NovelToon NovelToon
Transmigrasi Kayla

Transmigrasi Kayla

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Transmigrasi / Bad Boy / Trauma masa lalu / CEO / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: nand

Prolog

Ini mencerita kan kisah Kayla putri purnama dan Karel Albert purnama yang bertransmigrasi ke dalam novel "Bucinnya anak SMA ".
Kayla menjadi tokoh antagonis yang akan mati dengan tragis ,sedangkan sang adik menjadi tokoh figuran yang miskin mempunyai hidup yang kelam dan sahabat dari tokoh utama pria.

Adik laki-laki yang sangat menyebalkan nya merupakan pembully di sekolah.dan setiap hari pasti ada peringatan dari guru bk,tentu saja Kayla yang selalu menyelesaikan nya.
Berbeda dengan sifat sang adik yang hiperaktif ,Keyla adalah orang yang cuek dan dingin kecuali bersama adiknya.
Adiknya yang mempunyai trauma membuat Kayla memanjakan nya ,apapun yang Karel mau pasti terpenuhi.namun ,karena Karel seorang pembully.seorang siswa yang pernah menjadi korban mencoba balas dendam kepada mereka berdua dan dengan tragis nya Kayla dan Karel meninggal tertabrak mobil saat ingin pergi ke Alfamart.
Dan entah sial kenapa Kayla terjebak di dalam tubuh antagonis kejam bersama sang adik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siksaan Sang Antagonis Pria

Kayla di kejutkan dengan keberadaan nya yang entah di mana, di sini gelap Kayla tidak dapat melihat dengan jelas. Hanya ada lampu kecil yang terlihat akan redup. Sepertinya ia berada di dalam sebuah ruangan.

Kayla merinding, entah mengapa ia merasa akan melihat sesuatu yang buruk. Bau amis menyengat tercium melalu hidungnya, membuat perutnya bergejolak terasa mual.

Kayla memuntahkan suatu cairan putih dari mulutnya. Ia memuntahkan isi perutnya, dan bersandar pada dinding kotor.

"Sebenarnya gw dimana, gw lelah. Kapan semua ini berakhir?" Gumam nya.

"Aaaaaaaaaa... Ampun! Ampun! Gw mohon bunuh gw saja Xion!" triak nya, memohon.

"Haha... Memohon lah! Gw suka liat Lo menderita seperti ini!" Kekeh nya.

Suara itu terdengar samar-samar namun menggema di ruangan itu, suara cambukan, rintihan, erangan dapat Kayla dengar. Telinganya terasa begitu ngilu, mendengar seseorang tengah di siksa.

Tubuh Kayla bergetar hebat, jantungnya berdetak kencang suhu tubuhnya terasa dingin, suhu udara di sekitarnya nampak mencekam.

Dengan langkah yang pelan, Kayla menuju suara itu, dimana awal teriakan itu berada.Siapa? Dan kenapa? Berbeda dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan, pikiran nya malah menyuruhnya untuk pergi ke arah suara itu.

Melangkah, demi langkah suara itu terdengar jelas dan semakin keras. Kayla meneguk ludahnya kasar, tubuhnya benar-benar terasa berat seperti tertekan yang berlebihan.

"Aaaaaaa...gw mohon jangan! Jangan!" Isak nya.

"Stttt gw baru aja mulai, jangan triak! Apa perlu gw sumpal mulut Lo itu pake kain." Bentaknya.

"Jangan! Gw mohon! Sakit...Xion lepas hiks...lepas!" Isaknya.

"GW BILANG DIAM BANGSAT! ATAU GW BENER-BENER CONGKEL MATA LO PAKE JARI GW!" Triak nya.

Sesampai Kayla di tempat dimana suara bentakan dan teriakan itu berasal, Kayla menatap pintu berwarna coklat tuan itu dengan pupil matanya yang bergetar.

Bau amis darah itu semakin menyengat di penciuman nya, dengan tangan yang bergetar Kayla membuka pintu tampak tua itu, membuat pintu itu terbuka memperlihatkan sebuah ruangan yang minim cahaya.

