NovelToon NovelToon
Kupu Malam Sang Ajudan

Kupu Malam Sang Ajudan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Kehidupan Tentara / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Disfungsi Ereksi / PSK / Tamat
Popularitas:309.3k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Cinta adalah sebuah anugerah dari Sang Pemberi Hidup namun terkadang manusia bisa salah melabuhkan cinta. Tapi bagaimana jika sebuah kesalahan fatal malah bisa mengartikan kata cinta?

Dalam sebuah tugas.. sang ajudan menemani istri muda sang jenderal yang ternyata adalah seorang 'kupu malam'.

A. Kesalahan dari pertemuan itu akhirnya membuatnya memahami arti hidup yang sesungguhnya dan dari kehidupan baru ini pula dirinya mengenal arti cinta dan sabar

B. Kisah masa lalunya yang tiba-tiba saja kembali benar-benar menghantam rumah tangganya di saat sang istri tengah mengandung buah hatinya. Mampukah situasi kembali membaik atau akan terpisah karena hadirnya sang mantan.

***
Tidak membawa unsur SARA saat berkomentar, apalagi membawa instansi tertentu, harap mengikuti alur cerita dan bagi yang tidak tahan konflik harap SKIP.

Cerita hanya rekayasa dalam karya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Perkara lanjutan.

Bang Argo menerima saja saat adiknya menitipkan Rhaken pada dirinya. Sekali-kali pula dirinya tidak semrawut dengan urusan kurve dengan anggota yang melelahkan.

"Biarkan Mamamu pergi, kita main sendiri ya Bang." Katanya saat menggendong Rhaken masuk ke dalam ruang kerjanya.

...

"Bukti ini akan menjadi kuat, bukti kalau kita benar-benar tidak mendapatkan keadilan. Lihat hasilnya ini. Sempurna.. Om Barito pasti akan membantu kita."

"Iya Nad. Aduuh tanganku sakit sekali. Jarumnya tajam." Shena meniup bagian tangannya bekas terkena tusukan jarum tadi.

//

Om Barito senang sekali menerima kehadiran dua putri sahabatnya. Beliau menerima dengan baik para tamu kecilnya.

"Tumben sekali kalian mau bertemu dengan Om secara pribadi, ada apa?" Tanya Om Barito.

"Kami mau minta Om menandatangani sesuatu, untuk bekal kami melaporkan sesuatu ke pihak polisi militer." Jawab Nadilla.

"Polisi militer?? Ada masalah apa sampai polisi militer ikut terlibat??" Selidik Om Barito dengan hati-hati sebab beliau tau betul kedua putri sahabatnya adalah spesies langka bin ajaib di dunia ini.

"Kami mau pisah dari Bang Alden dan Bang Ghazzal." Kata Nadilla.

Disana Shena mengangguk mantap, wajahnya menunjukkan keseriusan yang menunjukan bahwa memang ada kefatalan terjadi di antara rumah tangga mereka berdua.

"Sabar, ceritakan sama om kronologi nya pelan-pelan. Ehm.. sekarang apapun yang akan naik di kantor Polisi militer harus sepengetahuan Om dulu.." alasan Om Barito juga memasang wajah yang serius meskipun dalam hati kecilnya lumayan waspada untuk menerka apa yang terjadi di dalam rumah tangga putri sahabatnya.

"Mas Al melakukan KDRT." Jawab Nadilla.

"Bang Ghazzal juga Om. Abang kasar sama Shena." Kata Shena serius.

"Apa kalian ada buktinya??"

"Ada Om." Jawab Nadilla dan Shena berbarengan.

Shena menyerahkan dua lembar kertas hasil pemeriksaan di rumah sakit tentara.

Om Barito mengambil ponselnya, beliau langsung menghubungi seseorang. "Kamu dan Alden ke Markas dan langsung datang ke ruangan saya sekarang..!!"

...

Kening Bang Alden dan Bang Ghazzal berkerut melihat dua gadis biang onar sudah duduk dengan gaya melipat kedua tangan di depan dada.

"Duduk kalian berdua..!!" Perintah Om Barito.

"Siap..!!"

