(SEKUEL PERFECT HUSBAND)
Dave dan Zea yang akhirnya menyatakan perasaan satu sama lain, akan cinta itu berjalan dengan lancar hingga mereka bisa bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khay_Za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya isu
Semua orang panik melihat Calla yang masih terbaring dilantai. El mengangkat tubuh anaknya dan membawanya ke sofa lalu menyuruh supir untuk menyiapkan mobil jika Calla tidak juga sadar ia akan langsung membawa Calla ke rumah sakit, Luna mengambil minyak kayu putih untuk membantu menyadarkan Calla sedangkan Zea ketakutan setengah mati.
"Calla, de maafin kakak. Kakak bener-bener cuma becanda maaf. Bangun, cepat bangun. Kakak janji gak akan bersikap kasar lagi sama kamu. Bangun dong de, please." Kata Zea merengek disamping adiknya sambil menepuk pelan pipi Calla.
"Oke, janji disetujui." Kata Calla yang tiba-tiba membuka matanya mengagetkan Zea yang sudah menangis ketakutan.
CALLAAA!!!!! Teriak Zea keras, kedua orang tuanya sontak berlari mengejar kearah Calla, mereka berpikir jika sesuatu sudah terjadi pada anak laki-lakinya tersebut. Nyatanya Calla malah tertawa puas melihat kakaknya menangis sambil memaki dirinya. El dan Luna menghela nafas lega, mereka berdua segera menghampiri kedua anaknya dan ikut menyerang Calla dengan gelitikkan bertubi-tubi.
"Bagus ya, ngerjain daddy dan mommy." Kata Luna gemas melihat keusilan anak laki-lakinya tersebut.
"Calla minta di Smackdown sayang?" Tanya El membuat Calla makin gelak tertawa.
"Habisnya si cengeng rese, sempat-sempatnya ngejitak kepala Calla. Rasain kan, akhirnya ngucap janji sendiri." Kata Calla masih terbahak.
"PENIPU!!!" Sahut Zea kesal sambil berdiri.
"Ikan hiu makan tomat, BODO AMAT. Yang jelas jangan sampai lupa janji." Kata Calla cuek melihat kakaknya yang kesal karena ulahnya.
"Beli tomat di bali, BODO AMAT GAK PEDULI!" Balas Zea membuat kedua orang tua mereka mengernyit mendengar kedua anaknya berbalas pantun.
"Ikan hiu makan awkarin, ya udah biarin." Sambung El membuat kedua anaknya tertawa keras.
"Daddy apaan ikutan ngepantun, bawa-bawa nama merk lagi." Ucap Zea tertawa lucu.
"Loh, daddy ini salah satu Daddy terupdate. Jadi jangan heran kalo masih banyak orang yang mengira Daddy ini single." Kata El membusungkan dada dengan bangga.
"Oh jadi masih single? " Tanya Luna melipat kedua tangannya didepan dada sambil tersenyum penuh penekanan membuat bulu kuduk El merinding.
"Wah sorry Daddy, Zea berangkat dulu." Kata Zea undur diri melihat senyum Luna pada El.
"Calla mau sarapan dulu. Daddy, selamat berjuang." Sambung Calla tersenyum penuh ejekan lalu ikut pergi meninggakan kedua orang tuanya.
"Masalah single kita bahas lagi nanti, aku mau ngomong dulu sama Zea." Kata Luna dengan raut wajah kesal ia meninggalkan suaminya untuk mengejar Zea. El hanya bisa tersenyum datar terlihat ekspresi khawatir dari wajah El.
"Kak.....Tunggu bentar sayang." Panggil Luna berlari menghampiri anaknya yang sedang menunggu taksi.
"Kenapa Mom?" Tanya Zea penasaran.
"Ummmm....Kamu masih berniat pasang tato?" Tanya Luna sedikit ragu membahas masalah itu lagi.
"Mommy tenang aja, Zea gak akan melanggar apa yang gak di izinin sama Mommy dan Daddy kok." Sahut Zea tersenyum manis.
