NovelToon NovelToon
ABHINAYA

ABHINAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: zhraa_

Kecelakaan yang merenggut nyawa kakaknya, akibat kecerobohan salah satu anggota geng motor bernama SAVAGE membuat Naya membenci geng motor tersebut dan orang-orang di dalamnya. Rasa bencinya semakin besar makala mendapat kabar bahwa pelaku yang menabrak sang Kakak diberi keringanan atas hukumannya dengan alasan pelaku mengalami cedera parah dan masih di bawah umur.

Sebagian besar anggota geng motor tersebut merupakan remaja yang masih berstatus pelajar di SMANTARA (SMA NUSANTARA). Sekolah dengan seleksi ketat, yang hanya bisa di masuki oleh orang-orang cerdas dan anak-anak orang berduit.

Di SMATARA, Naya bertemu Abhian. Kakak kelasnya yang ia tahu merupakan salah satu anggota SAVAGE. Kepeduliannya untuk membantu Naya membuat gadis itu menjadikan Abhian satu-satunya anggota geng motor tersebut yang ia beri pengecualian dari rasa bencinya.

Namun bagaimana jika Naya tau, bahwa Abhian adalah orang yang sebenarnya dia cari? Akankah pengecualian itu tetap berlaku untuk Abhian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhraa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. 'Gue' bukan orang baik

Sebuah motor Ducati berwarna merah melaju di jalanan dengan kecepatan penuh, sang pengendara dengan gesit menyalip beberapa pengendara lain yang di rasa menghalangi jalannya. Beberapa pengendara lain yang dilewatinya melayangkan umpatan pada si pemilik ducati, karena kesal melihat lelaki muda itu mengendarai motornya dengan kebut-kebutan.

Helm full face berwarna hitam dengan kaca yang terbuka, membuat bagian mata lelaki itu terekspos.

Pengendara itu menurunkan kecepatannya ketika memasuki halaman sebuah rumah kosong yang di ubah menjadi basecamp geng motor. Disana sudah banyak motor yang terparkir, dan sebagian ada yang menunggu sambil berbincang di atas motornya masing-masing.

Tengah malam nanti mereka akan melakukan Night ride, Abhian yang sudah lama tidak ikut memilih untuk hadir malam ini. Sejak kecelakaan itu, Abhian belum pernah mengikuti night ride lagi bersama anggota Savage yang lain. Karena tiap kali ia hendak ikut, ingatan kecelakaan satu tahun yang lalu terputar kembali di kepalanya. Namun Abhian memilih untuk melawan rasa takutnya hari ini, sesuai ucapan dokternya yang mengatakan jika ingin sembuh, ia harus melawan rasa takut yang menghantuinya itu.

Abhian masuk ke dalam basecamp lalu

mendekati Edgar yang sedang duduk di atas sofa sembari men-scroll sosial medianya, di sebelah kanannya ada Sandi yang sedang menghisap rokoknya sambil melamun.

“Loh ngapain datang? Malam ini lo mau ikut?” tanya Edgar yang melihat Abhian yang baru saja sampai di basecamp. Keempat sahabat Abhian tentu saja sudah tau trauma yang dimiliki lelaki itu.

“Iya, gabut gue di rumah,” jawab Abhian.

Abhian menunjuk Sandi yang hanya duduk diam melamun, biasanya lelaki itu yang paling banyak bicara di antara mereka namun hari ini mendadak diam seribu bahasa. "Anak itu kenapa?" tanyanya.

"Lagi galau dia."

"Galau kenapa?"

"Barusan habis dari warung mba Risma, buat nembak Ayu. Tapi di tolak, katanya Ayu udah punya pacar juga di sekolahnya. Udah jalan dua tahun lagi," tutur Edgar, menceritakan penyebab Sandi yang mendadak jadi pendiam.

"Oh, nice try, San," ledek Abhian, mengundang gelak tawa Edgar.

Sandi menatap nyalang kedua sahabatnya itu, dia sedang sakit hati bukannya di hibur malah diledeki seperti ini.

Puas menertawakan Sandi, Abhian beranjak menuju teras basecamp, ia melihat mulai banyak angggotanya yang berdatangan. Lelaki itu memperhatikan suasana luar bukan sekedar ingin memantau berapa banyak anggota Savage yang datang, tetapi ingin me-reka ulang suasana luar basecamp pada malam sebelum kecelakaannya.

“Kira-kira siapa yang berani potong kabel rem gue kalau ramai begini?” gumam lelaki itu sangat pelan, saking pelannya hanya ia yang bisa dengar. Matanya menelisik tiap pergerakan manusia yang ada disana, seolah mencari jawaban perihal siapa yang kiranya menyimpan dendam padannya.

Atensi lelaki itu beralih pada Novan yang entah sejak kapan berdiri disebelahnya, ia menatap Novan seolah bertanya ‘kenapa?’

“Ngapain lo?” tanya Novan.

“Mantau aja,” jawab Abhian.

“Mantau anggota kan tanggung jawab Sandi, serahin ke dia aja.”

Abhian tidak mengindahkan ucapan Novan, lelaki itu malah bertanya hal lain pada sahabatnya itu. “Van, menurut lo, kira-kira di antara mereka, siapa yang punya dendam sama gue?” tanyanya, menunjuk anggota Savage yang berada di luar basecamp dengan dagu.