"Siap Dan..!!" Bang Ghazzal mengambil posisi duduk di samping kanan Shena.

"Kau bikin drama kolosal apalagi dek??" Bisik Bang Ghazzal.

"Saya sengaja memanggil kalian berdua kesini pastinya karena ada sesuatu yang penting." Om Barito membuka suara dan Bang Ghazzal kembali terfokus ke depan. "Istri kalian adalah rejeki kalian, yang harus kalian didik sebaik mungkin. Bukannya kalian sakiti dan kalian perlakukan buruk."

Bang Alden melirik Nadilla, hatinya was was tak jelas pasti ada hal baru yang telah di unggah di cantik Nadilla.

Merasa ada yang tidak beres, Bang Alden memberanikan diri untuk bertanya. "Ijin Komandan, sebenarnya ada masalah apa? Jika kami tau mungkin bisa kali ini langsung di selesaikan..!!" Ucap Bang Alden masih memiliki rasa hormat pada sahabat Papanya.

"Kenapa kalian melakukan kekerasan fisik pada Nadilla dan Shena, mereka akan menaikan kasus ini ke meja DanPom. Disini saya mencoba meminimalisir keributan yang mungkin terjadi."

"Astagaa.. apa lagi ini?" Bang Alden memijat pelipisnya.

"Kekerasan fisik yang bagaimana?? Saya tidak pernah main tangan sama istri saya..!!" Protes Bang Ghazzal.

"Kapan Shena jadi istri Abang??" Tanya Shena dengan wajah tanpa dosa.

"Masya Allah, luar biasaaaa..!! Kalau tidak ada ikatan apapun di antara kita. Mana berani Abang bawa kamu tidur di hotel." Jawab Bang Ghazzal.

"Jangan percaya Shen.. buktinya mereka tetap menyakiti kita tanpa alasan yang jelas. Kita sudah ada bukti yang kuat." Ucap Nadilla percaya diri.

Cckkllkk..

"Ono opo Mas?" Papa Enggano masuk ke dalam ruangan sahabatnya.

Papa Daluman akhirnya pun ikut masuk meskipun masih terpaksa melakukannya. Wajahnya masih kaku saat harus bertemu wajah dengan Bang Ghazzal dan Shena putrinya.

Papa Noven cemas sekali, beliau takut putranya akan kembali membuat kesalahan fatal seperti dulu.

:

Papa Enggano yang pernah kehilangan putrinya langsung naik pitam saat mendengar Bang Alden melakukan kekerasan fisik pada putrinya.

"Saya memintamu menikahi Nadilla bukan untuk menyakitinya Al..!!!!" Banyak Papa Enggano.

Papa Daluman melirik Bang Ghazzal, rasa kesal pada putrinya tak mengurangi rasa cintanya.

"Sekarang tunjukan.. bukti apa yang kalian punya..!!" Kata Om Barito mencoba membuat masalah ini segera clear.

Nadilla dan Shena masing-masing meletakan ponselnya lalu menyerahkan pada Om Barito.

Bang Alden dan Bang Ghazzal mendadak gelisah tapi mereka tidak bisa menebak apa yang ada di dalam ponsel itu. Dalam hati mereka merasa tidak pernah menyimpan sesuatu yang akan menjadi masalah di kemudian hari.

"Ambil ponsel ini dan masukan file itu pada layar proyektor. Saya tidak mau nantinya ada masalah kalau kita tidak saling terbuka." Ucap tegas Om Barito.

Seorang operator disana merasa bingung. Ia kemudian berdiri. "Mohon ijin Komandan. Apa benar file ini akan di kaji ulang? Atau mungkin file ini salah?"

"Tidak..!!" Jawab Nadilla dan Shena kompak.

"Dari ponsel saya saja, saya sudah menggabung semua..!!" Kata Nadilla.

Operator tersebut menyalakan video sebagai bukti tindak kekerasan fisik dari Letnan Alden dan Letnan Ghazzal.

Begitu video tersebut di buka. Bang Alden dan Bang Ghazzal panik. Mereka berlari ke arah meja operator.

"Matikan..!!" Perintah Bang Alden.

braakk..

Bang Ghazzal sampai terjungkal menabrak meja saking paniknya. "Aseeeemm..!!!!"

Para papa rasanya jantungan mendadak melihat semua kejadian ini.

...

Bang Alden dan Bang Ghazzal masing-masing menyimpan ponsel para istri. Mereka meneliti dan memindahkan file tidak penting ke dalam ponsel mereka.

Rasa malu jelas membakar wajah mereka tapi apa mau di kata, istri polos mereka juga tidak bisa sepenuhnya di salahkan.

Saat ini yang mereka pikirkan jelas bagaimana caranya menghadapi para mertua karena kelalaian mereka mendidik istri.

"Paa.. aku............."

"Ini salahku, tidak mendidik istriku dengan baik..!!" Kata Bang Ghazzal penuh sesal.

"Mana kertas visumnya, katamu.. kamu sudah cek di rumah sakit." Papa Daluman meminta kertas tersebut dari tangan Nadilla. Beliau yang masih berpikir keras sedang berusaha mencerna

Shena pun segera memberikannya. Papa Daluman memakai kacamata lalu mulai membacanya. Pertama secara seksama beliau membaca hasil test milih Nadilla namun kemudian beliau menghela nafas. "Cucumu nambah Mas Gan..!! Anakmu gagah juga Mas Nov."

"Hhaaah.. Astagfirullah." Papa Enggano bersandar pasrah, Papa Noven tak kalah syoknya mendengar hal itu.

Papa Daluman kembali membaca isi selembar surat keterangan selanjutnya, surat keterangan milik putrinya. Beliau sampai membenahi letak kacamatanya memastikan penglihatannya tidak salah. Bola matanya membulat besar, kepalanya seketika terasa berat.

"Aduuhh.. Ya Allah." Sekarang Papa Daluman yang bersandar, denyut jantungnya berdetak cepat.

"Maas.. kenapa??" Om Barito kelabakan karena dua sahabatnya terlihat syok. "Aku ora ngerti Mas. Sebenarnya bagaimana sih ini????? Kekerasan sungguhan atau bagaimana????"

"Ya Tuhan, Nadilla hamil???" Bang Alden sungguh kaget mendengar berita kehamilan Nadilla.

Hanya Bang Ghazzal masih terpaku di tempatnya. Matanya berkaca-kaca menatap wajah ayu Shena. Apapun itu, hatinya begitu bahagia mendengar istri kecilnya tengah mengandung buah hatinya.

.

.

.

.

1
Ghiffari Zaka
AQ sukaaaaaa bngt semua novel mbk Nara,semangat mbk ....💪💪
Wahyu Kasep
hei Thor kalau gak mau di protes mending gak usah bikin cerita

sue looo
Surati
semangat thor 💪🙏🏻
Surati
bagus ceritanya 👍👍 sangat suka dgn ceritamu thor🙏🏻🙏🏻
Tiffany_Afnan
Allahu kariimm.. jadi Nobar adegan biru 😆🤣🤭
Tiffany_Afnan
ngeyel teroooss... 🤣🤣🤣🤣 "Langka" emang kalian tu..
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
🤣🤣🤣🤣🤣
Mira Lusia
njelei tenan ko bocah 2 iki🤪🤪
Mira Lusia
iki wedok do ngopo sih..bukane terpelajar kok kekanak2an ya..
Mira Lusia
cium aja kenapa bang al
Mira Lusia
gek kroso yo bang
Mira Lusia
janji beneran gak nih baanngg
Mira Lusia
semangat ya leaa. 🥰
Mira Lusia
hubungan macam bang al dan syandrina inilah yg dulu tetsaji didepan mata..jadi ya percaya aja nek ada pak tentara yg mendua hati
Mira Lusia
hanya napsu bang al..
Mira Lusia
mau terus baca takut ikut sakit hati..tapi penasaran juga..bismilah aja laahh..😁
Mira Lusia: lanjut dong mbakk🥰🥰
total 2 replies
Lilin Ratna
cerita Kk Nay selalu KEREN THE BEST LAH
Ersa
Luar biasa
syamsul anam
cerita kehamilan e kok podo ae karo lea..
Yana Septiana
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!