Percintaan yang tidak direstui diantara samudera dan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danira16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Sah
Hari Minggu ini adalah hari di mana Andre dan Sinta akan menikah. Pernikahan di adakan dirumah kediaman Sinta, dan terbilang tamu yang di undang hanya kerabat dari Andre dan keluarga Sinta yang berada di kota itu.
Jika Andre sudah memantapkan dirinya untuk menikah muda, namun tidak dengan Sinta. Gadis itu masih belum rela menikah muda karena sebuah kecelakaan yang berakhir di ranjang.
Berulang kali Sinta mengusap air matanya, bahkan Linda ibunya berulang kali mengelus punggung Sinta supaya menenangkannya.
"Jangan terus menangis, lihat nanti wajahmu gak cantik lagi, sayang make up nya."
Sinta mencebikkan bibirnya, " biarin saja, lagian apa-apaan sih kalian ini asal menikahkan Sinta, udah tau Sinta sama Andre tuh gak cocok."
Linda hanya memutar bola matanya jengah.
"Tapi kamu sudah berbuat dosa sayang. Kamu ini perempuan, mama yakin walau Andre masih muda dia akan bertanggung jawab penuh sama kamu." ucap Linda.
"Mama sok tahu, pokoknya sehabis nikah Sinta tetep mau tinggal bareng mama." seloroh sinta.
"Tidak masalah, kan Andre juga tidur disini juga kan nantinya."
"cck, maksud Sinta itu biar dia tidur di rumahnya sendiri, dan Sinta tidur dirumah mama." cetus Sinta.
"Ya gak bisa begitu sayang, dia kan suami kamu, jadi kamu yang harus ngikutin dia." jawab Linda mengomeli puterinya.
"Maaf nyonya acaranya mau dimulai." tutur salah satu penata rias.
"Ayo kita keluar." titah Linda mengandeng erat lengan Sinta.
"Jangan pegang kenceng-kenceng napa ma, sakit tau."
"Supaya kamu gak kabur." imbuh Linda.
Kini giliran Sinta yang memutar bola matanya jengah. Jujur perasaannya makin tak karuan, ia makin gelisah ketika ia didudukan disamping Andre yang sudah siap akan membacakan Ijab Qabul.
Wajah tampan Andre makin bersinar dengan memakai jas berwarna putih senada dengan warna kebaya putih yang dipakai oleh Sinta.
Sinta mengakui ketampanan Andre saat ini, begitu pula dengan Andre yang cukup terpesona menatap tampilan Sinta dengan balutan kebaya modern dan rambut disanggul modern.
"Mari kita mulai...!!" titah pak penghulu
Andre menjabat tangan putera dan mulai mengucapkan ijab Qabul sesuai arahan penghulu dengan cukup lancar tanpa kendala.
"Bagaimana para saksi ?? Sah ?"
"Sah." seru semuanya dengan lantang.
"Alhamdulillah." ucap Andre
Pak penghulu pun membacakan doa untuk kebahagiaan suami isteri dan semua ikut mendoakannya.
Setelah mengucapkan ijab Qabul nafas Andre terlihat begitu ringan, Andre memakaikan cincin berlian dijari manis Sinta. Begitu pun sebaliknya Sinta juga memberikan cincin perak polos dijari Andre yang kini sah menjadi suaminya.
Sinta juga mencium tangan Andre setelah Linda mengarahkannya, sedangkan pemuda yang baru berusia 18 tahun itu mencium kening isterinya. Dan saat itu mereka terbidik kamera.
Ada perasaan hangat saat Andre mencium keningnya, entah perasaan apa saat itu. Kedua orang tua Sinta dan Andre pun lega setelah menikahkan anak-anak mereka yang masih terbilang sangat muda.
Semua para tamu yang datang pun kini sudah pulang, pernikahan ini terbilang tertutup karena keduanya masih duduk dibangku sekolah.
Kini Sinta sudah berada dikamar bersama Linda, Sinta yang mematut dirinya dicermin mulai melepaskan sanggul yang membuatnya gerah dan gagal. Linda pun ikut membantu Sinta melepaskannya.
"Mandi sana, kamu pasti gerah." ucap Linda.
"Baiklah."
Sinta akhirnya berendam dengan air dingin karena cuaca sangat panas, setelah cukup puas Sinta keluar dengan mengenakan handuk.
"lho mama masih disini ??" tanya Sinta.
"Sudah cepat ganti baju ini." titah Linda yang menyodorkan pakaian tipis menerawang pada puterinya.
Sinta menatap baju yang dibawa mamanya yang sudah diletakkan di kasur miliknya. Sinta mengambil baju itu dengan mata terbelalak.
"Baju apaan ini mah ??" seru Sinta dengan mulut terbuka.
Masalahnya baju yang diberikan Linda itu baju yang kekurangan bahan, yang akan terlihat tubuhnya tercetak jelas. Apalagi ia harus memperlihatkan pada Andre, dan Sinta males banget.
"ini namanya baju dinas sayang, lingerie !! Tau kan ??"
Sinta menggeleng tak paham, "tapi Sinta gak mau pakai itu, bisa-bisa bahaya." celetuk Sinta.
"Bahaya kenapa ?" Kini Linda yang mulai tak paham maksud perkataan puterinya.
"Bahaya kalau sampai dilihat Andre mah, nanti dia nyerang Sinta lagi. Ini aja masih sakit punya Sinta."
Linda terkekeh mendengar ucapan polos puterinya. wajar saja walaupun Sinta terbilang nakal namun puterinya terlihat masih polos. Dan Linda bersyukurnya Sinta masih bisa menjaga harga dirinya sebagai kaum perempuan.
"Ya kan tugas isteri melayani suami."
"Hiyuuu gak mau banget, najis !!"
"Sinta, durhaka sama suami lho." timpal Linda.
"Ya udah Sinta pakai sini, ribet banget sih." ucap Sinta pasrah akhirnya menuruti kemauan Linda.
Sinta pun akhirnya memakainya didepan ibunya, rambut Sinta juga sengaja diberi parfum rambut oleh Linda. Sinta hanya membiarkan mamanya menata dirinya.
"Nah kalau gini kan cantik, sekarang duduklah dan tunggu suamimu datang ke kamar !!" titah Linda memberi instruksi.
"Iya ma." jawab Sinta mendengus kesal.
Hai para readersku maaf akhir-akhir ini saya sibuk jadi jarang menulis di novel ini, semoga terhibur ya 🥰😘
Lega deh aku Sinta sudah Nikah,Jadi udah gak ada celah untuk MANTAN .