Bukan itu yang menjadi objek nya, tapi seseorang yang tengah meringkuk di sudut tembok, yang tengah menunduk ketakutan dengan seorang pemuda yang tengah mencambuknya.

Kayla menutup mulutnya, ketakutan mulai mulai menyelimuti nya. Matanya berkaca-kaca melihat adegan di depannya. Tubuhnya luruh ke bawah, tidak kuat untuk menopang bobot tubuh nya.

Xion yang menjadi sang pelaku utama, mengayunkan cambuknya mengenai tubuh wanita yang tengah menyakiti pujaan hatinya. Tida ada ampun, tubuh wanita itu lecet bahkan berdarah, Xion tidak peduli. Ia menikmati nya.

"Ini balasan karena Lo udah nyakitin Yullia!" Bentaknya, Xion merasa puas melihat wanita iblis ini yang nampak kacau dengan luka di sekujur tubuhnya.

Xion membawa Kayla ke markas nya,Sebelum menyiksanya Xion juga meminta dokter untuk mengobati nya, takut wanita itu segera mati karena ia menabrak nya dengan keras waktu itu, bahkan wanita itu sempat tidak sadarkan diri.

Ctak!

Ctak!

Ctak!

Cambukan itu pun di layangkan kembali, mengenai tubuh wanita yang tengah berbaring meringkuk memeluk tubuhnya.

"Haha...sakit hm?"

"Akh...Sa-kit...ber-henti hiks...hiks..berhenti!" Kayla merintih kesakitan, dengan tangannya yang memeluk tubuhnya.

Xion menghentikan cambukan nya, beralih mencengkram kuat dagu itu, "Ini gak seberapa sama perbuatan Lo yang buat Yullia koma!"

Agh!

"Menjijikkan!"

Dug!

Xion menendang tubuh lemah itu, membuat Kayla tergeletak tidak berdaya, bahkan kepalanya mulai berkunang-kunang kembali, dengan darah yang mengalir ke lantai.

Xion mengambil pisau lipat, mendekat untuk membuat ukiran di gumpalan daging itu. Kayla merintih kesakitan, kulitnya terasa perih. Xion dengan teganya menyayat kulitnya.

"Hiks...Bunuh gw! Bunuh gw Xi-on..."

"Tentu! Setelah gw puas!" Ucap Xion.

"Lihat! Lo terlihat cantik dengan ukiran yang gw buat, apalagi warna merah ini.You look beautiful..." Xion seraya menutup wajahnya dengan satu tangan, sembari terkekeh.

"Lo bener-bener iblis cantik Kayla?"

Kayla yang menyaksikan sendiri bagaimana Xion dengan senang nya menyayat tubuh perempuan itu. Menutup mulutnya menahan mual.

Agh!

Xion menginjak-injak jemari-jemari itu,membuat perempuan itu berteriak kesakitan, belum cukup sayatan di tubuhnya. Sekarang laki-laki itu dengan teganya menendang perutnya, membuat nya mengeluarkan seteguk darah.

Dug!

Uhuk !

Kayla bergetar, menyaksikan bagaimana dengan kejamnya Xion menendang perut nya.

Meskipun bukan dirinya yang merasakan tapi tetap saja Kayla merasa ia tengah melihat kematian dirinya sendiri.

"Bangun! Bangun Lo Ba****!!!" Bentak Xion.

"Begitu saja Lo udah tepar, padahal gw belum apa-apa."

Kayla menatap Xion pasrah, kenapa ia harus di pertemukan dengan sosok iblis seperti Xion. Kenapa dunia ini tidak adil, apa ini berawal dari dirinya yang terlalu memaksakan keadaan.

Seketika Kayla menyesal, karena telah membuat Yullia koma. Mungkin ia tidak akan merasakan penyiksaan ini.

Ugh!

Xion mencekiknya dengan kuat, berharap orang di depannya itu mati. "Mati Lo! Mati!!!"

Uhuk!

Uhuk!

Kayla memegang kedua tangan Xion yang mencekiknya, rasa sakit di lehernya dan udara yang mulai menipis. Mencoba melepaskan cekikan itu dengan sekuat tenaga.

