Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.
Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.
Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.
----
ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah
kau menetap,
di sini
Inkina Oktari
The Celebrity CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Afraid
Pegunungan berhawa sejuk dan pohon-pohon besar di kanan-kiri jalan menjadi pemandangan indah yang bisa mereka nikmati. Tubuh mereka yang terguncang-guncang juga jalan yang kadang menanjak, kadang juga menurun. Kemudian berbelok, jalan berganti tak lagi aspal. Melainkan tanah berbatu yang tak jarang berlubang.
Setibanya di mess, setelah sedikit berkenalan dengan pekerja lainnya dan menemui Julak Ibung yang bernama asli Siti Maimunah. Beliau adalah seseorang yang bertugas sebagai koki di kantin mess ini, yang berarti beliau adalah atasan dari Kiev. Kiev lalu dibimbing oleh Pi'i membawa kopernya menuju kamar. Kamar mereka kebetulan bersebelahan. Mereka pun beristirahat dan akan mulai bekerja esok hari.
Keesokan harinya, Kivia kembali mendapatkan shift pagi. Sedangkan pagi hari Kiev mendapatkan bimbingan belajar musik panting secara eksklusif dari pioneer Kahada Taduh yaitu Ahmad Rafi'i as known as Pi'i.
Pada waktu setelah shalat shubuh, sebelum makan siang dan pada malam hari, Kiev akan berkutat di dapur. Membantu Julak Ibung menyiapkan asupan para pekerja di mess ini. Asisten Julak Ibung sebelumnya harus pulang ke kampung halaman karena sang anak yang sedang sakit.
Jujur saja Kiev sempat mengalami culture shock. Ya, kalau disuruh memasak saja Kiev mungkin tidak masalah. Namun, menjadi pegawai kantin yang super tanggap ia awalnya cukup kewalahan. Menjadi selebriti sejak kecil, Kiev terbiasa dilayani. Ada manajer pribadi yang selalu memenuhi kebutuhannya. Ada yang akan mengipasinya, atau mengangsurkan minum untuknya. Ia seolah diperlakukan sebagai seorang pangeran.
Di tempat ini, Kiev mencuci panci-panci besar, mengangkat galon bahkan naik ke atas tong air raksasa. Meski penglihatan Julak Ibung sudah sedikit rabun, beliau mengetahui secara jelas bahwa Kiev mempunyai paras setengah dewa. Hidungnya mancung, apalagi kulitnya yang putih bersih terawat seperti pakaian di hari yang suci.
Lagipula, mana Julak Ibung tahu Kiev merupakan CEO K-Entertainment dan selebriti multitalent yang menyabet penghargaan bergensi setiap tahunnya. Yang beliau tahu, Kiev telah komitmen bekerja sebagai seorang asisten dapur alias bawahannya (yang tak Julak Ibung ketahui bahwa dalam kasus ini alasan Kiev dibalik ini semua adalah untuk bisa terus belajar alat musik panting dengan Pi'i dan selalu berada di sisi Kivia).
Malam kelima Kiev di tempat ini, ia dan Kivia cs berkumpul di pelataran kantin setelah makan malam. Mereka membuat api unggun kecil sebagai penghangat. Setiap orang menggenggam cangkir kopi masing-masing yang masih beruap.
“Rokok, Kiev?” tawar Bang Juned mengeluarkan sebatang rokok dari kotaknya.
Kiev menolak dengan sopan. “Udah berenti, Bang.”
Bang Juned menaikkan kedua alisnya. “Okelah kalau begitu.”
Abang-abang bertubuh kurus tinggi itu menyelipkan rokok itu di antara bibir. Menyalakan pemantik dan tembakau dalam gulungan rokok itu perlahan terbakar. Beraroma kuat dan tentu menghasilkan asap. Perhatian Kiev kemudian teralih pada Pi'i yang menyerahkan alat musik panting kepadanya.
“Oke, lagu pertama. Ampar-ampar pisang,” kata Pi'i dengan senyum ekstra lebar. Kiev pun memetik senar panting, memeriksa hasil belajar beberapa hari ini dan mulai bernyanyi.
Ampar-ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Pada bait berikutnya semua mulai bernyanyi bersama-sama. Tangan mereka bertepuk berirama. Duduk di sekitar api unggun, seperti anak sekolah yang sedang berkemah.
Manggarepak-manggarepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
Apinya cangcurupan
Bengkok dimakan api
Apinya cangcurupan
Nang mana batis kutung dikitip bidawang
Nang mana batis kutung dikitip bidawang
“Yeaaaay! Guud guuud.” Pi'i mengacungkan kedua jempolnya. Sementara Kivia tersenyum, suara Kiev begitu merdu. Rasanya ia ingin selalu mendengar suara itu berulang-ulang.
“Satu lagi Kiev, yang lagu satunyaaa, Kiev,” pinta Pi'i seperti bocah minta belikan kinderjoy. Sebagai murid tahu diri, Kiev kembali mematuhi request tutor musik pantingnya itu.
Sabujurannya handak kusampaiakan
Hati ini karindangan lawan pian
Amun kaya apa cara menyampaiakan
Aduh supan membari supan karindangan... karindangan
(Sebenarnya mau kusampaikan,
hati ini rindu sama kamu
Kayak gimana cara menyampaikan
Aduh malu, rindu.)
Lawas sudah mancari kasampatan
Kada paham kah pian lawan isyarat
Amun pian dasar bahati batu
Aduh uma aduh abah
Karindangan
(Sudah lama mencari kesempatan
Nggak paham kah kamu sama isyarat?
Kalau kamu emang berhati batu?
Aduh mama aduh ayah
Rindu
)
Karindangan... karindangan
Karindangan supan bapadah
Saban guring siang tabangun
Saban guring malam...
tamimpi pian
(Rindu... rindu
Rindu, malu bilangnya
Tiap tidur siang kebangun
Tiap tidur malam... mimpiin kamu)
Semua orang seolah terhipnotis dengan penampilan Kiev. Cowok itu bahkan tidak mengenakan pakaian panggung dengan brand ternama. Tidak memakai microphone-nya yang berharga ratusan juta. Tidak didukung oleh paduan lighting mempesona.
Cukup seperti ini, di bawah bulan, sedikit bintang dan cahaya api unggun. Senyum manis, suara lembut dan tatapan mata Kiev bisa dikategorikan salah satu keindahan dunia. Kian indah, ketika mengingat sikap baik laki-laki itu pada sekitarnya.
Sebab itu, Kivia dirundung rasa takut. Takut, Kiev akan meruntuhkan keputusannya untuk tidak jatuh dengan rasa bernama cinta.
Bersambung
*Karindangan dalam Bahasa Banjar diartikan dengan Rindu. Ada juga yang mengartikan seperti kesasayangan alias terlalu sayang hingga membuat uring-uringan.
Aseeeeek ahhahahahaahaha.
Mbak Kivia jangan takut dooong. Mas Kiev udah terlalu sayang tuuuh :D
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih