Niken Asmara,gadis manis berusia 18 tahun.Harus mengubur cita citanya untuk kuliah karena mengalami kesulitan ekonomi.Dia melamar kerja sebagai ART dirumah keluarga Baskoro,keluarga paling kaya di Jawa Barat.
Dirumah itu,Niken bertemu dengan Julian Baskoro,putra tunggal Tuan Baskoro.Pria tampan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai seorang pengusaha.
Julian hobi bergonta ganti pacar,dia seorang playboy kelas kakap yang lihai memainkan hati perempuan.Sifat nakalnya itu muncul setelah dia diselingkuhi oleh kekasihnya sendiri.
Diam diam,Tuan Baskoro memiliki rencana untuk menjodohkan Niken dengan Julian.Dia menganggap Niken adalah calon istri terbaik untuk Julian.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Niken dan Julian?
Apakah rencana Tuan Baskoro untuk menjodohkan mereka berdua membuahkan hasil?
Follow IG : Fatmawati 1472
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
...🍂🍂🍂Happy reading🍂🍂🍂...
Beberapa hari menginap dirumah Julian,Baskoro memutuskan untuk kembali kerumahnya.Dia khawatir pada citra yang tinggal dirumah sendirian.
Sebenarnya dia tidak benar benar sendirian,ada seorang ART dan petugas keamanan disana.Tapi tetap saja Baskoro merasa tidak tenang.
"Bruno,antar aku pulang kerumah,"pinta Baskoro.
"Saya?"Bruno sedikit terkejut.
"Iya,kenapa?Kamu tidak mau mengantar aku pulang kerumah?"
"Bukan begitu,tapi bos Julian hanya punya mobil satu disini,"
"Antar kan saja dia pulang,aku bisa pulang pergi naik Taxi,"perintah Julian.
"Baiklah kalau begitu,saya akan mengantar anda pulang pak."
Sore itu juga,Bruno menyiapkan mobil untuk mengantar pak Baskoro pulang kerumah.Tak hanya mobil yang dia siapkan,tapi juga hadiah kejutan untuk citra.Kebetulan,besok adalah ulangtahun wanita itu.Sebenarnya Bruno ingin mengirim kado itu via paket,tapi tiba tiba Pak Baskoro minta diantar pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan menuju kota X,Bruno hanya fokus mengemudi.Sementara Baskoro tertidur pulas.Dia memang selalu tidur dalam setiap kesempatan,tubuhnya yang tua tidak bisa menahan rasa lelah dan kantuk walaupun itu hanya sedikit.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama,tibalah Bruno dan Baskoro ditempat yang mereka tuju.
"Pak,bangun.Sudah sampai rumah,"ucap Bruno berulang ulang.
Baskoro membuka mata,dia menoleh ke kanan dan ke kiri.Ternyata benar,mereka telah sampai dirumah.
"Tolong bawakan barang barang ku di bagasi,"
"Siap Pak!"
*****
Menjelang siang,citra keluar dari dalam kamarnya memakai baju mandi.Rambut panjangnya terurai,basah terkena air.
Tenggorokannya kering,dia ingin pergi ke dapur untuk mengambil air minum.Tak disangka,disana ada sosok pria sedang mengoles selai diatas roti panggang.
"Bruno?Kapan kamu datang?"Citra sedikit terkejut.
"Tadi pagi.Saya mengantar tuan baskoro,"
"Tidak biasanya dia pulang minta diantar,"gumam citra.
"Mau roti panggang isi selai?"
"Mau,
Bruno memanggang dua buah roti lagi,kemudian mengolesinya dengan selai.Setelah selesai,dia memberikan roti selai itu pada citra.Tanpa diminta,Bruno juga menuangkan segelas teh tawar untuk wanita itu.
"Ayah mana?"
"Mungkin di sedang tidur.Bagaimana kabarmu?Lama tidak bertemu,"
"Baik,kabarmu sendiri bagaimana?"
"Baik juga,"
"Bagaimana kabar Niken dan Julian?Juga calon keponakanku tercinta,"
"Mereka baik baik saja,mereka menitip salam padamu,"
"Terimakasih,sampaikan salam ku balik padanya,
"Oke,"
Setelah sekian lama,akhirnya citra dan Bruno bisa sarapan bersama.Sesekali mereka saling mencuri pandang,kemudian melempar senyum.Sudah seperti sepasang kekasih yang baru saja jadian,masih malu malu untuk mengungkapkan ketertarikan masing masing.
Hari itu hujan turun rintik rintik,udara sekitar berhembus dingin.Tapi entah kenapa Bruno dan Citra merasa kepanasan.Mungkin karena efek gelora asmara yang sedang menggebu gebu.
"Aku mencintaimu,tidak ada wanita lain yang bisa membuatku berpaling darimu.Sulit sekali ingin mengatakan hal itu!"Bruno menghina mentalnya yang melempem seperti kerupuk tertiup angin.
Dia hanya bisa mengucapkan kata cinta didalam hati,tanpa bisa berkata kata secara langsung.
*****
Sementara itu dikediaman Niken dan Julian.
"Sepertinya ada yang aneh,tidak biasanya Ayah minta diantar pulang,"
"Iya,benar.Tapi apa ya?Perlukah kita bertanya pada Bruno secara langsung?"
"Tidak perlu,nanti kalau ada apa apa juga dia cerita sendiri,"
Bu karti datang menghadap kedua majikannya.Keponakannya akan datang menjenguknya,karena hari sudah malam Bu karti ingin memintanya menginap.
Syukurnya,Niken dan Julian mengijinkan Bu karti untuk membawa keponakannya menginap.Yang penting dia bisa menjaga keamanan dan kenyamanan rumah itu tetap kondusif.
Tak lama,tamu yang ditunggu oleh Bu karti datang juga.Dia adalah Vino,keponakannya yang masih kuliah nyambi kerja di Jakarta.
"Bagaimana kabarmu?"Tanya Bu karti.Mereka berdua memang sudah lama tidak bertemu.
"Kabarku baik,kabar Bibi bagaimana?"
"Kabarku baik juga.Ayo kita masuk,"
Bu karti mengajak vino masuk kedalam rumah lewat pintu samping yang menembus langsung kedapur.Dia meminta vino untuk makan,lalu masuk ke kamar kosong khusus ART yang ada disebelah kamarnya untuk beristirahat.
Niken pergi kedapur karena merasa haus,dia ingin mengambil segelas jus dingin yang dia simpan dalam kulkas.Niken sedikit terkejut saat melihat teman lamanya sedang mencuci piring disana.
"Vino,"panggil Niken.
"Niken,"
"Jadi kamu keponakan Bu karti?"
"Iya.Kamu sendiri disini..."
"Aku istri yang punya rumah,"Niken tersenyum.
"Kamu menikah dengan tuan muda Julian?"Vino seolah tak percaya teman SMA yang dulu cupu sekarang jadi nyonya.
"Iya,"Niken meringis.
"Ah,sudah dulu ya.Suamiku cemburuan,dia tidak suka aku mengobrol lama lama dengan lawan jenis,"pamit Niken sambil mengambil gelas jusnya.
"Ah,iya."
Niken berlalu,vino menatapnya sambil garuk garuk kepala.
Bersambung...