NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Ketika kendaraan Nadi, mulai memasuki gerbang kediaman Aaron. Aaron baru saja memarkirkan kendaraannya di teras. Pria itu langsung turun dan menghampiri Nadi di belakang mobilnya.

Aaron terlihat sangat cemas, namun ia berusaha untuk tetap tenang di depan putrinya. "Ada apa Papa meminta kami pulang? Aku masih main dengan Alin," protes Alyssa.

Aaron berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Alyssa. "Lima belas menit lagi kita akan pergi, kamu ganti baju sama bibik dulu ya. Papa ingin bicara sebentar dengan Mama."

Alyssa menatap Aaron dengan bingung. "Kemana?" ia menoleh ke arah Nadi. "Apa Mama ikut?"

Nadi melirik ke arah Aaron, seolah menanyakan apakah dirinya harus ikut. "Iya, Mama akan ikut," jawab Aaron.

Tanpa kembali bertanya lagi, Alyssa masuk ke rumah bersama pengasuhnya. Aaron kembali berdiri tegak sembari melihat ke Alyssa yang berjalan memasuki kediamannya, setelah Alyssa menjauh Aaron berbalik menghadap Nadi. "Bagaimana aku mengataknnya kepada Alyssa?" Aaron tidak lagi dapat menutupi rasa khawatirnya.

Nadi menyentuh lengan Aaron dengan lembut. "Katakan saja apa yang terjadi tapi jangan katakan jika ibunya meninggal karena di bunuh. Alyssa masih terlalu kecil untuk menerima itu," ia memahami kecemasan yang Aaron rasakan, serta kesedihan untuk Alyssa. "Aku turut sedih dan berduka cita, Aaron. Mengapa ini bisa terjadi?"

Padahal Nadi berniat menemui Sarah, untuk mengobrol dengannya dari hati ke hati agar ke depannya bisa bersama-sama mengasuh Alyssa, tapi sayangnya rencana itu berubah setelah tadi Aaron mengubunginya, mengatakan bahwa Sarah telah meninggal dunia.

"Sarah hamil," jawaban Aaron membuat Nadi terkejut karena sepengetahuannya Sarah belum menikah. "Dia meminta pertanggung jawaban kekasihnya, tapi sayangnya kekasihnya tak menginginkan pernikahan dan bayinya. Sarah terus mendesak agar bajingan itu mau menikahinya, namun bajingan itu malah membunuhnya," lanjut Aaron, ia menghela napas beratnya seolah tak sanggup melanjutkan ceritanya, tapi kemudian ia melanjutkannya. "Bajingan itu mencekik Sarah hingga tewas di apartement mereka."

Nadi membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya, ia tak bisa membayangkan jika sampai Alyssa mendengar cerita ini. "Aku akan mendampingi Alyssa."

"Terima kasih, Nadi." Aaron memaksakan seulas senyuman.

Alyssa kembali dengan pakaian serba hitam, ia menanyakan mengapa dirinya harus mengenakan pakaian hitam-hitam dan kemana mereka akan pergi. Aaron kembali berjongkok dan menatap Alyssa dalam-dalam. "Papa punya berita duka untukmu," ucapnya hati-hati.

Wajah Alyssa berubah menjadi cemas, dan penuh tanya. "Siapa yang meninggal, Pah?"

Aaron terdiam untuk sesaat. "Tadi pagi Eyang menghubungi Papa, beliau mengatakan Mama Sarah meninggal dunia, pukul 06.00 pagi ini," jawab Aaron sembari terus memperhatikan wajah cantik putrinya.

Alyssa hanya diam tak memberi tanggapan apa pun, wajahnya terlihat sedih tapi juga bingung. Tak lama setelah itu dia tersenyum tapi bukan senyum bahagia, melainkan senyum penuh luka. "Aku tak pernah berjumpa dengan Mama Sarah, tapi sekarang aku akan berjumpa dengannya di saat Mama sudah pergi," suara Alyssa terdengar begetar.

Wajar saja ia mengatakan jika tak pernah berjumpa dengan ibu kandungnya, sebab Sarah meninggalkan Alyssa ketika Alyssa masih berusia dua tahun, dan Alyssa belum bisa mengingat hal itu. Sarah pergi meninggalkan Alyssa dan Aaron demi mengejar cinta lamanya, sayangnya kekasih yang selama ini ia kejar tak pernah berniat menikahinya, bahkan sampai Sarah hamil pun pria itu tetap tak berniat menikahinya dan justru malah membunuh Sarah.

