NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Presentasi sukses

Karena tugas sosiologi berhubungan dengan kehidupannya, Lylac Dnegan mudah menjalankan presentasi di depan kelas. Dia berdiri tegak di depan papan tulis. Membaca materi lembar demi lembar dengan suara yang tenang dan stabil tanpa menunjukkan rasa gugup sama sekali.

Riri yang juga menimpali disampingnya menjadi pelengkap yang sempurna.

" ... Karena itu, lebih baik mencari kesibukan dengan pekerjaan sampingan atau apapun yang positif daripada melampiaskan kesal.dan marah melalui pembullyan."

Lylac bukan hanya bicara sebagai subyek yang melakukan tugas. Itu murni nasihat darinya yang kemungkinan jarang di alami banyak anak. Sebagai siswi yang merasakan langsung kerja sambilan itu dia paham betul rasanya.

Dia tahu bagaimana lelahnya membagi waktu antara sekolah dan mencari uang. Sehingga tidak ada waktu luang yang tersisa di kepalanya untuk memikirkan hal tidak berguna seperti mengusik hidup orang lain.

Anak-anak di kelas mendengarkan penjelasan itu dengan saksama. Beberapa di antaranya tampak mengangguk setuju karena argumen yang dibawakan Lylac terasa sangat masuk akal dan nyata.

Kelompok Lylac dan Riri dpat nilai apik. Guru sosiologi yang duduk di meja belakang memberikan tepuk tangan apresiasi yang meriah sebelum menuliskan angka tinggi di buku penilaiannya. Ini membuat Riri langsung tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol ke arah Lylac yang berjalan kembali menuju bangku mereka.

"presentasi yang bagus, Lylac dan Riri." Itu pujian tulus. Guru sosiologi mengatakannya sambil merapikan kertas nilai di mejanya sebelum pelajaran resmi ditutup.

Lylac tersenyum. Dia tidak perlu sombong. Tugas itu bisa dijalankan dengan baik.karena dia modelnya. Bukan suatu hal membanggakan. Biasa saja. Baginya, materi yang dia sampaikan tadi adalah bagian dari rutinitas harian yang dia jalani setiap hari demi menyambung hidup. Jadi tidak ada yang spesial untuk dipamerkan kepada teman-teman sekelasnya.

Karena kelas Lylac adalah presentasi pertama dari tugas sosiologi, Pak Hasan memberikan contoh hasil tugas mereka pada kelas-kelas yang melakukan presentasi selanjutnya.

Guru paruh baya itu membawa nama kelompok Lylac ke kelas-kelas lain sebagai standar pencapaian yang tinggi untuk tugas kali ini.

Nama Lylac juga tak luput disebut dikelas Evan. Saat Pak Hasan mengajar di kelas itu pada jam berikutnya, beliau menceritakan bagaimana Lylac membawakan perspektif pekerja paruh waktu dengan sangat matang.

Evan yang duduk di barisan belakang mendengarkan penjelasan guru itu dengan saksama. Bibirnya tersenyum samar dengan pencapaian cewek itu. Ada rasa bangga yang ikut ia rasakan.

Meski kalau dipikir aneh kenapa dia yang berbahagia? Padahal hubungan mereka belum sedekat itu, tapi mendengar nama Lylac dipuji di depan murid-murid lain membuat fokus Evan mendadak buyar dari buku catatannya.

"Lylac itu cewek aneh itu kan?" tanya Jay yang memang kurang kenal nama Lylac. Dia memutar tubuhnya ke belakang, menghadap meja tempat Nuno dan Evan duduk bersisian.

"Ya," sahut Nuno pendek sambil membolak-balik halaman buku paketnya yang terbuka.

"Yang dimarahi Angel itu?" Kata Jay mengingat momen di perpustakaan waktu kemarin. Jay mengetuk-ngetuk jarinya di dagu. Mencoba mencocokkan wajah cewek cuek yang sempat menjadi bahan tontonan karena labrakan Angel dengan nama yang baru saja dipuji oleh Pak Hasan.

"Ya. Yang kerjain tugas sosiologi bareng aku dan Evan." Nuno menimpali. Dia menunjuk Evan dengan pulpennya untuk menegaskan bahwa kapten basket mereka itu juga terlibat dalam interaksi dengan Lylac beberapa hari lalu.

Jay mengangguk paham. Dia tidak bertanya lagi karena penjelasan Nuno sudah cukup menjawab rasa penasarannya, sementara Evan yang duduk di sebelah Nuno hanya mendengarkan obrolan kedua temannya itu dalam diam, tanpa berniat menyela sedikit pun untuk menyembunyikan senyum samarnya tadi.

Bersamaan dengan itu, ingatan Evan juga tertuju ke momen di rak buku. Saat ia menangkap tangan Lylac karena cewek itu tiba-tiba seperti sedang menghalau sesuatu di depan matanya. Tepat di wajahnya.

Pikiran Evan melayang kembali ke lorong perpustakaan yang sepi waktu itu, mengingat bagaimana telapak tangan Lylac terasa dingin dan gerakannya tampak sangat panik seolah-olah ada benda tak kasat mata yang sedang terbang mengganggunya.

Ia ingat bertanya apa Lylac indigo? Sungguh cewek yang punya banyak misteri. Evan menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap kosong ke arah papan tulis sambil terus berspekulasi dalam hati.

Kejadian aneh di perpustakaan itu terus berputar di kepalanya. Membuatnya semakin penasaran tentang apa sebenarnya yang dilihat Lylac hari itu dan rahasia apa lagi yang disembunyikan cewek cuek tersebut dari orang-orang di sekolah.

***

Malam hari.

Aroma pembersih lantai lantai minimarket yang khas beradu dengan dinginnya AC malam itu. Lylac, yang sudah rapi mengenakan seragam kasirnya. Cewek itu berdiri di depan rak yang terletak persis di samping meja kasir.

Jam dinding digital sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Membuat suasana minimarket tempatnya bekerja paruh waktu perlahan mulai renggang dari pembeli.

Tangan Lylac bergerak dengan teliti menyusun barisan botol saus dan kecap agar labelnya menghadap lurus ke depan. Di sebelahnya, selembar papan klip berisi lembar stok barang terjepit di ketiak. Fokusnya hanya satu, yaitu menyelesaikan hitungan barang secepat mungkin sebelum shift-nya malam ini berakhir.

"Aduuuh, bosen banget deh!" ujar Mika. Suara cempreng itu melengking di atas kepala Lylac.

Mika melayang telungkup di dekat langit-langit minimarket tepat di bawah lampu neon yang terang benderang. Hantu cantik itu sesekali berputar-putar malas. Membuat rambut panjangnya yang tak kasat mata berkibar di udara.

"Makanya jangan ikutin aku terus," tegur Lylac.

"Enggak bisa. Aku harus ikuti kamu. Memang takdirnya."

"Takdir yang memaksa," cibir Lylac.

Mika mencebik. "Meksipun ingin, nyatanya aku tidak bisa memilih siapa yang bisa lihat aku."

Dia tidak salah. Padahal ada banyak orang tapi Lylac yang diberi kesempatan untuk bisa melihat hantu cantik ini. Pasti ada alasan untuk itu semua.

"Ly, dari tadi yang masuk bapak-bapak komplek sebelah melulu. Atau enggak ibu-ibu yang beli minyak goreng. Mana cogannya?" keluh Mika sambil melesat turun, lalu menaruh dagunya di atas pundak Lylac seolah sedang bersandar. "Minimarket sesepi ini bikin ngantuk tahu. Hibur aku kek, ajak ngobrol gitu."

"Kamu aja yang ngobrol. Aku sibuk." Lylac menepis pelan udara di dekat pundaknya. Seperti sedang mengusir nyamuk. Tangannya mencoret angka di kertas papan klipnya menggunakan pulpen.

Mika mengerucutkan bibirnya sebal. Dia kembali melayang naik, kali ini sengaja menutupi barisan botol yang sedang dihitung Lylac sambil berkacak pinggang.

"Pokoknya kalau sampai jam delapan nanti enggak ada cowok ganteng yang masuk ke sini, aku mau mogok nemenin kamu kerja!"

"Aku sangat senang jika kamu melakukannya," ujar Lylac menang.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!