Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Freya
Freya bangun lebih awal ia bahkan membuat bubur pagi ini di antarkan kepada Kenzo yang sedang sakit, Freya menaruh bubur ke dalam kotak makanan nya dengan telaten dan rapih. Reza yang baru saja bangun melihat Freya yang sudah sibuk dengan bekal nya, semalaman Reza tidur di ruang tamu, karena mereka tidak ada yang mengalah untuk saling meminta maaf.
"Masak bubur untuk siapa, pagi-pagi begini?" tanya Reza.
"Untuk Pak Kenzo, dia sakit aku akan berangkat lebih awal untuk mengantarkan ini dulu ke rumah nya." sahut Freya, ia tidak menoleh ke arah Reza sama sekali.
Reza hanya tersenyum kecil selama ia sakit Frey tidak pernah membuat bubur untuk nya, tapi kenapa Kenzo terlihat begitu spesial.
"Untuk Kenzo? Kamu terlihat perhatian sekali kepada atasan mu" sindir Reza, Freya hanya diam saja dan memasukkan kotak-kotak bekal nya ke dalam tas mini tersebut.
"Aku sekretarisnya, kamu ini kenapa?"
"Tidak ada, kamu memperlakukan nya begitu spesial, dan aku tidak protes."
"Jangan berfikir macam-macam, sebaiknya berkaca bagaimana kau dengan Rania."
Freya membawa kotak bekal nya dan berjalan melewati Reza begitu saja. Ketika mereka tidak ada yang mengalah maka jadilah seperti ini, Reza ingin melihat kesadaran Freya sedangkan Freya merasa tidak bersalah atas tindakan nya kemarin.
Reza menatap punggung Freya yang sudah menghilang dari balik pintu utama, bukan Reza ingin berfikir negatif tentang istrinya sendiri, tidak ada yang tau bagaimana yang sebenarnya.
****
Freya masuk ke dalam rumah Kenzo, pria itu memberitahu Freya password rumah nya dan kunci cadangan juga, jadi Freya di bebaskan masuk ke dalam rumah Kenzo kapan saja. Freya masuk ke dalam dan meletakkan bubur yang di bawa nya di atas meja pantry. Keadaan rumah Kenzo selalu saja sepi karena pria itu tinggal sendirian.
Freya pun masuk ke dalam kamar Kenzo, ia melihat pria itu masih tertidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Freya mendekati ranjang Kenzo, ia sedikit ragu untuk membangunkan Kenzo, tapi ini sudah pagi dan Kenzo harus sarapan.
"Pak Kenzo, bangun anda harus sarapan"
Kenzo mengerjapkan matanya perlahan, ia langsung melihat wajah Freya begitu membuka mata, Kenzo tersenyum.
"Freya kamu datang?" tanya Kenzo.
Freya tersenyum dan mengangguk, Kenzo bangun dan bersandar di kepala ranjang.
"Pak bagaimana? Apakah anda masih kurang sehat?" tanya Freya begitu perhatian.
"Hem sepertinya begitu."
Freya mengangguk. "Saya membuatkan anda bubur, bagaimana jika anda sarapan dulu?"
Kenzo tersenyum. "Bawa kemari, aku malas berjalan keluar."
"Baiklah Pak"
Freya keluar untuk menyiapkan bubur nya, Kenzo menatap kepergian Freya, ia meraih cermin di laci meja dan menatap wajah nya saat ini, Kenzo menghela nafas lega.
"Bersyukurlah walaupun belum cuci muka kamu tetap tampan Ken."
Kenzo kemudian ia kembali menyimpan cermin nya, Kenzo berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Kenzo memang sudah sehat.
Kenzo keluar dari kamar mandi dan duduk di atas ranjang, Freya datang membawakan nampan berisi bubur dan air putih tersebut. Freya meletakkan nya di atas meja.
"Pak Kenzo, silahkan sarapan dulu."
Kenzo berdehem dan meraih mangkuk tersebut, ia menatap Freya yang sedang memainkan ponsel nya, sebenarnya ia tidak ingin makan sendiri, tapi bagaimana cara menyuruh nya. Freya melirik ke arah Kenzo yang tidak kunjung memakan bubur nya.
"Pak Kenzo kenapa? Apa bapak tidak suka?" tanya Freya.
"Ha? Bukan seperti itu, hanya saja aku malas makan sendiri, jadi aku...".
Freya menaikkan sebelah alisnya, menunggu lanjutan perkataan Kenzo.
"Jadi aku ingin di suapi, cepat suapi." ucap Kenzo sambil meletakkan mangkuk bubur nya di dekat Freya.
Freya terdiam, ia baru saja mencerna apa yang di katakan Kenzo tadi, Kenzo minta di suapi? Demi apa CEO nya yang gagah dan perkasa minta di suapi?, Freya ingin tertawa dengan keras namun ia menahan nya mati-matian.
Freya hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya pelan. "Baiklah, saya akan suapi tapi anda harus menghabiskan bubur nya."
Kenzo mengangguk. "Sudah berapa kali ku katakan jangan bicara formal saat seperti ini, kita tidak di kantor." ujar Kenzo yang merasa risih saat Freya selalu memanggilnya Pak, padahal ia lebih senang Freya memanggil namanya.
"Baiklah kenzo, sekarang makan bubur nya.." ucap Freya sambil mengangkat sendok nya ke arah mulut Kenzo, pria itu membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Freya. Mata Kenzo tidak lepas dari wajah cantik itu, jika seperti ini ia rasanya ingin sakit selalu agar di perhatikan.