Nadi ikut berjongkok, ia mengelus kepala Alyssa dengan lembut. "Kita takziah dan doakan Mama Sarah sama-sama ya, agar beliau di tempatkan di tempat terindah."

Alyssa menganggukan kepalanya, ia dan Aaron masuk mobil terlebih dahulu. Sementara Nadi pergi ke mobilnya untuk mengambil jas, kerudung dan kaca mata hitamnya, barulah ia masuk ke mobil Aaron.

...****************...

Suasana duka menyelimuti kediaman orang tua Sarah, nampak wanita tua menagis tersedu-sedu di depan jenazah Sarah. Wanita tua itu menoleh ke arah mereka bertigq ketika orang di sebelahnya mengatakan Aaron dan Alyssa datang.

"Cucuku hiks.." Wanita itu melambaikan tangan, meminta Alyssa mendekat dengannya.

Wajah Alyssa nampak asing, selain tak pernah melihat ibundanya, ia juga tak pernah melihat eyangnya. "Itu eyang, ayo salim dulu!" bisik Aaron, ia membimbing putrinya untuk untuk mendekat ke arah eyangnya.

Dengan ragu-ragu dan dorongan dari Aaron, Alyssa perlahan melangkah. Widya merengkuh Alyssa ke dalam pelukannya. "Cucuku huhu..." tangisnya pecah sembari memeluk Alyssa dengan erat. "M-maafkan eyang, sayang," ucapnya terbata-bata menahan tangisnya, sekilas ia melihat ke arah Aaron.

Aaron melihat mantan ibu mertuanya nampak menyesal, kemungkinan karena pernah mengusir dirinya sewaktu ia datang ke rumah itu hendak meminta Sarah menemani Alyssa yang tengah di rawat di rumah sakit pasca perceraian mereka.

Kala itu Widya mengatakan bahwa dia akan memiliki menantu yang lebih hebat dan kaya dari Aaron, dia meminta Aaron tidak mengganggu putrinya dan menyuruhnya mengurus Alyssa sendiri karena Alyssa merupakan tanggung jawabnya.

Tapi setelah bertahun-tahun berlalu, pagi tadi Widya menghubungi Aaron. Widya mengabarkan berita kematian Sarah, ia menceritakan perjalanan cinta Sarah yang begitu menyakitkan pasca bercerai dengan Aaron, pria yang selama ini Sarah kejar ternyata hanya mempermainkannya bahkan hingga membunuhnya. Widya meminta bantuan Aaron untuk menangani masalah pembunuhan putrinya, sebab kekasih Sarah bukan orang sembarangan, dengan kekuasaannya pria itu bisa memutar balikkan fakta.

Aaron bersedia membantu Widya, karena mau bagaimana pun Sarah tetap ibu yang sudah mengandung dan melahirkan putri kesayangannya.

Sepanjang upacara pemakaman Sarah, Nadi terus berada di samping Alyssa, dari tangannya yang di genggam erat oleh Alyssa, ia tahu bocah itu meminta kekuatan darinya. Tangis Alyssa pecah ketika jenazah ibundanya di kebumikan, meski terpisah cukup lama namun ikatan batin antara ibu dan anak itu tetap ada.

Nadi memeluk Alyssa dengan erat, ia merasakan apa yang Alyssa rasakan karena Nadi pun pernah kehilangan ibundanya. Nadi tak meminta Alyssa untuk tidak menangis, sebab dengan menangis akan meredakan kesedihan yang ia rasakan.

Alyssa menangis hingga upacara pemakaman selesai, Nadi menggendongnya masuk ke mobil. Aaron merasa terenyuh melihat Nadi begitu sabar dan tulus mencintai putrinya, bahkan Nadi menyuruh Alyssa untuk mendoakan Sarah. "Terima kasih ya, Die. Kamu udah mengajari Alyssa untuk mendoakan ibunya." Aaron mengelus punggung Alyssa yang tengah tertidur dalam pelukan Nadi.

"Sampai kapan pun Sarah tetap ibunya Alyssa, dia berkewajiban mendoakan ibunya. Sekali pun Sarah masih ada, aku tidak pernah berniat menggantikan Sarah. Aku ingin kehadiranku di hidup Alyssa sebagai pelengkap kebahagiaannya bukan pengganti ibunya."

Aaron tersenyum. Ia merasa begitu beruntung memiliki Nadi di hidupnya.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!