"Ummm.....Gimana kalo Mommy izinin kamu untuk pakai tato?" Tanya Luna lagi membuat Zea kaget dengan apa yang di ucapkan oleh ibunya.
"Mo.....Mommy serius?" Tanya Zea dengan mata berbinar.
"Tapi janji gak boleh banyak-banyak, gak boleh besar-besar dan gak boleh ada ditempat yang terbuka karena kamu masih kuliah." Sahut Luna memberikan syarat pada anaknya.
"Siap, janji gak akan besar, gak akan banyak gak akan bikin ditempat terbuka." Sahut Zea terlihat sangat senang.
"Hmmmm.....Daddy boleh nambah lagi gak?" Sahut El yang tiba-tiba datang bersama Calla.
"Sini biar Mommy yang tato pake spidol kita buat gambar hello kitty." Sahut Luna membuat Calla dan Zea tertawa.
"Ya udah berangkat sana, Kakak ikut Daddy aja daripada naik taksi." Kata Luna, Zea mengangguk cepat setuju dengan saran yang diberikan ibunya. Kedua anak itu lalu masuk kedalam mobil lebih dulu meninggalkan kedua orang tuanya.
"Entar malam Daddy bikinin tato ya di badan Mommy." Bisik El tersenyum genit membuat Luna mencubit pria berwajah tampan tersebut.
"Buruan berangkat sana." Kata Luna mengalihkan pembicaraan sambil mendorong tubuh besar El.
"Oke, Deal ya." Kata El sambil masuk ke dalam mobil, setelah anak dan suaminya pergi Luna segera masuk ke rumah. Hari ini ia ada janji dengan teman-temannya termasuk Dara.
***
Saat ini Luna dan Dara sedang berada di sebuah sebuah cafe untuk bertemu teman-teman arisan mereka.
"Hai, udah lama ya nunggu kita?" Ucap Dara menyapa beberapa orang wanita yang sudah berkumpul di satu meja.
"Gak apa-apa Bun, kita juga baru pada dateng. Oh iya selamat ya Bun, duh yang sebentar lagi punya cucu. Gak nyangka ya diantara kita semua, Bunda Dara yang bakalan duluan gendong cucu." Ucap Stella, teman arisan Dara dan Luna. Dara kaget saat mendengar ucapan temannya. Sedangkan Luna yang baru saja diceritakan oleh Dara tentang masalah yang dihadapi Davin langsung bingung darimana Stella tau tentang kabar tersebut.
"Mom Stella denger gosip darimana?" Tanya Luna bersikap santai, ia juga menggenggam tangan Dara, seolah ingin berkata semua akan baik-baik saja.
"Ih masa Mom Luna gak liat berita gosip online pagi ini? Coba deh Mom Luna cek, bahkan beritanya menempati posisi nomor satu lho. Wah, udah Davinnya ganteng calon istrinya cantik model pula gimana muka cucunya Bunda Dara entar coba." Ucap Arini, teman Dara dan Luna yang lain. Dengan cepat Dara dan Luna mengambil hp masing-masing dan melihat berita yang menjadi trending topik pagi ini.
Dara benar-benar kaget saat melihat berita tersebut, disana jelas tertulis jika Davin dan Anetha akan segera menikah dalam waktu dekat karena Anetha tengah mengandung anak dari Davin.
"Ya ampun kok ada ya yang nulis berita gak berbobot gini." Kata Luna bicara dengan nada santai seolah itu semua tidak benar.
"Loh, kok Mom Luna bilang gitu? Jadi berita itu cuma isu?" Ucap Stella penasaran. Luna meletakan kembali hpnya didalam tas.
"Logika aja deh Mommy-Mommy sekalian. Kalo emang Davin mau nikah gak mungkin dong aku dan Dara ada disini. Mommy-Mommy kan tau banget gimana ratu pesta kita ini, tiap ada pesta dia akan sibuk menjelajahi tiap butik, tiap mall buat belanja. Masa untuk pernikahan anak kami, kami sesantai ini? Lagian ya Mom, berita inikan baru dikeluarkan tadi pagi belum tentu kebenarannya soalnya Davin sendiri belum konfirmasi." Kata Luna tersenyum kearah Dara yang hanya bisa diam membisu.
