manjat gitu, tuan Adrian bisa marah besar kalo sampe tahu nanti" ujar Pelayan tersebut
"Hehehe, nggak papa Bi. Al lebih suka makan mangga langsung di atas pohon kayak gini" ujar Alana sembari mencoba turun
"Oiya bibi ngapain nyari Al?" tanya Alana setelah ia berhasil turun
"Itu non, ada perempuan seumuran nona yang bilang kalo dia teman Anda non" balas pelayan tersebut
"Siapa, Bella?" tanya Alana
"Iya non" ucap pelayan tersebut
"Oh okey, makasih Bi" ucap Alana kemudian pergi menyusul Bella
......................
Alana menyapa Bella dengan nama khas buatannya"Heloo Belluutt" panggilnya
"Helo juga Alaknat"
"Gimana, nyasar nggak lo waktu kesini?" tanya Alana
"Nggak aman" balasnya
"Silahkan dinikmati non" ucap pelayan yang mengantarkan minuman
"Iya, terimakasih Bi" ucap Alana
"Sama-sama non, kalau begitu saya izin permisi" ujar pelayan tersebut sembari sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan
"Eh, Pak Adrian kemana? Ke kampus?" tanya Bella
"Nggak, dia masih tidur nyenyak tuh di kamar. Soalnya kemarin malem dia lembur dan pagi tadi baru bisa tidur" jawab Alana
"Emang kenapa lo nyariin?"tanya Alana
"Nggak papa sih, gue cuma takut aja kalo Pak Adrian marah karena gue disini"ucap Bella
"Oh tenang aja, Pak Adrian nggak bakal marah kok. Santai aja" ujar Alana
Lima belas kemudian Zean dan Zeon datang dan meminta maaf karena telat."Sorry kita telat" ujar Zeon
"Jalanan ke arah sini bener-bener macet parah, untungnya kita pake motor kalo pake mobil sih kayaknya bakal tetep terjebak macet" ucap Zean menambahkan
"Ya udah biasa kalo jalanan sini sering macet, jadi nggak heran lagi gue" ucap Alana
"Pa-" ucapan Zean terpotong karena kedatangan Arka
"Sorry guys, gue telat" celetuk Arka dengan tiba-tiba
"Iya santai aja" ucap Alana
"Oiya Al Pak Adrian mana, nih ada titipan dari kakak gue" tanya Alana
"Kakak lo, maksudnya Pak Arkan?" tanya Alana
"Yaiyalah, emangnya kakak gue siapa lagi kalo bukan Arkan" balasnya
"Kok kakak lo bisa nitipin barang buat Pak Adrian, lo bilangnya mau ke rumah Alana kan?" tanya Bella
"Jadi gini, ternyata kakak gue sama Pak Adrian itu pernah satu angkatan waktu kelas 1 SMA terus kelas 2 & 3 SMA kakak gue pindah ke luar negeri jadi mereka pisah. Dan waktu kuliah S2 mereka berdua balik jadi satu angkatan lagi."jelasnya
"Dan sebenernya di pernikahan lo sama Pak Adrian waktu itu kakak gue juga diundang, cuma berhubung dia masih di luar negeri jadi nggak bisa dateng" imbuhnya
"Oh gitu"
"Iya, jadi mana Pak Adrian?" tanya Arka lagi
"Masih tidur ntar gue kasih tau kalo dia udah bangun" ucap Alana
"Bi"panggil Alana
"Iya non ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan tersebut
"Ini Bi, tolong bawa ke belakang" ucap Alana
"Baik non"jawab pelayan tersebut
"Eh cuy gue dapet gosip baru" ujar Bella
"Apaan?" tanya Arka
"Katanya adek tingkat kita yang namanya Dewi itu ngebayar mahal dosen buat nilai tinggi" ucapnya
"Yang bener lo? Lo tau dari siapa?" tanya Zean
"Iya, gue tau dari Ian. Dan Ian tau dari temen-temennya, gue yakin bentar lagi berita ini bakal nyebar dengan perlahan-lahan"jawabnya
"Dewi yang lo maksud itu Dewi Ayunda anak semester 4 bukan sih?" tanya Alana
"Iya bener" jawabnya
"Lo kenal dia Al?"tanya Zeon
"Nggak kenal sih cuma sekedar tau namanya aja, soalnya gue sering disuruh ngrekap nilai adek tingkat jadi gue lumayan tau nama-nama adek tingkat" ucap Alana
"Dan kemungkinan yang di ceritain Bella itu bener, soalnya beberapa terakhir ini gue nggak liat ada nama Dewi Ayunda di soal-soal yang gue rekap akhir-akhir ini" imbuhnya
"Keren juga ya nyalinya tuh anak, hanya karena dia kaya aja dia sampe belagu bayar dosen gitu cuman demi sebuah nilai" ujar Arka
Di tengah-tengah asiknya menggosip, tiba-tiba Arsen datang dan menanyakan keberadaan Pak Adrian.
