Saat Salsa membuka matanya perlahan ia menangkap sesosok pria yang sangat amat di kenalnya.
"Raihan!?" Batin nya bersua.
Setelah koma hampir 3 bulan akhirnya Salsa kembali sadar. Dia melupakan banyak hal terutama pria yang bersanding dengannya di atas pelaminan. Salsa salah mengenali sosok suami sebelum kecelakaan terjadi dan suami setelah dirinya koma.
Dua sosok yang berbeda, namun keduanya menyandang status yang sama sebagai suaminya.
Raihan merupakan suami pengganti bagi istri kakaknya. Salsa adalah sahabat baiknya yang menikahi kakak kandungnya. Lalu saat Salsa ingat kembali, akankah ia menerima adik iparnya sebagai pengganti suaminya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frisca Dewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB30
" Salsa..." seru Raihan lagi karena melihat Salsa tak merespon pertanyaannya.
Salsa terkejut. " Ah, oh. Apa yang kau lakukan ?" tanya Salsa gelagapan
" Apa ?" bola matanya ke kanan dan ke kiri mencerna arti tatapan aneh Salsa.
Salsa menutup matanya dan memalingkan wajahnya.
" Ada apa, Sa. Kenapa kau menutup matamu dan menghindari tatapanku. " Tanya nya yg masih belum juga sadar. Salsa menunjuk dadanya lalu mendorongnya dengan jari telunjuknya menjauh darinya.
" Apa yg kau lakukan, kenapa kau tidak memakai bajumu ?" tanya Salsa terbata-bata.
Raihan melihat kebawah, dengan cepat ia melepaskan tangannya dari Salsa. Setelah menyadari bahwa dia saat ini sedang bertelanjang badan di depan Salsa.
" Sa, ini, itu. Oh, kau jangan salah paham, aku itu."
' Ah, ada apa denganku. Kenapa malah ke lagapan begini, yang ada dia akan semakin salah paham padaku. '
" Dengar, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh...."
" Berhentilah bicara, pergi dari sini, dan pakai baju mu. " usir Salsa yang masih tetap menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Oh, iya. " jawabnya. Ia langsung berlari ke kamar mandi.
Salsa menghembuskan napasnya, lalu membuka tangannya perlahan. Salsa meletakkan kedua telapak tangannya di pipinya.
' Dasar bodoh, kenapa kau malu, bukan berarti kau belum pernah melihat pria bertelanjang dada kan? Tunggu, tentu saja itu berbeda, aku hanya melihatnya di layar hp dan komputer saja, tidak secara langsung begini, jadi wajar saja aku merasa malu.' Gumamnya.
Di dalam kamar mandi.
Raihan memakai kembali baju kemeja putih dan celana hitam yang ia pakai sebelumnya. Karena belum sempat kembali ke rumah jadi dia tidak punya baju ganti lainnya, sedangkan kopernya sudah ia kirimkan kerumahnya.
' Dasar bodoh, ini pertama kalinya aku terlihat seperti orang bodoh di depan seseorang. Aku rasa cuma karenamu aku bisa merasakan ini, Salsa. ' tak henti-hentinya ia tersenyum sambil menatap wajahnya di cermin.
Raihan keluar dari kamar mandi. Salsa menoleh dan menatapnya tanpa berkedip, ia merasa tersihir dengan ketampanan suaminya itu. Rambut yang masih sedikit lembab, membuatnya terlihat semakin tampan.
Deg deg
Suara detak jantungnya seakan terdengar keluar. Saat Raihan menyadari ada sepasang mata yang sedang menatapnya Raihan melirik arah tatapan. Dengan cepat Salsa memalingkan wajahnya.
Raihan yang menangkap basah Salsa, jadi tersenyum.
" Apa kau lapar, Sa ?" tanya Raihan memecahkan kecanggungan di ruangan itu.
" Hemm. " jawabnya tanpa melihat kearah Raihan. Ia terus saja menundukkan kepalanya.
" Baiklah, tunggu sebentar, aku akan ambilkan makanan untukmu. "
Salsa hanya manggut-manggut menjawab Raihan.
Raihan juga mengikuti gerakan Raihan, ia manggut-manggut sambil terus tersenyum.
' Aku tidak tau dia semanis itu bila sedang tersenyum, yang kutau dia selalu saja menunjukkan wajah kesalnya padaku sejak dulu. ' gumamnya, sembari keluar dari dalam kamar.
Sepeninggalan Raihan, Salsa malah menutup wajahnya dengan sebuah bantal, lalu berteriak sekencang-kencangnya.
" Dasar bodoh, Kenapa kau bersikap malu-malu di hadapannya. Apa yang di pikirkanya tentang mu sekarang. " Gerutunya pada diri sendiri.
