Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Bantuan Arnet
"Doni." Sapa langsung Arnet pada anak itu.
"Ibu, wanita itu siapa?" Tanya Doni yang terlihat kebingungan.
"Tebak itu siapa?" Tanya balik pada putranya yang baru saja pulang sekolah.
"Siapa?"
"Dasar anak kecil,aku ini Kak Arnet." Ucap Arnet dengan ekspresi kesal.
"Kak Arnet." Doni langsung lari memeluk Arnet,Doni begitu sangat dekat dengan Arnet.
"Bagaimana kabarmu bocah?" Tanya Arnet yang sering memanggilnya bocah.
"Doni bukan bocah." Jawab Doni dengan ekspresi kesal.
"Wajah kakak kok beda sekali." Ucap Doni yang terus mengamati wajah Arnet.
"Beda apanya,Kakak merasa sama saja." Jawab Arnet yang sebenarnya dia merasakan hal itu.
"Beneran kakak terlihat begitu cantik sekali, persis seperti artis di televisi." ucap Doni yang melihat perubahan dalam wajah Arnet.
"Kamu itu ya,pintar menggoda kakak." Jawab Arnet sembari mengelus rambut Doni.
Doni hanya tersenyum dan ia segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti baju.Mereka pun berkumpul di ruang tengah sembari menceritakan beberapa kegiatan yang Doni lakukan disekolah.
Beberapa jam kemudian
Diluar terdengar suara berisik dari sepeda motor berhenti di depan halaman rumah Pamannya Arnet.
"Hey lihat,itu mobil siapa.Apa ada tamu di rumahmu?" Tanya seorang pria yang baru saja turun dari sepeda motor.
"Entahlah,mana aku tahu." Jawab Jovan yang saat itu baru pulang kerja.
Saat Jovan masuk,ia langsung dikejutkan dengan hadirnya seorang wanita cantik yang duduk bersama adiknya.
"Akhirnya kakak pulang juga." Ucap Doni yang berteriak menyapa kepulangan kakaknya.
Jovan berdiri terdiam melihat sosok wanita cantik didalam rumahnya,"Ayo kesini sama Kak Arnet." Mendengar nama itu disebut,Jovan terlihat bingung.
"Arnet?"
Arnet hanya terdiam dengan memberikan sedikit senyuman pada Kak Jovan,"Ini aku Kak, Arnet." Jawab Arnet dengan senyuman.
"Arnet." Ucap lirih Jovan melihat langsung kehadiran Arnet di tempat itu.
Arnet langsung mendekati Kak Jovan,"Hai Kak Jovan." Sapa Arnet dengan senyuman.
Jovan membalasnya dengan senyuman,"Apa kabar Arnet?" Tanya Jovan yang menyapa kedatangan Arnet di rumahnya.
"Kabar Arnet baik-baik saja Kak, kalau kabar kakak bagaimana?" Tanya balik Arnet.
"Kabar kakak juga baik-baik juga." Jawab Jovan yang terkejut melihat wajah Arnet yang semakin cantik.
Tiba-tiba saja pandangan Jovan fokus kearah Arnet yang nampak begitu berbeda,tidak seperti dulu tapi menurut Jovan Arnet terlihat begitu dewasa.
Akhirnya Jovan di dapur bersama Ibunya,nampak keduanya berbincang sesuatu,"Apa kita antar ayah ke dokter saja, kebetulan ada mobil menuju kota." Ucap Jovan yang sedikit melihat keadaan ayahnya saat ini.
"Tidak perlu, kebetulan Arnet datang kesini membawakan obat untuk ayahmu.Kita coba dulu ada perubahan tidak, untuk membawa ayah berobat ke kota kita membutuhkan biaya yang banyak." Ucap Ibu Nurma pada putranya.
"Baiklah Bu Jovan mengerti." Jawab Jovan yang akhirnya bisa bersabar.
"Ibu.."
"Ada apa Jovan?"
"Tadi waktu pulang aku bertemu shanty memberikan ini." Ibu Nurma menerima sebuah undangan pernikahan.
Ibu Nurma hanya bisa menghela nafas,"Ikhlaskan dia Jovan,jika memang dia bukan jodohmu lepaskan.Dia pun sedari awal selalu memandang rendah keluarga kita, lepaskan shanty.Masih banyak wanita lain di luar sana yang lebih baik menerima kita." Ucap Ibu Nurma nurma yang mengerti apa yang sedang dirasakan oleh putranya.