"Al, suami lo mana?"tanya Arsen
"Di kamar, masih tidur"ucap Alana
"Panggilin Al cepet, penting soalnya ini" pinta Arsen
"Males gue kak, lo aja yang ke atas. Panggil sendiri" ujar Alana
"Al lo nggak tau gue lagi ngos-ngosan apa gimana sih, panggilin bentar" ucap Arsen
"Ck, ngrepotin aja lo"gerutu Alana
"Udah jangan menggerutu terus, panggilin cepetan penting ini soalnya" ucap Arsen
"Iya bawel" ujar Alana
Karena malas harus menaiki tangga untuk menuju kamarnya, tanpa berpikir panjang Alana langsung berteriak. Suaranya menggelegar di seluruh rumah, semua orang yang mendengarnya langsung menutup telinga mereka masing-masing. Keempat temannya juga kaget yang mendengar panggilan untuk dosen mereka
"ADRIAAANNN, DICARAIIN KAK ARSEN INI" teriaknya
Pak Adrian yang sebenarnya baru membuka pintu kamarnya ikut terkejut mendengar teriakkan dari istrinya itu. Ia kemudian bergegas turun
"Astaga Alana, sudah kubilang jangan teriak-teriak" ujar Pak Adrian
"Hehehe maaf, habisnya aku males kalo harus ke atas" jawabnya yang diselingi dengan kekehan kecil
Pak Adrian kemudian pergi keluar diikuti dengan Arsen.
"Al, sejak kapan lo manggil Pak Adrian cuma pake nama?" tanya Zeon
"Baru kemarin lusa, sebenernya gue agak gimana gitu kalo harus manggil namanya aja. Tapi dia tetep maksa gue buat manggil namanya aja kalo di luar urusan kampus" ucap Alana
"Fiks, Pak Adrian mulai suka sama lo" celetuk Zean
"Bener tuh, setuju gue sama lo" ujar Arka menambahkan
"Udah gue bilang, jangan ngaco bego" ucap Alana
"Ngaco gimana sih, kalo Pak Adrian nyuruh lo buat manggil dia cuma dengan namanya aja itu artinya Pak Adrian pengen lebih deket sama lo. Biar nanti kalo perasaan cinta udah bener-bener tumbuh bisa langsung manggil pake sebutan sayang tanpa ada rasa canggung lagi" ujar Bella
"Bener tuh yang dibilang sama Bella" timpal Arka
"Nyenyenye, terserah lo semua dah" ucap Alana sembari memutar bola matanya dengan malas
----------------------------------------*----------------------------------------
Hai hai...
Saya kembali lagi nih hehe. Oiya mohon maaf yha guys kalo banyak typo atau kata-kata yang tidak sesuai dengan KBBI, soalnya saya masih belajar hihi😁🙏🏻
Btw jan lupa vote dan tinggalin komen guys
Sekali lagi terimakasih karena sudah mampir (≧▽≦)
Biar Alana tau penyebabnya dan gak ngambek lagi 😣😣😣😣😣
btw2 lama bet pada bucin nya
kapan datang nya ini mh Adrian junior 😅