"Iya sih, namanya zaman sekarang apa-apa bisa di setting sesuai kebutuhan. Jangankan berita pernikahan, yang nyata udah nikah aja bisa settingan." Jawab Rindu, wanita lain yang ada dalam perkumpulan tersebut.
"Davin kami masih fokus kuliah, ah semoga orang-orang tidak langsung menelan berita ini dengan cepat. Ini yang nerbitin berita siapa ya? Ra, keknya habis dari sini kita mesti mampir ke kantor suami-suami kita deh. Ini jelas pencemaran nama baik." Tambah Luna membuat wanita-wanita yang ada di sana percaya dengan ucapannya. Dara tersenyum lega, ia tidak bisa membayangkan jika tadi Luna tidak membantunya entah akan bagaimana jadinya.
***
Sementara itu di kantor. El, Daniel, Ken dan Rendy juga sedang membahas masalah yang sama. Setelah meeting selesai mereka langsung berkumpul di ruangan pemilik perusahaan tersebut.
"Gue percaya sih kalo Davin gak kek bapaknya." Celetuk Rendy santai tanpa perduli Daniel.
"Lagi dan lagi, ipar gue ****** kan? Gak cuma ****** sih, laknat juga emang." Ucap Daniel kesal.
"Hahahaha gini-gini kalo gak gue kasih lampu hijau gak kawin lo sama ade gue." Sahut Rendy tertawa.
"Nyatanya gue kawin duluan sama ade lo, lo gak tau." Sahut Daniel menyeringai.
"S*alan!" Umpat Rendy kalah.
"Eh tapi gue, gue asli kaget lho saat tau Dave punya tato juga di punggungnya. Wah keren gak tuh anak gue." Kata El tersenyum bangga.
"Eh si Dave pake tato juga Nil?" Tanya Ken penasaran.
"Nan, lo bisa gak sih panggil nama gue yang bener. Daniel atau Dan, kenapa jadi Nil? Nila? Kuda nil? Somplak." Umpat Daniel, padahal jelas awalnya yang mereka bahas adalah masalah Davin tapi sekarang entah kemana arah bicara dari keempat pria tersebut.
"Lah lo sendiri manggil gue Nan, Nani? Nana? Nene*?"
"****** lo! Gak ada akhlak emang jadi manusia." Umpat Daniel cuek dan tidak o
perduli membuat Rendy dan El tertawa.
"Iya Dave punya tato, mirip kek tatonya El terus di sana juga ada nama anaknya El. Semua selalu El, lama-lama gue suruh pindah KK juga tuh anak." Ucapan Daniel membuat ketiga sahabatnya tertawa.
"Lo tau gak, si Zea langsung ngerengek minta izin buat bikin tato juga."
"Serius? Dave yang ajak?" Tanya Daniel takut jika anaknya membawa pengaruh buruk pada Zea.
"Enggaklah, Dave udah larang Zea. Tapi kalian tau sendiri gimana Zea.....Akhirnya Dave serahin izin itu ke gue dan Luna. Dave bilang kalo gue dan Luna izinin, Dave mau anterin dia. Tapi kalo gue dan Luna gak izinin walaupun Zea ngerengek Dave gak akan anterin." Kata El menceritakan sedikit masalah yang terjadi dalam keluarganya.
"Terus lo dan Luna kasih izin?" Tanya Ken
"Awalnya Luna nolak bahkan marahin Zea, tadi pagi, Dia sendiri yang izinin Zea tapi tetap syarat dan ketentuan berlaku."
"Kek mau pinjem duit ke bank aja pake syarat dan ketentuan." Celetuk Rendy tertawa.
Bersambung.....
Next aja ya romantis-romantisan bareng Dave dan Zea...
udh ngantuk 🤧
bener gak tuh anaknya Davin ???