NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: tamat
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:69.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

"Aduh, Paksu! Sakit! Pelan-pelan dong, jangan ditarik begitu!"

​Suara pekikan Calla di jam tujuh pagi itu sukses membuat burung-burung gereja yang sedang berteduh di jendela kamar Alaric beterbangan karena terkejut. Calla terduduk di tengah kasur dengan rambut yang mencuat ke sana kemari seperti sarang burung, matanya menyipit menatap Alaric penuh permusuhan.

​Alaric yang sudah rapi mengenakan kaus olahraga hitam dan celana pendek tentara hanya bisa berdiri kaku di tepi ranjang. Tangan kanannya masih memegang ujung selimut tebal yang baru saja ia tarik paksa dari tubuh istri kecilnya.

​"Ini sudah jam tujuh lewat lima belas menit, Ismut. Di pangkalan, jam begini prajurit sudah menyelesaikan setengah tugas mereka," ujar Alaric dengan suara baritonnya yang stabil, tanpa riak.

​"Tapi Calla bukan prajurit Paksu! Calla ini dasterwati, butuh tidur yang cukup supaya kulitnya tetep glowing!" Calla menarik kembali ujung selimutnya dengan kasar, lalu membungkus tubuhnya sampai menyerupai kepompong. "Lagian semalem kan Calla tidurnya telat gara-gara... hmm, nahan sesuatu."

​Alaric mendadak salah tingkah. Semburat merah samar muncul lagi di ujung telinganya saat ingatan tentang kejadian pukul tiga pagi tadi melesat di otaknya. Posisi kaki Calla, wangi stroberi di ceruk lehernya... Alaric berdehem keras untuk mengusir pikiran itu.

​"Cepat bangun. Mama sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama. Tidak sopan membuat mertuamu menunggu," perintah Alaric, kali ini menggunakan nada komandannya yang tidak bisa dibantah.

​"Iya, iya! Dasar om-om kaku, nggak ada manis-manisnya banget jadi suami!"

​Calla menyibak selimutnya dengan kesal, lalu melompat turun dari kasur. Ia berjalan mengentak-entakkan kakinya menuju kamar mandi sambil menggerutu pelan, sengaja menyenggol lengan tegap Alaric saat berpapasan. Alaric hanya menggelengkan kepala pasrah melihat tingkah ajaib istrinya yang baru bangun tidur saja sudah penuh drama.

​Suasana di meja makan rumah joglo keluarga Vance terasa jauh lebih hangat. Bau harum nasi uduk, semur daging, dan bawang goreng memenuhi ruangan. Mama Diah sedang sibuk menata sendok, sementara Papa Alaric sudah duduk santai membaca koran digital di gawainya.

​"Pagi, Mama sayang... Pagi, Papa..." Calla muncul dengan wajah yang sudah segar dan senyum manis yang mengembang. Ia mengenakan terusan daster batik modern berwarna pastel yang terlihat sopan namun tetap modis di tubuhnya.

​"Pagi, Sayang... Wah, mantu Mama segar sekali hari ini. Gimana tidurnya semalam? Nyenyak? Kasur di kamar Alaric nggak kekecilan, kan?" tanya Mama Diah dengan senyum penuh arti, melirik putranya yang baru saja duduk di samping Calla.

​Wajah Calla mendadak berubah menjadi sangat ceria, ia melirik Alaric jahil. "Nyenyak banget, Ma! Soalnya semalem Calla dapet guling hidup yang anget banget, keras kayak beton tapi bikin betah pelukan sampai pagi!"

​KREKKK.

​Sendok yang sedang dipegang Alaric tidak sengaja bergesekan keras dengan piring keramik, menimbulkan suara ngilu. Alaric menatap Calla dengan tatapan memperingatkan, namun yang ditatap malah menjulurkan lidahnya mengejek.

​"Hahaha! Baguslah kalau begitu, Calla," Papa Alaric menaruh gawainya, ikut menggoda putranya. "Alaric itu memang kalau tidur mirip batang kayu, kaku. Tapi kalau sudah dipakai buat pelukan, dijamin aman dari serangan angin malam."

​"Betul banget, Pa! Malah semalem ada yang keringetan terus padahal AC-nya udah dingin banget. Kayaknya gulingnya lagi nahan beban hidup yang berat," tambah Calla frontal tanpa beban, sambil menyendok nasi uduk ke piringnya.

​Mama Diah terkekeh geli melihat wajah putranya yang sekarang sudah merah padam menahan malu di depan orang tuanya sendiri. "Sudah, sudah, jangan digodain terus Alaric-nya. Nanti dia nggak mau pulang ke rumah ini lagi. Al, ayo dimakan semurnya, itu Mama masakin khusus buat nambah tenaga kamu."

​"Siap, Ma. Terima kasih," jawab Alaric pendek, fokus menunduk menatap piringnya seolah-olah nasi uduk di depannya adalah peta strategi militer yang sangat rumit.

​Setelah sarapan selesai, Papa Alaric mengajak Alaric dan Calla untuk duduk di paviliun belakang yang menghadap langsung ke kolam ikan koi yang jernih. Udara pagi yang sejuk bertiup sepoi-sepoi, membawa ketenangan.

​"Alaric, Papa sudah hubungi beberapa rekan di Mabes untuk memastikan berkas pengajuan pernikahan dinasmu tidak tertahan di meja staf," ujar Papa Alaric sambil menyesap kopi hitamnya.

​"Terima kasih, Pa. Siang ini saya akan kembali ke pangkalan untuk mengecek kelengkapan administrasi terakhir dari staf personel," jawab Alaric tegap.

​Calla yang sedang asyik melempar pelet ke dalam kolam ikan menoleh. "Lho, Paksu mau balik ke markas siang ini? Ismut ikut nggak?"

​"Kamu di sini saja bersama Mama, Calla. Di pangkalan cuacanya sedang sangat panas, dan saya harus rapat dengan para perwira staf sampai sore. Kamu pasti bosan," kata Alaric, mencoba memberi pengertian dengan nada selembut mungkin.

​"Enggak mau! Calla mau ikut!" Calla langsung menaruh wadah pelet ikan, berjalan mendekati kursi Alaric lalu berlutut di sampingnya sambil memegang lengan kekar suaminya. Mata kucingnya mulai berkaca-kaca dalam hitungan detik. "Paksu mau tinggalin Calla, ya? Paksu bosen ya sama Calla gara-gara semalem Calla melukin Paksu terus?"

​"Bukan begitu, Calla..." Alaric mulai kelabakan saat melihat sudut mata Calla mulai basah. Ia melirik Papanya, meminta bantuan lewat tatapan mata, namun sang Jenderal purnawirawan justru malah pura-pura sibuk melihat ikan koi.

​"Tuh kan! Paksu emang bosen sama Calla! Hikss... Calla tahu Calla manja, tapi jangan ditinggal di sini sendirian dong, Paksu... Calla kan belum hafal jalanan di sini, nanti kalau Calla diculik wewe gombel gimana? Hwaaa..." Tangisan bombay Calla pecah seketika, mengundang Mama Diah yang langsung keluar dari dapur dengan wajah panik.

​"Alaric! Kamu apain lagi istrimu sampai nangis begini?!" tegur Mama Diah berkacak pinggang.

​"Siap, tidak diapa-apakan, Ma. Calla hanya ingin ikut ke pangkalan siang ini," bela Alaric, merasa posisinya benar-benar tersudut dari segala arah.

​"Ya sudah, kalau istrimu mau ikut, ya diajak! Kenapa harus dilarang-larang? Pangkalanmu itu kan aman, banyak tentaranya, masa takut Calla kenapa-napa?" Mama Diah langsung mengusap rambut Calla yang masih sesenggukan di lengan Alaric. "Cup, cup, anak cantik jangan nangis ya... Tuh, Paksu-nya udah mau ajak ikut kok."

​Calla mendongak perlahan, menghapus air matanya dengan punggung tangan, menatap Alaric penuh kemenangan. "Beneran, Paksu? Boleh ikut?"

​Alaric menghela napas panjang, mengalah untuk kesekian kalinya pada air mata senjata utama istrinya. Ia merapikan beberapa helai poni Calla yang berantakan karena menangis tadi. "Iya, boleh ikut. Tapi dengan satu syarat."

​"Apa syaratnya? Asal jangan disuruh push-up, Ismut mau!" sahut Calla cepat dengan binar mata yang ceria kembali.

​"Kamu harus ganti dastermu dengan pakaian yang tertutup, dan selama saya rapat di kantor, kamu harus menunggu di dalam rumah dinas. Jangan berkeliaran di lapangan pangkalan sendirian. Paham?"

​"Siap, paham, Komandan Paksu!" Calla memberikan salam hormat militer yang sangat bersemangat, lalu langsung bangkit berdiri dan berlari kecil masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian.

​Papa Alaric yang sejak tadi menahan tawa akhirnya menepuk pundak Alaric dengan keras. "Hahaha! Selamat menikmati kehidupan barumu, Komandan Alaric. Menjinakkan satu cegil ternyata jauh lebih sulit daripada memimpin satu batalyon pasukan khusus, kan?"

​Alaric hanya bisa menatap pintu rumah yang tertutup dengan pandangan pasrah. "Siap, Pa. Sangat sulit."

1
Arin
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Popy Ana
memang gak salah titel Alaric seorang letkol.. memang sejauh dan sedetail itu pemikiran nya untuk kemajuan kesatuan dan masa depan keluarga ... jadi memang sesuai dengan insting dan gambaran masa depan nya ... bravo Alaric dan minchul..
Popy Ana
wah letkol Alaric, sekali nya ngasih restu gak tanggung 2 yaa...
langsung di berikan jalan dan lampu hijau ... semoga awet deh hubungan minchul dan Michelle dan mereka berkomitmen untuk masa depan nya..
Ariska Kamisa: siap minchul laksanakan 🙏
total 1 replies
Popy Ana
semoga minchul bisa menjaga Michelle seperti Alaric menjaga dan melindungi callanta 🥰🥰 minchul calon2 bucin dan posesif kayak Alaric tuh.
Ariska Kamisa: semoga Michelle bahagia yaa♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
ini mau cari istri minchul dah kayak atur strategi perang dan bisnis...
memang ya kalo ketemu keluarga tentara ngobrol biasa aja dah kayak di introgasi 😂😂😂
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Popy Ana
maaf Thor, itu Calla kan masih masa nifas kok sudah sholat ..
apalagi lahiran nya kan normal kan, minimal 3-4 Minggu lah baru selesai nifas nya..
Popy Ana: siap kk, 40 hari selesai masa nifas nya.. nanti kalau baby twins nya dah 40 hari baru bisa ena ena lagi pak letkol dan Bu letkol 🤭 kalau untuk masa nifas ada yg cepat ada yg lama minimal 3-4 Minggu kk.
total 2 replies
Popy Ana
wah bikin baper nih Mahmud dan pahmud 🥰🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
Michelle kamu kuliah dulu yg bener jangan mikirin punya anak dulu 🤭🤣🤣 bisa bisa di suruh pulang ke indo kamu sama Alaric kalau sampai kuliah gak bener 🤭😂😂
Ariska Kamisa: siap komandan🙏🤣🤣
total 1 replies
Popy Ana
semangat ayah Alaric, menjaga cinta dan buah hati dunia baru nya 💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
Popy Ana
Alaric papa idaman dan siaga 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
baby twins 💕 baru sempet mampir lagi nih.
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Popy Ana
sama2 tentara rupanya.. iya kan kalau di Korea wajib militer kan yaa 😁
selamat Michelle dan minchul dapat restu dari pak letkol 👏👏
Ariska Kamisa: iyah dikorea wajib 🤭
total 3 replies
Popy Ana
micell jodoh mu tanjir melintir dong yaa.. opa opa Korea 😂😍
Ariska Kamisa: iyah Alhamdulillah yaa🤭🤣
total 1 replies
Popy Ana
varo,vero.. welcome to the world...
semoga menjadi anak anak yg Soleh gagah berani , setia dan tanggung jawab. kayak pa Al,🥰🥰
Popy Ana: 😍😍semungut Thor nulis nya yaaa 🥰🥰
total 2 replies
Popy Ana
Alhamdulillah, selamat cala dan letkol Alaric atas kelahiran baby twins..
selamat menjadi orang tua baru..
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak atas dukungan 🙏🙏🙏
total 1 replies
Popy Ana
baby twins otw.. pak letkol akan jadi bapak 🤭🥰
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Popy Ana
calla kamu dah bisa buat kue bolu yaa 🤭 gak bantet kan yaaa..
Ariska Kamisa: iya dong 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Popy Ana
beruntung banget kamu Calla punya suami kayak letkol Alaric 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
calla mode calem+ manjalita 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
ya ampun pak letkol dasteran.. gak kebayang gimana bentuk nya Alaric Vance 🤭😂😂
Ariska Kamisa: cucok kak.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!