NovelToon NovelToon
Duda Perawan

Duda Perawan

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: pejuang keluarga

Tia adalah seorang gadis biasa yang ingin mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik, bahkan bercita-cita ingin menjadi penulis hebat dan berharap mendapat suami yang bisa mengangkat derajatnya, akan tetapi apalah daya, sejak tia bertemu dengan duda yang sudah merusak hidupnya dan menghancurkan segala impian juga harapannya, tia pun ahirnya pasrah dengan keadaan dan menerima nasibnya yang harus menjalani hidup dengan duda itu walou hidup sederhana. tapi apakah tia akan menyerah begitu saja dengan ke inginannya setelah menikah dengan si duda itu.
baca cerita selanjutnya ya.! di angkat dari kisah nyata, entah percaya atau tidak. tapi begitulah kenyataannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang keluarga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Piknik sebelum perpisahan

Setelah aku putus dengan Kak Dandi, aku mengajak nya bertemu untuk yang terahir kalinya. Jujur aku merasa berat hati dengan semua yang terjadi saat ini, tapi mungkin ini memang sudah harus terjadi pada ku dan sepertinya, bukan hanya aku sajah yang mengalami hal ini, pasti orang lain juga banyak yang pernah mengalami hal seperti ku sekarang.

Pas di hari kenaikan sekolah, kalo anak sekolahan ya, Kak Dandi pulang dari pabrik, karna di waktu itu pula Kak Dandi sedang libur, sangat kebetulan sekalih. Aku mengajak Kak Dandi untuk bicara empat mata di tempat yang nyaman dan tak terganggu orang-orang, maksudnya aku mengajaknya ke tempat umum yang orang-orangnya gak kepo kaya tetangga..hehe..he, seperti danau atau taman, atau apa lah. Aku sengaja menemui Kak Dandi di rumah Uwa, karna kalo ke rumahnya aku malu dan takut. Takut di introgasi hihih....setelah di rumah Uwa Fatimah, Kak Dandi langsung menemui ku dan langsung bercerita, lalu Uwa Fatimah pun pergi ke rumah anaknya, yang sudah menikah meninggalkan kita ber 2 dengan Frea.

"Assalamualaikum,"...

"Waalikumsalam," jawab Frea dan aku dengan gugup

"Tia, tu Bang Dandi," kata Frea memberi tau ku

"Iya, udah tau, kamu aja deh yang suruh ke sini Frea, aku malu," ucap ku menunduk kan kepal

"Kan kamu yang mau ke temu, gimana sih," jawab Frea ketus.

"Eh Bang Dandi, sini masuk, Tia juga ada kok di dalam, masuk ajah," ucap Frea mempersilahkanasuk.

"Makasih, ya. Aku langsung masuk aja ya," ucap Kak Dandi.

" Iya, ya....masuk ajah," ucap Frea sedikit kesal karna aku tak mau menyambutnya, hihih...aku tertawa kecil melihat Frea yang manyun.

Kak Dandi pun masuk, dan langsung mendaratkan bokong nya ke sopa sambil menyapa ku.

"Hai, Neng! Apa kabar?" sapa Kak Dandi.

"Gak baik, galau," jawab ku datar tanpa menatap ke arah nya, aku hanya memainkan henpon, salah tingkah

"Galau kenapa? Yang ada Kakak yang galau kali, bukan kamu,"

"Gak tau lah, aku juga bingung, aku mau bicara empat mata sama Kakak, tapi gak di sini, kita cari tempat yang aman," ajak ku

"Tempat yang aman gimana maksudnya?" tanya Kak Dandi, dengan dahi mengerut tak mengerti.

"Ya kita ke taman kek, atau ke Danau gitu, biar sedikit adem dan gak ada yang kepo," jawab ku santai.

"Kenapa gak di sini aja, kan sama aja, emang kenapa? Harus pergi ke tempat jauh segala,"

"Gak mau ah kalo di sini, gak enak, gak serius nanti ngomongnya," jawab ku asal.

