NovelToon NovelToon
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:568.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆

Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Qiana dan Shaka Terancam

Bab 30

Qiana mematung saat melihat ibu dari teman yang sudah mengkhianati dirinya. Dia tahu kalau wanita paruh baya itu bukan sembarang orang. Sifat Zeline dan ibunya itu sangat mirip. Mereka itu penuh ambisi dan obsesi dalam segala hal, terutama sesuatu yang menurutnya memang pantas untuk dimiliki. Tidak peduli dengan cara apa pun, untuk mendapatkan apa yang mau mereka inginkan pasti akan menggunakan segala cara.

"Hai, Qiana," salam Marlin dengan senyum manisnya.

"Tante Marlin," gumam Qiana.

"Kamu sedang belanja sendirian?" tanya Marlin kepada Qiana yang berdiri di depannya.

"Bersama Ayah. Dia sedang pergi ke toilet," jawab Qiana berdusta.

Kenyataannya Bara sedang menahan Heni yang datang ke apartemen. Tadi, Bara kembali dulu untuk mengambil dompet miliknya yang tertinggal, tetapi saat hendak ke luar dari apartemen datang mantan calon besannya. Maka, dia mengirim pesan dan menyuruh Qiana untuk berangkat ke supermarket terlebih dahulu bersama Shaka, nanti dirinya akan menyusul.

Terlihat Marlin beberapa kali melirik ke arah Shaka yang berada di stroller baby dan bermain dengan mainannya. Bayi itu sangat menggemaskan ketika sedang memainkan yang berbunyi itu. Ekspresi yang berubah-ubah kadang mengkerut, tertawa, dan mengerucutkan bibirnya sering diperlihatkan.

"Eh, bayinya lucu sekali," kata seseorang yang berpapasan dengan Qiana dan Shaka.

"Iya. Tampan sekali bayi ini. Jadi, gemes ingin menciumnya," sahut yang lainnya. 

Qiana pun tersenyum ramah dan kadang menjawab beberapa pertanyaan dari mereka yang penasaran dengan Shaka. Ada perasaan tenang saat orang-orang itu mengajaknya bicara dan mengajak Shaka bicara. Sungguh tadi dia takut kalau bayinya akan diambil oleh Marlin. Setidaknya wanita itu tidak akan berani tiba-tiba merebut anaknya di depan banyak orang.

'Ayah, mana, ya? Kenapa dia belum datang juga?' batin Qiana sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.

Marlin terlihat sangat kesal kepada para ibu-ibu yang mengerumuni Qiana dan Shaka. Apalagi mereka memuji-muji bayi itu, hati dia semakin terasa sakit karena putrinya tidak akan pernah hamil dan punya anak.

Qiana berharap kalau Marlin pergi dari sana, tetapi wanita paruh baya itu masih saja berdiri di dekatnya. Tentu saja ini membuat perempuan itu merasa was-was.

"Sayang, maaf aku terlambat. Ayah menunggu di parkiran, dia sakit perut jadi lama di toiletnya." Keenan tiba-tiba saja datang dengan napas memburu karena berlari kencang dan mencari keberadaan pujaan hatinya.

"Apa Ayah baik-baik saja?" tanya Qiana saat Keenan mengambil stroller baby lalu mendorong menjauhi Marlin.

"Sepertinya Ayah harus banyak minum agar tidak terjadi dehidrasi pada tubuhnya," jawab Keenan.

Marlin menatap kesal kepada Keenan dengan kini memakai kemeja dan celana kain, bukan seragam office boy. Wanita paruh baya itu terus menatap ke arah Qiana dan Keenan yang semakin menjauh.

"Wajah bocah itu seperti tidak asing. Mirip siapa, ya, dia?" gumam Marlin lalu pergi dari sana juga.

***

Mata Emir terbelalak saat melihat ada Keenan di jajaran direksi di perusahaan milik keluarga Wijaya. Dia melihat pemuda itu dengan setelan jas yang rapi. Beberapa orang terlihat mengajak bicara dengan sopan.

'Apa dia orang yang sama dengan si OB?' Emir bertanya dalam hatinya masih melihat ke arah Keenan dengan menelisik dengan seksama.

'Jika disebut mirip, ini terlalu banyak kesamaannya. Hanya beda gaya rambut dan pakaian saja. Bahkan cara dia tersenyum pun sama menyebalkannya dengan si OB,' kata Emir bersungut-sungut dalam hatinya merasa tidak percaya jika mereka adalah orang yang sama.

"Pak Emir kenalkan ini Pak Keenan, Direktur Utama perusahaan Wijaya," kata asisten Emir.

'Apa? Jadi di itu si OB!' teriak Emir dalam hatinya.

Emir teringat bagaimana dulu dia merendahkan dan sering mencemooh Keenan saat berpakaian office boy di perusahaan tempat dia bekerja. Baik saat dia bekerja di kantor cabang perusahaan Wijaya maupun saat dia dipindah tugaskan ke perusahan PT. SUKSES, dirinya belum pernah bertemu secara langsung dengan Keenan yang merupakan ahli waris dari dua keluarga golongan atas.