' Apa kau baru saja jatuh cinta padanya, tidak kan ! kau sudah mencintainya selama 7 tahun, dan selalu bisa menyembunyikan perasaanmu, lalu ada apa dengan hari ini, ah dasar bodoh, bodoh, bodoh. ' gerutunya sambil membenturkan bantal ke kepalanya.
Di dapur.
" Rai..." panggil mertuanya mengejutkannya dari belakang.
Raihan menoleh. " Ma." serunya.
" Kamu lagi apa, Nak?
" Rai mau ambilin makanan buat Salsa, sejak tadi kan dia belum makan, pasti dia lapar, Ma" jawab Raihan menjelaskan.
" Kamu sendiri, juga belum makan kan ?" tanya mertuanya yang menyadari sejak tadi Raihan belum pernah keluar dari kamar Salsa sehabis dia kembali dari rumah sakit.
" Raihan juga akan makan kok, Ma, setelah Salsa makan baru Raihan turun untuk makan, jadi Mama nggak perlu khawatir dan istirahatlah. " pinta Raihan pada sang mertua.
" Baiklah, Mama percaya sama kamu, Sayang. " ujar Mertuanya sembari beranjak meninggalkannya.
Klek
Pintu terbuka.
Raihan masuk dengan membawa nampan yg berisi satu piring nasi dan gelas minum. Melihat Raihan sepeti itu tiba-tiba Salsa tertawa dan teris menatap Raihan tajam.
Raihan meletakkan nampan itu di atas meja. Ia duduk di samping Salsa, membalas tatapan Salsa yang terus melekat sejak ia masuk tadi.
" Kenapa menatapku seperti itu.... Apa otak cerdas mu itu sedang memikirkan hal yang aneh, tentang diriku ?" celetuk Raihan.
Salsa tersenyum lebar.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
*pemeran utama wanita yang membuat kesalahan sangat sangat fatal pergi meninggal suami tapi tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang mencari pemeran utama wanita dan akhirnya dengan swmudah itu dimaafkan dan kealahan itu dianggap selesai
*perpisahan, pemeran utama wanita baik saja hidupnya, tidak terlalu pilusing memikirkan keadaan suaminya, bisa bergurau dengan teman lelakinya, bisa berkerja dengan santai tapi pemeran utama pria kalian buat menderita, hancur berantakan, tidak terurus, pokok pemeran utama pria kalian buat kayak orang bodoh, yang tidak bisa hidup tanpa istri durhaka ya
* pemeran utama wanita bebas pergi dan dia pula cari, hidup tenang2 saja, bergurau dengan teman lelakinya, tidak mau susah memikirkan suaminya, tidak mau susah datang minta maaf pada suami, enak sekali pemeran utama wanita disini, buat kesalahan fatal tapi dia yang diperjuangkan, dengan mudah dimaafkan, dan hidup happy2 saja
*dan kasian sekali pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh istri pergi sesuka hati tapi dia jua yang harus berjuang cari istri, dan dia harus mudah memaafkan, dia dibuat menderita, kacau balau, hancur, berantakan, terus memikirkan istrinya
susah sekali cari keadilan dalam novel jika novelis adalah wanita
*pemeran utama wanita pergi meninggal suami (fakta ini adalah kesalahan sangat fatal) dengan mudah dimaafkan dan dia pula yang dikejar2 bukan dia yang kembali dan meminta maaf
*perpisahan pemeran utama pria kalian buat menderita, tidak terurus, berantakan, tidak ada semangat hidup dan terus2 kayak orang bodoh mencari istri tapi pemeran utama wanita kalian cerita baik2 saja hidupnya kalian hadirkan teman lelaki yang baik padanya, dia bisa bergurau dengan teman lelakinya, tenang harinya, tidak terlalu ambil pusing suaminya
* pemeran utama wanita yang melakukan kesalahan tapi tetap saja pemeran utama pria yang menderita, merasa bersalah, dan berjuang dan begitu gampang memaafkan istri nya
aku mau nanya author jika author diposisi raihan, pasangan author pergi sesuka hatinya, dia disana baik2 saja tampa memikirkan mu dan bisa bergurau dengan teman wanitanya, sedangkan author menderita, menangis memikirkan dan mencarinya dan apakah author mau berjuang untuk suami kayak itu, mudah memaafkan dan mau nerimanya kembali dengan semudah itu
buka hati kalian lihat dari sudt pria juga (jangan egois hanya lihat dari sisi wanita) jelas raihan korban, dia menderita dan dia pula yang berjuang dan semudah itu dimaafkan
dimana keadilan jika semua wanita (novelis wanita) hanya melihat dari sudut pemeran utama wanita
lanjuuutt author
ceritanya seru bgtt..untung ajh aku gk jdi berhenti bca..