Kata orang cinta itu buta. Itulah yang dirasakan oleh Kimi. Rasa cintanya yang terlalu banyak pada sang suami, sehingga ia rela melakukan apapun agar bisa membahagiakan sang suami. Bahkan Kimi rela membeli bibit dari mantan kekasih, setelah tahu kalau suaminya tidak bisa memberikan keturunan.
Desakan dari sang mertua yang sudah sangat menginginkan hadir cucu di tengah keluarga mereka, memaksa Kimi melakukan hal yang diluar nalar.
Akankah rencana Kimi berjalan dengan lancar, dan bisa memberikan anak untuk suami dan kedua mertuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil Tes DnA
Dua hari sudah Xyan pergi dengan pamit ke luar negri, tetapi sampai detik ini, Kimi tidak bisa juga menghubungi Xyan. Suaminya itu benar-benar menghilang. Sedangkan Kimi menghubungi Oka, asistenya itu mengatakan kalau Xyan baik-baik saja, dan saat ini sedang sibuk dengan pekerjaanya.
Hal ini justru semakin membuat Kimi yakin kalau Xyan sedang menghidar dari Kimi, dia pun hampir setiap saat tetap mengirimkan pesan untuk suaminya, dari mengingatkan makan memberikan laporan anak-anaknya seperti yang biasanya Kimi lakukan. Meskipun nomor Xyan tidak aktif, tetapi setidaknya Kimi tidak lupa akan kebiasaanya. Kimi yakin ketika Xyan membuka ponselnya maka ia akan membaca pesan-pesanya.
Kebetulan hari ini mertuanya datang Kimi pun langsung menyambutnya dengan ramah seperti biasanya. Begitupun dengan mertuanya tetap bersikap seberti biasanya. Tidak ada perubahan yang berarti.
"Mah, apa Mamah tahu kalau Mas Xyan sekarang sedang ke luar negri katanya perusahaan yang di luar negri sedang banyak masalah, apakah itu betul?" tanya Kimi ketika Nuna selesai bermain dengan cucu-cucunya.
Nuna duduk di hadapan Kimi, dan menatap Kimi dengan bingung. "Sejak kapan Xyan pergi ke luar negri. Mamah malah tidak tahu kalau perusahaan sedang ada masalah, setahu Mamah semuanya baik-baik saja," ucap Nuna, heran dan bingung tentunya.
Mendengar jawaban dari sang mertua Kimi pun langsung tediam dan pikiran semakin kalut. Dugaanya pasti benar kalau Xyan mencoba untuk menghindar darinya. "Apakah Mas Xyan sudah tahu sesuatu tentang anak-anakku?" batin Kimi, wanita itu justru melamun.
"Kimi kamu kenapa melamun?" tanya Nuna, dan berhasil mengagetkan Kimi.
"E ... tidak Mah, Kimi hanya heran akhir-akhir ini Mas Xyan itu beda banget, mungkin memang sedang ada masalah di perusahaan dan membuat Mas Xyan berubah," balas Kimi, sebenarnya jawabanya itu hanya untuk menghibur dirinya.
"Iya, yang kamu katakan itu benar, mungkin Xyan memang sedang banyak masalah. Jadi kamu tenang saja Xyan tidak akan main apa. Dia sayang banget sama kamu dan anak-anaknya kok."
Kimi hanya bisa mengulas senyum getir mendengar ucapan mertuanya. Kimi bahkan tidak bisa membayangkan kalau mertuanya tahu sesuatu tenang dirinya, mungkin mertuanya justru akan mengusir dirinya saat itu juga.
******
Berbeda dengan Kimi yang masih saja cemas dengan apa yang terjadi dengan suaminya. Dan Kimi masih mencoba menghubungi terus suaminya, terlebih setelah bertanya pada mertuanya dan juga Oka tidak juga mendapatkan jawaban Kimi pun semaking kebingungan.
Di saat Kimi dilanda kecemasan yang berlebuh hal yang berbeda justru Xyan lakukan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menikmati harinya dengan mendatangi club malam, menikmati munuman keras hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan, bukan hanya numpang mabok, tetapi Xyan juga membalas Kimi dengan bermain dengan beberapa cewek. Xyan selalu mencari wanita penghibur untuk memuaskan dirinya sekaligus membuktikan pada Kimi kalau dia juga bisa melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh istrinya.
Tanpa terasa satu minggu Xyan sudah di negara orang, dan bermain dengan wanita-wanita malam pun sudah ia lakukan. Tadi dia menerima pesan dari dokter yang menangani tes DnA yang ia lakukan. Dokter mengabarkan kalau tes DnA sudah bisa diambil. Xyan memang yang meminta agar tes DnA hasilnya dipercepat, tentu ada uang, semuanya pun beres sesuai yang Xyan inginkan, hasilnya pun keluar dalam kurun waktu hanya satu minggu.
Saat itu juga Xyan langsung melakukan penerbangan ke Indonesia, dan begitu sampai bandara, Xyan langsung melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Xyan benar-benar tidak mau membuang-buang waktunya ia sudah menyiapkan semua hasilnya. Dan keputusan terbaik sekaligus pasti keputusan terburuk, andai Xeva dan Xevi adalah bukan anak kandungnya.
Setelah mendengarkan nasihat dokter Xyan pun langsung membuka amplop yang dokter berikan.
Deg!!! Jantung Xyan langsung berhenti berdetak matanya merah, dengan tatapan yang sangat tajam, darahnya langsung meletup-letup marah dan kesal tentunya, ketika mengetahu hasil tes DnA yang ia lakukan. Tanganya langsung meremas kertas itu, ingin Xyan menyobek-nyobek kertas itu tapi dia tidak bisa gegabah, Xyan butuh kertas itu untuk memberi pelajaran pada Kimi.
Xyan langsung kembali meninggalkan rumah sakit dan menuju kediamanya. Rasa capenya telah hilang, meskipun berjam-jam menempuh perjalanan udara, dan ditambah perjalanan darat yang bikin macet pula, dan sekarang dengan kemarahan yang sudah sampai batas akhirnya mengusai Xyan.
Apa yang dikatakan oleh orang asing lewat pesan semuanya benar. Kimi hanyalah pela-cur yang hanya memanfaatkan kebaikanya. Semua yang Kimi lakukan selama sebelas tahun ini hanya kepura-puraan. Nyatanya Kimi tetap menjadi pemuas laki-laki hidung belang.
Bersambung....
...****************...
tapi emang di situ ya serunya... lanjut baca lagi ahhh...
btw.. mampir juga dong thor ke karyaku.. lagi butuh kritik dan saran. ..
Karakter tokoh, entah hasil riset di dunia nyata; Imajinasi Author; Atau research googgole di Mbah Googgle. Hanya Author yang Maha Mengetahui. Kecuali Author bisiki bocorannya padaku.
# Afwan Thor, komennya selalu ributin EYD/PUEB terus. Padahal bukan ahli Linguistik. Semangat terus Author !