Emir dan Keenan saling menjabat tangan. Demi memperkuat kembali kerja sama perusahaan dengan PT. MAKMUR yang dulu terjalin saat perusahaan dibawah pimpinan Kakek Yudha, Keenan rela melakukan kerja sama dengan musuh dalam urusan percintaannya.

Setelah mengantarkan Qiana dan Shaka kembali ke apartemen dalam keadaan selamat dan baik, dia buru-buru pergi lagi. Saat dirinya sampai di apartemen tadi, Heni sudah tidak ada dan Bara bilang kalau tempat tinggalnya saat ini sudah tidak aman lagi karena orang-orang dari masa lalu Qiana berdatangan ke sana.

"Baiklah kita akan membicarakan kerja sama yang sempat dibicarakan oleh mendiang Pak Yudha dahulu dengan Pak Robert. Saat ini Anda berdua yang akan melanjutkan kerja sama itu," kata asisten Emir.

Pembicaraan pun berlangsung cepat karena mereka sudah cukup puas dengan hasil pembicaraan para petinggi mereka dahulu. Penandatanganan kontrak kerja sama pun berjalan lancar. Setelah itu semua selesai Keenan buru-buru pergi dan berniat untuk mencari tempat baru untuk Qiana.

"Tunggu!" teriak Emir saat Keenan hendak ke luar ruangan itu.

"Ada apa? Apa ada sesuatu yang tertinggal untuk pembahasan kerja sama tadi?" tanya Keenan.

"Tidak. Ini bukan tentang kerja sama tadi. Tapi, aku mau tanya kenapa kamu menyamar sebagai office boy di perusahaan milik keluarga kamu sendiri?" tanya Emir.

"Aku rasa itu bukan urusan Anda," jawab Keenan lalu pergi meninggalkan tempat itu.

'Sial! Sebenarnya apa tujuan dia melakukan itu?' tanya Emir dalam hatinya. 

Terlihat mata tajam laki-laki itu memancarkan amarah dan tangannya juga terkepal erat. Dulu dia begitu loyal saat bekerja di perusahaan milik keluarga dari laki-laki yang dibenci olehnya. Memang dia merasa sangat nyaman dan senang saat bekerja di sana. Namun, saat ini dia jadi merasa sangat marah jika mengingat itu semuanya.

***

Terdengar bel berbunyi dan Bara pun melihat lewat lubang kaca. Ada seorang laki-laki asing yang berdiri di sana dengan menggunakan setelan jas.

"Siapa?" tanya Bara.

"Saya suruhan Pak Keenan," jawab laki-laki itu.

Maka Bara pun membuka pintu itu. Saat pintu sudah terbuka tiba-tiba saja pria tadi menendang perut Bara sampai jatuh terjungkal. Bara yang tidak siap dengan serangan dadakan itu hanya bisa mengerang kesakitan.

Qiana yang baru selesai menyusui Shaka mendengar suara gaduh di depan pintu. Maka dia pun keluar dari kamar.

"Ayah, ada apa?" tanya Qiana sambil berjalan ke arah pintu.

"Ayah!" pekik Qiana sangat terkejut melihat Bara yang sedang di tendang oleh dua orang laki-laki tidak dikenal.

***

Siapakah mereka? Benarkah mereka suruhan Keenan? Bagaimana nasib Qiana dan Shaka? Ikuti terus kisah mereka, ya!

1
Asih S Yekti
ceritanya bagus tp cerita tokoh utamanya pas diakhir sedikit sekali banyak konflik ditengah
Evi Goenharto
tuh jan bener sprt dugaanku ..Keenan sang ahli waris
Evi Goenharto
jangan jangan Keenan yg pny perusahaan, tp nyamar 🤭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
ayu cantik
bagus
Mama lilik Lilik
bagus ceritanya, terimakasih 🙏
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ananda k Kesuma
gerem coo nenngok kisahnyaa ada ajaaa yg ganggu 🤣🤣🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Happy Kids
beda orang beda treatment kalii. apalagi caramu maksaa gt🤭 bukannya cinta yg ada malah benci dan ilfeel
Happy Kids
mana diporotin mokondo lagi 🤣🤣
Happy Kids
ko ak merasa zaline ini ga pinter yaa 😅 kenapa dia susah susah ngerebut emir kl ujungnya dia main sama raka 🤣 dari awal aja kali sama raka
Tira Aneri
suuukaaa
ika
yaAllah...
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
ika
karma berbalik ke zeline n Emir
tggu saja
Milah Milah
yaelaah, ngenes banget tuh nasib si Qiana
Patrick Khan
aku suka
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 aku suka walaupun sebal dgn tokoh jahatnya 😩
🌸 Sunshine 🌸: terima kasih sudah baca karya aku
😁😁😁
total 1 replies
Hariyanti
tamat yaaaa 🤔
Hariyanti
paling si emir😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!