"Emm, ya udah ayo, kita pergi sekarang,"

Tiba-tiba saja si Acul pacar nya si Frea datang menghentikan kami, saat kami hendak beranjak pergi.

"Eh, eh, eh, pada mau kemana ini?" tanya Acul, yang tiba-tiba sajah muncul, entah sejak kapan datangnya.

"Mau pergi lah, ke tempat aman, mau ngomong sesuatu sama Kak Dandi," jawab ku

"Emm, gimana kalo kita piknik saja, mau gak?" ajak Acul.

"Piknik kemana? Halah, gak usah lah, orang cuma mau ngmong doang pake piknik segala," jawab ku menolaknya sembari mengerlingkan mata kesembarang arah dan mengibas kan tangan.

"Ya udah ayo Cul, tapi kita mau ke mana nih?" tanya Kak Dandi yang langsung semangat, pedahal dari tadi diem ajah, mmmh.

"Kita ke cipanas lagi, gimana? Waktu itu rasanya kurang nyaman dan kurang puas juga, kalo bareng sama keluarga, rasanya buru-buru banget," jelas Acul.

Ya, waktu itu kami memang gak sempat berenang, karna malah jalan-jalan dulu menikmati suasana pegunungan, yah meskipun kami tinggal di gunung tapi rasanya beda kalo di ci panas.

"Terserah, gimana kamu aja Cul, kita mah ikut aja, mau kemana juga! Kapan kita ke sananya?" tanya Kak Dandi.

"Besok aja hari minggu, gimana? Bisa gak?"

Kita para cewe hanya jadi pendengar mereka berdua berunding sajah, karna aku pikir Kak Dandi gak bakalan ngajak aku, jadi aku cuma nyimak aja deh, eh tau nya malah di tanya mau ikut enggaknya.

"Gimana Neng, mau ikut gak? Nanti hari minggu ke ci panas, si Acul ngajakin ke sana,"

"Emmm, gak tau, nanti aku bilang dulu sama Mamah, kalo aku si mau-mau ajah," heheh jawab ku nyengir.

"Oke, nanti kalo di ijinin bilang aja yah, biar Kakak jemput,"

"Iya, oke deh kalo gitu, tapi yakin ni, ngajak aku, kita kan udah putus," jawab ku, lemees bestie kalo bilang kata putus, tapi yaa mau gimana lagi.

"Ya beneran lah, emang mau ngajakin siapa lagi, Kakak gak punya siapa-siapa yang mau di ajak,"

"Yaaaa...siapa tau aja, ada pacar baru gitu, atau sodara yang mau di ajakin?" tanya ku meyakinkan.

"Gak ada laaah, katanya ada yang mau di omongin, sekarang aja deh ngomongnya," ucap Kak Dandi sedikit memaksa.

"Nggak, nanti aja deh di sana ngobrolnya, sekalian," jawab ku kekeh.

"Ya deh, terserah lah, gimna maunya kamu ajah," jawab Kak Dandi pasrah, tapi sedikit kesal.

Kak Dandi pun pulang ke rumahnya, karna sudah tak ada lagi hal yang di bicarakan, begitu pula dengan si Acul yang ikut pulang sama Kak Dandi sekalian maen ke rumahnya Kak Dandi.

Aku segera menelpon Mamah, dari rumah Uwa untuk meminta ijin supaya aku tak harus pulang dulu ke rumah.

Tuuut...tuut..panggilan terhubung

"Halo, Mah. Aku mau bilang sama Mamah kalo hari minggu besok aku mau ke ci panas sama si Frea dan si Acul, kita pergi berempat kesana," cerocos ku menjelaskan.

"Terus kamu sama siapa?" tanya Mamah

"Aku sama Kak Dandi lah, emang sama siapa lagi," jawab ku bete.

"Mau ngapain ke sana?"