“Maksud lo? Kenapa tiba-tiba tanya itu?” tanya Novan balik, tidak mengerti dengan maksud lelaki itu.

“Tiba-tiba kepikiran aja, gue bukan orang baik jadi gak menutup kemungkinan gue nyakitin perasaan orang lain dengan perilaku gue yang gak gue sadari,” tutur Abhian. Ia pikir, tidak mungkin orang itu berani mencelakainya jika Abhian tidak melakukan hal yang sekiranya membuatnya tersinggung.

Novan mangut-mangut karena paham arah pembahasan Abhian. “Menurut gue, kalo ada orang yang dendam sama lo belum tentu karena lo buat kesalahan sama dia. Bisa jadi karena dia iri atau memang gak suka sama lo atau kehidupan yang lo jalani, jadi jangan menyalahkan diri sendiri buat hal yang belum lo tau pasti penyebabnya. Hati manusia gak ada yang tau, kan,” balasnya.

Abhian mengangguk setuju, pernyataan Novan ada benarnya. Tapi tetap saja Abhian ingin tahu alasan orang itu membencinya. “Bener juga, tumben lo bijak.”

“Sialan, lo,” umpat Novan. Ia menatap Abhian yang sedang terkekeh, dengan tatapan yang sulit diartikan.

...****************...

Kaki jenjang milik Laura baru saja memasuki sebuah warung kopi yang lokasinya berada di tengah-tengah pasar, gadis itu mengedarkan netranya ke dalam warung yang tidak terlalu luas. Netranya berhenti pada seseorang yang menutupi sebagian wajahnya dengan tudung hoodie, dengan segera Laura menghampiri orang itu.

“Nggak ada tempat lain kah buat ketemuan? Lo kan tau gua gak cocok sama tempat kayak gini,” ujarnya pada lelaki itu.

Keluhan Laura tak dihiraukan lelaki itu, ia menatap Laura dengan kesal. Biasanya ia selalu menatap gadis itu dengan kagum, namun rasa kagumnya seolah menghilang karena gadis itu tahu rahasianya sekarang. “Siapa yang kasih tau lo tentang gue?” tanyanya.

Laura tertawa remeh. “Theo. Lo tau kan dia cinta banget sama gue, dia bahkan rela bocorin rahasia kalian ke gue,” jawab gadis itu.

Lelaki itu menggebrak kan meja, rasa kesalnya sudah di ujung kepala. “Theo, sialan,” umpatnya.

Gadis itu melipat tangannya di depan dada. “Wah, gue gak nyangka ternyata lo orangnya. Kalau Abhian tau, kira-kira dia masih anggap lo teman gak ya? ” imbuh gadis itu.

‘To the point aja, mau lo apa?”

“Lo tau kan cewek yang deket sama Abhian, gue pengen lo buat cewek itu benci sama Abhian,” titah Laura.

“Lo gila? Gimana caranya buat orang saling suka jadi saling benci, kalau nyuruh itu yang jelas-jelas aja,” tolak lelaki itu.

“Bukannya itu mudah ya buat lo? Lo kan paling jago adu domba orang lain,” sarkas Laura, tepat sasaran. “Pokoknya terserah lo caranya gimana, yang penting hubungan mereka harus renggang supaya Abhian balik lagi ke gue,” lanjutnya.

“Lo ngapain sih, Ra, sampai ngelakuin sejauh ini buat Abhian. Dia udah gak ada rasa sama lo, mending lo lupain dia. Masih banyak orang yang bakal treat lo lebih baik dari dia,” orang itu menjeda kalimatnya, ia menurunkan tudung hoodie yang tadi menutupi kepalanya lalu menatap Laura. “Gue salah satunya,” lanjutnya.

Laura berdecih mendengar akhir kalimat yang lelaki itu ucapkan. “Gak usah sok romantis deh, Theo aja gue tolak, apalagi lo! Pokoknya lakukan apa yang gue minta, kalo gak mau rahasia lo sampai ke telinga Abhian,” ancam gadis itu.

Setelah selesai dengan urusannya, Laura segera keluar dari warung kopi tanpa pamit pada lelaki itu. Sedangkan lelaki itu masih tetap di posisinya, memandang punggung Laura yang perlahan menghilang. Kedua tangannya ia kepal di tas meja karena kesal dengan ancaman yang gadis itu berikan padanya.

Kini rencana terancam gagal karena gadis itu telah menggenggam rahasianya.

1
Myra Myra
kena cari mslh Ae nape novan lakukan to
Cokies🐇
terkadang penyebab luka terhebat tuh justru dri orang terdekat 🥺
Cokies🐇
Kasih kaca bi yang gede
Cokies🐇
Rasakan kau bapak!
Cokies🐇
jangaj gitu paak
Cokies🐇
duhhh kenapa bisa ketangkepp
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya orng seperti itu jangan di dengerin
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
trus apakah dia masih cinta ma anda?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kalian itu udh bukan pacaran ya , tp ma n tan n
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
udh pasti sengaja itu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ank jarang di rumah gitu disayang ya?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
oh jadi ini tadi mknya knp foto"
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
knp nih Poto"?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
wih , masa iya?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
hayo loh
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ada kok klok es yang dingin itu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
sabar bhi
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
klok kepala nya kyk jeli kan ngk mungkin pak
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
loh pak jahat bngt
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
amunisi 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!