“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Pukul lima sore dan kereta sang duchess baru saja memasuki halaman utama kastilnya. Nyonya Wilson langsung menyambut majikannya itu dengan membantunya membawakan mantel dan membawakan semua hadiah-hadiah dan diberikan para istri-istri bangsawan untuknya.
Elown langsung melemparkan tubuhnya keatas ranjang. Menarik napas berat, hari yang melelahkan baginya.
Apa seperti ini rasanya menjadi istri bangsawan? Sudah lebih dari sepuluh undangan minum teh dalam perkumpulan para istri yang Elowen hadiri dalam seminggu.
Adakalanya Elowen rindu masa-masa tenang saat semua orang tidak memperhatikannya.
“Your Grace, air mandi anda sudah siap.”
Elowen langsung bangun menatap lelah ke arah Nyonya Wilson. Dia menulis di catatannya. “Bisakah kita melewatkan acara mandi itu?”
“Duke akan segera pulang dari perkumpulan. Jadi, sebaiknya anda bersiap dari sekarang, Yang Mulia.”
Astaga!
Elowen mengerang, dia lupa harus menyambut suaminya yang sudah tiga hari tidak berada di rumah.
Cassian mendapat panggilan kerajaan untuk pertemuan sidang politik.
Beberapa hari ini pasangan itu melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik. Tapi, di sisi lain Elowen sangat merindukan Cassian.
Bagaimanapun dingin dan kakunya pria itu. Cassian adalah satu-satunya pria yang Elowen ingin selalu berada di dekatnya.
***
Elowen sudah siap dengan warna peach pastel dengan beberapa lipatan tinggi di bagian dada dan lengannya. Rambutnya sengaja disanggul rendah tidak terlalu mewah, namun tetap cantik dengan hiasan bunga teratai perak yang mengelilingi rambut coklat keemasan itu.
Dia berdiri menyambut kereta kuda suaminya yang sudah terlihat di pintu gerbang utama. Bersama pelayan dan pengurus rumah tangga dia berdiri mantap di dekat tangga.
Meski masih lelah dengan begitu banyak acara, Elowen tetap berusaha tersenyum.
Sampai akhirnya kereta kuda itu berhenti di depan halaman Kastil Clyvedon. Seorang kusir turun dan membukakan pintu kereta.
Tepat setelah itu seorang turun, itu adalah Cassian.
Elowen dengan semangat mengangkat gaunnya sendiri dan melangkah mendekat. Sayangnya, seseorang juga ikut turun setelah Cassian…
Pria itu membawa seorang wanita yang Elowen kenal.
“Aku bertemu dengannya di jalan. Dia bilang ingin bertemu denganmu,” ucap Cassian ketika sudah ada di depannya.
Elowen ingin sekali bilang pada Cassian. Kenapa kau harus membawanya?
Karena dia tahu kalau ini bukan pertanda bagus.
Kedatangan Cleona Whitmore bukan hal baik untuk kehidupan rumah tangga Elowen dan Cassian.
Dada Elowen naik turun saat melihat Cleona berjalan ke arahnya. Senyuman wanita itu terasa sangat palsu di mata Elowen sekarang.
Setelah apa yang dia dengar di pesta dansa, Elowen tidak bisa lagi percaya pada Cleona meski wanita itu saudara kandungnya.
“Apa kabar Elowen?” sapa Cleona.
Elowen tidak menjawab.
Lalu, tiba-tiba Cleona merevisi sapaannya sendiri. “Maaf, saya terlalu bersemangat sampai lupa memberi hormat dengan benar. Selamat malam Duchess, bagaimana kabar anda?” katanya.
Elowen membuang napas pendek. Mengalihkan pandangannya ke samping. Rasanya menyebalkan untuk menanggapi sikap palsu Cleona.
Tapi, dia tidak boleh bersikap kasar dengan tamu. Bagaimana dengan reputasi gelar Duchess yang dimilikinya.
Elowen berbalik melirik ke arah Nyonya Wilson.
Wanita paruh baya itu langsung berjalan menghampiri Elowen. “Ada yang bisa saya bantu, Your Grace.”
Setiap kali Nyonya Wilson memanggil Elowen dengan sebutan Your Grace. Rahang Cleona menegang tak terima.
Elowen menulis di catatannya. “Tolong siapkan kamar dan perlengkapan lain untuk kakak saya. Dia pasti ingin menginap, meski sebenarnya saya tidak ingin dia menginap.”
Nyonya Wilson mengangkat sebelah alisnya. Kalimat terakhir sang duchess mengartikan bahwa dia tidak menginginkan tamu seperti Cleona.
Tapi, karena Duke yang membawanya dan sebagai tuan rumah yang baik harus memperlakukan tamunya dengan hormat. Duchess terpaksa menerimanya.
“Baik, Your Grace,” ucap Nyonya Wilson pada Elowen kemudian beralih ke Cleona. “Silahkan, saya akan mengantarkan anda ke kamar.”
“Terima kasih Nyonya Wilson.” Balas Cleona dengan gestur seolah dia sudah mengenal pengurus rumah tangga itu lama.
Elowen menghela napas panjang, lalu berjalan menyusul Cassian yang sedang mengobrol dengan Harry dan Jimmy. Entah apa yang mereka bicarakan. Elowen tidak begitu tertarik.
Cassian menyadari kedatangan Elowen dan langsung menyuruh Harry dan Jimmy pergi meninggalkannya.
Saat jarak mereka sudah dekat Elowen menulis di catatannya. Gerakan tangannya kasar dan terburu-buru. Cassian merasakan ada kilat emosi di sana. Ada apa? Apa dia marah? Tapi kenapa?
“Kenapa kau membawa Cleona kemari? Kau tahu aku tidak mau dia—” Elowen menulis kalimat itu tapi kemudian dicoret kembali karena dia tidak ingin terlihat seperti wanita pemarah dan egois.
Wanita itu kembali menulis dengan serius.
“Dimana kau bertemu dengannya?” tulis Elowen setelah mencoret banyak kalimat sebelumnya.
“Maksudmu Cleona?”
Elowen mengangguk. Tentu saja. Siapa lagi yang dia tanyakan selain Cleona. Karena Harry tinggal bersama mereka di kastil selatan dekat dengan peternakan kuda.
“Di perbatasan Clyvedon dan Arvendale. Keretanya mengalami masalah, dan dia dirampok oleh bandit-bandit perbatasan.”
Mendengar soal dirampok, Elowen langsung terkesiap. Matanya membelalak, itu sangat mengerikan. Ya Tuhan, apa Cleona baik-baik saja? Elowen mulai khawatir dengan kakak wanitanya.
“Sebenarnya aku ingin mengabaikannya. Tapi, karena dia saudaramu dan juga itu terjadi di wilayah penjagaanku. Aku merasa bertanggung jawab menolongnya. Apa itu yang membuatmu kesal?”
Cassian sedikit menunduk saat melihat Elowen karena wanita itu hanya sebatas dadanya.
Elowen mendongak singkat kemudian kembali menunduk menulis sesuatu.
“Apa dia terluka?” tulis Elowen kali ini tatapan mata wanita itu terlihat khawatir.
“Dia tidak apa-apa. Hanya kereta dan barang-barangnya yang menghilang karena dirampas perampok.”
Elowen menghela napas lega.
Tapi alisnya mengerut dalam sepersekian detik. Kemudian tangannya kembali menulis sesuatu.
“Koreksi: Aku tidak sedang kesal. Hanya sedikit terkejut saja pasanganku membawa wanita pulang.”
Cassian tertawa kecil.
Ya Tuhan dia manis sekali, ujar Cassian dalam hati.
Cassian ingin sekali memeluk Elowen dengan erat sekarang. Entah apa yang dilakukan wanita itu sampai dia merasa tidak tenang selama tiga hari karena terlalu merindukannya.
Sayangnya, tangan Cassian terpaku di samping tubuhnya.
Dia ingat kalau pelukan tiba-tiba dilarang. Semua bentuk sentuhan tubuh tidak diperbolehkan tanpa izin terlebih dulu.
Jadi, dia menahannya dengan sangat baik.
“Bagaimana hari-harimu?” tanya Cassian.
Elowen menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan berat. Cassian paham dengan reaksi tubuh istrinya itu. Dia pasti mengalami hari yang berat dan melelahkan.
“Aku ingin segera bertemu dengan kasur dan selimut sutra-ku.” Tulis Elowen sambil mengerucutkan bibirnya.
Ada jeda sejenak sebelum akhirnya Cassian mengatakan sesuatu yang membuat jantung Elowen berdebar sangat kencang.
“Mau tidur di kamarku?” ucap Cassian dengan suara beratnya yang menggoda.
***
Semangat ya thooor.... terimakasih sdh up dan sllu kutunggu up mu banyak2😍
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?
auto lsg tanta mbh gogle
you're amazing writer