NovelToon NovelToon
Matahari Senja

Matahari Senja

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:452.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mukarromah Isn.

Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya

Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?

.

Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️

Follow ig author : @mukarromatul28

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Jaga Dia

"Tante kira Langit yang mukulin kamu" Bu Yuli berkata demikian setelah selesai membersihkan darah yang ada pada hidung gadis itu

"Bunda sendiri yang ngajar buat nggak nyakitin perempuan" balas Langit yang kembali fokus dengan angka-angka dibukunya

"Kalau capek istirahat ya, jangan paksain tubuh kamu buat kerja" Bu Yuli mengelus surai hitam gadis itu, mata biru bagai laut malam itu mengingatkannya pada seseorang

"Nilai itu penting, tapi ingat kalau kesehatan jauh lebih penting" Senja menatap wanita paruh baya didepannya yang ia perkirakan berusia empat puluh tahun lebih yang seumuran dengan ibunya, andai ibunya tidak pergi, mungkin kalimat itu keluar dari mulut ibunya. Tapi kalau ia sendiri tak pernah dianggap, bagaimana mungkin hal itu terjadi?

"Senja udah nggak papa tante" jawabnya hanya tersenyum sungkan

"Jawabannya ini kan?" Senja teralihkan pada Langit yang menyodorkan buku padanya. Senja menerima dengan pelan dan memeriksa. Selanjutnya menatap Langit yang seperti anak kecil menunggu diberikan sesuatu

"Benerkan?" Senja mengangguk membuat Langit kegirangan

"Yes, mana hadiah gue"

"Masih gue gantung di motor, nanti gue ambilin" jawab Senja, kemudian menatap Langit siap untuk mengutarakan kalimat yang ingin ia sampaikan dari kemarin

"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Senja tiba-tiba serius, ia mempersempit jarak dengan Langit untuk berbicara dengan laki-laki itu

"Lo pakai narkoba?" Bisik Senja sangat pelan

"Apa?" Langit memegang telinganya yang geli karena bisikan itu

"Lo pakai narkoba?" Ulang Senja sekali lagi, kali ini lebih keras namun dengan tetap menutup di sisi kiri dan kanan mulutnya, takut ada yang mendengar

"LO PIKIR GUE COWOK KAYAK APA?!"

"Bisa nggak lo jangan teriak!" Senja memukul bahu Langit karena laki-laki itu yang berteriak tepat ditelinganya

"Ya lagian lo ngomong kayak gitu"

"Astaga Senja, senakal-nakalnya gue, haram bagi gue buat nyentuh barang haram itu" jelas Langit tak terima dirinya dituduh

"Gue kan cuma nanya doang"

"Terus kalau anggota geng lo ada yang pakek?"

"Gue haramin tuh barang masuk anggota gue" jawab Langit masih dengan nada kesalnya

"Langit" Senja tiba-tiba mengubah nada bicaranya dengan pelan namun seperti banyak hal yang ingin disampaikan

"Boleh gue minta tolong sama lo?" Tanya Senja serius, tatapan penuh harap gadis itu membuat Langit merasa agak berbeda

"Minta tolong apa?"

"Boleh jaga Lingga buat gue?"

"Lingga?" Langit mengulangi perkataannya, Lingga itu tangan kanannya. Dan ia baru ingat juga pertemuan pertamanya dengan Senja karena menjemput Lingga saat itu. Langit tau hubungan mereka adalah kakak adik yang tak harmonis, namun tak tau sejauh apa hubungan mereka

"Dia terkena pergaulan teman SMP nya, dia udah nyoba make kemarin"

"SERIUS LO?!" Langit sampai menggunjang bahu Senja karena tak percaya

"Gue nggak bakal minta tolong kalau cuma becanda"

"Kok bisa? Padahal udah gue peringetin semua anak buah gue nggak boleh ada yang nyentuh barang haram itu. Kok bisa gue kecolongan apalagi sama Lingga yang udah gue anggap adik sendiri?" Tanya Langit dengan pertanyaan beruntun

"Gue nggak tau gimana pergaulannya disekolah, tapi gue tau kalau dia pasti lebih dengerin lo yang bosnya daripada gue yang jadi kakaknya" walaupun miris nyatanya itu benar adanya

"Ingetin dia dan jangan kasih tau kalau gue yang laporin di ke lo" Langit terdiam sebentar kemudian mengangguk

"Ini hadiah lo" Senja mengambil isi plastik hitam yang tergantung di motornya dan memberikan pada laki-laki itu

"Ikan?" Harapan Langit langsung terhempas begitu saja, ia kira hadiah apa yang akan ia dapatkan ternyata hanya ikan ******

"Warnanya cantik tau, jarang ada yang punya kayak gini" balas Senja sengit. Niat awalnya ia beli karena ingin meletakkan dikamarnya sebagai teman curhat. Warna hitam dengan biru mengkilap diekornya itu ia berikan pada Langit walau agak tak rela

"Taruh dikamar lo, ikan kadang buat kita ngerasa nyaman liatnya"

"Wah ikan ******! Amalia mau"

Langit langsung saja menjauhkan ikan yang masih terbungkus plastik itu dari tangan adiknya

"Lo beli sendiri sana, ini nggak bakal gue kasih"

"Kak Langit pelit" Amalia menyedekapkan tangan didepan dadanya dengan tatapan kesal

"Heh bocil! Lo kemarin dibeliin bunda malah lo lepas di kolam belakang, dah hilang tanpa jejak kan ikan lo"

Tanpa disadari, dari kejauhan ternyata interaksi tiga orang itu ada yang memperhatikan. Ia mengambil gambar dengan ponselnya dan langsung mengirim pada seseorang diseberang sana

.

Hari minggu adalah hari dimana markas lebih ramai daripada hari biasa. Alasan selain karena hari libur, pada malam minggu anak-anak Atlantis juga banyak yang menginap dimarkas setelah balap liar dimalam itu

"Bos, lo beneran serius nggak sama Senja?" Doni tiba-tiba membuka pembicaraan saat Batara sibuk dengan ponselnya entah membuka apa

"Kenapa lo nanya gitu? Muka gue keliatan becanda kah?"

"Lo tau nggak kemarin Senja taruhan sama Peter, dua manusia ambis itu mau ngerebutin posisi juara pertama. Terus lo tau taruhan mereka apa?"

"Palingan buku satu lusin" jawab Galaksi yang kembali dari dapur dengan membawa secangkir kopi yang mengepulkan asap panas. Laki-laki itu ternyata mendengar pembicaraan mereka dari tadi

"Sayangnya bukan itu" jawab Doni

"Berarti dua lusin sama dua pulpen" ucap Raka tiba-tiba yang juga baru muncul dari dapur

"Bukan alat tulis b*go! Lo pikir hadiah lomba anak SD?!" balas Doni sampai ngegas

"Terus apa?"

"Kalau Peter yang menang, Senja harus mau jadi pacar dia"

Pruuuuu

Batara mengeluarkan kembali kopi Galaksi yang diminumnya, selain karena kopi itu panas, perkataan Doni juga salah satu penyebabnya

"Makanya gue tanya sama lo bos, kalau serius cepetan, kalau perlu halalin langsung" perkataan Doni langsung mendapat toyoran dan sorakan dari Galaksi dan Raka

"Senja nggak pernah percaya sama gue" jawab Batara lesu. Laki-laki itu menyugar rambutnya yang sedikit panjang ke belakang

"Lo nyatain cinta kayak mau nawar gorengan tau nggak, nggak ada serius-seriusnya" ungkap Raka yang beberapa kali mendengar laki-laki itu mengucapkan cinta

"Emang ada orang yang nawar gorengan?" Yudhistira yang sedari tadi diam memperhatikan akhirnya ikut nimbrung

"Tuh si Doni"

"Sial*n lo, itu bukan nawar namanya tapi minta diskon" bantah Doni yang tak terima, padahal menurutnya beda dengan menawar

"Tapi menurut kalian cinta itu apasih?" Pertanyaan Batara membuat mereka mendadak diam. Ruang tamu itu hening, kebanyakan anak-anak atlantis yang lain memilih kumpul dihalaman, selain karena lebih luas mereka tau kalau bos mereka juga sedang membahas hal penting

1
Mayyuzira
hahaha bisa aja temannya dibilang titisan iblis😂
Hasanah
masyaAllah seru bnget ngak brasa sharian in baca novel in ee tau2 udah tamat aj masyaAllah novel yg smpat q abaikan😀😀 maaf Thor bahkan AQ baca novel pelangi untuk Aqilla berulang kli TPI Bru tdi AQ mencoba baca novel yg trnyta sama bgus x sama yg satu
Hasanah
kirain Vero cewek🤣
diara
aku suka semua karyamu kak. semangat terus....semoga sukses
Wayan Sucani
Luar biasa
athaya_dèslyn
dari sini gue bisa belajar tentang pelajaran hidup, yang kadang kala duka datang dan kala bahagia yang datang. terimakasih karya hebatmu berhasil merubah ku menjadi orang yang lebih baik
athaya_dèslyn
alhamdulillah, kemakan omongan sendiri ya buk wkwkwk
Sri Erlinasari
aku suka ceritanya bagus banget
Sri Erlinasari
Luar biasa
Mom_Sa
aku yakin senja blm mati, gak mgkin pameran utama sbgtu mudahnya dihilangkan. aku yakin othor cuma ngeprank aja. klo itu bneran, kita musuhan ya Thor 😡😈
Mom_Sa
wkwkwkwk si senja kocak. batara pula ketua genk tapi takut Ama 👻🤣🤣🤣
Riska Trisna
Ayah yg kejam bahkan anak sampai tidak punya nomernya, krna di abaikan, di kucilkan
Sri Puryani
cpt karma buat mak lampir
Sri Puryani
mewek lg😭😭😭😭
Sri Puryani
senja umurnya brp sih? 18 th kan? kenapa kok nulisnya 17 terus
Sri Puryani
😭😭😭😭😭
Sri Puryani
kpn senja bahagia thor? kok ada aja kesedihan😭😭
Sri Puryani
thor mewek lg😭😭😭
Sri Puryani
senja....jgn diem aja dong....plg tdk blg yg btl....walaupun gk di denger
Sri Puryani
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!