NovelToon NovelToon
Saat Aku Dimadu

Saat Aku Dimadu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: 01Khaira Lubna

Adara terpaksa menerima kehadiran seorang madu di rumah tangganya, dia tidak dapat berbuat apa-apa karena sang suami dan mertua yang begitu kekeuh menghadirkan madu tersebut. Madu bukannya manis, tapi terasa begitu menyakitkan bagi Adara.

Awalnya Adara merasa sanggup bila dirinya berbagi suami, tapi nyatanya tidak. Hatinya terasa begitu sakit saat melihat sang suami dan adik madunya sedang berduaan. Apalagi hubungan sang mertua yang terlihat sangat dekat dengan adik madunya. Ditambah lagi suami dan mertuanya juga memperlakukan sang adik madu dengan begitu istimewa, bak seorang putri yang harus selalu dilayani dan tidak boleh melakukan pekerjaan apapun. Berbanding terbalik dengan Adara yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah termasuk menyiapkan kebutuhan sang adik madu.

Hati Adara sangat sakit menerima perlakuan tidak adil tersebut.

Sejauh mana Adara sanggup bertahan membina rumah tangganya yang tak sehat lagi?

Yuk ikuti terus cerita ini. InsyaAllah happy ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bandara

Subuh-subuh sekali saat matahari belum menampakkan sinarnya, Erlang menggeret koper yang berisi pakaian serta beberapa barang yang dianggap nya penting. Dia lalu memasukkan koper tersebut ke dalam bagasi mobil. Penampilan nya sudah rapi dengan kaos oblong di lapisi jaket di padukan dengan celana jeans. Rambutnya masih basah di sisir kebelakang.

Dia masuk ke dalam rumah, lalu dia kembali menggeret koper milik sang istri.

Setelah selesai memasukkan dua koper ke dalam bagasi, dia menutup bagasi dengan pelan.

''Ayo buruan masuk, kita harus segera berangkat ke bandara,'' kata Alex, dia sudah menunggu di dalam mobil. Alex akan mengantar Erlang dan Winda ke bandara. Sari dan Yulia juga ikut ke bandara, mereka akan melepaskan kepergian anak menantu mereka yang begitu mereka sayangi.

Yulia duduk di depan di samping Alex, sementara Sari, Winda dan Erlang duduk di kursi belakang. Dengan Winda berada di tengah-tengah.

''Mama pasti akan sangat merindukan mu, Sayang,'' kata Sari sembari mengelus bahu sang menantu.

''Aku juga, Ma. Tapi kita bisa melakukan vidio call setiap hari untuk mengobati rasa rindu kita,''

''Jaga cucu Mama dengan baik, ya. Hah... Mama tidak menyangka musibah akan menghampiri kita di saat kamu tengah mengandung. Seharusnya di saat-saat seperti ini kita selalu berkumpul bersama-sama untuk memperhatikan tumbuh kembang janin yang ada di kandungan mu, tapi karena wanita miskin itu, hidup kita jadi tak tenang sekarang,'' ucap Sari panjang lebar. Dia sangat-sangat membenci Adara. Rasa bencinya itu membuat dia buta, tidak tahu mana yang salah dan yang benar.

Mobil yang membawa mereka melaju dengan kecepatan tinggi.

Erlang sedari tadi hanya diam, dia tidak bisa tenang, banyak hal yang menggangu pikiran nya saat ini.

Winda merebahkan kepalanya pada bahu sang suami, lalu dia memejamkan matanya. Sebenarnya dia masih sangat ngantuk, dia yang terbiasa bangun jam 9 atau 10 pagi merasa begitu tersiksa saat dibangunkan subuh-subuh sekali. Tapi karena rasa sayangnya kepada sang suami, dia rela ikut kemanapun sang suami pergi.

*

Setelah melewati perjalanan yang lumayan memakan waktu, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.

Mereka langsung turun dari mobil, lalu berjalan berdampingan memasuki area bandara. Alex dengan gesit membantu mengurus apa saja untuk keberangkatan sang anak dan sang menantu.

Kini, mereka berlima tengah duduk di bangku tunggu. Mata Erlang tak mau diam, dia berputar melihat ke area sekitar, ketakutan nya sungguh besar, dia takut ada anggota polisi yang menyamar dan menguntitnya.

Setelah hampir 30 menit lamanya mereka menunggu, nama Erlang dan Winda tak kunjung di panggil. Ternyata lagi ada masalah di bandara. Penerbangan terpaksa di tunda, entah karena masalah apa.

Alex protes, dia menghampiri pihak bandara, lalu menanyakan apa yang terjadi.

''Kenapa bisa di tunda seperti ini? Padahal kami sudah capek-capek datang ke sini pagi sekali,'' kata Alex dengan wajah memerah menatap pihak bandara.

''Maaf Pak. Kami harap Bapak mengerti. Masalahnya sekarang cuaca sedang tidak bersahabat untuk melakukan penerbangan, takutnya kecelakaan terjadi. Jadi ada baiknya kita berantisipasi untuk keselamatan banyak nyawa. Penundaan penerbangan biasa terjadi kalau cuaca lagi buruk begini, sekali lagi kami harap dimaklumi,'' kata pihak bandara dengan ramah dan begitu sopan. Kedua tangannya mengatup di depan dada.

Alex melihat ke luar, benar saja, cuaca begitu mendung, seperti akan turun hujan.

Alex hanya mampu bersabar, dia harap Erlang lolos dari penangkapan.

Winda tampak terlelap di bangku tunggu, dia tidur dengan begitu nyenyak nya tidak peduli di mana dia berada sekarang. Rasa ngantuk nya sungguh tak tertahankan.

''Bisa-bisanya kamu tidur saat situasi lagi urgent seperti ini,'' ucap Erlang di dalam hati.