Lepas...!

Kayla yang melihat antagonis pria mencekik antagonis wanita, mencoba berdiri. Memaksakan tubuhnya untuk berjalan.

Air matanya sedari tadi sudah mengalir, ia tidak sanggup menyaksikan siksaan ini. Teriakan kesakitan, dan tawa puas dari pria di depannya.

"Berhenti anj***! Xion si***! Bren***! " Triak Kayla.

Menggeleng kan kepalanya, "Enggak, jangan mati! Jangan mati!"

Xion tertawa terbahak-bahak, "Ini yang Yullia rasakan, gimana?"

"Apa salah gw Xion..." Lirihnya.

"Lo masih nanya?"

"Salah Lo itu, terlahir di dunia ini."

Uhuk! Kayla mengeluarkan darah lagi dari mulutnya, organ-organ di dalam tubuhnya terasa sakit.

Xion menatap datar, tidak ada rasa kasihan terhadap wanita yang di cap iblis itu. "Gw akhiri ini?"

Xion berjongkok, menarik rambut Kayla dengan kasar. Tangannya satu lagi, memegang pisau.

Tangannya terayun, menusuk perut nya.

Jleb!

Akh!

Xion terkekeh, mendengar teriakan yang terasa seperti lantunan lagu untuk nya.

Jleb!

"S-sakit..."

Darah mulai mengalir dari bagian perut nya, Xion terus menusukan pisaunya itu. Tanpa ampun, tidak ada rasa kemanusiaan di matanya.Xion hanya akan merasa puas jika semua emosinya berakhir.

Jleb!

"Tidak!" Triak Kayla.

"Jangan...Jangan sakiti Kayla hikss...Cukup!" Kayla mencoba untuk menghentikan Xion, lagi-lagi ia tidak bisa menghentikannya. Sekuat apapun Kayla lakukan, Xion tidak melihatnya apalagi mendengar perkataannya.

"Haha...mati! Mati! Dasar iblis!" Kekeh nya.

Orang yang berbaring kaku di depannya sudah menutupkan matanya, tidak ada pergerakan sedikit pun, bahkan untuk hembusan nafas.

Kayla Aurora Robert, meninggal di tangan antagonis pria dengan segala siksaan nya.

Kayla menangis keras, kenapa ia harus menjadi saksi atas kematian Kayla yang asli. Kenapa harus ia yang harus di perlihatkan? Tubuh itu, sudah berbaring tidak bernyawa. Antagonis wanita mati, oleh iblis seperti Xion.

Tubuhnya bergetar ketakutan, tatapan nya menjadi kosong.

Tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap, suara-suara panggilan terngiang-ngiang di kepalanya.

"Kayla..."

"Kayla, bangun princes..."

"Kapan Kayla bangun Zein hiks..."

1
Hikam Sairi
👣👣
adelia
ditunggu thor
nand: lagi direview yah:)
total 1 replies
adelia
ceritanya bagus
Ummi Rizki
gak mudheng ceritanya....
Aegis
mampir dulu, ninggalin jejak.
☀️rr.ss❄️
me
Sania Mahira
cowok bodoh,percuma kaya sok dingin,klau gx bs bedain mana bener mna salah,sesempurnanya seseorang yg bisa nelaah sbuah kjadian jgn asal emosi,slalu kyk gt pmran utama,egois./Left Bah!/
Keane
ceritanya bagus,, semangat kak author untuk rajin up🤗🥰
nand: Hehe makasih👉👈
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
Jejak d tinggalkan
jgn lpa mampir di PSM ya
Pesona Sang Majjkan
Makasih
nand: iya kak🙏👍
total 1 replies
muti
smngt Thor
Agatha cute📴
Gak Isa nafas, gak ada jedanya Thor /Facepalm/
Ucu Borneo.
nice...
IndraAsya
next
nand
Sip otw kak😃
Alizeee
kak aku mampir, jangan lupa feedback ya 😃
IndraAsya
👣👣👣
Wawan
Hadir .... Semangat ✍️
DanaBrekker
lanjutkan, tetap semangat kak!
nand: makasih ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!