NovelToon NovelToon
Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Janda / Tamat
Popularitas:214k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Season 1 tamat lanjut season 2 yang nggak kalah seru...


Aldera Pramesti tidak pernah menyangka jika pengkhianatan sang suami berakhir membawanya ke dalam kebahagiaan.

Ia di pertemukan dengan Erlangga Pramana yang tak lain bos dari mantan suaminya.

" Aku mencintaimu Aldera, maukah kau menikah denganku?" Kata kata lamaran yang terucap dari bibir Erlangga.

" Maaf aku tidak bisa, hatiku tertutup akibat pengkhianatan, dan pengkhianatan itu meninggalkan trauma di dalam hatiku." Jawaban Aldera tidak membuat Erlangga patah semangat begitu saja.


Usahanya mendapatkan Aldera semakin gencar saat mengetahui jika mantan suami Aldera kembali mendekatinya.

Akankah Aldera memilih Erlangga sebagai pendamping hidupnya?

Ataukah Aldera luluh dan kembali menerima suaminya?


Dukung kisahnya di...


Pengkhianatanmu kebahagiaan untukku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Berhijab

Tok tok tok

Revan mengetuk pintu ruangan Erlan, Bimo membukanya dari dalam.

" Pagi Bimo." Sapa Revan.

" Pagi, silahkan masuk!" Ucap Bimo.

Keduanya masuk ke dalam menghampiri ranjang Erlan.

" Hai bos, gimana keadaannya?" Tanya Revan sedikit canggung.

" Alhamdulillah sudah lebih baik." Sahut Erlan.

" Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya." Ucap Revan.

" Revan Terima kasih kemarin kamu sempat membujuk Dera untuk makan." Ucap Erlan.

" Hanya hal kecil saja, tidak jadi masalah." Sahut Revan.

Cek lek...

Dera keluar dari kamar mandi,

" Eh ada kamu Mas, oh ya Mas, sekarang kamu tinggal dimana?" Dera menatap Revan.

" A... Aku.... " Revan bingung harus mengatakan apa, pasalnya ia belum memiliki tempat tinggal.

" Kau tinggallah di rumah Dera, lagian tidak ada yang menempatinya." Ujar Erlan.

Dera duduk di tepi ranjang, di samping Erlan.

" Iya Mas, lalu kau carilah pekerjaan dan lanjutkan hidupmu dengan bahagia seperti aku." Ucap Dera.

" Tapi aku tidak pantas menerima kebaikan darimu Dera, aku sudah banyak membuatmu terluka." Ucap Revan.

" Luka itu sudah lama hilang karena kehadiran Mas Erlan Mas, yang aku rasakan saat ini hanyalah kebahagiaan, tidak ada yang lainnya." Ucap Dera memeluk perut Erlan.

" Iya Van, jangan sungkan, aku akan memberikanmu pekerjaan tapi hanya sebagai satpam di perusahaan, karena jika sebagai pegawai sudah tidak mungkin setelah apa yang kau lakukan sebelumnya." Ucap Erlan.

" Aku berterima kasih padamu bos, kamu dan Dera memang pantas bersama karena kalian sama sama orang yang baik, maafkan aku karena pernah menyakiti kalian semua." Ucap Revan meneteskan air matanya.

" Ini kuncinya Mas." Dera menyodorkan kunci rumahnya kepada Revan.

" Terima kasih Dera, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu." Ucap Revan menerima kuncinya.

Setelah itu Revan pamit pergi, ia merasa malu jika lama lama berada di sana.

" Kau bisa berubah menjadi orang baik, tapi sesaat kau bisa berubah menjadi wanita galak sayang." Ucap Erlan.

" Semua itu timbal balik Mas, kalau dia baik maka aku akan lebih baik, kalau dia buruk maka aku akan sama buruknya dengannya." Sahut Dera.

" Aku sangat beruntung bisa memilikimu sayang, wanita baik hati tanpa mau menyimpan dendam dengan orang yang sudah menyakitimu." Erlan mencium pipi Dera.

" Ehm ehm." Bimo berdehem membuat keduanya sadar jika masih ada orang lain di sana.

" Apa sih lo Bimo, oh ya mulai sekarang lo tinggal aja sama gue, sekalian jagain gue sama Dera." Ujar Erlan.

" Tapi bos, saya lebih senang di apartemen daripada di rumah bos." Sahut Bimo.