Freya di buat salah tingkah karena mata Kenzo terus menatap ke arah nya dengan intens.
"Kenapa terus melihat ke arah ku? Apa ada yang aneh?" tanya Freya.
Kenzo tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Hanya ingin saja, lagian pemandangan di depan ku sangat indah." Jawa Kenzo.
Freya tersipu karena perkataan Kenzo, namun ia mencoba menyembunyikan. Suap demi suap bubur tersebut masuk ke dalam mulut Kenzo, hingga mangkuk nya kosong. Freya mengambil gelas air utih dan memberikan nya kepada Kenzo.
"Kenzo, setelah ini aku akan berangkat ke kantor." kata Freya.
"Tidak usah masuk kantor, disini saja temani aku." ujar Kenzo
"T-tapi kann..."
Kenzo menarik tangan Freya mendekat ke arah nya, hingga bibir mereka saling bersentuhan.
"Ini perintah ku, apa kamu paham?..." desis Kenzo, sambil menyelipkan rambut Somi Freya berjatuhan ke belakang telinga. Freya pun mengangguk mematuhi perintah Kenzo yang tidak bisa di ganggu gugat itu.
"Sekarang tidur disini."
Freya membulatkan matanya saat Kenzo menggeser tubuh Freya ke samping dan memeluk nya dengan erat, Freya merasa kikuk dan janggal, jantung nya sejak tadi berdegup kencang.
"Pak Kenzo, tidak bisakah saya duduk saja." Freya menggeliat risih saat Kenzo melesakkan kepala dan wajah nya ke bagian leher Freya.
"Siapa yang menyuruhmu memanggilku Pak di saat seperti ini." ucap Kenzo dengan dingin.
"Maaf, maksud ku Ken.."
Kenzo tersenyum ia menghirup aroma tubuh Somi dalam-dalam. Freya pasrah ia melihat Kenzo tidak macam-macam, posisi mereka saat ini sangat intim. Akhirnya Freya memberanikan diri mengusap rambut hitam Kenzo yang halus itu.
"Terimakasih Frey." lirih Kenzo, Freya masih dapat mendengar hal itu.
"Untuk apa Ken?" tanya Freya.
"Karena sudah memperhatikan ku, aku merasa bahagia, aku tidak punya siapa-siapa di negara ini."
Freya hanya mengangguk, Kenzo mengangkat wajah nya memperhatikan wajah Freya, otomatis Somi juga menatap wajah Kenzo sekarang. Kenzo merasa nyaman dengan Freya, ia memang sering bersenang-senang dengan banyak wanita, namun rasa nyaman sangat sulit di peroleh, terlebih Freya yang memberikan nya perhatian lebih.
"Yang penting sekarang kamu baik-baik saja"
Kenzo menyentuh wajah Freya dengan pelan dan lembut.
"Frey, apa kamu tidak mau menerima penawaran ku? Maksud ku, aku ingin kamu selalu ada untuk ku, seperti ini, aku tidak mempermasalahkan hubungan mu dengan Reza, aku cuma mau kamu selalu ada di sisiku, aku tidak peduli jika kamu lebih mencintai Reza."
Freya terdiam. "Ken, aku hanya seorang sekretaris, hubungan seperti itu tidak pantas terlebih aku sudah menikah, maafkan aku".
Freya sudah menolak Kenzo sebanyak empat kali. Kenzo meraih tangan Freya dan mengenggam nya, ia menatap mata Freya dengan begitu dalam hingga membuat relung dada Freya sesak, tatapan itu terlihat memohon, tidak angkuh, dan terlihat tulus.
"Aku tidak berbohong bahwa aku memang bisa mendapatkan wanita lain, tapi semua yang ada padamu tidak mungkin ada pada mereka, sikap, perhatian, bahkan kenyamanan tentu itu tidak ada pada wanita lain, please Frey tidak kah kamu berfikir dua kali?" tanya Kenzo dengan memelas dan melupakan sikap angkuhnya yang selama ini melekat pada dirinya.
Freya merasa tertegun Kenzo merasa nyaman dengan nya? apa yang harus Freya katakan sekarang. Sedangkan Kenzo tidak memikirkan harga diri lagi, ia padahal tidak ingin memohon seperti ini, namun ia membutuhkan Freya bukan hanya karena hasrat saja namun semua yang ada pada Freya membuat Kenzo menginginkan itu, ia butuh seseorang di samping nya.
"Aku tidak akan menjadikan mu hanya sekedar pemuas nafsu, derajat mu tinggi, aku membutuhkan seseorang yang selalu ada di samping ku, dan kamu adalah orang itu, aku pernah memiliki wanita dan sangat mencintainya, tetapi wanita itu malah menghianatiku dan memilih pria lain yang mempunya baik waktu untuknya, sedangkan aku selalu saja sibuk bekerja, setelah itu aku tidak pernah merasakan nyaman lagi kepada perempuan selain dirimu."
Freya benar-benar terdiam dan tidak bisa berkutik akan permintaan Kenzo. Sedangkan Kenzo berharap Freya menerima penawaran nya, jika gadis itu bersedia maka Kenzo benar-benar akan menjadikan Freya sebagai Ratu.
Mulairharap Freya menerima penawaran nya, jika gadis itu bersedia maka Kenzo benar-benar akan menjadikan Freya sebagai Ratu.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor