Sebelum baca cerita ini, baca dulu cerita Om I Love You
Aisha Putri adalah gadis cantik bermata coklat. Putri dari pasangan dari Zevanya Putri dan Alan Putra Xaquille. Tumbuh menjadi gadis bar-bar penuh energik.
Dia tidak menyangka diusianya yang masih muda harus jatuh cinta dengan pria dewasa, pria yang pantas menjadi papanya.
Untuk mendapatkan pria tersebut dia rela menjebak Devan agar pria dewasa itu mau menikahinya. Bagaimana cara Aisha atau gadis manis yang akrab dipanggil Aish menaklukkan duda tampan bernama Devan.
Apakah benar kata pepatah, cinta tak memandang usia ?
Karya CF kembali hadir dengan kisah romantis, wkwkwk ...
Dilarang plagiat dan boomlike karya asli Author CF.
IG : Abiyu 686
FB : Abiyuatalaz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Dinikahi Pria 45 tahun
Tanpa sepengetahuan Aish, Devan berobat ke dokter menyembuhkan penyakitnya. Kata Dokter, masih ada harapan untuk dia sembuh dan memiliki anak. Asal dia rajin konsumsi obat-obatan herbal dan hidup sehat.
Tidak lupa yang terpenting adalah berdoa meminta kepada yang Kuasa.
Selama empat bulan, Devan menjalani pengobatan. Dan hasilnya memang sungguh berbeda, dan bisa ia rasakan.
Ia merasa menjadi muda kembali, sehat dan kuat. Dan yang terpenting adalah hasratnya pada sang istri begitu menggelora dan menggebu-gebu.
Tiada hari tanpa bercinta. Melihat istri kecilnya yang begitu cantik dan seksi, tentu tongkat bisbolnya tidak mau diam. Tongkat panjang dan besar itu kini sedang dalam mode on.
Jalan satu-satunya adalah melepaskan dan menembakkannya di rongga yang penuh kenikmatan.
"Aish!" panggil Devan melihat istrinya yang sudah terlelap.
Hari ini memang Devan pulang malam. Ada pekerjaan besar yang harus ia kerjakan. Dan dia harus menyelesaikan hingga akhir bulan nanti. Karena dia berencana bulan depan ingin mengajak istrinya berbulan madu kedua.
"Sayang!" panggilnya lagi.
Tak bosan ia memandangi wajah cantik Aisha. Karena memang wajah Aisha yang cantik, membuatnya mabuk kepayang.
Tak ada respon dari istrinya, tangan Devan mulai berani. Menyusup dan mencari rongga, untuk mengeksplor seluruh tubuh Aisha.
"Errrrghhhhh!" desah Aisha.
Aisha pikir dirinya bermimpi kalau dirinya sedang bercinta dengan sang suami. Dia masih belum sadar kalau ternyata tubuhnya sedang dikerjai oleh sang suami.
-
-
Pagi harinya Aisha bangun. Dia terkejut mendapati dirinya tidak memakai kain sehelai benangpun, saat menoleh ke samping, sang suami juga dalam keadaan polos.
Dia yakin kalau tadi malam, sang suami yang mengerjai tubuhnya. Aisha menggelengkan kepalanya.
Ia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Dan bagian intimnya benar-benar terasa linu. Entah berapa kali sang suami mengerjai tubuhnya.
Selesai mandi Aisha masih melihat sang suami bergelung di bawah selimut tebal. Mungkin sang suami kecapean, makanya jam segini dia belum juga membuka mata.
Aisha pergi ke dapur, memasak sarapan.
Sekarang sedikit demi sedikit dia sudah bisa memasak. Dia belajar keras dari YouTube, dan akhir-akhir ini Aisha memang merengek pada sang suami untuk mengikuti les memasak. Namun Devan menolaknya. Dia tidak mau sang istri kecapean, atau sibuk dan tidak memiliki waktu untuk dirinya. Padahal itu hanya pemikiran Devan seorang.
"Sayang, Bangun dong!" panggil Aisha lembut, membangunkan sang suami, "Hari ini kerja nggak, Yang?" tanya Aisha menggoyang pundak sang suami.
"Hem, males. Pengennya di rumah, nemenin kamu terus!" jawab suaminya.
"Beneran libur, Yang? Ini sudah setengah tujuh lho!"
Devan menegakkan tubuhnya, bersender pada kepala ranjang.
"Badanku lelah banget," ujarnya.
"Ya udah kalau gitu. Libur aja,"
Aisha duduk di depan meja riasnya. Dia berdandan, sangat cantik sekali.
"Kamu mau kemana?" tanya sang suami menautkan kedua alisnya.
"Kuliah, Sayang. Kamu lupa kalau aku seorang mahasiswi!"
"Iya aku tau. Tapi kok cantik banget?"
"Bukankah setiap hari dandanan ku memang kayak gini, Yang?" Aisha merasa aneh dengan sikap suaminya saat ini.
"Ehm, iya sih. Tapi kalau kamu berdandan seperti itu, wajahmu jelek, Sayang!" ucap Devan.
"Masa sih?"
"Tipis kan dandanan mu. Dan ganti bajumu dengan celana panjang. Aku nggak suka kamu pake rok!" ucap Devan beranjak dari tempat tidurnya, kemudian langsung masuk ke kamar mandi.
Aisha merasa kalau tidak ada yang salah dengan dandanannya. Setiap hari pun dandanannya begitu, kenapa baru sekarang sang suami protes.
Ia pun bergegas mengganti bajunya dengan kemeja dan celana jeans panjang.
Devan keluar dari kamar mandi, dan memakai pakaian yang sudah di siapkan sang istri. Aisha mendekat ke arah suaminya, dan membantu mengeringkan rambut sang suami dengan handuk.
"Sayang, buatkan aku kopi!" pinta Devan.
"Baiklah," jawabnya sambil tersenyum.
Aisha bergegas ke dapur dan membuatkan kopi untuk sang suami.
"Sayang, apa yang kamu lakukan pada tubuhku tadi malam?" tanya Aisha berdiri di depan Devan.
Devan yang sedang menikmati secangkir kopi, langsung menghentikan menyeruput kopi. Dia menoleh ke arah istrinya, lalu tersenyum nakal.
"Tapi kamu suka kan?"
"Ih dasar pria tua mesum!" cebik sang istri, kemudian Devan terkekeh.
"Sayang, weekend ini kamu nggak ada acara kan?"
"Iya. Emang kenapa, Yang?"
"Kita ke berlibur berdua, mau nggak?"
"Mau kemana?"
"Ada deh. Tempatnya pasti kamu suka. Pokoknya indah banget!"
"Ngomong dulu, mau kemana?"
"Nanti kamu liat aja sendiri. Pokoknya kamu siapkan staminamu!" ucap Devan sambil terkekeh.
"Oke,"
"Nanti kita berangkat hari Sabtu sore. Jadi kosongkan waktumu di hari Sabtu dan Minggu!"
"Oke,"
lagi" gw udah gak mood baca, pdhl baru satu bab dan itu langsung loncat bavanya..eh dptnya ini🙃
biar si devan sadar diri udah tua juga belagu