Sebuah cerita garapan terbaru dari author yang recehnya minta ampun..
Cerita antara Hana dan Allianz yang terlibat konflik pernikahan. Rahim yang harus di angkat akibat penyakit miomi adalah awal kehancuran rumah tangga mereka, hingga adopsi anak dari panti asuhan mereka lakukan.
Namun rupanya pertengkaran mereka tidak sampai disitu saja. Allianz yang menuduh istrinya telah menuangkan racun di dalam makanan ibunya, adalah alasan utama mengapa Hana memilih untuk pergi meninggalkan Allianz.
Hingga akhirnya, sebuah cerita tercipta, dari sebuah perjalanan Allianz dalam mencari keberadaan istrinya..
Akankah mereka berdua akan kembali di pertemukan? apa mungkin masalah rumah tangga mereka akan segera terselesaikan?
Ini masih squel dari #Cinta Pertama Dan Terakhirku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Am, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Shi Yuan dan Ayahnya
"Dia malah lebih banyak berulah saat tiba di sini! huhh! entah aku harus menjelaskan yang bagaimana, bukannya aku menjelekkan kakak kamu, tapi bagiku dia pria yang sangat buruk!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara, seorang wanita terlihat anggun dengan dres panjang hingga menutupi sebagian dari high heels miliknya yang anggun.
Dia berkaca dan merias diri sebisa mungkin, dan berencana mendatangi perjamuan dengan bahagia.
Masa lalu biarlah menjadi masa lalu!
Ya!
Mungkin dia sekarang ingin membuka lembaran baru. Namun apa dia benar-benar mampu melupakan masa lalunya?
"Wah!! anak ini memang sangat cantik!" Visha datang dari arah luar, juga dengan pakaian elegannya.
Iya!
Sore tadi Morgan membelikan Hana baju yang lumayan banyak, mungkin sekitar sepuluh atau lebih. Jadi Hana berinisiatif memberikan dua dress untuk sahabatnya Visha.
Keduanya tersenyum. Senyuman yang manis dan di penuhi kebahagiaan.
Memeluk dari belakang!
"Kau pun sangat cantik malam ini, Vish!" ucap Hana menyanjung sang sahabat yang memang terlihat begitu cantik.
"Aku tidak merasa begitu, bagiku kaulah yang akan menjadi putri malam ini!"
"Kamu ini bicara apa si? putri?" melepas pelukan Visha, "hh! aku bahkan tidak tahu apa yang kamu maksud.."
"Jangan pura-pura tidak tahu! aku yakin malam ini Morgan akan melamar kamu di depan semua orang, ini adalah kesempatan besar bagi kamu untuk melanjutkan kehidupan yang lebih bahagia.." Ucap Visha pada Hana yang tengah memingkis semua alat make up sederhana di atas meja riasnya.
"Aku.. aku sungguh tidak tahu!"
"Ayolah, Hana.. kamu bisa mencoba melupakan Allianz setelah kamu menikah dengan Morgan! dia pria kaya yang sangat baik!" ucap Visha terlihat memohon dengan sangat.
"Tapi bagaimana denganmu Vish? bagaimana dengan persahabatan kita?" wajah nampak penuh kebohongan.
"Aku tahu!" mencurigai perkataan Hana, "yang kamu maksud bukan aku! tapi pria itu! pria yang sudah meracuni otak kamu itu!!" ucap Visha penuh penekanan.
Hana terdiam, lalu terduduk dengan lemah di atas ranjang. Putra kecilnya masih setia tertidur setelah Hana memakaikannya pakaian yang pantas untuk datang ke perjamuan. Tentu saja Morgan yang telah membelikannya sore tadi. Dia mana mampu.
"Hana," duduk di sisi sang sahabat.
Hana menoleh, dan menatapi kedua mata Visha yang terlihat begitu tulus padanya.
"Kau tahu aku selalu ingin yang terbaik untuk kamu dan anakmu! aku senang kalau kamu bisa bersama dengan Morgan! aku harap, malam ini kamu memberikan jawaban yang aku inginkan!"
Mendengar penuturan isi hati Visha padanya, membuat Hana merasa bimbang. Di satu sisi, dia bahkan masih tidak bisa melupakan sang suami yang telah dia tinggalkan satu tahun silam.
Tapi...
Sampai kapan dia akan terus bertahan dalam penantian panjang ini? apa mungkin Allianz akan datang untuk mencari di mana dia berada saat ini?
Huhh!
Sementara, di depan matanya, telah hadir sosok yang begitu rupawan, dengan segenggam cinta, dan setumpukan kesusksesan yang nampak dengan jelas menyadarkan dirinya kalau Morgan adalah pria yang sangat sempurna.
Hati wanita memang tidak pernah bisa di bohongi!
Cinta Morgan teramat dalam dan tidak begitu mudah untuk di robohkan. Namun, perasaan Hana tetaplah untuk Allianz. Pria yang dia cintai dan dia temani selama hampir lima tahun lamanya.
Lalu bagaimana dia akan menjawab semua pertanyaan ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ayah! ibu!! Shi Yuan sudah selesai!!" pria kecil itu terlihat begitu tampan dengan setelan jas pink di dominasi dengan kemeja putih bersih di dalamnya.
Oh!
Jangan lupakan pita kecil di leher yang juga berwarna pink!
Sudah bisa membayangkan bagaimana imutnya anak dari Sultan ini!?
"Wah! Shi Yuan milik ibu memang sangat tampan."
Namun ibunya masih sibuk merias diri dan terlihat tengah kesulitan memasang anting berlian seharga 8 juta dollar yang di berikan oleh sang suami untuknya.
Huwow!!
Maklum lah, dunia halu 🤭🤭🤭
Kalau dunia nyata, entahlah! aku pun tak tahu😁😁
"Wow! ibu juga sangat cantik! apa ibu membeli baju baru? rasanya Shi Yuan tidak pernah melihat ibu memakai baju ini?!" mencoba menebak.
"Benarkah? ibu juga menemukan baju ini di dalam lemari! kata ayah kamu, ini baju pertama yang di belikan ayahmu dulu untuk ibu, sayang sekali kan ibu tidak mampu mengingatnya!"
"Warnanya bagus sekali! tapi kita tidak serasi ibu! lihatlah! Shi Yuan memakai jas pink yang lucu, seharusnya ibu juga mengenakan baju yang warnanya sama dengan Shi Yuan!!" ucap Si kecil dengan polosnya.
Mendengar anaknya yang tengah cerewet mengatur penampilannya, Naira akhirnya memilih untuk mengesampingkan dirinya terlebih dulu.
"Shi Yuan sayang, ibu bahkan tidak memiliki dres berwarna pink seperti kamu."
"Memangnya kenapa kalau kalian tidak sama? ibu kamu ya seharusnya berpasangan dengan ayah, bukan dengan kamu!" datang dan langsung merebut Naira dari anaknya.
Ayah yang kejam!
Tidak berperasaan!
Si anak laki-laki mungil terlihat memanyunkan bibirnya sekitar lima sentimeter lebih! ugh! manisnya...
Ingin sekali mencubit pipi gembul miliknya dan menjadikan wajah menggemaskan itu sebagai bahan mainan yang mengasikkan.
Arkh!
Kenapa jadi membahas anak kecil yang sangat lucu tersebut!?
Kembali lagi pada keromantisan ayah dan ibu dari Shi Yuan, yang tengah asik berpelukan di depan anak mereka sendiri.
"Kamu sungguh manis!" puji sang suami pada istrinya yang kini tengah terpaku dalam pelukannya.
"A? apa kita memang memiliki baju berpasangan ini? kenapa mendadak kamu juga memiliki baju ini?" tanya Naira malah bingung sendiri.
"Ini baju yang aku belikan untuk acara pertunangan kita beberapa tahun yang lalu, dan setelah itu, kamu selalu menyimpannya dengan rapi, kamu bisa lihat bukan, tidak ada debu yang menempel sedikit saja di gaunmu.." Ucap Ardian sambil membersitkan senyuman lebarnya.
"Oh, jadi begitu, ya? aku bahkan tidak tahu hal itu.."
Sekarang iblis kecil sudah sangat marah. Merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan sama sekali oleh kedua orang tuanya.
Huhh! ironis!
Makin lama ayah makin ingin merebut ibu dariku! aku tidak bisa membiarkannya terlalu lama!
Tring!
Memiliki ide Yanga cukup brilian!!
"Ibu, aku agak mengantuk," berlendot dengan manja di kaki Naira, "boleh, ya, aku tidur sebentar di pelukan ibu, setidaknya bisa sampai di tempat perjamuan.." merengek manja.
"A?" melepas pelukan sang suami, "kau mengantuk ya? baiklah! sini ibu gendong!" mengangkat tubuh mungil sang putra, "dan tidurlah! kita akan melakukan perjalanan sekarang!" melangkah keluar.
Dan mengacuhkan sang suami yang tengah berdiri dengan kesal di sisi ranjang.
Huhh!
"Uekk!" anak itu meledek dengan senang hati.
Xixixi..
"Anak itu!!!"
"Lihat saja nanti, siapa yang akan mendapat posisi di samping ibumu, kamu atau aku..." tersenyum miring.
Lalu melangkah pergi, menyusul anak dan istrinya..
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Hai semua 🤗🤗🤗🤗
Mampir juga di karya temenku ya.. ☺️☺️
Terima kasih 🙏🙏🙏