"Iya Bu,Jovan mengerti." Tanpa mereka sadari ada Arnet yang sengaja menguping pembicaraan antara Bibinya dan Jovan.
Arnet pun akhirnya mengerti apa yang harus ia lakukan.
"Sistem.
[Ding!]
[Ada apa Nona]
"Bisakah kamu memberikan uang tunai senilai 2 milyar untukku,aku ingin menolong keluarga Pamanku." Arnet meminta pada sistem.
[ Baiklah,akan saya proses]
Arnet begitu lega kedatangan bisa menolong keluarga Pamannya yang selama ini baik padanya dan sekarang waktunya ia membalas kebaikan dari keluarga Pamannya.
Malam hari
Mereka semua berkumpul diruang tamu, makan semua makan malam dengan nikmat.Disela makan malam mereka datanglah Paman Bram yang berjalan mengarah mereka.
"Kok Bapak malah Keluar,nanti makanannya biar ibu yang mengantarkan" Ucap Bibi Nurma pada suaminya.
"Tidak perlu, rasanya badan Bapak terasa lebih enakan ." Ucap Paman Bram yang merasa mulai enak badan.
"Syukurlah,jika badan Bapak sudah enakan." Ucap Ibu Nurma yang merasa lega suaminya kini terlihat begitu sehat dan segar.
Mereka duduk lesehan menikmati makan malam mereka, setelah selesai makan malam mereka berkumpul duduk santai diruang tamu.Sedangkan Doni belajar di kamarnya.
Arnet mulai masuk kedalam kamarnya sembari membawa tas ukuran besar yang sengaja dipersiapkan oleh Arnet.
Arnet membawa 2 kantong tas yang dimana berisikan uang yang nantinya diberikan oleh keluarga Pamannya.
"Kenapa kamu bawa tas?" Tanya Ibu Nurma kepada Arnet yang terlihat bingung.
Arnet menatap arah Paman,Bibi dan Kak Jovan yang saat itu mereka berempat duduk diruang tamu,"Tas ini milik Paman,Arnet minta pada Paman untuk menggunakannya dengan baik." Arnet langsung membuka isi dalam tas itu.
Semuanya terkejut melihat isi dalam tas itu berisikan uang tunai yang sengaja Arnet siapkan untuk mereka.
"Uang,darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?" Tanya Paman Bram yang yang syok melihat uang begitu banyak di tas itu.
"Ini hasil kerja keras Arnet bekerja Paman,sengaja Arnet memberikan ini sebagai bentuk rasa terimakasih Arnet Pada Paman yang selama ini menjaga dan merawat Arnet.Mulai sekarang Arnet ingin membalas kebaikan Paman dan Bibi" Perkataan itu membuat Pamannya menangis bahagia.
"Arnet,sedari awal Paman sudah menganggap kamu sebagai bagian keluarga ini.Cukup dengan kehadiranmu membuat keluarga ini bahagia." Ucap Pamannya yang menangis bahagia melihat keponakannya sekarang sudah dewasa.
"Arnet mohon pada Paman dan Bibi ,terimalah apa yang menjadi milik Paman dan Bibi." Ucap Arnet dengan senyuman.
Bibi Nurma langsung memeluk Arnet dengan erat.
"Arnet, terimakasih sudah begitu menyayangi Paman dan Bibi.Bibi tak tahu harus berbuat apa untuk membalas semua kebaikanmu." Bibi Nurma benar-benar bahagia memeluk Arnet.
"Mulai sekarang Paman dan Bibi tak perlu khawatir,ada Arnet yang akan selalu membantu kalian. Sekaligus tentang uang itu bisa saja digunakan untuk modal usaha kakak Jovan." Mendengar nama Jovan, orang itu langsung melirik ke arah Arnet.
"Arnet."
"Arnet mohon,gunakan uang itu dengan baik-baik seperti mimpi kakak ingin memiliki usaha yang selama ini kakak impikan." mendengar ucapan itu Jovan,tak bisa menahan rasa bahagianya.
"Terimakasih Arnet, Kakak tak bisa berkata-kata lagi dengan ketulusan kamu membantu kakak." Jovan saat itu menangis melihat begitu baiknya Arnet kepada dirinya.
Semua menangis terharu, bahkan dimalam itu menjadi momen paling bahagia untuk semaunya.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan