NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Julia Fajar

Virus Covid 19 telah menewaskan kedua orangtua Nayla, hal ini membuat Nayla Ariska harus menanggung beban hidup yang sangat berat hingga mengharuskan dirinya berhenti sekolah dan musti bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan serta membiayai pengobatan Seyna adiknya, yang ternyata menderita kanker getah bening.

Nayla menerima tawaran temannya untuk menjadi istri bayaran dari Damar Bimantara, seorang duda mafia, yang hanya membutuhkan rahimnya saja untuk membuktikan kepada Carolina serta keluarga bahwa dirinya tidaklah mandul seperti yang dituduhkan. Dan Damar ingin membalas perbuatan Carolina yang memilih selingkuh dengan Rendra pesaing yang telah menghancurkan bisnis pribadi serta rumah tangga Damar.

Damar bangkit dari keterpurukannya, sejak bertemu dengan seorang miliarder cacat yang ternyata seorang gembong mafia dan tampuk kekuasaan seluruhnya diwariskan kepada Damar.

Bagaimanakah kisah Damar dan Nayla selanjutnya? Yuk, ikuti terus kisahnya ya Sobat, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. MEMPERKETAT PENJAGAAN

"Alhamdulillah," ucap Nayla sembari mengelus dadanya.

"Kenapa Sayang?" tanya Damar.

"Aku pikir Mas Damar kenapa-kenapa, kok tidak kasi kabar sejak tadi. Memangnya suara tembakan apa tadi Mas?" tanya Nayla.

"Biasalah Nay, ada saja yang ingin kami celaka."

"Bagaimana keadaan Bang Arkan Mas? Ini Aira juga mengkhawatirkannya," ucap Nayla sembari mengarahkan layar ponselnya ke arah Aira yang sedang menyapu.

"Arkan baik-baik saja, sekarang dia sedang aku minta menjaga orang yang menyerang kami. Satu orang tadi tertangkap dan sekarang sedang terluka cukup parah."

"Oh, syukurlah Mas. Sekarang kami bisa tenang. Mas harus hati-hati, siapa tahu teman mereka mengikuti hingga ke rumah sakit, bisa bahaya juga terhadap keselamatan Papa," ucap Nayla.

"Iya Nay, kalian juga harus hati-hati. Nanti saat pergi ke rumah sakit, minta Dewo untuk membawa beberapa orang pengawal. Aku tidak mau terjadi hal buruk terhadap kalian."

"Iya Mas."

"Aku tutup dulu ya. Aku harus menemui dokter untuk menanyakan kondisi Papa, nanti aku hubungi kamu lagi saat sudah di ruangan Papa," ucap Damar.

"Iya Mas. Aku juga mau bersiap mengantar Seyna."

Damar pun menutup panggilan, lalu dia menemui suster untuk menanyakan apakah dokter ada di ruangan atau tidak.

Ternyata suster mengatakan jika dokter saat ini sedang berada di ruangan Papa Richard untuk memeriksa kondisi beliau.

Damar bergegas menuju ruangan sang Papa dan benar ternyata Dokter ada di sana.

"Bagaimana kondisi Papa Dok?"

Dokter menggeleng, lalu berkata, "Masih kritis, menurut hasil pemeriksaan, luka akibat operasi pengeluaran peluru beberapa bulan lalu juga mengalami infeksi. Jadi kondisi jantung yang memburuk di tambah infeksi membuat daya tahan tubuh beliau semakin memburuk."

"Tolong Dok, lakukan pertolongan terbaik untuk Papa Saya," ucap Damar.

"Oh ya, apa Papa kamu memiliki musuh di sini?" tanya Dokter.

"Kenapa Dok?"

"Tadi ada seseorang menyelinap masuk dan sepertinya mencurigakan, dua orang kepercayaan yang kamu pinta menjaga beliau sedang mengejarnya. Makanya Saya tidak meninggalkan tempat ini sebelum mereka kembali," ucap Dokter.

"Apa Dok! Berarti bukan Saya saja yang di serang, bahkan Papa yang sedang terbaring pun jadi incaran mereka!"

"Kamu juga diserang?" tanya Dokter.

"Iya Dok, saat dalam perjalanan kemari. Untung saja kami bisa mengatasi mereka, satu orang kami sekap, dia terluka karena jatuh dari atas motor dan terseret aspal. Aku akan mendesak dia Dok untuk mendapatkan info, siapa pelaku dibalik penyerangan itu."

"Kenapa tidak melibatkan pihak kepolisian saja?"

"Jangan dulu Dok, mungkin pelaku dari negara kami, jadi akan coba Saya selidiki dulu. Paling nanti kami membutuhkan pengawalan untuk melindungi Papa di sini."

"Baiklah, tapi Saya tidak mau terjadi keributan atau baku tembak di rumah sakit ini, Saya tidak mau citra rumah sakit ini menjadi buruk," ucap Dokter.

"Iya Dok, kami akan jaga keamanan rumah sakit ini dan menghindari perkelahian di sini."

"Saya permisi dulu, nanti Saya akan kembali untuk mengecek perkembangan Papa kamu."

"Terimakasih Dok," ucap Damar.

Setelah Dokter keluar ruangan, Damar memegang tangan sang Papa, lalu dia berkata, "Pa, cepatlah sadar! Aku datang Pa. Aku tidak akan membiarkan siapapun mencelakakan Papa. Oh ya Pa, Nayla ingin bertemu dengan Papa, jadi cepatlah bangun. Papa jangan mengkhawatirkan aku lagi, menantu Papa sangat baik. Dia pasti akan senang bila bisa bertemu Papa, karena Nayla sudah tidak memiliki orangtua lagi."

Richard tidak bergeming, tapi ada air mata menetes di sudut matanya, Damar tahu, pasti Papanya mendengar apa yang dia katakan.

Damar mengelap air mata itu dengan ibu jarinya, lalu dia berkata lagi, "Istirahatlah Pa, aku akan menelepon Arkan dulu. Kami akan mengusut siapa orang yang berani menyerang kita."

Damar keluar dari ruangan, lalu dia menelepon Arkan, "Hallo Kan! Bagaimana kabar bajingan itu, apa dia sudah sadar?"

"Sudah Bos, tapi dia tetap tidak mau mengaku siapa yang telah membayarnya untuk mencelakakan kita," jawab Arkan.

"Beri dia tekanan terus sampai mau mengaku, di sini juga ada penyusup, Kan, aku khawatir mereka juga mengincar keselamatan Papa."

"Baik Bos! Apa Bos butuh orang lagi untuk membantu penjagaan? Jika iya, aku akan hubungi beberapa orang temanku yang ada di sini untuk segera menghadap Bos."

"Oke Kan, aku butuh 5 atau 6 orang, suruh mereka menemuiku nanti malam di rumah sakit. Kita harus segera memperketat penjagaan."

"Baik Bos! Sekarang juga aku akan menghubungi mereka."

Kemudian Arkan mematikan panggilan, lalu dia menghubungi orang-orangnya untuk segera menghadap Damar nanti malam dan Arkan menjelaskan tentang tugas yang musti mereka lakukan nantinya.

Setelah itu, Arkan kembali ke ruang penyekapan, dia ingin memaksa orang yang telah berusaha mencelakai mereka untuk mendapatkan pengakuan siapa dalang dibalik penyerangan tersebut.

1
Nurmiati Aruan
pembantu kayak gitu masih az dipelihara...aduuh
Nurmiati Aruan
si papa minta di manja toh
Nurmiati Aruan
memang nya seyna usia nya berapa
Nurmiati Aruan
dikorea ada yang dagang sate loh
Nurmiati Aruan
keren papa Ricard
Nurmiati Aruan
astaga dasar ular
Nurmiati Aruan
aduh itu orang 2 suruh pindah az sih.... penghianat kok dipelihara
Nurmiati Aruan
Nayla nya pintar x
Nurmiati Aruan
loh tapi di apartemen
Nurmiati Aruan
cek cctv donk...rumah sakit kan ada cctv nya
Nurmiati Aruan
pembantu kayak gitu kok masih dipake ya
Nurmiati Aruan
rambut panjang sampai mata kaki....ada sih...tapi udah langka
Nurmiati Aruan
mampir dulu...semoga ceritanya seru
Asih
lanjut ikut terharu mesaksikan kebagian mereka
Diah Jamilah
Kecewa
Diah Jamilah
Buruk
Mini Upa
akhir cerita rasax seperti nyata aku trbwa perasaan sampe nangis 😁.
Ani Liiu Yaoshan Fidela
kan yg USG dr awal kembar Nayla
kok bs berubah ending nya yg pny anak kembar seyna???
Anisa Maharani
bukankah cerita sebelumnya Nayla hamil bayi kembar thor
Anisa Maharani
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!