Dia lalu mengecup pucuk kepala sang istri, entahlah dia merasa akan berpisah lama dengan istri manja nya itu.

*

Pukul 8 pagi.

Sidang di mulai, sidang putusan terkait KDRT yang Erlang lakukan kepada Adara.

Hujan turun dengan begitu derasnya, sehingga membuat beberapa pihak tidak dapat menghadiri sidang.

Setelah melewati beberapa proses, akhirnya Erlang di tetapkan sebagai tersangka. Dia harus mendekam di penjara dalam waktu 5 tahun lamanya.

Karena Erlang yang tidak datang menghadiri sidang putusan, akhirnya polisi bergerak menuju kediaman nya untuk melakukan penangkapan.

''Izin lapor, Pak. Tersangka saat ini sedang tidak ada di rumah. Dia berniat melarikan diri keluar negeri. Saat ini dia lagi berada di bandara Soekarno-Hatta,'' kata seorang polisi melaporkan kepada sang atasan.

''Baik lah, laporan di terima,'' balas sang atasan.

Tanpa menunda-nunda lagi, polisi yang memiliki pangkat cukup tinggi tersebut lalu menghubungi salah satu anggotanya.

''Putar arah, tersangka mencoba melarikan diri. Sekarang dia sedang berada di bandara Soekarno-Hatta,'' katanya tegas.

*

Erlang semakin gelisah, tubuhnya panas dingin menunggu hujan reda.

Hujan di sertai angin kencang, cuaca cukup mengerikan saat ini.

Winda bangun dari tidurnya karena angin yang menerpa kulit nya. Dia kedinginan, kedua tangan nya saling menyilang memeluk tubuh.

''Duh, kenapa hujannya lebat sekali,'' kata Winda dengan ekpresi takut.

''Iya, semoga saja hujannya segera reda,'' timpal Yulia.

''Argh! Sial!'' tiba-tiba saja Alex berdecak kesal.

''Kenapa, Pa?'' tanya Winda dengan kening berkerut.

''Erlang dinyatakan bersalah. Dia dijatuhkan hukuman lima tahun lamanya,'' kata Alex. Dia baru saja menerima laporan dari orang suruhannya.

"Duh, gimana ini? Mas aku tidak ingin jauh dari kamu,'' kata Winda manja. Dia lalu memeluk tubuh sang suami.

''Mas juga tidak ingin menginap di penjara Sayang. Mas ingin selalu berada di sisi kamu dan anak kita,'' balas Erlang dengan suara gemetar. Tubuhnya pun ikutan gemetar setelah mendengar kabar buruk dari sang mertua. Erlang sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak ada yang menghubungi dirinya.

Melihat itu, Alex, Yulia dan Sari merasa terharu, mereka merasa semakin tak tega kalau Erlang dan Winda harus terpisah karena ulah seorang Adara. Iya, mereka menganggap semua yang terjadi saat ini karena Adara, karena Adara lah yang telah melaporkan Erlang kepada polisi.

*

"Sepertinya akan sangat menyenangkan melihat penangkapan saat hujan-hujan begini,'' kata Farras seraya tersenyum tipis.

Kini, dia dan Adara sedang berada di dalam mobil yang melaju. Mereka akan menuju bandara.

''Ya... Semoga saja Erlang serta anggota keluarga nya tidak membuat drama yang memuakkan,'' ucap Adara.

''Palingan mereka akan menangis melihat Erlang di tarik paksa oleh polisi,''

''Ya, pasti itu akan terjadi. Aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat Winda serta Mama Sari menangis menjerit,''

''Baiklah, kalau begitu Kakak akan menambah kecepatan laju mobil ini, agar kita bisa melihat keseluruhan drama yang terjadi di bandara,''

''Wah ide bagus itu,'' Adara tersenyum simpul.

''Kak, apakah aku jahat?'' sambung Adara.

''Tidak. Kamu tidak jahat Dek. Mereka pantas mendapatkan semua ini,'' ucap Farras, dia mengusap pucuk kepala sang adik angkat.

Bersambung.

1
Ony Syahroni
bgm nasib saga Thor? aku kasian sama saga
Ony Syahroni
masih Thor lanjut aku kasian adara juga saga
itin
jangan end donk. Farras lama loh nungguin adara sampai bisa dipersunting. paling ga kasih asupan manis manisnya lah sampai mereka punya anak
Konny Rianty
Iya Thorr"'' blm.puas bc cerita nyaaaa...
Ambo Nai
mama sisaga dan diayu belum ada karmanya
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Lucy christiana Dewi
akhirnya yg ditunggu2 up, tp koq langsung end😢
saga kasihan Thor😢😢
01Khaira Lubna: iya kisah saga belum selesai ya, kira kira bagaimana kehidupan nya bersama Ayu? duh lanjut persi Saga atau gimana nih?
total 1 replies
tuti sriyono
Luar biasa
Susi Yanti
Adara sebaiknya jgn turuti permintaan winda,sekali licik,tetap akan licik meski dlm keadaan terdesak
Susi Yanti
Saga patah hati lg ya
Konny Rianty
thorrr' mana lanjutan nyaa,bgs cerita nyaaaa...
Konny Rianty
kapan thorr, lanjutan nya di tungguuuu
christina paya wan
kesian sana saga
Konny Rianty
lanjutin thorrrr..
Konny Rianty
mana lanjutan nyaaa" bgs cerita nyaa...
Konny Rianty
mana kelanjutan nya thorrr" di tunggu bgs cerita nyaa
Konny Rianty
lanjut thorr, bgs cerita nya..
Konny Rianty
lanjut thorr" bgs cerita nya
💖poonie💝
setelah sekian purnama 🤭🤭
Kasma Aisya
updatenya jgn lama2 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!