" Nggak bakal aku jadikan menantu kamu kalau sama calon mertua gitu." Ancam Erlan.

" Kamu mah sukanya mengancam bos." Sahut Bimo.

" Gimana? Mau nggak?" Tanya Erlan.

" Iya siap bos daripada nggak di jadiin mantu." Sahut Bimo.

" Kamu mau makan belum Mas?" Tanya Dera.

" Nanti aja sayang, aku lagi pengin begini aja." Sahut Erlan.

Erlan mengelus perut Dera.

" Hai anak gadisnya Papa, lagi ngapain nih di dalam sini? Pasti lagi bobok ya, dingin Papa akunya ngantuk banget, jadi aku bobok aja." Celoteh Erlan membuat Dera terkekeh geli.

" Eh besok kalau udah gedhe kita akan main bareng, sama Om Bimo juga." Ucap Erlan.

Dugh...

" Eh dia nendang sayang." Pekik Erlan.

" Bos saya boleh pegang nggak?" Tanya Bimo.

" Nggak bisa! Enak aja lo mau cari cari kesempatan buat sentuh sentuh bini gue." Seru Erlan.

Bimo menggelengkan kepalanya. Ia memilih keluar dari ruangan Erlan daripada melihat kemesraan mereka berdua hanya membuat iri saja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Revan membuka kunci rumah Dera. Nampak seorang wanita berhijab yang berdiri di rumah sebelah, sedang menatap ke arahnya.

" Ngapain kamu lihatin aku seperti itu Mbak?" Tanya Revan.

" Enggak! Aku cuma memastikan saja apakah kamu benar benar pemilik rumah ini atau cuma mau nyuri doank, soalnya dari kemarin rumah ini sepi." Sahutnya.

" Tubuhmu tertutup hijab, tapi pikiranmu sama seperti yang lainnya." Sindir Revan.

" Lhoh daripada aku ngomong di belakang kan mending aku jujur Mas, se menyakitkan apapun kejujuran itu lebih baik dari pada kebohongan." Sahutnya.

Hati Revan mencelos mendengar ucapannya. Ia menatap wanita seumuran dengan Dera, wajah cantik, tubuh tertutup oleh celana dan baju yang sedikit kegedean.

" Mas bukan muhrim! Nggak baik ngelihatin saya seperti itu, oh ya saya tetangga baru Mas, baru pindah ke sini kemarin, namaku Aulia kalau kamu siapa?" Tanya gadis yang bernama Aulia.

" Aku Revan." Ucap Revan.

" Oh Revan, darimana Mas? Kok kemarin kemarin sei banget nih rumah." Ujar Aulia.

" Kemana aja." Sahut Revan masuk ke dalam rumahnya. Ia langsung menutup pintunya.

" Dih sombong amat." Cebik Aulia masuk ke dalam rumahnya.

Revan masuk ke dalam rumah yang penuh kenangan dengan Dera. Kenangan indah sebelum negara Api menyerang. Revan duduk di sofa sambil memperhatikan seisi rumahnya.

" Andai saja dulu aku tidak mengkhianatimu, pasti saat ini aku yang sedang mengelus perutmu dan berbicara dengan anak kita Dera, aku tidak bisa melupakan semua kenangan yang kita ciptakan di rumah ini, aku masih sangat mencintaimu Dera, apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu, walaupun aku berusaha untuk ikhlas menerima semuanya tapi rasanya sangat berat Dera hiks.... Rasanya aku tidak akan pernah bisa melupakanmu, wanita hebat yang sangat aku cintai, bahkan setelah apa yang aku lakukan kepadamu kau masih baik kepadaku, hiks... Aku menyesali semuanya Dera... Aku menyesal karena telah melepas wanita sebaik dirimu." Ujar Revan mengusap air matanya.

" Tapi penyesalan tidak akan berguna sekarang, aku harus melanjutkan hidupku dengan membangun keluarga baru bersama yang lainnya." Ucap Revan.

Tiba tiba bayangan Aulia terlintas dalam pikiran Revan.

" Aulia..." Ucap Revan mengerutkan keningnya.

" Kenapa wajahnya muncul di dalam pikiranku? Apakah aku menyukainya? Tapi bagaimana mungkin! Ketemu saja barusan, masa' iya aku jatuh hati padanya ada ada aja." Revan menggelengkan kepalanya.

