NovelToon NovelToon
Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku

Status: tamat
Genre:Poligami / Janda / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:587.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: FitrianiYuriKwon

Aku memilih nya sepenuh hati. Menjadikan dia satu-satunya kekasih hati. Menjadikan dia pria yang kucintai. Merajut cinta dengan orang yang dikasihi. Sungguhlah membuat bahagia yang tak terkendali. Hingga memutuskan hidup bersama nya sampai mati.


Namun, dia yang kuanggap belahan jiwa malah membiarkan sebuah benang kusut memasuki pernikahan kami. Membuat kami berterperangkap dan tergulung-gulung hingga sulit meluruskannya kembali...


Mari ikuti kisah ku. Bantu batinku. Agar aku menghadapi segala rindu yang membelenggu. Mencintainya, sangat. Namun dia malah membuatku merasa memiliki banyak keraguan....


Jangan lupa like dan komennya.
Silahkan promosi jika mau....


FB; Fitriani Yuri
IG ; fitrianiyurikwon_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitrianiYuriKwon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Selamat Membaca 💫💫💫💫💫💫💫💫💫

Acara berakhir. Aku keluar dari gedung bersama Mbak Lia dan Lena, serta Mas Raswan dan Mas Zaenal.

"Ja, kamu yakin enggak mau balik bareng kita?" Tanya Lena sekali lagi.

"Iya Len, kalian balik duluan aja." Sahutku. Aku tidak mau menganggu kesemesraan kedua pasangan itu.

"Ya udah Ja, kita duluan ya." Ucap Mbak Lia.

"Iya Mbak, hati-hati." Aku melambaikan tanganku saat keempat orang itu menjauh dariku.

"Ja." Aku terkejut dan sontak menolak.

"Mas." Kulihat Mas Reza berjalan kearah ku sambil tersenyum.

"Balik sama Mas aja yuk." Tawarnya

Aku melihat kearah mobil Mas Reza. Disana sudah ada Mbak Siska yang duduk sambil menunggu suami tercintanya ini.

"Enggak deh Mas. Mas duluan aja." Tolakku.

"Ya udah Mas duluan ya." Tak lupa dia mengusap kepalaku seperti biasanya.

Dia tak ada niat untuk memaksa ku pulang dengannya. Sekarang aku sadar bahwa Mas Reza memang sudah tak mencintaiku lagi. Jadi apalagi yang perlu aku pertahankan dari pernikahan tak diinginkan. Bukankah melepaskan lebih baik?

Aku tersenyum kecut saat Mas Reza menjalankan mobilnya. Dia sama sekali tak melirik ku disini. Dia sudah bahagia dengan wanita yang bisa memberinya keturunan.

"Besok aku harus kerumah Mas Donny dan Mas Dicky." Gumamku.

Aku berjalan meninggalkan gedung sambil menunggu ojek online yang aku pesan tadi. Tapi sampai sekarang tidak datang-datang juga.

"Udahlah aku jalan aja."

Aku berjalan menyusuri trotoar jalan. Lagi-lagi aku tersenyum kecut. Tubuhku serasa dingin saat angin-angin sepoi itu membuat bulu kuduk ku berdiri. Hidupku selalu begini. Sendirian. Tidak ada tempat menggadu.

Tin tin tin tin

Sebuah mobil mewah berhenti tepat disampingku. Kening ku berkerut ketika mobil ini berhenti didekatku, siapa?

"Kak Divta?" Gumamku saat melihat pria itu keluar dari mobil.

"Ja." Dia menghampiri ku "Kenapa kamu jalan kaki? Suami kamu mana?" Cecarnya padaku.

"Tadi aku pesan ojek online tapi belum datang-datang juga Kak." Jawabku

"Ya sudah ayo, ikut Kakak aja. Biar Kakak anterin." Tawarnya

"Tapi enggak ngerepotin Kak?" Tanyaku tak enak hati.

"Enggak. Ayo."

Dia membuka pintu mobil agar aku bisa masuk kedalam nya.

"Tunggu bentar." Cegah nya saat aku hendak masuk.

"Ada apa Kak?" Keningku berkerut heran

Dia membuka jacket tebalnya. Seperti nya dia baru ganti baju karena tadi dia memakai pakaian dinas saat pelantikan.

"Kamu kedinginan, pake jacket ini."

Dia memasangkan jacket tebal itu ketubuhku. Aku sempat kaget dan hendak menolak tapi tidak nyaman saat melihat senyum tulus diwajahnya.

"Makasih Kak." Setidaknya aku tidak kedinginan karena angin sepoi-sepoi membuat tubuhku memang dingin.

"Iya sama-sama. Ayo masuk." Aku masuk kedalam mobil.

Dia mengitari mobil dan masuk kedalam nya lalu duduk dibangku kemudi.

Kak Divta menjalankan mobilnya pelan. Tak lupa dia melihat kearah ku dan tersenyum.

"Suami kamu mana Ja? Beneran kamu mau pisah sama suami kamu?" Cecar nya. Ini gara-gara mulut ember Lena, sampai-sampai Kak Divta kepo seperti ini.

"Udah balik duluan Kak." Aku menghela nafas panjang "Iya Kak aku mau cerai sama Mas Reza." Jawabku yakin.

Kak Divta manggut-manggut paham. Syukurlah dia tidak bertanya lebih dalam lagi. Aku malas jika membahas rumah tangga dan aib keluarga yang menurut ku tidak perlu orang lain tahu.

Aku tipikal orang yang cuek. Aku jarang menceritakan masalah ku pada orang lain kecuali itu memang penting. Menurut ku tidak semua masalah harus diumbar-umbar ke orang lain. Selama aku bisa mengatasinya sendiri. Tapi sepertinya masalahku memang perlu meminta bantuan orang lain agar segera selesai. Terutama agar aku bisa lepas dan bebas dari rumah yang seperti neraka itu.

"Istri Kakak dimana?" Tanyaku meliriknya.

Dia tampak tertawa melihat kearahku. Ini orang kenapa? Orang bertanya malah tertawa.

"Kok malah ketawa sih Kak, ada yang lucu?"

Dia menggeleng "Kakak belum nikah Ja." Sahutnya sambil tersenyum. Kak Divta memang tampan tak heran jika dia menjadi idola sekolah saat itu.

"Serius Kakak belum nikah?" Aku setengah tak percaya.

Kak Divta mengangguk "Yup, benar Senja." Sahutnya.

"Kenapa Kak? Belum dapat yang pas dihati?" Tebakku.

Dia mengangguk "Ya kamu benar belum dapat yang pas." Jawabnya tersenyum kecut.

"Suatu saat Kakak akan dapat yang pas dihati Kakak kok. Butuh waktu aja." Sahutku "Bahagia itu enggak harus nikah kok Kak, orang yang nikah aja belum tentu bahagia. Contohnya aku, rumah tangga udah berjalan hampir delapan tahun tapi kandas ditengah jalan hanya karena orang ketiga Kak. Menurut ku lebih baik enggak nikah tapi bahagia dari pada menikah tapi serasa hidup dineraka." Aku tersenyum getir memikirkan masalah hidup dan rumah tanggaku.

Entahlah, setelah berpisah nanti apakah aku masih bisa membuka untuk orang lain atau malah terjebak dalam perasaan trauma seperti ini.

"Curhat ya?" Dia terkekeh

Aku mengangguk malu. Aku merutuki kebodohanku yang kecoplosan bicara. Ketularan Lena seperti nya aku ini.

"Kamu benar Ja, bahagia itu enggak harus nikah. Tapi harus nikah karena kita enggak bisa hidup sendiri." Ujarnya.

"Lalu kenapa Kakak belum nikah?" Aku memincingkan mata kearahnya.

"Kan tadi Kakak udah bilang belum dapat yang pas. Kalau udah dapat langsung gaskeuun dehhh." Serunya.

Aku tersenyum sambil manggut-manggut. Kak Divta memang asyik jika diajak bicara.

"Kak, pacar Kakak, Kak Anya mana Kak? Udah putus?" Aku penasaran. Soalnya waktu sekolah mereka terkenal sebagai couple goals yang di idolakan oleh para siswa.

"Udah putus Ja, dia milih orang lain. Saat Kakak mutusin kuliah militer, dia enggak mau. Dia kuliah kedokteran dan selingkuh sama teman kuliahnya. Ya udah Kakak lepasin aja, semoga dia bahagia." Jawab Kak Divta. Jika dari lirihan suaranya dia belum bisa melupakan mantan pacarnya itu. Apalagi dulu mereka lengket sekali bak prangko.

"Kakak benar terkadang melepaskan adalah pilihan terbaik saat kita enggak bisa memperjuangkan milik kita Kak. Sabar ya Kak, nanti Tuhan pasti kirimkan jodoh terbaik untuk Kakak." Aku menepuk bahunya "Kan Kapten Divta ganteng, keren, kaya. Pasti banyak yang mau." Goda ku.

Dia terkekeh pelan sambil tersenyum. Sebenarnya ini juga menghibur diriku agar aku tak selalu stuck dengan perpisahan yang sudah diujung mata ini. Biarlah nanti, hatiku sembuh dengan sendirinya setelah luka yang diciptakan oleh orang-orang yang aku sayang.

"Ngobrol sama kamu asyik juga ya? Kakak pikir kamu itu orang nya pendiam. Susah didekatin. Tapi ternyata kamu malah terkesan somplak banget." Serunya.

"Kakak bisa aja." Aku terkekeh.

Tak heran jika aku terkenal pendiam dan jarang bicara. Dulu aku memang kutu buku, sibuk belajar dan mengukir prestasi. Berharap aku dapat beasiswa, bisa kuliah dan menjadi guru TK. Tapi takdir malah membawaku menikah muda dan semua berakhir sebentar lagi.

Bersambung......

1
Mas Liana
patah hati bersamaan, ayah & anak /Facepalm/
Ophy60
Mengandung bawang ini mah...
😭😭
Ophy60
Semangat Nja.....nanti pasti di kasih bahagia sama kak Othor.
Lyarh.Hy
Luar biasa
Sureni Adi
Lumayan
Pak dhe Tono
Luar biasa
Elok Pratiwi
cerita ga jelas ... mutar muter tok .... awal cerita yg tidak menarik
falea sezi
uda mandul cengeng pula
falea sezi
dikit2 nangis tolol
falea sezi
mana nih bintang satu sebel bgt q liat novel menye2 gini
falea sezi
novel terburuk yg pernah q baca/Drowsy/
falea sezi
novel satu aja g bagus /Puke/
falea sezi
males liat cwek bodoooooooh
faris naufal
alur ceritanya kurang jelas Thor..kebanyakkan nama tokoh juga..bingung jadinya
DN
bikin gregetan aja sama karakter Senja. polos tp bodoh
Vien Habib
Luar biasa
adriani kd
Kalo bucin biasanya emang jadi bodoh.
Dewi Dama
bagus kok jln cerita nya...semangat thour...
Wy Ky
keren
Rolenta Manalu
nangissssss terussssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!