"Gak tau, si Acul yang ngajakin, tapi kalo aku sih mau ada yang aku obrolin sama Kak Dandi sekalian, sebelum kita berpisah selamanya, aku mau sama Kak Dandi dulu untuk yang terahir kalinya," jelas ku panjang lebar.

"Ya, ya udah hati-hati aja, jangan lama-lama di sananya, kalo nanti si Heri nanyain gimana?"

"Bilang aja, kalo aku lagi sama Kak Dandi, mau mutusin Kak Dandi," jawab ku enteng.

"Ya udah iya, tapi mendingan gak usah bilang aja deh, nanti marah lagi," jawab Mamah cemas.

"Gak, papa lah Mah, gak bakalan marah ini kok kalo di kasih penjelasan, atau nanti aku sendiri aja yang bilang sama orangnya," jawab ku dengan yakin.

"Ya mending kamu aja langsung yang bilang, biar gak marah, ya udah telponnya tutup ya, Mamah mau nyebokin si Kahfi," ucap Mamah buru-buru.

Tutut...tuuut telpon pun terputus

Aaah, syukurlah Mamah gak marah, aku pikir Mamah bakalan marah, heeuh selamaaat-selamat, "gumam ku.

Eeeh, pada kemana ni orang, kok sepi amat ya, pas aku menoleh dan mengedarkan pandangan ku ke seluruh ruangan, ternyata gak ada orang dirumah Uwa, cuma aku sendiri dari tadi di sini pada ningalin, haduuh. Aku yang bergumam sendiri sambil menepok jidat, ternyata semuanya pada dirumah Kak Cika, Kakak nya Frea yang ke 3, anak dari Uwa Fatimah, Uwa Fatimah punya anak 6, dan baru 3 anak yang menikah, sedangkan Frea anak yang ke 4.

*

*

*

Tepat di hari minggu dengan rencana yang sudah kita janjikan, ahirnya kita berangkat bersama, karna aku menginap di rumah Uwa, jadi Kak Dandi gak kejauhan ngejemput aku.

Pagi-pagi sekalih Kak Dandi sudah siap dengan segala peralatannya tinggal ngambil helem untuk ku ke rumah sodaranya katanya, dan nunggu si Acul datang.

Kiiikk...kiik kiik kiiik....Kak Dandi ngelaksonin aku dan Frea yang masih berdandan di kamar.

"Eh siapa tu yang udah dateng?" tanya ku ke Frea

"Gak tau, si Bang Dandi kali, coba liat deh,"

"Ah gak mungkin, biasanya juga masih tidur jam segini," jawab ku asal.

"Apa lagi si Acul, tadi aja di miskol gak di angkat-angkat, udah liat aja lah dulu, berisik! tau gak sih," jawab Frea yang sedikit jengkel dengan suara kelakson motor yang tak mau berhenti di pencet.

Aku pun segera keluar melihat siapa yang datang

Dengan rasa kaget dan tak percaya

"Astagaaaaa.....jam segini udah siap aja, aku aja baru mandi," oceh ku yang merasa aneh melihat Kak Dandi yang sudah tiba nyamper ke rumah.

"katanya kemaren kan pagi-pagi, biar gak panas, kata si Acul," jawab Kak Dandi

"Hah, yang bener, katanya jam 9 nan, kata si Frea," jawab ku.

"Ih katanya jam 8, siapa yang bener sih? Tau siangan mah tadi gak bakalan bangun dulu, lumayan setengah jam lagi juga kan," jawab Kak Dandi kesal.

"Ya udah si, gak papa lah, itung-itung olah raga dikit, mau ngopi gak?" jawab ku asal, sambil menawarkan kopi.

"Gak usah deh makasih, Kalo gitu Kakak mau ke rumah dulu aja, sebentar, sambil nungguin si Acul kesini,"

"Di sini dulu aja lah, paling bentar lagi juga dia ke sini," jawab ku basa-basi.

"Sama aja boong nungguin si Acul mah, lama dia mah, nanti kasih tau aja ya kalo si Acul udah ada," jawab Kak Dandi.

"Ya nanti aku miskol ya," jawab ku singkat

Kak Dandi pun pulang lagi ke rumahnya, entah apa yang akan dia lakukan.

Setengah jam sudah nunggu si Acul, ahir nya datang juga, eeeuh dasar kebo, "rutuk ku.

Aku pun ngemiskol Kak Dandi, supaya dia cepet nyamperin, tapi malah dia yang kelelep, iih ada-ada aja deh. Setelah berkali-kali aku memiskolnya ahirnya Kak Dandi tiba Juga, hmmmh dasar. Kami pun segera berangkat, karna sudah kesiangan, yang rencananya berangkat jam 9, jadi jam 10, huuh ya ampuuun. Biasanya cewe yang suka lama karna dandan nya lama, ini malah cowo yang lelet, bangunnya ke siangan gara-gara tidur kaya kebo.

Di perjalanan yang cukup jauh kami merasa pegal dan lelah, ahirnya kami memutuskan untuk beristirahat sebentar, di sebuah warung yang lumayan cukup ramai dengan anak-anak sekolah mulai dari anak SMP, SMA samapai Maha Siswa karna letaknya yang memang dekat dengan sekolahan yang lengkap berjejer dalam satu tempat itu. Aku jadi teringat dulu waktu masih sekolah, yang lumayan mengasikan tanpa beban berat seperti sekarang. Pikiran ku seketika melayang ke masa lalu, tiba-tiba Frea mendekati ku, membuyarkan lamunan ku.

Frea menegur ku sambil menepuk bahu ku, "Heh! Tia, lagi ngapain kamu,?" bengang- bengong aja, kaya onta," ucap Frea dengan omongan nya yang suka nyeletuk.

"Enggak, siapa yang ngelamun, cuma lagi liatin Anak Osis," jawab ku asal.

"Alaaah, boong yaa, keliatan dari mukanya," jawab Frea, sambil nyengir memperlihatkan gigi rapihnya yang putih bersih.

Lalu Kak Dandi menghampiri ku dan Frea yang sedang mengobrol, sambil membawa kopi pesanannya yang cukup lama menunggunya, sambil menghisap rokok.

"Lagi pada ngapain sih, kaya nya asyik banget, cengangas cengenges gitu dari tadi, lagi ngomongin Kakak yaa?" tanya Kak Dandi ke geeran.

"Enggak, kita cuma lagi becanda aja," jawab ku singkat.

"Ooh, ya udah lanjutin lagi," jawabnya sambil melengos duduk di kursi sebrang.

Selesai kami beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan kami kembali, kerna sudah merasa cukup lumayan bertenaga lagi.

3 jam kemudian baru lah kami sampai di tempat yang kami tuju, yaitu Ci Panas, gunung merapi yang dulu pernah meletus di tahun 1960 han itu, kini menjadi sebuah kawasan wisata yang ramai di kunjungi setiap tahunnya, karna menyimpan sejarah dan konon airnya yang hangat itu bisa jadi untuk mengobati panyakit, jika berendam atau berenang di air hangat itu, karna mengandung zat belerang.

Setibanya di sana kami berbincang-bincang dan melepas lelah kami di bawah gajebo yang selalu tersedia di situh, kemudian Kak Dandi pun memulai pembicaraan kita berdua, yang tiba-tiba sajah menanyakan hal yang kemarin yang ingin aku bicarakan.

"Neng, katanya mau ngomong, mau ngomong apa sih? Sekarang aja deh, sebelum kita lanjut ke tempat lain, sambil istirahat," tanya Kak Dandi tak sabar.

"Emang mau ngomong apa sih, kaya rahasia aja, gak papa kan kalo aku di sini ikut denegrin?" tanya Acul.

"Ya gak papa kok bukan rahasia ini, cuma mau bilang sesuatu ajah," jawab ku.

Aku pun mulai bercerita tentang Mamah yang eeuh, bikin ngenes pokoknya.

"Gini loh, tapi gak bakal marah kan?" tanya ku ke Kak Dandi.

"Marah kenapa? Kalo gak bikin marah gak bakalan marah, tapi kalo bikin emosi pasti marah tapi di tahan," ucap Kak Dandi.

"Ya jadi gini, kemaren itu kan waktu Kakak bilang kalo Pak Abdul Bapak nya Kakak mau ke rumah, tapi gak jadi, bukan gak jadi sih tapi belum ya, naah Mamah marah waktu itu. Mamah bilang kalo Kak Dandi itu gak serius lah gak nepatin janji lah, dan bla bla bla pkonya begitu lah. Aku juga heran sama Mamah yang sikapnya begitu, berubah-ubah kaya Eron Man, ngeselin tau gak sih," cerocos ku menjelaskan panjang lebar tanpa jeda dan sensor.

"Oooo, ya ya ya, jadi gitu, jadi kesimpulannya Mamah kamu gak setuju mungkin kalo kamu sama Kakak, begitu," jawab Kak Dandi

Yang entah mengerti atau enggak, yang penting aku sudah mengeluarkan unek-unek ku dan menjelaskannya. Apa yang sebenarnya hingga sampai seperti ini.

"Emmm, begitu, kirain mau ngomongin apaan, sampe gak mau ngomong di rumah," timpal Acul yang sedikit ikut menyimak.

"Ya gak papa lah, kan kalo di sini ngomongnya bisa terbuka, tanpa ada yang di tutupi, kalo di rumah nanti ada cicak putih," jawab ku ngasal.

"Ah ini mah modus biar jalan-jalan aja kan?"

"Enggak lah siapa yang modus," jawab ku ketus.

Stelah percakapan usai, kami berjalan-jalan menyusuri setiap sungai dan curug yang ingin kami kunjungi, dan berenang di sana.

1
վմղíα | HV💕
sabar semoga dapat rejeki mendadak dapat motor lagi
Amira Jihan Nurfaiza: aamiin
total 1 replies
վմղíα | HV💕
Tia kamu sangat lucu 😂
Amira Jihan Nurfaiza: mkasiiih.,😁
total 1 replies
HARTIN MARLIN
menyimak dulu
Amira Jihan Nurfaiza: ah jadi malu aku di mampirin suhu,.,🙈🙈
total 2 replies
JW🦅MA
mantap tuh duda
Alice
aku mampir kak, semngat.
Amira Jihan Nurfaiza: makasih ya dukungannya,.🥰
total 1 replies
JW🦅MA
walah kakaknya bisa bersikap gitu ya 😄😄😄😄😄
Amira Jihan Nurfaiza: emmh,.,maksudnya,.,/Doubt/
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kk yunia mampir
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,komen ya kalo ada yang gak sesuai atau ada kekurangan
total 1 replies
yosh—
kakak macam apa ini..🥴🥴🥴bilal....
Amira Jihan Nurfaiza: hooh,.,adek nya si tia namanya bilal,.,
bilal bin rabah,.,😁😁
total 1 replies
ℭ𝔲𝔱 🍁𝔎𝔲𝔱𝔦𝔡𝔥𝔦𝔫𝔤 🍁
Aku mampir kk💃🥰
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,kalo da yang kurang boleh di korksi ya
total 2 replies
Belinda Dayes
Ceritanya memukau, jangan berhenti menulis ya author!
Amira Jihan Nurfaiza: terimakasih say,.doakan sajah semoga bisa selalu menulis denga baik,.dan jangan lupa koreksinya ya,.jika ada kekurangan,.🥰
total 1 replies
Táo mèo
Baper deh!
Amira Jihan Nurfaiza: makasih,.🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!