Tok tok

Revan menoleh ke arah pintu, ia kembali menggelengkan kepalanya saat melihat bayangan Aulia di depan sana.

" Ya Tuhan... Menyingkirlah dari pikiranku!" Ucap Revan.

Tok tok...

Aulia kembali mengetuk pintunya membuat Revan sadar kalau memang ada Aulia di depan. Dengan malas, ia membuka pintunya.

" Makan siang." Aulia menyodorkan kotak bekal kepada Revan.

" Aku rasa kamu belum makan siang, dan kebetulan aku masak banyak, rencananya sih teman temanku mau datang kemari, tapi mereka bohong, jadi daripada mubadzir nih makanan aku buang, mending buat kamu aja." Ujar Aulia.

" Memangnya kau bisa masak? Aku tidak mau perutku sakit gara gara makan masakanmu." Ucap Revan.

" Halo Mas mendekati Om, aku ini kuliah jurusan tata boga jadi di jamin kau akan ketagihan setelah mencicipi masakanku, silahkan di makan! Kalau kau suka dengan masakanku, kau bisa memintanya padaku lain waktu." Aulia meletakkan wadah nrkalnya di meja ruang tamu, setelah itu ia keluar dari rumah Revan.

" Assalamu'alaikum Mas Revan." Aulia mengerlingkan matanya membuat Revan kaget.

Setelah kepergian Aulia, Revan segera membuka kotak nasi yang tadi di bawa oleh Aulia.

" Emmm wangi amat baunya, bikin lapar." Ucap Revan.

Revan mengambil sendok lalu mencicipi masakan Aulia.

" Enak banget, bahkan lebih enak dari masakan Dera." Ujar Revan kembali memakan makanannya.

Berjodoh nggak nih?

Tekan like, koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya...

Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...

Miss U All....

1
LZZ OPPz
Lumayan
Via
hadeh si loveli kaya jalang kurang dicolok kali y masa baru cerai udh nikah lagi hehehe gatel
VANESHA ANDRIANI: hhhh bantu menggaruk ya.. makasih suportnya
total 1 replies
Via
mangkanya jgn Maruk pikirkan baik baik huhhh cewe jlng
VANESHA ANDRIANI: bener banget.. makasih suportnya
total 1 replies
Tutik Yunia
kucing dikasih gereh ya dicaplok, intinya kebanyakan laki-laki tidak bisa menahan nafsunya, ntah dikasih wanita jelek atau cantik karena permak, meski istri di rumah lebih dari segalanya.
VANESHA ANDRIANI: hhhh bisa aja... makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
lanjut donk..
baby twins kan🤔
VANESHA ANDRIANI: tak pikir2 dulu ya.. makasih suportnya
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
ha.. haa😁😁
VANESHA ANDRIANI: sttt diem aja! entar kedengeran Qiran. hhh makasih suportnya
total 1 replies
Airoh Hasna
kasian bemo,kena amuk qiran terus
VANESHA ANDRIANI: hhhh nggak pa pa kali kali.. makasih suportnya
total 1 replies
Airoh Hasna
nah loh nganbek lagi tuh
repot kamu bemo
ingat kamu udah ngga punya apa"
siap" di lempar ke pluto kalo macem"
VANESHA ANDRIANI: hhhh kalau Bimo di lempar biar author yang menangkap... makasih supprtnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Airoh Hasna
yang sabar Bim
orang sabar pantatnya lebarrr
VANESHA ANDRIANI: Hhhhh bisa aja kakak mah... makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Airoh Hasna
bemo kan bukan om kandung qiran
apa ngga di jelaskan yak
kesannya itu gimana yah
Airoh Hasna: iya juga sih
total 2 replies
Airoh Hasna
pake baju kurang bahan
lengak lengok kaya penari erotis
VANESHA ANDRIANI: hhhh ada ada aja... makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Airoh Hasna
kalo tidur di bangunin ngga bangun
kan bisa ninggalin pesan
jadi qiran ngga berpikir negatif
VANESHA ANDRIANI: saking paniknya kali si Bemo jadi g bisa berpikir jernih hhh makasih suportnya
total 1 replies
ulala
om bemo ini pinter nyaris bego aku rasa, kok bisa gak paham jg kalo qiran ga suka apapun yg berhubungan Ama Maya hadeeeehhh
VANESHA ANDRIANI: hhh jitak aja kepalanya... makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!